Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

''Sini kamu Booooyyyyyy!!!"


teriak Nayla, dia tak sengaja mendengar suaminya mengatakan bahwa Boy sudah membobol gawang milik Kay, padahal pernikahan nya baru di adakan besok pagi.


"Ayolah Mom!! Boy bukan anak kecil lagi" teriak Boy sambil terus menghindari amukan sang Mommy.


"Canim.....berhenti sayang! jangan mengejar dia, dia sudah dewasa" kata Ben mencoba menghentikan langkah kaki sang istri, Namun rasa jengkel Nayla tak menyurutkan niatnya untuk menghajar anak mesumnya, tentu saja dari suami mesumnya itulah bibit kemesuman Boy berawal.


Belia anak gadisnya,melenggang masuk ke ruangan tersebut dengan earphone nya sambil sesekali menyanyi mengikuti lagi yang dia dengar.Belia berhenti sejenak ketika melihat sang Mommy mengejar kakaknya.


"Apa yang terjadi Dad?" tanya Belia yang memang baru saja pulang dari les, gadis yang duduk di kelas 6 SD itu menarik sang Daddy untuk menyaksikan perdebatan antara Mommy dan kakaknya.


"Kakak mu melakukan salah!" kata Ben santai


"Apa yang dilakukan nya?" kata Belia sambil mengambil kue yang ada di meja di depan nya.


"Anak kecil tak perlu tau!" kata Ben


"Sana masuk!" lanjut Ben


Belia hanya menaikkan bahu nya sebentar,kemudian dia berdiri dan beranjak dari sana, namun ada sesuatu yang jatuh dari tasnya.Ben melihat sebuah amplop bermotif mawar merah, Ben bingung dan membolak-balik amplop bermotif mawar tersebut.


"Apa ini Bel?" tanya Ben dan Belia langsung berhenti, kemudian berbalik menatap sang Daddy dan melihat apa yang di pegang sang Daddy.


"Oh ..itu surat Dad" kata Belia santai


"Apa??"


teriakan Ben membuat Nayla yang sedang memukul Boy dengan sapu terdiam seketika, begitu juga dengan Boy, Boy dan Nayla bahkan sudah saling pandang,namun mereka belum paham dengan situasi yang terjadi di antara Ben dan Belia.


"Surat cinta Dad, tadi seorang kakak berseragam SMP memberikan nya padaku, Daddy mau? ambil saja,aku sudah dapat banyak!" kata Belia lagi.Karena memang banyak sekali yang mengirim surat pernyataan cinta pada Belia, Belia tak diijinkan Ben dan Nayla mempunyai ponsel dan sosial media,jadi tak heran bila teman-teman sekolahnya atau bahkan kakak kelasnya mengirimkan surat cinta untuk Belia Karena Belia tidak mempunyai ponsel untuk bisa dihubungi, Belia sekolah di sekolah internasional yang di sana menggabungkan tiga generasi yaitu SD,SMP dan juga SMA sekaligus.

__ADS_1


Seketika Ben meremas amplop tersebut, mode Lucifer dalam dirinya sedang on, Belia berkesiap ketika melihat mata tajam Ben yang lama tak diperlihatkan di depan umum, setelah anak-anak nya beranjak dewasa, Belia pernah melihat Ben dengan mode seperti ini,ketika dia berusia 6 tahun,itu pertama dan terakhir Belia melihatnya.


"Siapa yang berani melakukan itu padamu Belia?? jawab Daddy!!! sepertinya Daddy butuh bahan praktek untuk melatih kemampuan bedah Daddy!" kata Ben penuh penekanan.


Entah mengapa, Ben sangat takut bila perbuatannya dulu berdampak pada anak gadisnya, karma selalu ada! begitu lah kata orang, sang mantan Casanova itu takut,bila kegiatannya yang suka celap-celup dulu, berdampak pada Belia.


"Ayolah Daddy!! Daddy tidak perlu takut akan karma Daddy sebagai mantan Casablanca!" kata Belia santai, sifatnya memang benar-benar 100% Beniqno.


"Casanova Bel" celetuk Boy, dan sebuah jitakan mampir di kepala Boy.


"Nah itu maksudku kak!" kata Belia menanggapi sang kakak


"Belia tak akan tertarik pada lelaki manapun saat ini! atau bahkan saat Belia dewasa nanti Dad! Belia bisa jaga diri, untuk itu Belia mengikuti seni beladiri Dad! kecuali.......!??'' kata Belia menggantung kan kata-katanya.


"Kecuali apa??" kata Ben sambil menatap tajam anaknya, Nayla bahkan sudah melepaskan Boy dari tangan nya dan beralih ke sebelah Ben karena ikut penasaran dengan anak gadisnya.


"Kecuali kalau Abhimanyu lelaki itu Dad!" teriaknya sambil berlari naik ke kamarnya.


"Beliaaaaa!!! berhenti kamu di situ!!!"


"Sayang....sudah!!" pinta Nayla


"Canim!! kau dengar itu, bocah ingusan itu berharap jadi menantu si gunung Everest!!! oohh Tuhan!! aku tidak terima!!!" kata Ben,


Ben tau bahwa Belia begitu mengagumi adik dari Lee tersebut, Abhi bahkan lebih parah dari Lee yang dingin dan datar, Abhi benar-benar fotocopy dari Ray.


"Sudahlah! dia hanya bercanda!!''


"Kau tau sayang, Belia tidak sedang bercanda!! oh Tuhan anak gadis ku!'" kata Ben terlihat tak terima jika anak gadisnya beranjak dewasa.


Sedangkan di ruang keluarga Ray, beberapa kali Abhi dan Ray menggosok telinga mereka bersamaan, Lee yang sedang tidur di pangkuan Vita merasa heran, melihat si kembar beda usia itu melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Kenapa pa? Abhi?" tanya Lee yang penasaran.


"Telinga ku berdengung!" jawab mereka serempak


"Kalau kata orang di kampung ku pa, sedang ada yang membicarakan kalian, telinga berdengung menandakan adanya orang yang sedang membicarakan kita! begitu pa" kata Vita menjelaskan pada semuanya, dan mereka hanya bisa mangut-mangut saja.


"Vita .minum jus mu sayang" kata May sambil menyerahkan jus buah untuk menantunya itu,


"menyingkir Lee, biarkan Vita rileks" kata May yang meminta Lee beranjak dari pangkuannya Vita.


"Mama selalu merebut Vita dariku!" rengek Lee terdengar manja.


Ray dan Abhi secara bersamaan memutar bola matanya jengah.Lee yang melihat mereka hanya bisa mencebikkan bibir nya dan akhirnya duduk santai di samping Vita yang sedang meminum jus buah nya.


"Abhi, Mama dengar kamu satu tempat les dengan Belia?" tanya May,


ya... setelah les nya dengan Vita terputus,dan beberapa guru les di ganti oleh sang Mama, Abhi merasa tak nyaman dan akhirnya memilih les di luar rumah,mencoba hal baru,dan siapa yang menyangka bahwa dia bisa satu tempat les dengan anak gadis Om Beniqno itu.


"Hemmm ...." jawab Abhi


"Jaga dia baik-baik ya.." kata May


"Yang ada, dia yang menjaga aku ma, di jaga ketat malah!!" gerutu Abhi, May malah tertawa kecil, Ray hanya memasang wajah heran, Abhi yang peka akan ekspresi wajah sang Papa langsung berkata


"Dia berlebihan pa!! dia menjaga aku seolah aku anak gadisnya!" kata Abhi sambil manyun, walaupun dia tak masalah dengan sikap Belia yang memang kadang di luar nalar, walaupun kata Belia tak terlalu berlebihan,namun bagi Abhi sikap Belia terlalu posesif, Belia selalu membawa nama Oma Sita yang katanya meminta Belia untuk melindungi Abhi dari gadis-gadis kecil yang kecentilan.


''Karena kau itu suami masa depannya Bhi....


hahahahahaha"


tawa Lee pecah melihat adiknya merasa tak nyaman dengan adanya Belia yang terlalu posesif.

__ADS_1


Abhi hanya menghela nafas nya pelan, sedangkan Ray hanya bisa geleng-geleng kepalanya saja, rasanya anak-anaknya terlalu cepat dewasa.


bersambung..


__ADS_2