Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Perjuangan cinta


__ADS_3

Valeria merasa canggung setelah ciumannya bersama Raka, di sepanjang jalan dia hanya diam saja, begitu pula dengan Raka dan sampailah mereka di apartemen milik Valeria.


"Gue anter loe naik!" kata Raka.


"Ga-gak usah! aku bisa sendiri kok!" tolak Ria.


"Udah malam Nona!" kata Raka sambil keluar dari mobilnya, memang jam sudah menunjukkan pukul 1.30 dini hari.


Raka berjalan beriringan dengan Valeria sampai ke unit di mana Ria tinggal. Setelah sampai di depan pintu, Valeria berterima kasih pada Raka.


"Udah makasih, kamu pulang aja!"


ucap Valeria.


Bukannya berbalik arah Raka malah menghimpit Valeria tepat menempel pada pintu apartemen, Raka menatap lekat ke arah Valeria sampai sang di tatapnya salah tingkah sendiri. sedetik kemudian Raka memiringkan kepalanya dan mengangkat dagu Valeria dengan jari telunjuknya. Raka mulai meluuumat bibir ranum Valeria, Valeria hanya diam terpaku dengan detak jantung yang bahkan terdengar jelas oleh Raka. Setelah beberapa saat Raka melepaskan ciumannya.


"Jangan lupakan ini! Aku akan berjuang buat dapetin kamu!"


Ucap Raka sambil menghapus sisa saliva nya di bibir Valeria, di akhir i dengan kecupan singkat di bibir Valeria dan senyuman manis Raka, kemudian tanpa menunggu Valeria masuk Raka pergi kembali masuk ke dalam lift.


Valeria yang tersadar segera masuk dan berlari ke kamarnya, menjatuhkan diri di kasur empuknya dan berteriak-teriak tidak jelas di bawa gulungan selimutnya, Perasaannya jelas lain! dulu dia yang mengejar cinta Ray namun sekarang Raka bilang akan berjuang buat dia! Valeria yang tak tau itu rasa apa, hanya bisa berteriak-teriak histeris seorang diri, di balik selimut di dalam kamarnya.


***********


Pagi hari di rumah kediaman papa Arya


Maysha merasa canggung setelah apa yang di lakukan oleh Ray semalam, Pagi ini terlihat semuanya kumpul di meja makan termasuk Johan dan Tian yang terpaksa bangun pagi ini, Tian harus ke klinik miliknya sedangkan Johan harus menjemput Kiara dan putranya ke rumah kakak iparnya.


"Pa hari ini Lerie boleh ke rumah mbak Nayla?" tanya Lerie pada papa Arya.


"Iya boleh minta anter sama pak Edi nanti!" kata papa Arya, Edi akhirnya bekerja kembali sebagai sopir sekaligus orang kepercayaannya Ray karena Edo sang kembaran yang menjadi anak buah Monica membebaskan Edi yang ternyata masih hidup dalam sekapan nya, setelah meminta maaf pada kembarannya itu, Edo pergi ke luar pulau karena tawaran kerja dari temannya.


"mbak May gak ikut?"


"Gak Lerie, kan mbak harus kerja!"


"Kamu ikut aja, ntar sekalian biar di anter pak Edi"


"Gak usah tuan saya.....!" May berhenti berkata karena Ray menatap nya cukup lama, tatapan yang seakan meminta untuk tidak melakukan penolakan.

__ADS_1


"Iya tuan... saya libur hari ini!" ucapnya kemudian.


Selesai sarapan pak Edi di panggil dan mengantarkan mereka ke rumah Nayla sahabatnya yang memang hari ini libur kerja. Johan Tian Ray dan papa Arya berbincang di teras belakang setelah selesai sarapan, namun tiba-tiba..


"Bang Naraaaaaaaaa!"


suara teriakan seorang gadis belia.Spontan semua orang menoleh ke arah suaranya tersebut. Ray kaget siapa yang datang, akhirnya hanya bisa menghela nafasnya berat.


*********


"Apa?? serius loe May?"


tanya Nayla antusias, sahabat gokilnya May ini terlihat berbinar-binar mengetahui cerita dari May tentang dia dan Ray sang majikan. May memang menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi.


"Ya elah beneran lah! masa' gue ngarang! emang gue author novel!" ucap May.


mereka duo somplak kalo sudah ketemu, namun karena tuntutan pekerjaan dan lebih tepatnya sungkan dengan Ray, May menjadi suster manis, sopan dan selalu menjaga sikap di depan Ray sang majikan.


"Ciumannya enak gak?" tanya Nayla.


"Hampir khilaf gue! Untung gak gue balas....duuhhh loe tau kan gue suka cowok macho! dia tuh macho banget!!" ucap May lalu terlihat cemberut.


"Heemm iya Nay! gue hanya gak mau sakit hati! loe bayangin aja deh, mana ada orang se kaya dia mau sama gue kalo bukan karena gue baik sama papanya! gue cuma takut perasaan dia hanya sesaat Nay!"


"Jangan negatif thinking dulu deh! kali aja dia beneran cinta loe!"


"Gak Nay....gue gak mau melewati batas!" kata May


"Udah ah yuk nge Mall mumpung liburan!" ajak Nayla.


"Lerie?"


"Dia ikut mama ke arisan temennya di gang sebelah! katanya mau berburu makanan manis! dah biarin! di rumah tuan Ray kan dia gak ada temennya! kerjanya belajar mulu'!" jelas May.


*********


"Bagaimana?" tanya Beniqno.


"Tuan! dia di salah satu Mall bersama temannya!"

__ADS_1


"Kita ke sana sekarang!" ucap Beniqno antusias.


Antoni hanya bisa geleng-geleng kepala, pasalnya baru kali ini tuannya itu terkesan mengejar-ngejar gadis, apalagi dia hanya seorang gadis biasa dan bahkan jauh lebih muda dari dirinya. Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit, Beniqno masuk ke kawasan Mall, jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan setelah mencari-cari keberadaan sang gadis pujaan, Beniqno akhirnya sampai di sebuah cafe di mana ada dua orang gadis yang sedang tertawa bersama di sana.


"Kelinci kecilku!" gumam Beniqno dengan senyum tipisnya.


Tanpa membuang-buang waktu Beniqno di ikuti oleh Antoni menghampiri kedua gadis tersebut dan langsung duduk di kursi di tengah-tengah mereka.


"Hai......masih ingat aku?" tanya Beniqno pada gadis yang di panggil kelinci kecilku itu dan ber gantian memandang kedua gadis tersebut.


"Kenal Nay?"


"Enggak May?"


"Kamu siapa?" tanya mereka bersamaan.


Di sisi lain, Ray yang kebetulan hendak ke apotek menebus vitamin dan obat rutin untuk sang papa, mendapatkan pesan singkat dari anak buahnya yang di minta mengawal Maysha dan Lerie dari jauh.


Ray mengerutkan keningnya tatkala melihat foto yang dikirim anak buahnya ke ponsel milik Ray.


"Beniqno?" gumamnya melihat Beniqno tersenyum manis ke arah May, gadis yang membuat hari-hari nya akhir-akhir ini terisi penuh dengan wajah dan senyuman Maysha.


Tanpa banyak berpikir, Ray memutar balikkan mobilnya menuju Mall yang di share alamatnya oleh anak buahnya tersebut, dan benar saja tidak sampai setengah jam, Ray sudah sampai di tempat parkir Mall tersebut.


Ray bergegas naik ke lantai tiga di mana May dan Beniqno berada, Ray tak tau apa maksud dari Beniqno,dan bagaimana bisa orang sesibuk Beniqno bisa berada di Mall tersebut, sungguh dia bukan tipe lelaki yang suka menjelajah Mall seperti saat ini.Ray sungguh tak abis pikir, namun yang Ray yakini saat ini adalah perjuangan belum juga di mulai untuk mendapatkan Maysha tapi sudah ada seseorang yang mencoba me dekat i gadisnya, ' ini tak bisa di biarkan' batin Ray.


"Maysha!!" panggil Ray


bersambung.....


Nah..nah...nah....yang bilang ngantung lagi kayak jemuran😁😁 mau gimana lagi readers yang mulia...ini bab udah lebih dari 1000 kata jadi lanjut besok ya....maksih


jangan lupa intip novel ku yang lain


@Pengorbanan Naina season 1 n 2


@ Mr galak suamiku yang berlanjut ke season 2


@ kaulah ibuku yang suka bawang-bawang an.

__ADS_1


jangan lupa like...komen...n vote


__ADS_2