Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Masalah selesai?


__ADS_3

Malam ini jamuan perayaan ulang tahun perusahaan Megatron corp di gelar dengan cukup meriah,


walaupun Ray banyak pikiran karena Maysha tapi dia tetap profesional menjalankan kewajiban nya, kadang cinta memang bisa membuat orang menjadi berbeda, menjadi bodoh dan itu berlaku buat Ray, jika berhadapan dengan bertumpuk-tumpuk berkas dan berbagai masalah di perusahaan Ray bisa diandalkan sekali, namun soal wanita? dari dulu Ray sangatlah bodoh! sampai saat Camilla mempermainkan dirinya pun dia tak menyadarinya, hingga wanita pertama yang mampu membuka hatinya itu pun mampu menghancurkan hatinya kala itu.


Begitupun saat ini, dengan bodohnya dia tak mencari informasi tentang hubungan Beniqno dan Maysha yang sebenarnya, hatinya yang terbuka lagi untuk seorang wanita setelah bertahun-tahun tertutup membuat dirinya terbelenggu rasa cemburunya sendiri hingga sore tadi dia menyakiti hati Maysha, dia merasa di permainan oleh May, entah mengapa kali ini hatinya sangat sakit! Dulu ketika Camilla menghina dan melukai hatinya, dia masih bisa menahan amarahnya bahkan Johan sahabat nya lah yang lebih beringas tapi sekarang rasanya dia tak bisa menahan amarahnya lagi.


Sampai akhirnya dia melihat seseorang yang membuat dunianya jungkir balik hari ini.


"Selamat malam tuan Adrian, asisten Ray dan nyonya Adrian!" sapa Beniqno


"Selamat malam tuan Beniqno" sapa Clarissa dan Ray hanya mengangguk tanda hormat.


"Waw siapa yang ada di samping anda tuan Beniqno?" lanjut Clarissa.


"Kenalkan nyonya Adrian, ini calon nyonya Emmad , Nayla! dia kelinci kecilku nyonya Adrian!" ucap Beniqno sambil mencium tangan kekasihnya dan melirik ke arah Ray yang terlihat kaget. dan jangan tanyakan bagaimana Beniqno,dia tersenyum penuh kemenangan.


Tanpa berpikir panjang, Ray menelpon Bams dan meminta Bams masuk ke acara pesta tersebut untuk menggantikan dia mengawal tuan Adrian.


"Ini tentang masa depan saya tuan! tolong ijinkan saya pergi terlebih dahulu! Bams dan Jaya tak akan jauh dari anda Tuan!" ucap Ray pamit pada tuan Adrian setelah perbincangan nya dengan Beniqno tadi.


"pergilah! kami baik-baik saja asisten Ray!" kali ini Clarissa yang menjawab.tuan Adrian mengangguk tand setuju, dengan langkah cepat Ray meninggalkan pesta tersebut, namun di depan pintu masuk dia menabrak seseorang tanpa sengaja.


"Ups.....aduhh!"


"Maaf Nona saya tidak sengaja!" ucap Ray meminta maaf pada wanita tersebut.


"Tidak apa.....lagian aku tidak terjatuh!"


"Baiklah Nona saya terburu-buru...permisi!"


"Baiklah... silahkan!"


Ray segera berlari menuju ke mobil di mana Raka sedang menunggu, Ray meminta Raka mengantarkan nya terlebih dahulu lalu kembali lagi ke dalam pesta untuk menjemput tuan Adrian dan istrinya.

__ADS_1


"Jadi kau yang bernama asisten Ray? cakep! aku suka bermain dengan seseorang yang tampan dan dingin!" ucap wanita yang bertabrakan dengan Ray tadi.


Seperti nya bibit-bibit permusuhan akan muncul kembali.


Sampai di rumah jam menunjukkan pukul 9.30 malam, Ray hanya meminta Raka untuk menurunkan nya di depan pagar rumah, Ray berlari ke dalam rumah hingga membuat satpam yang berjaga di sana binggung. Mereka mengira ada yang terjadi di dalam rumah hingga mereka ikut panik, untung saja Raka menjelaskan kalo tidak terjadi apa-apa.


"benarkah mas Raka? tidak terjadi sesuatu di dalam?" tanya pak Wandi salah satu satpam di sana.


"Biasa pak...ini tentang cinta! jadi tidak perlu khawatir!"


"tentang cinta? cinta nya siapa atuh den?" tanya mang Ujang.


"Cintanya tuan muda Ray mang!" saut Raka sambil masuk berpamitan dan melajukan mobilnya.


"Eleh-eleh mamang teh sudah duga! tuan Ray ada getar-getar cinta sama neng gelis! mamang teh setuju atuh Wandi!"


"Aku juga setuju mang! suster May mana cantik dan baik gitu!"


tok..tok..tok...


Maysha yang memang belum tertidur mendengar pintu nya di ketuk, namun dia tidak langsung membukanya, dia memastikan kembali pendengaran nya.


tok..tok...tok....


"Siapa sih!...iya sebentar!" saut May dan berjalan menuju pintu kamar.


ceklek...... suara pintu di buka dan betapa kagetnya May melihat Ray berada di depan pintu.


"Tuan Ray...ada apa?"


Grep... Ray memeluk May sambil mendorongnya masuk ke dalam kamar, dan pintu di tutup dengan kakinya.


May hanya diam saja mendapatkan perlakuan dari Ray, May binggung apa yang sebenarnya terjadi pada tuannya itu.

__ADS_1


"Tuan Ray?"


"Maaf aku salah paham tadi sore! aku terlalu cemburu sama dia!"


Maysha diam saja, dia mulai merasakan ketulusan hati Ray yang selama ini dia ragukan. May yang merasa bukan siapa-siapa tentu saja selalu waspada, apalagi dia tau siapa Ray! dari berbagai jenis majalah bisnis dan orang-orang yang mengenal Ray Maysha tau Ray bukan orang sembarang, dia dan Adrian tuannya bahkan di pandang sejajar oleh hampir semua kolega bisnisnya.


Kekayaan Ray juga tak bisa di remehkan walaupun dia memilih tetap menjadi asisten Ceo bernama tersebut.


Di berbagai bisnis dia menanamkan modalnya nya, mulai dari restoran di berbagai kota yang sekarang di pimpin oleh Krisna anak pak Agung mantan tukang kebunnya. saham Ray bahkan lebih besar dari Krisna sendiri, belum juga rumah sakit tempat Tian bekerja, tak banyak yang tau kalo saham hampir 60% dari rumah sakit itu adalah milik Ray, walaupun sisanya milik keluarga Tian dan di kelola oleh keluarga Tian juga, dan masih banyak lagi saham di berbagai sektor termasuk di perusahaan tempat nya bekerja! tuan Adrian memberikan 10% dari sahamnya sebagai hadiah pengabdian Ray selama ini.


"Maaf kan! aku tidak bisa berkata manis May!" ucapnya datar sambil melepaskan pelukannya dan menatap May lekat.


"Aku bukan orang yang pandai merayu wanita! kalo klien aku bisa atasi!" lanjutnya masih terlihat datar.yang mana malah membuat May tersenyum geli, dia benar-benar seperti kanebo kering! kaku, pikir Maysha.


"Kenapa?" tanya Ray binggung


"anda lucu tuan! tadi yang menelpon Nayla dan itu..."


"Sudah! tidak usah di jelaskan! aku paham!"


"Masih ragu padaku?" tanya Ray


"Apa tuan yakin padaku?" tanya May balik.


"Balas ciumannya kalo kau menerima ku!"


ucap Ray dan kemudian meluuumat bibir mungil wanita di depannya itu, sekian detik May hanya diam, dan Ray masih sabar menunggu balasan dari May, akhirnya setelah menyakinkan hatinya sendiri May membalas ciuuuman Ray dengan lembut, Ray tersenyum tipis karena mendapat balasan dari Maysha. mereka larut dalam pangutan yang cukup panjang akhirnya May memukul dada Ray karena merasa kehabisan nafas.


"Hentikan tuan!! kau membuatku sesak!" ucap May masih tersengal-sengal.


"Kau membuatku sulit bertahan!" ucap Ray kembali meraih bibir mungil May, hanya kebahagiaan yang dia inginkan malam ini!.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2