
Setelah di tangani oleh dokter Cahya,gini kesehatan Maysha mulai berangsur membaik, Maysha Sekarang tak diijinkan kemanapun, bahkan sekedar bertemu dengan Nayla sahabat nya saja tidak boleh. Begitu pun dengan Beniqno yang terlalu over protektif terhadap Nayla, karena kehamilan Nayla yang sudah menginjak bulan ke 9, Maysha sekarang ada di trimester yang ke 2 , kandungan nya sekarang berumur 4 bulanan, hingga membuat mual dan muntah nya berkurang walaupun tak berhenti sama sekali, itupun karena bantuan dan perawatan dari dokter Cahya. Maysha akan memohon pada Ray untuk sekedar bertemu dengan Nayla,Ray hanya menginginkan Maysha berkunjung dan bertemu Nayla di rumah mama Sita.
"Bagaimana Ray? apa masalahnya cukup rumit?"
kata tuan Adrian. Proyek mereka yang berada di luar pulau membuat Ray sedikit bekerja keras karena cara licik pesaing mereka dan tentunya ada penghianat di dalam proyek yang sedang mereka garap, sehingga mempermudah musuh menghancurkan segalanya.
"Kita harus pergi ke sana Tuan!! Tapi saya juga akan meminta Tuan Johan untuk ikut!" kata Ray menerangkan.
Dalam proyek kali ini, Tuan Adrian melibatkan perusahaan Johan yang lebih berpengalaman dalam bidangnya, sahabat dari asistennya itu termasuk orang yang di segani juga di luar pulau. Jadi untuk menyelesaikan masalah yang ada di luar pulau mau tidak mau Johan juga harus ikut turun tangan bersama Ray dan juga tuan Adrian.
"Berapa lama kita di sana Ray?"tanya Tuan Adrian.
"saya tidak bisa memprediksinya Tuan,paling tidak sampai semua masalah ini selesai!atau paling tidak bisa ditangani oleh anak buah saya!!" jawab Ray.
"bagaimana dengan istri mu Ray?" tanya tuan Adrian yang tau bagaimana keadaan istri Ray, asisten setianya itu.
"Dia sudah tau ini pekerjaan suaminya Tuan!!" jawab Ray meyakinkan sang tuan besar.
"Siapkan anak buahmu!! jangan lupa bawa Raka!!"
Setelah mendengar kan itu, Ray membungkuk dan keluar dari ruangan tuan Adrian.Selang beberapa saat, Ray memanggil Raka dan Bams masuk ke ruangan nya.Raka yang baru saja menjadi ayah satu bulan yang lalu,merasa was-was, dia yakin pasti terjadi sesuatu sehingga dia dan Bams dipanggil secara bersamaan. Bams memang sudah lama tidak menjadi bodyguard nyonya Clarissa istri tuan Adrian, karena tuan Adrian sudah mengganti nya dengan bodyguard wanita yang tak bisa di remehkan juga, Diandra.Hingga tugas Bams sekarang mengawal Ray dan tuan Adrian.
Tok...tok....tok....... ceklek....
Raka dan Bams masuk bersama, mereka berdiri di depan Ray yang masih berkutak dengan berkas-berkas di depannya, Ray mengangkat sebelah tangannya tanda mereka harus menunggu beberapa saat. Setelah beberapa saat Ray memandang mereka berdua.
"Bersiaplah!! besok pagi kita berangkat ke luar pulau!" kata Ray, mereka berdua terlihat sedikit kaget, Ray meneruskan penjelasan nya.
"Ada masalah dengan proyek kita di sana!"
"Bams kirim beberapa anak buah mu ke sana hari ini juga, tugaskan mereka untuk mengawasi daerah tersebut sebelum tuan Adrian datang!" lanjut Ray.
"Raka! kau siapkan mobil dengan perlengkapan lengkap, gunakan mobil modifikasi mu yang bisa muat untuk 8 orang!!Kirim sekarang juga lewat pelabuhan dengan kapal kita! pastikan tidak akan lama sampai di sana!" kata Ray
__ADS_1
"Baik bos!! Aku jamin lusa pagi akan sampai sana!! laksanakan tugas bos!!'' saut Raka.
"Pergi lah,beri pengertian istri kalian hari ini! kita tak tau sampai berapa lama di sana!" ucap Ray.
Raka dan Bams undur diri, Setelah kepergian mereka Mario masuk ke dalam ruangan Ray bersama seseorang.
"Bos!..." panggil Mario.
"Hemmmm......tugaskan tangan kananmu Mario!!" kata Ray tanpa melihat ke arah Mario,diapun tak tau bahwa Mario membawa seseorang masuk.
"Dia yang akan ikut dengan mu bos!!" kata Mario.
Seketika Ray melihat ke arah mereka berdua, terlihat seorang perempuan tomboy yang bisa diperkirakan berumur 18tahun, dengan Hoodie dan celana sobek-sobek dan tas ransel di punggungnya, walaupun terkesan berpakaian tidak formal namun dia bersikap sopan, penampilan bukan hal yang jadi prioritas utama Ray, asal kan kerjanya bagus dia tak masalah.
"Perkenalkan dirimu!!" kata Ray datar seperti biasanya.
"Sara tuan Ray!!" jawab gadis tomboy itu dengan sedikit membungkuk, dia yang biasanya terlihat berani di depan siapapun nyatanya di depan Ray dia tak berkutik, terlihat jelas ada sedikit rasa takut dengan tatapan majikan barunya.
"Yakin tuan Ray!!" jawab Sara tegas.
"Maka kami juga yakin padamu!!"
"Cari Bams, biarkan dia yang mengatur keberangkatan mereka!!" lanjut Ray memberi isyarat pada Mario.
Ray terlihat menatap keluar ruangan nya yang di batasi kaca besar, dia berpikir bagaimana menyampaikan Semua nya pada Maysha, bila keadaan nya tak seperti ini mungkin Ray tak harus berpikir keras, tapi baginya tuan Adrian juga penting, apalagi ini adalah pekerjaan nya.
"Utamakan Tuan Adrian saat ini!!" gumamnya
###########
Malam ini Ray memanjakan sang istri, setelah acara makan malam Ray baru kembali dari kantor karena harus mengontrol semua anak buahnya yang akan mengawal tuan Adrian ke luar pulau, menyiapkan berkas-berkas yang akan di bawa ke luar pulau.
"Kau mau es Cream?" tanya Ray sambil memijit kaki sang istri dengan lembut.
__ADS_1
Sedangkan Maysha sudah mengerutkan keningnya, Ray memang perhatian padanya, namun tak seperti malam ini,dia seakan tak mau lepas dari Maysha.
"Kenapa?" tanya Ray menghentikan pijitannya dan ikut berbaring di samping sang istri, dari menarik Maysha agar tidur di dalam dekapannya.
"Tidak!" jawab Maysha.
"Besok aku ada kerjaan di luar pulau!"
kata Ray yang mencoba menjelaskan pelan pada sang istri.dan benar saja, May langsung menatap sang suami dengan wajah yang bertanya-tanya.Ray membelai rambut panjang Maysha, menyalipkan nya ke belakang telinga.
"Baik-baik di rumah! jaga dia! jangan lupa makan, kasihan dia nanti!" kata Ray sambil mengelus perut May yang mulai terlihat menonjol.
"Apa lama?" tanya May yang tak bisa menahan laju airmata nya lagi.
"Belum tau!! cup....aku akan baik-baik saja! aku janji!"
kata Ray sebelum membenamkan wajah yang istri ke dalam dadanya, lama sekali Ray menunggu Maysha tertidur, terlihat May sudah sangat damai dalam tidurnya, Ray mulai keluar dari kamar dan menemui Jay yang sudah menunggu nya
"Hallo. Kevin!" kata Ray yang saat ini menelpon Kevin, ada buah-nya.
"Ya Tuan Ray!"
"Bantu awasi keluarga ku saat aku pergi besok!"
"Baik Tuan!!" kata Kevin kemudian Ray mematikan panggilan teleponnya.
"Jay!!" ucap Ray yang ada di depannya.
"Saya Tuan Ray!!"
"Perketat penjagaan mu selama aku pergi!!"
bersambung....
__ADS_1