Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Kecelakaan Cristian 2


__ADS_3

"Dokter Tian!! kirim ambulan!! dia...dia kecelakaan di jalan cendrawasih dok!!" teriak Rio.


"Apa??!! baik...segera kesana!!"


Rumah sakit itu heboh di pagi buta, seorang sopir ambulans berlari ke parkiran khusus ambulan dan segera menancapkan gas nya menuju lokasi, sedangkan dokter dan beberapa suster bersiap-siap di UGD menyambut kedatangan Tian, Berita begitu cepat menyebar, apalagi yang kecelakaan adalah idola rumah sakit mereka, beberapa suster yang tadi di pamit Tian ikut kaget dengan berita tersebut, pasalnya mereka baru saja berbincang dan dokter Tian baru saja menangani pasiennya.


Beberapa saat kemudian, ambulan yang membawa Tian datang karena jaraknya dari rumah sakit tak begitu jauh, dengan segera suster dan dokter yang menyambut nya berlarian mempersiapkan alat-alat untuk menangani dokter Tian.


"Tuhan selamat kan dokter Tian!" salah satu Suster yang membantu menangani nya.


"1..2...3..!" jedut.....suara alat pemacu jantung...


"Lagi...1..2...3...!" jedut.....


Sekali lagi dokter menggunakan alat pacu jantung pada tubuh dokter Tian, hingga beberapa saat kemudian detak jantung Tian yang melemah berangsur naik, Tian mengalami patah tulang kaki dan pendarahan pada otaknya. Semua dokter dan suster yang menangani dokter Tian merasa lega namun kelegaan mereka harus berakhir sampai di situ, pada kenyataannya dokter Tian masih dalam kondisi kritis, dia sekarang berada di ruang ICU khusus.


Dokter menyarankan menghubungi keluarganya, mereka mencari ponsel milik dokter Tian dan menemukan panggilan terakhir yaitu sang kakak, namun belum juga suster yang diminta untuk menghubungi keluarga dokter Tian menelpon, ada panggilan masuk dari ponsel dokter Tian.


"Everest?" gumam si suster, tapi belum berani mengangkat nya.


"Dokter ada panggilan masuk dari ini!" kata suster memperlihatkan layar ponsel dokter Tian, dan dokter itu mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo" sapa Ray


"Selamat pagi pak, maaf ini dengan siapa?" tanya si dokter


"Tian?" tanya balik Ray


"Apa ini saudara dokter Tian?" tanya dokter lagi


"Ya"


"Dokter Tian mengalami kecelakaan pak,dia di rumah sakit tempat nya bekerja...sebaik bapak ke.....!"


tut... sambungan terputus.


"Haloo...halooo...halooo!" ucap dokter tersebut.


"Dimatikan?" gumamnya.


Namun belum juga Setengah jam, Ray berlari ke UGD.


"Dokter Tian?" tanyanya pada dokter di sana,dan ternyata itu adalah dokter Adel yang mengangkat telponnya Tian.

__ADS_1


"Tuan Ray?" kata dokter Adel,karena dia tau bahwa Ray adalah pemilik rumah sakit dan Sahabat Tian.


"Dia ada di ruang ICU tuan! mari saya antar!" dokter Adel akhirnya mengantarkan Ray ke ruang ICU, Ray terdiam melihat sahabatnya tergeletak tak berdaya di ranjang rumah sakit dokter Adel menceritakan apa yang terjadi pada Tian, setelah itu dokter Adel meninggalkan Ray seorang diri. Sebelum jauh dokter Adel kembali melihat Ray dari kejauhan.


"Jadi dia Everest? hehehehe persis sih! Dingin!!" gumam dokter Adel yang tau nama Everest dari ponsel Tian.


Ray berada di depan kaca ruang ICU dimana Tian di rawat begitu banyak alat medis yang ada disampingnya.Ray memejamkan matanya, memikirkan bagaimana bisa Tian mengalami kejadian seperti ini! kecelakaan mobil? pikir Ray, akhirnya dia menghubungi Raka, si ahli otomotif ini bisa membantu Ray memecahkan solusinya.Setelah menghubungi Raka, Ray menelpon kakak Tian untuk mengabari berita kecelakaan Tian, dar arah luar Johan berlari menuju ke arah Ray. Ray menghubungi Johan saat berada di dalam mobil menuju rumah sakit.


"Gimana?" tanya Johan.


"Dia masih kritis!" jawab Ray tanpa menoleh ke Johan karena mereka berdua sedang menatap ke arah Tian yang berbaring lemah di ruang ICU.


"Apa kau mencurigai sesuatu? itu mobil baru Tian baru di pakai beberapa kali, bagaimana bisa mengalami kecelakaan?" kata Johan


"Raka dan anak buahnya sedang memeriksa!"


Johan dan Ray akhirnya memutuskan untuk sarapan ke kantin rumah sakit karena menunggu Raka, dan beberapa saat kemudian Raka datang bersama montir dari bengkel milik Raka.


"Bagaimana?"


"Sabotase kak!" jawab Raka, ya kalo di luar pekerjaan Raka lebih sering memanggilnya kakak.


"Maksud nya?" tanya Ray


"Keparaaat!!!! ada yang coba-coba main-main sama kita Ray!!!" kata Johan geram dan marah.


"Apa Tian punya musuh?'" tanya Ray pada Johan.


"Tidak! loe tau kan anak itu terlalu ramah!" ucap Johan.


"Minta Jay untuk menyelidiki semuanya kak!" kata Raka mengatakan agar Ray mempercayakan semuanya pada Jaya.


"Kau benar!"


"Gue bakal nempati orang-orang gue di sini! loe tenang aja Ray, loe fokus nyari siapa orang yang berani bermain sama kita!" ucap Johan dengan mengepalkan tangannya.


**********


Dokter Ica berjalan dengan santai menuju lobby rumah sakit, dia sudah menduga bahwa dia akan mendapatkan berita tentang kecelakaan dokter Tian dan benar saja belum juga memasuki ruangan nya seorang suster memanggil namanya.


"Dokter Ica!" panggil sang suster


"Ya?..." ucap dokter Ica dengan tenang.

__ADS_1


"Dokter di minta dokter Pras untuk menggantikan dokter Tian dan mengurus semua pasien dokter Tian!"


"kenapa?" dokter Ica pura-pura tak tau, sungguh cocok jadi seorang artis.


"Dokter Tian mengalami kecelakaan dan sekarang sedang koma dan keadaannya masih kritis"


"Benarkah suster? oohh kasian sekali!" ucap dokter Ica di buat sesendu mungkin.


"Iya dok, kasihan dokter imut itu, baiklah dok saya permisi dulu!"


dokter Ica hanya membalas dengan senyuman dan anggukan saja. kemudian dia masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesaran nya.


"Iihh menyebalkan!! gak langsung mati ya? baiklah sepertinya aku harus turun tangan sendiri!" ucapnya.


***********


"May....bisa kita bicara?" kata Ray yang melihat Maysha di dapur sedang membuat kopi untuk nya, namun Ray tiba-tiba datang dan memeluk nya dari belakang.


"ada apa?"


Ray membawa May naik ke ruang kerjanya di sana dia membawa May duduk di pangkuan nya, Ray mulai kecanduan dengan tubuh kekasihnya itu. May yang sudah terbiasa dan tak merasa canggung dengan perlakuan Ray, dia merasa malam ini Ray begitu banyak memikirkan sesuatu.Bukannya bicara Ray malah makin mengeratkan pelukannya di tubuh Maysha.


"Sepertinya aku harus mengalah dengan play boy itu!" ucap Ray terlihat cemberut, May sampai tertawa kecil melihatnya.


"Beniqno?" tebak Maysha.


"hemmm!"


"Kenapa?"


"May.... Tian kecelakaan! dia juga sangat berarti dalam hidup aku!" kata Ray, May hanya diam dan mendengarkan kelanjutan kata-kata sang kekasih.


"May.....kita undur pernikahan kita ya..sampai Tian sembuh!"


Maysha hanya diam, dia selama ini kagum dengan persamaan tiga serangkai yang sering Kiara katakan padanya, dan hari ini dia melihat lagi betapa besar kasih sayang di antara mereka, sebenarnya bisa saja Ray meneruskan acara pernikahan nya toh Tian hanya sahabat bukan saudara, tapi bagi Ray Tian bukan hanya sekedar sahabat dan saudara..dia juga berarti dalam hidup Ray, May mengelus pipi Ray dengan lembut


"Ya..aku tak ingin menikah kalo tiga serangkai tidak berkumpul!"


bersambung......


Duuuhhh gimana nih???? kalo Caca Merica beraksi!! trus Tian di apa-apain!! trus Tian tiiiiiiiiit! 😱😱😱😱


Gagal kawin dong si Ray??!!!

__ADS_1


__ADS_2