Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Spesial Levin & Sesil


__ADS_3

Rencananya untuk menjahili istrinya sirna sudah ketika melihat tampilan sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi, dengan baju yang terlihat pendek dan tipis hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya wanita di hadapannya itu.Levin menelan salivanya susah payah, dia yang niatnya ingin menjahili Sesil,namun dia merasa Sesil lah yang menjahilinya terlebih dahulu.


"Ohh Shi*t!!!!" umpat Levin dalam hati begitu merasakan batang miliknya mulai berubah ukuran dan terasa sesak di bawah sana. Dengan perlahan Levin menghampiri Sesil, bukannya maju Sesil malah mundur beberapa langkah menuju ke dinding samping pintu kamar mandi. Dengan seringai di bibir nya , Levin seakan siap melahap bulat-bulat sang istri.


"Vin.... a-apa yang ma-mau kamu la-lakukan!" tanya Sesil dengan gugup.Siapa yang tak gugup ,jika Levin menatap tajam dan mesum secara bersamaan ke arah Sesil.Dengan cepat Levin menarik pinggang wanita yang baru saja menjadi istri nya itu.


"Harum?" bisik Levin di telinga Sesil, bahkan dia sudah memasukan wajah nya ke dalam ceruk leher yang istri.Sesil yang sebenarnya sudah sangat was-was hanya mampu terdiam ketika Levin mulai melakukan gigitan kecil di kulit lehernya.Tangannya dengan lihat membelai punggung Sesil yang nampak terbuka karena model baju tidur pilihan Kay sangat terbuka.


"Siapa yang memberikan kamu baju ini?" tanya Levin sambil berbisik.


"K-kay...!" jawab Sesil sambil menahan sesuatu, apalagi tangan nakal Levin sudah masuk ke dalam baju tidur itu dan bahkan sudah naik mencari keberadaan dua gunung kembar milik Sesil.


"Aku suka! aku akan memberikan hadiah untuk Kay besok! adik ku itu sungguh luar biasa!"


kata Levin sambil mengusap wajah sang istri. Sesil nampak merona, mendengar bahwa Levin senang dengan pakaian yang dia kenakan.Tanpa sadar Levin mengiring Sesil yang masih berada di dalam pelukannya ke ranjang king size di dalam kamar hotel termahal tersebut.Levin merebahkan tubuh yang istri dengan perlahan sambil terus meluuumat bibir yang nampak begitu menggoda di mata Levin


Levin terus bermain-main di sana, menghisap bahkan sudah mengunyah bibir sang istri, Sesil yang sudah sering melakukan itu bersama Levin, Mulai bisa mengimbangi permainan suaminya.Dengan gerakan secepat kilat, kini tubuh mereka sudah sama-sama tanpa sehelai benang pun.Levin begitu tertarik dengan pemandangan dia gunung kembar dengan cocochip di bagian ujung gunung tersebut, Dengan rakusnya, Levin mulai memainkan dan bahkan mengigit kecil benda tersebut.

__ADS_1


"Oohh Tuhan..... sayaaang..." rengek Sesil ketika mendadak sekujur tubuh nya gemetaran,dia berusaha memegang apapun yang bisa dia pegang.Hingga akhirnya Sesil merasa menumpahkan sesuatu di bawah sana.


"Kamu sudah basah sayang!" bisik Levin tiba-tiba tangan nya sudah berada di daerah sensitif sang istri.


"Ooh No!!'' pekik Sesil.


Sesil dengan cepat menahan tangan Levin agar tak semakin memainkan area sensitif nya.


"Kenapa?" tanya Levin yang merasa heran.


"Kenapa harus malu, kita harus terbiasa dengan hal-hal berbau mesum!!" kata Levin.


Levin kemudian mengangkat tangan Sesil dan di arahkan ke batang miliknya yang sudah terlihat kokoh dan tak tertangani.


"Pegang sayang...kamu harus terbiasa nantinya!". bisik Levin.


Sesil yang awalnya merasa malu pada akhirnya merasa menikmati permainan suaminya, akhirnya terbuai dengan permainan Levin, hingga sebuah benda nampak menerobos masuk ke daerah sensitif nya, dia tak menyadari nya.

__ADS_1


"Oohhh God Lev.....sa-sakit!"


rengekan Sesil semakin membuat Levin menggila.Setelah berhasil menenangkan Sesil, Levin mulai memacu sang istri, kalimat-kalimat ungkapan rasa mereka saling bersahutan bersamaan dengan suara desaahan dan eraaangan mereka berduaan. pertempuran mereka berlangsung cukup sengit,hingga pada akhirnya mereka mencapai puncaknya bersama.


"Makasih sayang!" ucap Levin karena bahagia,


Sesil ternyata menyerahkan sepenuhnya dirinya pada Levin dengan keadaan masih tersegel. mencium kening sang istri dan membawa nya ke dalam pelukannya, Sesil mulai mengantuk,


"Sayaaang......jangan tidur! satu permainan lagi" bisik Levin, seketika mata Sesil terbuka.


"besok aja boleh!?" ucap Sesil dengan polosnya.


"Gak bisa!! maunya sekarang!"


Dan pertempuran yang membawa kenikmatan itu terjadi lagi, hingga akhirnya mereka kelelahan dan tertidur menjelang pagi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2