
"Aku tak akan melewati batas ku sayang!"
ucapan Lee tadi nyatanya hanya tinggal perkataan saja,Pada prakteknya Lee menggempur Vita di sofa ruang tamu apartemen. bahkan Lee tak melepaskan Vita hingga 2x pelepasan nya. Vita hanya memanyunkan bibirnya beberapa senti ketika mendapatkan perlakuan dari Lee, namun entah mengapa dia tak bisa menolak nya, sisa-sisa pengaruh obat yang di suntikan padanya beberapa waktu lalu,membuat Vita mudah sekali bergai*rah saat di sentuh oleh Lee, Lee yang tau titik kelemahan Revita merasa senang dan menang tentu nya.
"Kita makan malam di rumah aja ya!" ucap Lee setelah selesai mandi dan sedang mengganti pakaian nya.
"Hemmm!" jawab Vita dalam mode marahnya.
"Sayang..... jangan marah dong!!!" rayu Lee, lagi-lagi bibirnya bahkan sudah nangkring di leher Vita.
"Minggir iihh Lee!!!"
"Gak mau!! lagi ya?"
"Gak Lee!! ayo kita pulang!! nanti mama nyariin!!"
kata Vita langsung berdiri dan berjalan menuju pintu apartemen, padahal Lee hanya menggoda nya saja, hari ini cukup bagi Lee,pikir Lee, Dia sudah menyalurkan rasa rindunya pada calon istrinya.Sesampainya di rumah , Lee sudah di sambut oleh tatapan tajam mata sang Mama. Namun Lee hanya cuek saja, Vita yang merasa malu terhadap calon Mama mertuanya , hanya menunduk di samping Lee yang masih memegang erat tangan nya.
"Apa sih ma! Vita jadi takut gara-gara Mama!!" celetuk Lee Karen a terus saja di tatap oleh sang Mama.
Ternyata Ray sudah duduk manis di kursi kebesaran nya di meja makan, Lee segera duduk di susul oleh Vita dan juga Mama nya.
"Dari mana kamu Lee?" tanya sang Mama penuh selidik.
"Markas!" kata Lee
"Markas kamu kan Deket dengan apartemen Vita! jangan-jangan......!" kata Mama nya sambil memicingkan matanya penuh curiga.
__ADS_1
"Apa sih ma! di rumah juga Vita mama umpetin mulu'! kan gak papa Lee cuma pengen ketemu Vita!" jawab Lee dengan gaya santai nya.
Ray hanya menghela nafasnya pelan, dia menatap anak dan juga istri nya, seakan berkata ' mari makan', dan secara bersamaan mereka memulai makan malamnya.
Di jalan, Boy memacu motornya dengan cepat, sedangkan Deri mengikuti nya dengan mobilnya, Deri memang tak bisa lepas dari Boy bila bukan Boy sendiri yang menyuruh Deri pulang.Sesekali Boy memegang dadanya kirinya, rasanya jantung nya kali ini berasa ingin meledak keluar dari tempatnya ketika memikirkan Kayra. Boy segera menambah kecepatan motor nya, hingga sampai di sebuah rumah yang cukup besar. Setelah mendapat ijin dari satpam yang mengenal siapa Boy, Boy akhirnya melajukan pelan motor nya hingga berhenti di depan pintu rumah besar tersebut.
Ting..tong.....
Kebetulan sekali Kiara baru saja mengambil laptop yang tertinggal di sofa ruang tamu. Kiara langsung membuka pintu depan.
"Lhoo.. Boy?" kata Kiara heran.
"Malam Tante....ehhmmmm Kay?" kata Boy tenang, walaupun hatinya sangat bergemuruh dan gugup.
"Kay di kamarnya! mau bertemu?" kata Kiara yang masih bisa membaca kegugupan Boy.
"Boleh Tante?" tanya Boy
"Boleh Boy langsung ke kamarnya?" potong Boy,
Dasar si anak Beniqno ini tak ada takut-takut pada Kiara, apalagi beberapa saat kemudian Johan pulang dari kantor.
" Ada apa ini?" tanya Johan yang baru turun dari mobilnya, Kiara yang tadinya hendak menjawab pertanyaan Boy pun tidak jadi.
"Om.... Boy ingin bertemu dengan Kay! boleh Boy ke kamar Kay langsung? masalah nya, Kay tak mau menemui Boy!"
kata Boy, Johan sampai heran sejak kapan si pendiam ini menjadi banyak bicara.Johan dan Kiara saling pandang, akhirnya Kiara tersenyum tanda mempersilahkan Boy naik ke kamar Kay di lantai dua, setelah di beritahu yang mana kamar Kay, Boy sedikit berlari ke atas menaiki tangga.
__ADS_1
"Heeehhh......---( helaan nafas Johan)----sepertinya Papa akan segera dapat mantu!!'' kata Johan pasrah, sedangkan Kiara hanya diam sambil memukul lengan sang suami,dan mengajaknya masuk ke dalam.
Boy berdiri di depan kamar Kay, dia terlihat menetralkan nafasnya dan debaran jantung nya yang kian kencang.
"Kamu yakin Boy?'' tanya Boy pada dirinya sendiri.
"Yakin!!" jawab nya sendiri, maklum Boy bukanlah lelaki remaja yang suka berhubungan dengan gadis, saat ini dia sedang memperjuangkan cintanya dan rasanya sungguh aneh! jantungnya seakan ingin keluar dari tempatnya.
ceklek....... Boy membuka pintu kamar Kay, nuansa kamar cewek begitu kentara dari sana, bau wangi strawberry yang beberapa waktu lalu di ciumnya saat Kay begitu menempel pada Boy, kembali tercium oleh Boy, dengan pelan Boy masuk dan menutup pintu, Levin yang tak sengaja melihat Boy masuk ingin ikut masuk, namun dia mengurungkan niatnya, dia tau bahwa adiknya juga sangat merindukan Boy, tapi Kay berkata padanya beberapa waktu lalu bahwa dulu Boy tak nyaman dengan kehadiran Kay,jadi Kay merasa Boy hanya iba padanya saat ini,karena setelah kejadian itu Boy begitu perhatian pada Kay yang memang mengalami trauma, saat pertama melihat Boy lah yang menolongnya,hingga tertanam di otaknya, hanya Boy lah yang baik.
Kay berdiri di balkon kamarnya,menatap langit yang meranjak semakin hitam, peristiwa penculikan itu, benar-benar menjadikan Kayra sebagai pribadi yang berbeda.
Grep.......
"Aaaaaa....!hhppmmm!!" teriakan Kay di bungkam tangan Boy sambil memeluk Kay dari belakang.
"Boy......ini Boy Kay!!"bisik Boy di samping telinga Kay, lalu dia menurunkan tangannya yang digunakan untuk membungkam mulut Kay.
"Kenapa menghindari aku Kay?" tanya Boy yang masih setia memeluk Kayra, entah mengapa bukannya menolak, Kay malah merasa nyaman dengan pelukan Boy.
"Kenapa menghindari aku Kay?" tanya Boy kembali, Namun Kay diam saja, dia seakan tak punya jawaban untuk pertanyaan Boy, Boy membalikkan tubuh Kay hingga menghadap ke arahnya, memandang Kay yang tertunduk tak mau menatapnya. Boy menghela nafasnya pelan, dia benar-benar menata hatinya dan entah mengapa dia begitu yakin saat ini, apa sebenarnya dia sudah lama jatuh cinta dengan gadis yang bahkan bisa dikatakan di bawah umur ini? pikiran Boy mulai menerka dirinya sendiri, Boy sudah berusia 18 tahun lebih sedangkan Kay baru berusia 16 tahun, di antara 4 sekawan memang Leo dan Boy yang lebih tua.
Boy meminta Kay menatap ke arah nya dengan cara menaikkan dagu Kay dengan jari telunjuknya.
"Would you marry me?''
bersambung....
__ADS_1
MAAF PARA READERS....KEMARIN OTHOR ZIIIBUKKKK JADI GAK SEMPAT UP, SEMOGA KALIAN MASIH SETIA DENGAN KARYAKU.... MAKASIH
SEHAT SELALU BUAT KITA SEMUA.