Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Fabri terlihat sangat dingin, ketiga temannya juga Kay dan Ayana mengikuti Fabri yang masuk ke sebuah ruang rawat. nampak di sana seorang gadis yang terlihat kurus tengah di periksa suster.


"Bagaimana keadaannya sus?" tanya Fabri,


Suster berbalik badan melihat kedatangan mereka, gadis itu menyadari keberadaan Fabri hanya bisa mencekram selimut yang di pakainya saja, dia nampak ketakutan, namun badan nya masih sakit untuk di gerakkan, apalagi dia mengalami patah tulang di tangan kanannya.


"Pasien masih lemas dan perlu perawatan ekstra, tapi syukurlah,tak ada cidera berarti di kepalanya.!" kata sang suster, dan akhirnya suster meninggalkan ruangan tersebut.


"Siapa nama mu?"


Fabri bertanya pada gadis itu, wajahnya nampak sangat dingin, suasana hati nya sangat kacau saat ini. Bukannya menjawab pertanyaan Fabri, gadis itu malah nampak ketakutan,dia mengigit bibirnya sendiri bahkan sampai bergetar dan tiba-tiba, darah segar mengalir dari ujung bibirnya.


Fabri kaget, begitu juga dengan kawan-kawannya,Ayana yang begitu peka segera mendekati gadis tersebut.


"Hei.....jangan takut!! okey... mereka tidak jahat!" kata Ayana lembut, dia mengambil tissue yang ada di tasnya, kemudian mengelap pelan darah yang mengalir di ujung bibir gadis tersebut. Akhirnya gadis itu melepaskan pelan gigitan di bibirnya.


"Siapa nama mu?" tanya Ayana, Kay akhirnya ikut mendekat.


"Frela!" ucap nya pelan.


"Hai Frela, aku Ayana dan ini sepupuku Kayra!" ucap Ayana, Frela memandang Kay dan di balas senyuman dari Kay.


"Dan yang bicara denganmu tadi, Fabri,itu Lee, Leo dan Boy!" Frela tak berani memandang mereka, dia hanya mengangguk saja.


beberapa saat kemudian suster datang lagi membawakan makanan untuk pasien, Lee menerima telepon dari Vita yang memintanya untuk dijemput di sebuah kafe di mana dia mengadakan pertemuan dengan temannya, Lee pamit undur diri terlebih dahulu,disusul kemudian oleh Boy dan Kay yang memang mereka berdua mempunyai rencana lain.


"Aku suapi ya?" kata Ayana,


Frela menggelengkan kepalanya, Frela memang tak pernah sekalipun menyusahkan orang lain, dia selalu melakukan apapun sendiri, kali ini Frela benar-benar makan sendiri dengan menggunakan tangan kirinya yang masih tertancap jarum infus, Leo dan Fabri hanya duduk di sofa memperhatikan kedua perempuan tersebut.


"Trus loe mau apa in nih cewek?" tanya Leo pelan agar tak terdengar kedua gadis itu.

__ADS_1


"Gue belum tau!! tapi tangannya patah, serta kaki nya keseleo!! siapa yang bisa ngerawat coba! Ditanya Ayana dari tadi dimana keluarga nya juga terus diam saja!" kata Fabri terlihat frustasi.


Ayana mendekati Leo,dia bilang kalau Papa nya mencari, karena itu dia meminta Leo mengantarkan pulang.Fabri akhirnya membiarkan Leo dan juga Ayana pulang tinggallah Fabri dan juga Frela disana. jam tangan Fabri sudah menunjukkan pukul 6 sore, hari sudah mulai malam gadis itu yang tahu ditinggal sendirian bersama Fabri tiba-tiba memejamkan matanya,dia pura-pura tertidur tapi Febri mengetahui itu semua, dan Fabri hanya membiarkannya saja karena dia juga bingung harus berbuat apa, ketika Fabri mengajak berbicara, Frela hanya diam saja tanpa mengeluarkan satu kalimat pun dari mulutnya, rasa tanggung jawabnya terhadap gadis tersebut yang membuat Fabri bertahan di ruangan itu.


"apa kau tidak punya keluarga " tanya Fabri yang akhirnya tidak tahan juga ingin mengetahui siapa gadis tersebut, tiba-tiba Frela membuka matanya dia menggelengkan kepala tanda tak punya.


"lalu siapa yang akan merawatmu nanti!!" tanya Fabri lagi.


"bicara padaku! aku bukan orang jahat kalaupun aku jahat aku sudah meninggalkanmu di sana bahkan sampai kau meregangkan nyawa mu!!" kata Fabri.


"Dimana keluarga mu?" tanya Fabri lagi mengenai keluarga nya.


"Aku tidak punya siapa-siapa!!aku sendiri!!!" jawab Frela lirih


"Lalu kenapa kau mencuri di mobil ku!!" tanya Fabri lagi.


"Aku lapar!" jawab Frela lirih.


"berapa umur mu?" tanya Fabri


"16 tahun!"


"Kamu tidak sekolah?"


"Aku hanya lulusan SMP!" jawab Frela lirih.


"Ya sudah, istirahat saja, aku harus mengabari orang tua ku!'


Akhirnya Frela tertidur dan Fabri meninggalkan nya karena harus pulang terlebih dahulu.


Di sisi lain,

__ADS_1


Boy sedang tersenyum manis setelah mendapat vitamin C dari Kay yang ternyata di paksa ikut Boy ke rumah. Dan sekarang mereka tengah berada di kamar Boy,Kay hanya cemberut sambil membenahi kancing baju nya.


"Sayang.....jangan cemberut dong!" kata Boy dengan berlagak manja sambil memeluk Kay dari belakang.


Bagaimana Kay tidak cemberut, kalau Boy dengan seenaknya saja mencumbu Kay dengan buasnya, bahkan kedua buah da*da Kay, sudah habis di lahap oleh Boy, dua squishi Kay adalah tempat favorit Boy,dia bahkan bisa membuat Kay melayang mendapatkan pelepasan nya hanya dengan permainan Boy.


"I love you Kay!"


ucap Boy, dia tau Kay sedang merajuk.Dengan cepat Boy melumaaat bibir mungil Kay.


"Ayo turun, Daddy sudah datang,kita ikut makan malam, setelah itu aku antar pulang!"


Boy mengandeng tangan Kay menuju ke ruang makan, di sana hanya ada Daddy yang menunggu Sang istri menyiapkan makanan, Kay akhirnya membantu Nay.Tinggallah Boy dan Dad Beniqno.


"Udah buka segel belum?" tanya Beniqno.


"Maksud Daddy?" tanya Boy dengan tenang nya.


"Heleh !!! sok polos kamu!!" kata Beniqno.


"Beneran masih tersegel?? ciihh kalah dong sama Daddy!!" ledek Beniqno


"Boy gak serakus Daddy!!" kata Boy tak mau kalah.


"Kalau Daddy jadi kamu!! udah Daddy sikat Boy!!"


Dasar si Daddy laknat! bukannya mengajari anak nya baik, malah seakan mendorong Boy untuk membuka segel kepra*wanan Kay.


"Cuma di sikat doang?? Boy lebih memilih di jilat daripada di sikat!!" jawab Boy dengan ambigu, pecahlah tawa si Daddy laknat itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2