
Saat ini empat sekawan sedang berkumpul di dalam markas mereka, Leo baru saja mendapatkan kabar bahwa Sesil masih dalam masa pengawasan Levin. Sesil bahkan sedang dalam masa' perawatan dokter, pak Hadi yang akhirnya tau bahwa Sesil di sekap di vila milik Levin berupaya mengeluarkan anaknya dari sana, Keadaan pak Hadi seminggu ini sangat kacau tanpa anak kesayangan nya, bahkan dia mendatangi Johan yang notabene nya adalah orang tua Levin.
Namun Johan dengan gamblang mengatakan bahwa itu adalah urusan anaknya, dan dia tak bisa mencampuri urusan anaknya lebih mendalam, bahkan dengan entengnya Johan mengatakan bahwa ini adalah salah Sesil anak semata wayangnya pak Hadi.
"Jadi tuh ulet masih di tangan kak Levin?" tanya Fabri
"Di apain aja sama kak Levin?" tanya Boy
"Gue gak tau! loe tau kan kalau si Fea, kepala keamanan kak Levin itu sangat penurut, aku yakin dia sedang menyiksa Sesil saat ini!" kata Leo.
"Lalu bagaimana dengan Ayana?" tanya Lee
"Ayana sudah kembali ke rumah,aku memberikan pengawal ketat padanya, dan juga dia masih perlu perawatan dari dokter" jawab Leo
"Dan aku sudah mengirim si Deni itu kembali ke kampung halaman nya, dengan surat perjanjian dia tak akan pernah kembali lagi ke pulau ini!" kata Lee dengan bangga nya.
"Good job Lee!!" ucap Leo, Boy dan Fabri serempak.
Di Sebuah Vila dimana Sesil di sekap
"Tuan Levin ini semuanya sudah saya tanda tangani,tolong serahkan anak saya"
kata pak Hadi sedikit mengiba.Sudah hampir satu jam lamanya dia duduk di sana, dan hasilnya dia tak bisa bertemu dengan anak nya sama sekali, bahkan dia tak tau di mana letak kamar anaknya tersebut.
Levin hanya duduk santai sambil menikmati rokok di tangannya. Pak Hadi di minta mengembalikan semua kerugian perusahaan Raka akibat perbuatannya, dia dengan seenaknya saja menjadikan urusan pribadi mereka menjadi senjata ampuh yang sengaja digunakan untuk menekan perusahaan Raka agar mau menerima semua yang di inginkan pak Hadi dan anaknya.
__ADS_1
Sayang nya Raka memilih mengakhiri kerja sama mereka dari pada mengorbankan perasaan anaknya, secara otomatis semua pembiayaan dari pak Hadi di cabut dan beberapa saat perusahaan Raka di ambang kebangkrutan, perusahaan yang dia bangun dari nol,berawal dari sebuah bengkel sederhana dan selama bertahun-tahun menjadi perusahaan di bidang otomotif yang cukup besar, Raka merasa sangat terpukul kala perusahaan hampir bangkrut,dan Levin datang menjadi penyelamat nya.
Pak Hadi sebenarnya seorang pebisnis hebat, namun kelemahannya adalah anak kesayangan nya, sedangkan Sesil yang terbiasa hidup serba terpenuhi menjadi sangat manja.Ketika melihat Leo,anak Raka yang sedang bekerja sama dengan Papa nya, timbul rasa ingin memiliki Leo.
"Anda tau tuan Hadi! adik saya harus mendapatkan perawatan dari dokter spikolog untuk pemulihan atas perbuatan anak Anda!" kata Levin
"Saya mohon tuan Levin, saya janji, saya akan membawa anak saya ke luar negeri, saya akan pindah ke sana tuan Levin" pak Hadi memohon ampun untuk anaknya.
Levin hanya diam saja, niat hati ingin membuat mental Sesil terganggu,ya... walaupun saat ini memang mental Sesil sudah terganggu,namun rasanya Levin belum cukup puas, dia akan melepaskan Sesil kalau Ayana benar-benar di nyatakan sembuh dari trauma nya.
"Anak anda yang memulainya tuan Hadi, saya hanya memberikan balasan pada anak gadis Anda!" saut Levin.
"Saya tau tuan Levin, saya akan mendidik anak saya dengan baik setelah ini, saya janji!! saya akan menjual semua saham saya di negara ini, dan saya akan menetap di luar negeri, nyawa saya sebagai jaminan nya kalau anak saya berbuat yang tidak-tidak lagi tuan, saya janjikan dia tak akan kembali lagi ke negara ini!!" bujuk pak Hadi.
Sesil adalah anaknya satu-satunya, peninggalan mendiang istri nya, pak Hadi ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama sang anak.
Levin melihat Sesil yang masih terbaring di ranjang nya dengan infus di tangannya, entah mengapa ketika melihat dia akan teringat dengan Ayana yang terkadang ketakutan melihat orang baru, Levin juga merasa sedikit trauma, kedua orang adiknya mengalami hal yang sama, dia merasa Sesil belum sepenuhnya menyerah untuk tidak menyakiti Ayana, karena ketakutan itu Levin masih menyekap Sesil.
Dia sedikit memikirkan apa yang di janjikan pak Hadi, bahwa dia akan menjual seluruh aset nya dan pindah ke luar negeri, mungkin dengan cara itu dia bisa menghindarkan Sesil dari Ayana.
"Tuan Levin" panggil Safea
"Bagaimana keadaannya?" tanya Levin
"Dia sering histeris sendiri, dan beberapa kali mencoba melarikan diri Tuan!" jelas Safea
__ADS_1
"Apa dia berniat bunuh diri?" tanya Levin lagi.
"Seperti nya dia takut melakukan itu Tuan"
"Awasi dia, aku percaya kan dia padamu! setelah ada perubahan keluar kan dia! lama-lama aku muak melihat dia!" kata Levin sambil berlalu dari kamar tersebut.
semakin hari keadaan Sesil semakin membaik, Sesil seakan belajar dari segala rasa sakit dan rasa kecewa yang dia rasakan di rumah itu, dia beberapa kali melihat Safea,wanita yang cukup dingin menurutnya, wanita tomboy itu kadang kala menginap di villa tempatnya tempat ia disekap.
"Apa aku masih lama tinggal di sini?" tanya Sesil dengan sedikit rasa takut.
melihat Safea sama dengan melihat sosok Levin, tegas,dingin dan seram.
"Aku tidak tau!"
jawab Safea sambil menatap ke arah Sesil, Sesil menjadi sosok yang terlihat sangat kurus, wanita yang dua minggu ini berada di vila itu terlihat seperti seorang yang penyakitan. Badannya kurus, kantong matanya nampak terlihat jelas, jari tangannya nampak terdapat beberapa luka sayatan kecil pisau, Safea memang membiarkan Sesil masak sendiri di dapur untuk bertahan hidup di vila tersebut.
"Aku mohon....katakan pada tuan Levin, aku tak akan mengusik keluarga nya lagi, asal aku bisa bertemu Papa"
kata Sesil dengan lirih, nampak penyesalan di tatapan matanya, namun bagi Safea, penyesalan yang terlambat tak akan berguna.
"Seharusnya kau berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak Nona!!" kata Safea.
"Bukankah penyesalan sudah tak berguna lagi??" tanyanya lagi.
Safea meninggalkan tempat nya begitu saja, Sesil hanya bisa menyeka air matanya yang menetes deras.
__ADS_1
"Papa...hiks...... Sesil kangen!"
bersambung