Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 ( Empat Sekawan)


__ADS_3

"Nikmatilah Baby!"


bisik Riko sambil bersiap menerkam Kayra yang nampak sudah lemas.Riko bahkan sekarang sudah telanjang bulat, dia siap-siap memasukkan senjata pamungkas nya ke milik Kayra.


"Kak Boy!!!" pekik Kay, entah mengapa hanya ada nama Boy di kepala Kay, Air matanya sudah tak terbendung lagi, baginya hancur sudah masa depannya.


"Riko sayang..namaku Riko!! aku akan membuat mu melayang kali ini....!" bisik Riko pelan.


"Kita mulai sayang!!"


Braaak.....suara pintu di tendang....


Riko, Teo dan Dani yang merasa ada yang mengusik kesenangan mereka menoleh langsung ke arah pintu, dan nampak wajah terkejut mereka melihat ada pemuda berada di ambang pintu, seketika Boy dan Lee mengedarkan pandangannya, mata Boy nampak berapi-api melihat Kayra terbaring polos di kerumuni tiga pemuda yang sudah bertelanjang dada, bahkan salah satu di antara mereka sudah polos dan siap berada di atas tubuh Kayra.


"Bangsat!!!!!!" teriak Boy,


dengan cepat dia berlari ke arah mereka bertiga, Teo secara cepat mengambil tongkat bisbol yang ada di sekitarnya, begitu juga dengan Dani yang bersiap menyerang dengan tangan kosong, Kay yang masih diambang kesadarannya memandang ke arah Boy yang berjalan cepat dan menyerang mereka berdua, Lee juga ikut membantu, sedangkan Riko tak peduli dengan bertarung an mereka, yang dia peduli kan adalah hasrat nya yang sudah di ubun-ubun, dia yakin bahwa mereka berdua mampu melawan kedua pemuda tersebut.


"Boy!!! Kay!" perintah singkat Lee pada Boy dalam pertarungannya. Boy sekilas melihat kearah kaira dan amarahnya kembali memuncak.Setelah menendang perut Dani,dan seketika Dani terpental ke arah dinding, Boy lari dan mengarahkan cambuknya ke punggung Riko yang berada di atas tubuh Kay.


Cetar.....suara cambukan itu melengking menggema di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Aargghhhh...... bangsat!!!!" teriak Riko yang kesakitan, Riko turun dari ranjang dan bahkan dengan keadaan polos Riko memulai pertarungannya dengan Boy.Boy tak mau memberi ampun pada Riko, dia mencambuk Riko dengan membabi buta, Riko dengan keahlian nya merebut cambuk tersebut dan mendaratkan bogem ke wajah Boy.


Pertarungan satu lawan satu diantara mereka tak terelakkan lagi, Fabri yang tadinya berjaga di depan masuk ke sana, melihat Boy yang nampak kewalahan melawan Riko, Fabri memberi perintah...


"Serahkan bajingan ini pada gue Boy!! urus Kay!" kata Fabri dengan tampang bengis nya.


"Ciihh dasar buaya buntung!!!" kata Fabri ketika melihat Riko masih terlihat polos, dengan cepat dia menyambar celana boxer miliknya dan kembali menyerang,kini sasaran nya adalah Fabri.Sedangkan di kubu Lee, Lee yang memang tidak ada tandingannya di pertarungan tangan kosong, dengan mudah menghadapi Dani dan Teo secara bersamaan, Dani bahkan sudah beberapa kali terlempar dan terkena tendangan, berbeda dengan Teo yang masih berdiri kokoh di depan Lee namun dengan nafas yang tersengal-sengal, ruangan itu memang sangat luas dan hanya ada sebuah ranjang yang biasa mereka gunakan untuk eksekusi para korbannya.


"Jadi hanya sampai disini kemampuan mu?" tanya Lee sambil menendang Dani dan seketika Dani terpental ke dinding dan terkapar lemas.


"bajingaaan!!!" teriak Teo melihat kekalahan Dani.


"Kau salah mencari musuh!!! ciihh!!" kat Lee sambil membuang ludahnya ke samping.


"Kay?..... please Kay bertahanlah!!" kata Boy sambil menutupi tubuh Kayra.


"Kak Boy!!" ucap Kay lirih, air matanya bahkan tak berhenti menetes.


"Ya.... semuanya baik-baik saja!! ada kakak disini!" ucap Boy sambil menangkup kedua tangannya di pipi Kayra.


Ray dan Johan sampai di sana dengan di sambut oleh Leo, Ray sengaja membawa mobil ambulan beserta alatnya lengkap dengan dokternya, berbekal pengalaman penculikan Nayla istri Ben beberapa tahun yang lalu, Ray mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

__ADS_1


"Dimana mereka?" tanya Johan seakan tak sabar.


"Di dalam Om! ayo Leo antar!" kata Leo sambil berjalan masuk ke dalam vila.


Leo langsung menuju ruangan dengan suara sangat berisik, Johan bahkan lari terlebih dahulu ke dalam ruangan tersebut, hal pertama yang dia lihat adalah keberadaan Kayra sang anak, melihat bagaimana Boy mencari kain penutup anak gadisnya yang polos terbaring di ranjang, bagaimana darah mengalir dari lengan kanan sang anak, hati Johan menjerit marah dan sedih secara bersamaan,Dengan cepat dia mengambil tongkat bisbol yang tadi di gunakan oleh Teo.


"Lee..... Fabri!!! berhenti!!! serahkan mereka pada Om!!" ucap si singa itu dengan sangat dingin, aura kemarahan nya mampu membuat Teo merinding dan mundur beberapa langkah, begitu juga dengan Riko yang merapat ke arah Teo.


"Boy....bawa Kay pergi!!" perintah Johan.


Setelahnya, Ray meminta anak-anak untuk keluar dari vila, namun Lee menghampiri sang papa.


"Pa.. Vita!!" kata Lee cemas


"Pergilah bersama paman Jay! dan hubungi Om Mario untuk melacak keberadaannya!"


Sedangkan Ray sedang menikmati sahabat nya itu membantai tiga orang penjahat kel*amin tersebut.


"Kalian perlu di disiplin kan bocah!!!"


ucap Johan dengan amarahnya sambil menyeret tongkat bisbol ditangannya sambil berjalan pelan ke arah ketiga pemuda tersebut.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2