Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Edo senyum-senyum senang setelah apa yang di lakukan nya membuat hatinya puas, sedangkan seseorang yang menjadi lawan ranjangnya sudah membersihkan diri di dalam kamar mandi.Edo memakai boxer nya dan berjalan ke arah dapur.


"Kaya juga dia!!" kata Edo melihat apartemen mewah milik pemuas hasrat nya barusan.


"Pergilah!! apa kau tidak ikut teman-teman mu?" lelaki tadi sudah rapi dengan pakaian rumahnya, dan mengambil minuman di kulkas tepat di samping Edo.


"Aku tidak minat!!" kata Edo


"Aku sudah dapat apa yang aku mau!!" bisik Edo lalu keluar dari apartemen milik lelaki tersebut.Lelaki itu hanya bisa menghela nafas nya pelan, dia tau hanya Edo yang susah sekali dia kendalikan, Edo semaunya sendiri, bahkan Edo memang tak pernah menikmati gadis-gadis tawanan mereka, dia hanya sebagai eksekutor saja, itupun kalau hatinya sedang tak baik-baik saja, selebihnya dia hanya mengikuti Dani, kekasihnya.Namun Edo sudah sangat lama berminat pada big bos nya itu, hanya saja tidak pernah ada kesempatan untuk mencobanya,dan kali ini ketika big bos nya meminta salah satu gadis itu untuk di bawa ke apartemen nya, Edo menawarkan diri untuk membawanya, tujuan nya jelas,demi mengicipi big bos nya.


Di luar Edo dengan santai nya masuk ke dalam mobilnya, dia berniat untuk kembali ke apartemen nya yang dia tempati dengan Dani, kekasih sesama jenisnya.Edo belum tau bahwa kekasihnya telah di siksa habis-habisan oleh Johan di vila yang dia tinggalkan beberapa waktu yang lalu. Setelah sempurna masuk ke dalam mobilnya,dari belakang kursi kemudi, paman Jay menodongkan pistol nya di kepala belakang Edo, seketika Edo menegang,dia tak menyangka ada seseorang yang masuk ke dalam mobilnya. Belum juga rasa terkejut nya hilang, Lee sudah duduk di sampingnya dengan santai, dia membawa sebuah belati kecil di tangannya.


"Dimana gadis itu?"


kata Lee sambil mengarahkan pisau belati nya ke arah tengah-tengah paha Edo, Lee berpikir bahwa Edo sama dengan teman-teman nya, penjahat ke*lamin.Ingin rasanya Lee memangkas habis si Batang milik Edo itu, dia bahkan tak berani membayangkan apakah Revita sudah bernasib sama seperti Kayra yang di jelajahi tubuhnya oleh tangan-tangan biadab mereka.


"Gadis apa? siapa? aku tak tau maksud kalian!" ucap Edo.


"Rupanya kau lebih suka di ke*biri daripada berkata jujur!!" ucap Lee yang kesal sambil menekan belatinya pada batang milik Edo.


"No..no....no....oke....oke.....!! jangan!! aku mohon!!" kata Edo yang merasakan ujung belati tersebut sudah menusuk miliknya walaupun hanya sedikit, dia tak mau mati konyol atau kehilangan Batang miliknya hanya demi melindungi lelaki tersebut.Edo segera mengarahkan mereka ke lantai apartemen dimana dia mengantarkan Revita.


Sedangkan dalam kamar rahasia itu, Revita terbangun dari pingsannya, dia mencoba membuka mata pelan dan mencoba mengenali keadaan sekitarnya.

__ADS_1


"Sudah bangun?" tanya seseorang di ambang pintu.


"Pak Vandi?"


"Apa yang bapak lakukan di sini?" kesadaran Vita belum sepenuhnya pulih,dia masih mengingat apa yang sebenarnya dia alami.Setelah Vandi memberi jeda waktu yang cukup lama akhirnya kita mengingat kejadian yang dialami terakhir kali,dia mengingat dia dijemput di depan sebuah kafe di depan rumah sakit dan dia mengingat bagaimana Kay pingsan karena minuman yang di tengaknya, setelah beberapa saat Vita pun ikut pingsan itu adalah ingatan terakhir yang ada di kepala Vita saat ini.


"Ma-mau apa bapak??!!!" kata Vita ketakutan.


"Tidak mau apa-apa Vita! bukannya kita saling kenal?"


kata Vandi, Vandi yang di kenal Vita jelas berbeda dengan Vandi yang di hadapan nya saat ini, mereka seperti dua orang yang berbeda, Vandi saat ini terlihat menyeramkan bagi Vita, Vita beranjak dari kasur tersebut, dia berusaha lari dari kamar tersebut,Vandi dengan cepat menangkap nya, menyuntik kan sesuatu yang bisa memicu adrenalin seseorang, sebuah obat yang dia ciptakan sendiri.


"Uji coba pertama Revita!" kata Vandi dengan senyuman liciknya.


"Kau pikir aku mudah tertipu?...jalan cepat!!" bentak Lee tak sabar.


Akhirnya Edo sampai pada apartemen yang di tuju, Lee tak mau ambil pusing, Fabri segera menyadap kode kunci apartemen tersebut dan dengan mudah bisa di buka, Lee berhamburan ke dalam mencari keberadaan Vita dan lelaki yang menyandra nya.


"Kenapa tidak ada?" bentak Lee pada Edo.


Rupanya Leo yang di tatap terus menerus oleh Edo sedari tadi merasa jijik dan geram dengan tingkah Edo.


"Bangsat!!!! buka suara loe!!"

__ADS_1


Teriak Leo sambil menghadiahkan bogem mentah ke wajah Edo, darah mengalir dari ujung bibirnya.Edo yang hendak berdiri kembali di jadikan bulan-bulanan oleh Leo, karena tak tahan akhirnya Edo memberitahu kamar rahasia tersebut.


Di dalam kamar rahasia itu, obat yang di suntikan ke dalam tubuh Revita bereaksi, Revita bahkan melucuti sendiri pakaiannya sambil menangis sesenggukan hingga menyisakan pakaian dalamnya saja, Vandi meramu obat perangsang dengan efek kesadaran penuh karena biasanya orang yang terkena obat perangsang biasa kehilangan kesadaran, namun obat yang di uji coba pada Revita mempunyai efek kesadaran penuh dan efek pada jantung nya, jika seseorang terkena obat tersebut dan tak mengeluarkan hasratnya maka pacu jantung nya semakin melemah, dan itu akan berakibat fatal bahkan sampai ke kematian.


"Terus bergerak sayang..hahahaha.......!" tawa Vandi melihat perbuatan Revita, dia bahkan sudah menyiapkan sebuah kamera untuk kesenangan nya saat ini, Vandi tak sadar ada keributan di luar kamar tersebut, hingga akhirnya.....


braaaaaak.........Lee mendobrak pintu tersebut, Vandi begitu kaget kegiatan nya di ketahui orang lain, Lee merasa iba dan marah bersamaan melihat keadaan Revita.


"Hi iks...... Lee....tolong!" ucapnya lirih dengan air matanya yang menetes tanpa henti.


"Bangsaaat!!!" teriak Lee mengalihkan pandangannya dari Vita ke arah Vandi.


Tanpa pikir panjang, Lee langsung menerjang ke arah Vandi, membabi-buta, Leo yang melihat Vita hampir telanjang segera menarik seprei yang terpakai di kasur tersebut dan menutupi tubuh Revita.Vandi yang kewalahan melawan tenaga dari pemuda di hadapannya tersungkur beberapa kali di lantai.


"Haaaaaaa!" teriak Lee kesetanan,dia segera berlari ke arah paman Jay dan merebut pistol yang ada di tangan paman Jay


dor...


dor......


dor....


bersambung

__ADS_1


__ADS_2