Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Pagi ini sekertaris Levin sangat kaget dengan sikap sang majikan, sekertaris lamanya di tempat kan Levin di cabang perusahaan di luar negeri karena kemampuan nya dalam membantu Levin mengembangkan perusahaan, dan kini seorang pemuda yang lebih muda daripada dirinya tengah menggantikan sekertaris lamanya, dia baru beberapa bulan bekerja dan baru menguasai seluruh sifat dari majikannya itu.


Levin yang terkenal sangat galak dan tak bertoleransi kepada apapun namun hari ini dia membuat sang sekertaris terbengong-bengong sepanjang pagi ini, bagaimana tidak? banyak dari berkas-berkas yang di berikan Ali,nama sekertaris tersebut, semuanya yang biasanya minta review ulang, kini lolos dengan sangat mudah, bahkan beberapa karyawan yang menyerahkan hasil kerja mereka langsung pada Levin, hari ini nampak mengelus dada mereka tanda bersyukur karena tak mendapatkan semprotan mulut pedas Levin.Levin sangat terkenal membuat para karyawan wanita di sana keluar dari ruangan Levin dengan deraian airmata jika mereka melakukan sedikit saja kesalahan, dan membuat karyawan pria frustasi, sama halnya dengan Ali waktu pertama kerja, kalau bukan tawaran gaji besar, mungkin saja Ali sudah tidak betah dengan mulut pedas Levin.


"Periksalah ini Tuan!"


"Bagus! aku suka!"


"Yang ini juga Tuan"


"Bagus! aku suka!"


"Jangan lupakan berkas yang beberapa hari lalu minta Tuan revisi, ini Tuan"


"Bagus! aku suka!"


Seperti itulah kira-kira percakapan mereka beberapa saat lalu yang membuat sekertaris Ali terbengong saat ini, dia mengadu kopi yang di bawanya dari pantry berulangkali.


"Apa kepala Tuan Levin terbentur tembok?" gumam Ali,dia sampai berhenti didepan ruangannya sendiri.


"Ya..pasti! kemarin kan Tuan Levin meminta aku untuk pulang lebih awal karena ingin bertemu saudara-saudaranya! pasti ada yang memukul kepala Tuan Levin!" lanjutnya


"Memang ada apa dengan Tuan Levin?" tanya seseorang tanpa di sadari Ali siapakah orang yang bertanya, Ali hanya memandang kosong ke arah jendela yang menampilkan pemandangan kota.


"Dia aneh! hari ini semua yang ku kerjakan di jawab Bagus!! aku suka!, ini sangat aneh, dia berubah 180 dera......Tuan Johan!"


Ali nampak kaget ketika melihat orang yang di ajaknya bicara adalah Big Bos nya, Johan memang masih memegang jabatan CEO di Perusahaan milik keluarga nya, dia mau Levin menikah terlebih dahulu baru menyerahkan perusahaan Tersebut pada Levin,anak lelakinya, karena Boy sang menantu sudah sibuk dengan perusahaan Daddy nya, Ben lebih memilih pensiun dini dari jabatannya, si bule bucin akut itu lebih sering mengajak istrinya berkeliling dunia atau menikmati hari-hari mereka dengan berkebun di halaman belakang rumah besar nya.

__ADS_1


"Tuan Johan" ulang Ali


"Apa ada yang aneh dengan anak itu?" tanya Johan sambil duduk di sofa di ruangan Ali.


" Iya Tuan, sepanjang pagi ini, Tuan Levin berubah 180°, dia benar-benar seperti orang baru, ramah dan tidak hehehehe galak Tuan!"


Johan sebenarnya ingin menemui Levin, Johan mendapatkan pesan dari Kiara untuk mengajak Levin makan malam, dan Johan ingin menyampaikan sendiri pesan tersebut sambil membahas proyek yang di kerjakan oleh Levin, namun melihat sekertaris Ali yang nampak melamun dan bergumam sambil menyebutkan nama Levin hingga tak menyadari keberadaan Johan, tentu saja Johan mengikuti langkah Ali masuk ke dalam ruangan nya.


"Sejak kapan sikapnya aneh?" tanya Johan.


"Sejak saya menjemput nya di apartemen Tuan, dia berulangkali mengusap bibirnya dan tersenyum tipis"


Penjelasan Ali membuat Johan mengangkat ujung bibirnya sedikit, kemudian dia berlalu untuk menemui anaknya itu.


Di tempat lain....


"Boy mana?" tanya Leo


"Hai bro....aku datang!" kata Boy sambil duduk di sofa di ruangan tersebut.


"Ada apa ini? tumben?" tanya Lee, dia mempunyai banyak pekerjaan, namun Leo yang sepertinya membawa berita penting membuat mereka berkumpul dan meninggalkan sejenak kesibukan mereka.


"Vandi bebas Lee!" kata Leo


"Apa??!" teriak Lee


"Mana mungkin?" tanya Fabri

__ADS_1


"Loe tau kan, Vandi pasti punya orang dalam yang bisa membebaskannya begitu saja, padahal tuntutan nya masih lama, aku dengar dia mendapatkan remisi karena kelakuannya baik di dalam penjara!" kata Leo


"Apa loe percaya?" tanya Boy


Leo hanya menaikkan bahunya saja, yang jelas orang-orang yang memberikan informasi pada Leo hanya mengatakan bahwa Vandi keluar dari penjara, sebenarnya tuntutan masa hukumannya masih cukup lama, namun kabar yang beredar bahwa hampir semua kesalahan di tanggung oleh Dani, Karena itu Vandi, Riko dan Teo mendapatkan hukuman yang lebih ringan dari Dani,dan empat sekawan jelas curiga pada keluarga atau teman dekat Vandi yang melakukan manipulasi.


Karena terlihat jelas, bagaimana sejahtera nya keluarga Dani setelah vonis hukuman di berikan padanya, bisa jadi keluarga Riko, Teo dan Vandi yang notabene nya orang kaya mengiming-imingi Dani dengan imbalan Dani yang harus mengakui otak di balik segala tindakan dan kejahatan mereka.


"Awasi Vita Lee, dan aku rasa para istri kita,gue bukannya menuduh lelaki brengsek itu bertindak lagi, tapi gak ada salahnya kita berjaga!" kata Leo


"Loe benar Leo.....kita harus melindungi mereka!"


Di sisi lain, lelaki yang sedang mereka bicarakan sedang bergulat di atas ranjang, Edo yang paling ringan hukuman nya baru beberapa hari lalu menjemput Vandi dari lapas, sebelum benar-benar masuk ke dalam penjara dan di jauhi keluarga nya, Vandi sudah menyimpan banyak asetnya yang lain dengan aman, serta sebuah apartemen mewah atas nama orang lain pun dia beli, dan orang yang pertama kali menolongnya adalah Edo, beberapa tahun lalu dia berhasil menghasut pengacara nya dan keluarga Dani untuk menggantikan tuduhan kepada nya, kini Edo yang di jadikan sekutu untuk membalas semua orang yang sudah merusak reputasinya di masyarakat, berpura-pura baik dan berubah di dalam penjara demi keluar dengan lebih cepat pun di lakukan Vandi.


"Faster Baby!!" suara Edo menggema di kamar apartemennya tersebut


Vandi dengan lihainya memuaskan partner ranjangnya saat ini, Edo sedang terlentang dan menikmati apa yang di lakukan Vandi, Vandi mengu*Lum dan sesekali mengurut batang kokoh dan besar milik Edo, sedangkan Edo terus mende*sah keenakan dengan servis yang di berikan oleh Vandi.


"Aaahhhhhh" Des*ahan panjang Edo menandakan dia mencapai puncaknya.


Vandi ikut terlentang di samping Edo, dan Edo mengelus wajah tampan Vandi yang sejak dulu dia idam-idamkan, Vandi memang mulai menikmati hubungan menyimpang mereka, dia juga merasa nyaman dengan Edo yang setia terhadap dirinya.


"Aku akan membantu mu menyusun rencana" kata Edo sambil mengelus wajah Vandi, Vandi hanya tersenyum tipis menanggapi omongan Edo.


Nampak sekali dendam di matanya saat ini.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2