Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Sesil membawakan sup ayam untuk Levin,pikir Sesil karena tadi sesil di persilahkan masuk ke dalam kamar Levin, jadi tak apa bila sekarang Sesil membawakan sup ayam hangat untuk majikannya itu.Levin membuka lebar pintu kamarnya dan membiarkan Sesil masuk, Sesil menaruh sup tersebut di meja sofa yang ada di ruangan tersebut.Levin nampak menunggu di ambang pintu, dan akhirnya Sesil hendak keluar dari kamar Levin.Namun tiba-tiba Levin menutup pintu kamar nya.Sesil nampak kaget dengan apa yang dilakukan Levin.


Braaaaak.....suara pintu di tutup.


"Sedari tadi aku sudah membiarkan mu pergi!! ini salahmu kenapa kau kembali masuk ke dalam kesini!"


kata Levin dengan muka datar nya, dia berjalan mendekati Sesil yang masih terpaku di tempatnya, Sesil meremasi jari jemari milik nya,jujur saja dia sangat takut dan gelisah melihat tingkah Levin malam ini, dia yakin Levin pasti masih terpengaruh minuman beralkohol yang sedari tadi tercium dari mulut Levin. Sesil mundur beberapa langkah,dia benar-benar nampak gelisah, apalagi tatapan mata Levin terlihat menguncinya.


Karena ketakutan Sesil bukannya lari ke arah pintu keluar,namun dia berjalan cepat menuju pintu balkon kamar Levin. Belum juga tangan Sesil menggapai gagang pintu balkon tersebut Levin sedikit berlari dan meraih pinggang Sesil dan entah bagaimana caranya, Levin dengan cepat membawa Sesil ke tepi ranjang miliknya, Levin mendudukkan Sesil di tepi ranjang miliknya kemudian Levin pun berjongkok di depan Sesil mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sesil.


Sesil tak berani menatap balik tatapan Levin ke arahnya, Levin sudah mengumpat berulang kali dalam hatinya dia tidak tahu kenapa Sesil bisa benar-benar meruntuhkan pertahanannya.


"Naik ke atas ranjang!"


perintah Levin, Sesil kaget seketika, dia benar-benar bingung dengan perintah dari Levin, Levin masih menatap tajam ke arah nya. Sesil memberanikan diri menatap balik Levin, air matanya menetes tiba-tiba,dia tak menyangka bahwa Levin akan melakukan hal ini padanya. Sesil pikir apakah ini cara Levin meminta imbalan atas kebaikan nya pada Sesil selama ini.Sesil melepaskan kancing bajunya perlahan, dan Levin melihat itu, dia nampak kaget dengan apa yang di lakukan Sesil.


"Apa yang kau lakukan??" tanya Levin

__ADS_1


"Sa-saya...a-akan memberikan pelayanan untuk tu-tuan!''


Deg.......


Levin merasa kaget, apa ada kata-katanya yang membuat Sesil berpikir bahwa Levin meminta di layani di atas ranjangnya, dia melihat Sesil menghapus air mata nya cepat, Levin masih kaget dengan apa yang dilakukan oleh Sesil,hingga baju atas Sesil sudah terlepas dari tubuh nya, Nampak tubuh bagian atas Sesil terekspos sempurna, dan kini Sesil berdiri untuk melepaskan celana pendek selutut yang dia pakai.Levin mencegah tangan Sesil untuk membukanya,Namun Sesil tersenyum, tentu saja senyum manis terpaksa yang di lihat oleh Levin.


"Tuan tidak perlu khawatir, hanya dengan ini saya bisa membalas kebaikan Tuan, saya ikhlas Tuan" kata Sesil yang menyingkirkan tangan Levin pelan,dia kembali hendak melucuti celana nya.


"Dasar bodoh!! gadis bodoh!!! siapa yang meminta mu melakukan itu!! heh!!" bentak Levin


"Apa kau melakukan ini pada semua lelaki yang pernah menolong mu??!!heh!! katakan!!" bentak Levin lagi


Sesil yang terlanjur menangis menjadi semakin sesegukan, dia menggelengkan kepalanya dengan kuat, berhubungan dengan lelaki saja belum pernah Sesil lakukan. Orang pertama kali yang Sesil sukai adalah Leo dan itupun berujung pada terusir nya dia keluar negri oleh Levin 5 tahun lalu.Levin meraih bahu Sesil membiarkan gadis itu melihat ke arah wajahnya yang di selimuti amarah, lebih tepatnya bukan amarah entahlah Levin sendiri tak paham, melihat gadis yang selama ini tak pernah menangis seberapa sering dia berkata kasar pun padanya, membuat Levin sedikit iba.


Levin menghapus air mata Sesil pelan, gadis itu kembali hanya tertunduk, masih terdengar isakan kecil dari mulut nya.


Levin mendudukkan Sesil di tepi ranjang, dia mengambil kemeja putihnya di dalam ruang ganti, dengan telaten dia memakai kan baju yang terlihat kebesaran di badan Sesil, Sesil hanya diam saja.

__ADS_1


"lepas celananya, apa kamu mau tidur dengan celana berbahan jeans ini?" tanya Levin dengan datar.


"Sa-saya akan kembali ke kamar Tuan" kata Sesil terbata-bata sambil mencoba berdiri.


"Berani bergerak aku akan benar-benar menguliti mu!!" ucap Levin, seketika Sesil melepaskan celananya, untung saja baju kemeja Levin masih bisa menutupi sebagian pahanya.


Levin naik ke atas ranjang, kemudian memerintahkan Sesil untuk naik ke atas ranjang juga, namun Sesil menolaknya,dia tak mau tidur seranjang dengan majikannya itu, rasanya tidak pantas, pikir Sesil, apalagi dia sudah pernah menolak ajakan menikah Levin beberapa waktu lalu.


"Tidak Tuan! saya akan kembali ke kamar saya! permisi Tuan!" kata Sesil sambil berlalu ke arah pintu.


Levin yang berkali-kali mendapatkan penolakan dari Sesil merasa marah, dia bergerak cepat turun dari ranjang dan menghampiri Sesil cepat, kemudian mendorong tubuh Sesil sampai menempel dinding di tepi pintu.


"Kau benar-benar membuat aku gila Sesil!!!"


ucap Levin lirih dan detik berikutnya,dia memegang tengkuk belakang Sesil, menyatukan bibir nya dengan bibir Sesil yang sejak tadi sudah membuat nya tergoda. Sesil yang masih shock hanya bisa pasrah dengan perlakuan majikannya itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2