Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Cemburunya Ray


__ADS_3

"Maysha!!" panggil Ray sambil berjalan masuk dari pintu cafe menuju meja di mana mereka duduk.


"Tuan Ray!" pekik Maysha melihat Ray tiba-tiba ada di cafe.


"Selamat siang tuan Beniqno!" sapa Ray sebelum dia menarik sebuah kursi dan duduk di samping Maysha.


Maysha sudah sangat tidak tenang melihat wajah datar nan dingin seorang Ray.


"Siang asisten Ray! woow kejutan kau ada disini asisten Ray!" sapa balik Beniqno dengan tenang.


"Bukannya lebih tepat pertanyaan itu untuk Anda tuan Beniqno! apa yang menyebabkan seorang pengusaha sibuk seperti Anda keluyuran di Mall seperti ini tuan?"


Tawa mengema di cafe tersebut, Nayla yang sudah mengeser kursinya di samping Maysha sudah dapat merasakan hawa horor di sekitarnya, sikap mereka sudah seperti dua lelaki yang memperebutkan seorang gadis pujaan hati.


'Tuan Ray jatuh cinta pada May, apa si bule ini juga? ooh Tuhan!! apa akan ada perang di antara mereka' batin Nayla yang mengamati kedua orang tersebut saling pandang. Tak ada ketakutan atau mau mengalah diantara mereka yang ada hanya tatapan tajam seperti pisau belati.


"ha ha ha ha ha ha aku sedang mengejar kelinci kecilku asisten Ray! lalu apa yang kau lakukan di sini asisten Ray?"


"Aku sedang menjemput kekasihku tuan Beniqno!" jawab Ray


"Wait...wait....wait.... seorang Ray punya kekasih? ini kejutan sekali asisten Ray! kau yang tak tersentuh wanita ternyata kini datang mengakui kekasih mu?"


"Bukankah lebih mengejutkan? Beniqno! seorang playboy kelas dewa mengejar kelinci kecilnya? bukannya kau selalu di kejar tuan Beniqno?"


Perbincangan sengit di antara mereka masih saja berlanjut, mereka seakan lupa ada dia gadis yang sedang ketakutan dengan aura mencekam di antara mereka. Nayla langsung mengambil kentang goreng pesenannya tadi, mengigit-gigit dengan takut, jika hatinya senang panik maka nafsu makannya akan meningkat.Lain Nayla lain dengan Maysha, Maysha sudah mengigit-gigit ujung bibir bawahnya bergantian, hingga salah satu ujungnya terlihat sedikit bengkak karena ketakutan.


"Antoni! sebaiknya kita pergi!" ucap Beniqno kesal


"ayo kita pulang!" ucap Ray yang masih menatap Beniqno tak bersahabat.


Ray dan Beniqno berdiri bersamaan yang mana itu membuat Nayla dan Maysha ikut berdiri bersamaan.


Dengan cepat mereka menarik tangan gadis yang berdiri berdampingan tersebut, Maysha di tarik tangannya oleh Ray dan tangan Nayla di tarik oleh Beniqno, Beniqno berlalu tanpa melihat ke belakang, sedangkan Ray terlihat senang karena melihat Beniqno salah mengambil tangan Maysha, begitulah pikir Ray.


Maysha hanya bisa menunduk dan berjalan mengikuti jalan lebar kaki Ray, sampai-sampai dia harus sedikit berlari mengikuti Ray, untuk dia bukan tipe gadis hang suka dengan sepatu high heels, kalo iya sudah bisa dipastikan kakinya lecet saat ini juga.

__ADS_1


************


"Om kak Nara kemana sih?"


"Ke apotek dia membeli obat dan vitamin buat Om"


"Trus yang itu siapa?" gadis itu menunjuk pada Tian, Tian tidak jadi berangkat ke kliniknya karena ada dokter Hadi yang menggantikan nya saat ini, minggu ini di pakai oleh Tian untuk bersantai di rumah Ray.


"Cristian panggil kak Tian aja teman kak Ray!"


Gadis itu adalah Shakila adik sepupu Ray, beberapa bulan lalu sang ibu Safitri yang tak lain adalah kakak ipar papa Arya meninggal dunia, Kila kala itu masih SMA kelas 3 dan akan menghadapi ujian, dia di minta papa Arya untuk ikut ke Jakarta dan meneruskan kuliah di sana, Kila anak ke tiga dari 3 bersaudara, kedua kakak perempuannya ikut suaminya dan Kila merasa tak enak jika harus satu rumah dengan ipar nya. akhirnya Kila lebih memilih ikut sepupunya Ray dan om Arya.


Shakila adalah gadis yang lebih ke gen sang ibu, kulit sawo matang dengan wajah khas India nya membuat gadis itu terlihat cantik dan manis, di tambah dengan mata bulatnya membuat dia seperti boneka.


"Hallo kak Cris!" Sapa Kila dengan senyuman manisnya dengan mata bulatnya.


Tian mengerutkan keningnya, mendapatkan panggilan baru dari gadis yang di ketahui nya adalah sepupu Ray, satu darah tapi beda sifat. Ray yang dingin berbanding terbalik dari Shakila yang selalu bisa menghangatkan suasana.


"Tian! panggil aku Tian saja, aku tidak pernah di panggil Cris!" kata Tian dengan tersenyum manis, kalo dia adik Ray mak dia adik Tian juga begitu pikir Tian.


"Jangan senyum kak!" pinta Kila


"Senyuman kakak melelehkan hati Kila kak!" ucap Kila sambil memegang dadanya dan mengedip-ngedipkan mata bulatnya. sontak saja Tian shock dengan gombalannya Kila.


"Oh Tuhan!" gumam Tian dan kembali sibuk dengan ponselnya, daripada dia harus meladeni anak bau kencur di hadapannya. tapi Kila tetap memandang Tian dengan memangku dagunya dengan tangan kirinya di atas meja tepat di depan Tian.


"Kak Cris sudah punya pacar?" tanya Kila.


"Sudah!" jawab Tian singkat.


"Di tikung yuk!" ajak Kila berbinar.


"Kila!! ooh Tuhan, dengar ya Kila anak kemarin sore, kakak tidak mau menikung pacar kakak apalagi sama anak bau kencur kayak kamu!"


"Kenapa? aku ini daun muda kak! masih fresh....masih hot...ibarat kue baru aja 'get out of the oven'.... hot banget!"

__ADS_1


kata Kila.


"Terserah!" kata Tian yang mulai kesal di gombali anak bau kencur.


"kak Cris.... ini pake skincare apa sih kok mukanya kayak pan*t*at baby gini!"


ucap Kila yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya Tian dan mencolek-colek pipi Tian.


"Oh astaga! jantungku!! minggir Kila!" ucap Tian kaget dan terlihat grogi melihat manik mata hitam milik Kila.


Braaakk....


Pintu di buka dengan kasar oleh Ray hingga membuat kedua orang di ruang tamu itu menoleh secara bersamaan, baru juga Tian dan Kila hendak bertanya pada Ray namun di urungkan karena aura dingin dari Ray bahkan sudah terlihat dari jarak beberapa meter, di belakang nya ada May yang di gandeng Ray dengan keadaan tertunduk.


Ray langsung pergi melewati mereka menuju kamar Maysha dan sekali lagi.


braaak.... suara pintu di buka dan ditutup kembali dengan kencang.


"Siapa kak?" tanya Kila yang memang belum bertemu dengan Maysha.


"Calon pacar Ray! suster nya papa!"


"Hah??? waaaahhh Kila ada temennya ternyata!! dia tinggal di sini?" tanya Kila lagi.


"Iya" ucap Tian yang kembali sibuk ponselnya.


"Bisa di jadiin temen dong kak?"


"iya"


"Bisa buat tempat curhat kak?"


"Iya"


"Kakak bisa jadi pacar aku dong?"

__ADS_1


"iya......eeh...!" ucap Tian menyadari pertanyaan terakhir Kila, sedang kan Kila hanya senyam-senyum sendiri tak jelas.


bersambung...


__ADS_2