
"Waahhh Shasha cantik.....mana senyum manisnya??" goda Fabri pada Shasha,anak Lee berulang kali bayi itu tersenyum karena Fabri terus menggoda nya.Perbincangan mereka entah sampai kemana-mana, mereka bercanda dan tertawa bersama, apalagi Shasha menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.Tiba-tiba ponsel Fabri berdering,Fabri menerima telepon dari seseorang, entah karena kaget atau apa, Fabri Langsung berdiri, meninggalkan Shasha yang berada di depannya.
"Saya kesana!!"
Fabri berlari tanpa mempedulikan Boy dan Leo serta Lee, Lee segera meraih anaknya.
"Leo.... ikuti dia!'' perintah Lee
'' Restoran XXX!!" teriak Fabri pada Leo ketika tau Leo mengikuti nya.
"Ada masalah apa Bri?" tanya Leo sambil masuk ke dalam mobil.
Namun Fabri yang masih berusaha untuk menelpon seseorang tak menghiraukan pertanyaan dari Leo.
"Lee gue ikut Fabri!sepertinya ada yang tidak beres dengan anak itu" kata Boy.
"Ya... kabari gue kalau ada apa-apa!" saut Lee sambil menimang anaknya yang sedang dia gendong.
Boy pun ikut masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Leo yang berada di belakang kemudi,sedangkan Leo dengan keahliannya mengendarai mobil langsung melesat meninggalkan halaman rumah Lee, namun mereka bertiga hanya diam saja karena Fabri terlihat berulang kali mencoba menghubungi seseorang,boy dan Leo hanya mengamati apa yang dilakukan Fabri tanpa berniat untuk bertanya lebih jauh dulu, sepertinya Fabri tidak berhasil menghubungi orang tersebut, nampak jelas wajah panik dan cemas di raut wajah Febri, saat ini Boy dan Leo saling memandang ingin sekali rasanya mereka menanyakan apa yang terjadi,namun Boy dan Leo merasa ingin memberikan waktu Fabri untuk lebih tenang sebelum menceritakan apa yang terjadi.
"Sh*it!!!! kenapa susah sekali di hubungi!!" kata Fabri dengan cemasnya.
"Ada apa Bri?" kata Boy pada akhirnya memberanikan diri menanyakan tentang kegelisahan Fabri.
"Ela..." ucap Fabri setengah-setengah.
"Maksud nya?" tanya Boy lebih lanjut.
"Restoran nya mengalami kebakaran! dan aku takut nya Ela masih di sana! dia bilang hari ini dia akan membuat menu baru dengan chef senior nya" kata Fabri sambil berusaha menelpon nomor sang mama.
__ADS_1
"Hallo ma!"
sapa Fabri ketika sambungan teleponnya sudah terhubung dengan sang Mama karena beberapa kali dia menelpon sama Mama nya, Mamanya tidak mengangkat telepon dari Fabri.
"Ada apa Bri?" saut sang Mama.
"Apa Ela sudah pulang ma?" tanya Fabri yang terdengar cemas.
"Lho... Ela kan masih di restoran Bri,dia izin sama Mama katanya hari ini chef seniornya mau mengajak dia masak bersama, ada menu baru yang mau dicoba, juga beberapa rekan Ela dan asisten chef di restoran tersebut" kata sang Mama dengan gamblang.
"Oh Tuhan!!! semoga yang aku pikirkan tidak terjadi!" gumam Fabri.
"Ada apa Bri? apa ada masalah?" tanya Mama nya
"Tidak ma, semuanya baik-baik saja! baiklah Fabri tutup dulu ya Ma!" kata Fabri mencoba menenangkan sang Mama, kemudian dia menutup sambungan teleponnya.
"Ela tak bisa dihubungi!! ya Tuhan Aku sangat cemas dengan keadaannya, bisakah kau mengerahkan semua kekuatan mu agar aku bisa segera sampai ke restoran tersebut!!! kau lelet sekali seperti siput!! " ucap Fabri dengan sangat ketus, dia merasa kalut saat ini, untuk saja semua teman-teman nya sangat tau bagaimana sifat Fabri.
dengan jiwa pembalapnya leo akhirnya melesatkan laju mobil nya ke restoran yang dimaksud oleh Fabri, tanpa banyak bertanya kembali, Leo dan Boy tahu betul bagaimana sifat Fabri jika cemas atau merasa panik, Fabri akan seperti singa yang kelaparan yang bahkan tidak mengenal itu lawan ataupun kawan, begitu lah sifat buruk Fabri yang diketahui oleh Leo dan juga Boy, karena acapkali mereka mendapatkan imbas dari kecemasan dan kepanikan Fabri karena sesuatu hal.
begitu mobil mendekat ke restoran yang dimaksud oleh Fabri, mereka bertiga merasa tercengang karena asap yang mengepul ke udara yang berasal dari restoran tersebut, bahkan ada beberapa mobil pemadam kebakaran yang berusaha untuk memadamkan api yang keluar dari restoran tersebut,di depan restoran begitu ramai orang berlalu lalang menyelamatkan diri dari restoran tersebut bahkan ada beberapa pengunjung yang di bopong karena perlu perawatan medis, dan faktor usianya yang menjadi penyebab pertamanya.
mobil ambulans udah menyerah mendapatkan pasien mereka masing-masing,banyak diantara mereka yang mengalami sesak nafas karena banyaknya asap yang timbul akibat kebakaran tersebut, mobil yang Leo kendarai belum juga ter parkir sempurna namun Fabri sudah keluar dari mobil dan berlari menuju ke depan restoran tersebut.
"Ada apa ini? bagaimana bisa terjadi seperti ini?"
tanya Fabri pada salah satu orang yang terlihat berseragam dengan logo restoran tersebut.
"Entahlah Tuan, seperti nya ada konsleting listrik di bagian dapur utama tuan!" jawab pelayan restoran tersebut.
__ADS_1
"Oh Tuhan....apa ada korban jiwa?" tanya Fabri harap-harap cemas.
"Ada beberapa chef dan juga asisten chef yang tidak bisa menyelamatkan diri Tuan, kami juga sedang menunggu berita dari penyelamat semoga saja mereka semua tidak apa-apa, semoga Tuhan menyelamatkan mereka!" kata pelayan tersebut.
"Bagaimana Bri?" tanya Leo
"Entahlah masih dalam tahap penyelamatan!"
saut Fabri.
kemudian beberapa saat tim penyelamat nampak keluar dari restoran seafood keadaan api dalam es dan sudah padam namun beberapa puing-puing dan rasul itu penampak berserakan,
tim SAR penyelamat dari pemadam kebakaran itu mereka menyatakan 5 tubuh yang ikut terbakar di dalam kecelakaan tersebut.
Deg.....
entah mengapa Fabri begitu cemas,entah mengapa jantung Febri berdetak lebih kencang dari biasanya, dia bener-bener mencari Ela di beberapa korban yang nampak selamat dari kobaran api di restoran disebut, namun setelah beberapa saat Fabri berlarian mencari keberadaan Ella, Fabri tak menemukan Ela, seseorang menepuk bahunya dan mengatakan untuk memeriksa 5 jenazah yang di temukan di dalam.
hati Febri terus saja menolak untuk menerima kenyataan tentang kelima tubuh yang setengah dari mereka nampak terlihat menghitam karena terkena kobaran api. Dia masih berharap kalau Ela bukan bagian dari ke lima tubuh tersebut.
"Bri....ayo kita lihat mereka!" pinta Leo, sebenarnya pun Leo tak mau melakukan nya,dia sangat takut kalau-kalau Ela ada di antara ke lima tubuh mereka.
"Gue gak bisa Le....gue gak sanggup Leo!!" kata Fabri.
karena melihat keadaan Fabri, akhirnya Boy memutuskan untuk memeriksa kelima tubuh tersebut, Boy juga merasa tak sanggup melihat Fabri yang nampak begitu cemas dan tertekan, hingga pada akhirnya Boy menghela nafasnya ketika melihat satu persatu tubuh yang ada di kantong plastik tersebut.
"Bagaimana Boy?"
bersambung...
__ADS_1