
"Ngebut!!!" perintah Lee
"Brengsek!!!! kita di jalan raya!!! bagaimana dengan polisi!!" balas Leo dengan umpatannya, sedangkan Boy dan Fabri menyimak perdebatan mereka berdua di kursi belakang.
"Cepat percepat!!! Vita dan Kay di culik brengsek!!!"
"Apa???" mereka bertiga serempak.
"Brengsek......!!! percepat!!" kali ini bukan Lee yang murka,namun Boy yang terlihat lebih menyeramkan! Aura pembunuh Daddy Beniqno seakan beralih padanya.Leo hanya menuruti kemauan dari dua sahabatnya itu, dua orang yang sangat cemas dengan keadaan Vita juga Kay.
flashback on
"Hallo?" jawab Lee.
"Tuan muda Nina Vita di culik!"
Dan beberapa detik kemudian Lee nampak menyambar tas nya berlari ke parkiran, ketiga temennya yang kaget reflek ikut berlari mengejar Lee tanpa bertanya ada apa, sedangkan tanpa di minta Tora yang berada di sebrang sana menjelaskan apa yang terjadi.
"Anak buah saya melihat nona Vita dan nona Kay masuk ke dalam sebuah mobil tuan muda!, semuanya nampak biasa sebelum nya!"
"Tapi beberapa saat kemudian, terlihat lebih mencurigakan karena nona Vita berusaha untuk keluar dari mobil tersebut namun gagal tuan muda!"
__ADS_1
"Kemana?"
"Ke arah puncak tuan muda!" jawab Tora
"Aku tak mau tau Tora!! buntut i mereka dan temukan keberadaan Vita juga Kay!!"
tut.... panggilan terputus.
flashback off
Dan sekarang mereka sudah berada di dalam mobil, beberapa saat kemudian Tora menghubungi lagi dan mengatakan kalau anak buahnya kehilangan jejak mobil tersebut, Lee semakin murka.Boy terlihat tak kalah cemas begitu juga dengan Fabri dan Leo yang semakin menancapkan gas nya.
Wiu....wiu.....wiu.....Suara sirine polisi terdengar mengejar mereka.
"Ayolah Leo!! sekali-kali kita jadi anak berandal!!" ucap Boy dengan senyum tipis menyeramkan nya.
Di sisi lain...
Vita dan Kay sudah perlahan kehilangan kesadarannya, air minum yang di tawarkan Teo pada mereka ternyata sudah di suntik kan Obet tidur, Kay yang terlelap lebih dahulu karena memang Kay minum terlalu banyak, di tengah-tengah kesadarannya,Vita masih bisa bertanya dan melihat Teo di samping nya yang begitu tenang mengemudikan mobilnya, seakan dia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.
"Kenapa. kau. melakukan.ini. Teo!" kata Vita terbata-bata.
__ADS_1
"Ini Hobi ku Vit, kamu harus ikut bermain bersama!" kata Teo tenang, dia bahkan berkata tanpa melihat ke arah Vita yang kesadarannya sudah hampir lenyap.
"Bukankah kau ingin bertemu dengan Sandra?" tanya Teo, hal itu membuat Vita kembali membuka matanya,dia sudah berkaca-kaca, membayangkan bahwa Teo lah di balik kematian Sandra.
"Kalian akan bertemu di surga, setelah kami bersenang-senang dengan kalian berdua! hahahahahaha!"
Teo membelokkan mobilnya di sebuah jalan setapak, dia memindahkan Kay dan Vita yang nampak sudah tak berdaya ke mobil yang satunya, Teo sengaja mengganti mobilnya agar tak di curigai oleh siapapun, karena dia tau bila beberapa jam Vita dan Kay tak pulang ke rumah maka seluruh keluarga mereka pasti akan mencari keberadaan Kay dan Vita.
"Bawa kembali mobil ini ke kota, ingat bilang kalau kau hanya sopir online!" ujar Teo pada anak buahnya yang memang bertugas sebagai umpan bila terjadi sesuatu atau di curigai oleh polisi,maka anak buahnya itu siap masuk penjara sekalipun demi uang.
tut...tut....tut....
"Hallo!" saut orang di sebrang telepon
"Siapkan Semua nya! kita pesta malam ini!" ucap Teo senang.
"Jangan lupa hubungi bos!!"
tut...
Dia memandang ke arah Vita, beberapa kali dia berusaha dekat dengan Vita dan Rani, hanya demi melancarkan aksinya bersama gengnya.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku akan bermain-main sayang! hahahahahahah''
bersambung.....