Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Awal kehancuran Monica


__ADS_3

"Diamlah nona Valeria!! kau membuatku malu!!" ucap Raka dengan geram.


"Dia menolak ku Raka!!! bahkan Ketika kakak meminta Ray untuk dijodohkan denganku dia menolakku huuuaaaa!"


"Oh ya Tuhan! mana gaya elegan nya kemarin, hari ini bahkan dia terlihat seperti bayi kehilangan dot nya!" gumam Raka


Raka tau Valeria sedang patah hati dengan Ray bos-nya, atas perintah nyonya Clarissa Raka mengikuti kemana perginya si gadis patah hati ini. Clarissa takut kalo Ria akan ke tempat hiburan malam karena hatinya sedang tak baik, walaupun Clarissa tau Ria tidak mungkin ke sana setelah kejadian beberapa tahun yang lalu, Ria tidak mungkin kembali lagi ke club malam, Ria memang gadis bandel waktu SMA, pergaulan yang salah bersama teman-temannya membuat dia sering keluar masuk club malam, hingga saat itu dia yang sedang mabuk di bawa pulang lelaki yang di cintai nya, namun naas pertengkaran di dalam mobil membuat mereka mengalami kecelakaan, dan si lelaki itu tewas di tempat, sejak saat itu dia berjanji tidak akan masuk dunia malam lagi, menegak minuman beralkohol itu lagi.


Adrian meminta Ray untuk di jodohkan dengan Valeria,mereka kala itu duduk santai di ruang keluarga, Adrian sebenarnya sudah tau jawaban dari Ray, namun dia ingin adik dari istri nya itu mendengar sendiri dan berhenti mengejar Ray dan bisa fokus dengan hidup dan cintanya sendiri.


"Saya menolak perjodohan ini tuan!Perintah apapun akan saya lakukan tapi tidak dengan perjodohan ini tuan! kami akan sama-sama tersakiti"


kata Ray kala itu.


"Tapi aku tidak akan tersakiti Ray, aku akan berusaha membuat kamu jatuh cinta sama aku!"


saut Valeria karena tak ingin kehilangan kesempatan bersama Ray.


"Tapi saya tidak cinta dengan anda Nona! maafkan saya!"


Jawab Ray karena memang dia orang yang tak bisa berbasa-basi.


Karena itu disinilah Valeria Sekarang,duduk sambil menangis di temani oleh Raka, Raka hanya duduk diam setelah Valeria menuntaskan segala isi hatinya.


karena melihat Valeria yang terus meminum es lemon di mejanya, Raka akhirnya mengambilnya dan meletakkan nya di depannya.


"Berhenti nona, ini es lemon ke 7 yang anda minum! anda bisa sakit perut kalo begini! sudah sakit hati sekarang sakit perut! apa gak nambah penderitaan itu namanya?" ucap Raka santai.


"Hati gue sakit Raka!! loe gak pernah sih ngerasain patah hati!!! sakitnya tuh sampai ke tulang-tulang!!" ketus Valeria pada lelaki imut yang gak peka di depannya itu.


"Bukankah enak sakitnya sekarang ya? daripada udah beneran menjalin hubungan ehh ternyata yang satu susah jatuh cinta! makin sakit tuh karena pada akhirnya harus berpisah juga!"


"Hiks....hiks....cinta gue kandas di tengah jalan Raka!! hiks....hiks...... pokoknya gue pengen nangis seharian ini!!"


Raka sedikit merasa iba, Valeria gadis yang cantik dan baik, namun cinta tetaplah cinta, yang tak pernah mau di paksa, yang tak pernah tau di mana akan berlabuh, hari ini dia melihat akhir cinta Valeria untuk Ray, Raka salut pada Ray, dia tak ingin memberikan harapan palsu pada wanita manapun bila dia tak mencintai wanita tersebut, namun Raka masih berharap suatu saat nanti akan ada wanita yang melelehkan hati si Everest.


*********


Sudah satu minggu sejak bangunnya Maysha, Ray selalu setia menunggu selepas pulang kerja.


"Besok aku boleh pulang tuan, jadi tuan Ray tidak perlu lagi ke rumah sakit!" ucap Maysha yang sebenarnya merasa canggung dan tak enak jika Ray menunggu setiap malam.


"Iya aku tak bisa menjemput, besok biar Raka yang mengantarkan ke rumah!"

__ADS_1


"Tidak tuan aku di jemput Nayla"


"Jangan menolak terus suster May....aku tidak suka!"


Begitulah Ray, lelaki tanpa basa-basi itu telah membuat Maysha mati kutu! Dia masih merasa bersalah akan perbuatannya, bukannya marah Ray malah sering berada di sampingnya untuk merawat nya sampai sembuh.


"tidurlah sudah malam!"


"Iya tuan!"


"Mulai besok kamu akan tinggal di rumahku!"


"kenapa? aku sudah tidak bisa lagi bekerja denganmu tuan! aku masih belum bisa merawat tuan Arya!"


"Papa sudah mendapatkan suster baru!"


"Lalu?"


"Lalu apa?"


"Lalu untuk apa aku tinggal di rumah tuan Ray?"


"Sampai Monica tertangkap! setelah itu kamu bisa pindah!"


"Ada apa?" tanya Ray mendekat


"Eh.. tu-tuan tidak tidur?" ucap Maysha sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 11.30 malam.


"Bagaimana aku bisa tidur kalo suara ranjangnya terdengar jelas!"


"Ada apa?" tanyanya.


"Tu-tuan bisa pinjam ponselnya?"


"untuk apa?"


"A-aku akan meminta temenku yang jaga malam buat beli makanan! aku lapar tuan!"


ctaak...


"awwwoww tuan sakit!" aduh Maysha ketika keningnya di sentil pelan oleh Ray.


"Kenapa tidak bilang! dasar gadis bodoh!"

__ADS_1


Ray berlalu dari ruangan tersebut, meminta pengawalnya di luar untuk membeli makanan di kantin rumah sakit.


sesampainya makanan itu di tangan Maysha, gadis itu memakannya dengan sangat lahap.


hingga beberapa saat ponsel Ray berbunyi.


"Ada apa?"


"Ini Starla tuan!"


"Ya?"


"Kami menangkap dokter Darius!"


"Bawa ke markas!"


tut.....


"Aku pergi dulu, aku akan meminta temenmu untuk ke sini!"


"tidak usah tuan ini terlalu malam!"


"Tian yang akan menjemput nya!'" ucap Ray sambil membereskan pekerjaan nya.


"Tuan mau kemana? kenapa pergi malam-malam begini!?"


"Ada urusan!"


Tanpa mempedulikan lagi Maysha, Ray berlalu dari ruangan itu setelah berpesan pada kedua pengawalnya yang ada di depan ruangan Maysha.


Dia berlalu dari rumah sakit sambil menelpon Tian agar menjemput Nayla sahabat Maysha.


Tian yang di ketahui Ray memang masih terjaga segera mengambil kunci mobilnya dan melajukannya ke arah rumah Nayla.


Di markas, ternyata di sana sudah ada Raka yang tentunya ikut bersama Starla dan Jaya dalam pengrebekan dokter Darius, dokter dan juga ilmuwan yang sama dengan Starla ,yang sudah membantu Monica mengembangkan racun bunga Poppy.


"Paksa dia bangun!!" ucap Ray karena Ray tau Starla menyuntikkan obat tidur pada dokter Darius.


"Sepuluh menit lagi tuan!! pengaruh obat nya akan hilang!"


Dan benar saja dokter Darius sudah mulai mengerakkan kaki dan tangannya. setelah benar-benar sadar dia sedang terduduk di kursi walaupun tanpa ikatan di kaki dan tangannya.


"Wellcome back dokter Darius!" ucap manja Starla sambil memegang dagu dokter Darius yang masih lemas.

__ADS_1


bersama


__ADS_2