Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Pernikahan Bams


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Ray mencoba mencari keberadaan Monica tapi wanita itu benar-benar ular, dia benar-benar licik.


"Cukup Ray! jangan cari lagi!" perintah si taun besar.


"wanita itu akan menghilangkan setelah menyelesaikan satu rencananya, dia benar-benar wanita gila!"


"Baiklah tuan!"


tuan Adrian tau kebiasaannya Monica,sudah 6 tahun monica mengincar dirinya dan sudah 6 tahun ini juga Adrian melihat pola penyerangan Monica, jika sudah memakan korban Monica akan menghilang dan mencoba merencanakan strategi baru. Adrian teringat dengan masa lalu, masa di mana sepupunya masih hidup dan terjebak dengan seorang Monica, bahkan Kenzie sangat mencintai Monica.


Adrian yang terus berusaha mengingatkan Kenzie bahwa Monica bukanlah gadis yang baik kala itu tidak pernah di dengar oleh sepupunya itu, hingga akhirnya hubungan adrian dan Kenzie memburuk.


"Tuan!" kata Ray membuyarkan lamunan Adrian


"Ya..."


"Besok lusa Bams ijin untuk melangsungkan pernikahan nya dengan Camilla, jadi saya akan menempatkan Jaya untuk mengawal nyonya besar sampai masa cuti Bams berakhir!"


"Baiklah...dan....berikan hadiah yang terbaik untuk Bams untuk acara pernikahan nya!"


"Baik Tuan! apa tuan ada waktu untuk datang ke sana?"


"Iya kita datang berdua, karena aku tak ingin istri ku kecapekan.. perutnya semakin besar!"


"Baik tuan akan saya atur jadwalnya"


Ray kembali lagi ke ruangannya, selama hampir satu bulan ini suster May masih mengalami koma, jujur saja Ray merasa bersalah hanya karena mengincar dirinya, Monica hampir berhasil membunuh mereka sekeluarga. Namun untungnya Lerie dapat di selamatkan. Lerie sekarang tinggal di rumah Ray menemani papa Arya dan di bantu dengan suster baru yaitu suster Dina. Tentunya dengan seleksi sangat ketat yang di lakukan oleh Ray.


*********


Tuan Adrian datang dengan gagahnya di samping kanan agak kebelakang ada Ray yang menemani dan jangan lupakan Raka yang memang selalu menempel kemanapun Ray pergi. Mereka sedang berada di acara pernikahan Bams dan Camilla di sebuah hotel sebagai hadiah yang tuan Adrian berikan pada mereka.


Disana Bams juga mengundang Johan dan Kiara,serta Tian teman-teman Camilla yang masih mau berteman dengannya tentu.


"Selamat atas pernikahan kamu Mil" kata Kiara dengan senyuman yang merekah.


"Makasih...udah terlihat buncit ya perut kamu Ara!"


ucap Camilla yang begitu senang Kiara mau menjadi temannya.

__ADS_1


"Iya...abis ini kita ganti yang bikin sayang!" ucap Bams yang mana membuat wanita di samping nya merona.


"Belum selesai Bams masih resepsi!! tahan dulu napa!!" celetuk Johan


"Iya... iba dikit kek sama gue yang jomblo ngenes gini!" ucap Tian yang dari tadi tidak mau jauh dari Johan karena tidak dia datang seorang diri.


"Makanya move on!! cewek kegatelan gitu aja susah banget buat di move on in!!" ucap Johan.


"Eh gue udah move on ya!! cuma gue mau seleksi aja biar dapet yang terbaik!!" saut Tian.


"Seleksi aja terus sampai karatan noh kayak si Everest!"


pletaaakk...


"Awwwoww.....sakit bego!!" ucap Johan sambil berbalik badan, dan dia lihat ada Ray yang baru saja menjitak kepalanya.


"Hehehehhe loe Ray... eh tuan Adrian!" kata Johan sopan. Adrian hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja.


'Dasar!! bos sama asisten nya sama-sama Everest'! batin Johan.


Dan seperti seorang cenayang Ray bisa tau apa isi hati Johan.


"Buang pikiran loe!" kata Ray berbisik saat melewati Johan yanga akan memberikan selamat kepada Camilla dan Bams mengikuti Adrian. setelah mengucapkan selamat Adrian terlebih dahulu duduk sebentar menunggu Ray. sedangkan Ray dan Raka masih di pelaminan memberikan selamat pada mereka.


"Terimakasih tuan Ray atas doa nya!" saut Camilla.


"Terimakasih tuan! saya akan ingat nasehat Anda!"


"Baiklah kami harus pergi, ada klien yang datang dari luar negeri, tuan Adrian tak bisa melewati metting kali ini!"


"Iya tuan, kehadiran kalian sudah merupakan hal paling membahagiakan buat saya tuan! dan terima kasih atas hadiahnya tuan!" ucap Bams, kemudian Ray pergi dan memerintahkan Raka menyiapkan mobil.


"Selamat ya Mila! Bams!! akhirnya nikah juga!! ckck....dasar!! katanya adik..adik kok di kawinin!" sindir Raka.


"Eh bocah cantik!! bilang aja loe iri sama gue!! gue lebih laku daripada loe!!"


"Ckck....kalo bukan kasihan sama loe! Mila juga ogah nikah kali sama muka serem kayak loe!!"


"Dasar bocah tengik!!!"

__ADS_1


Begitulah mereka kalo bertemu, tak pernah ada akur-akurnya.


"Dah ah gue pergi!! ntar hadiah nya gue kirim ke kamar hotel loe!"


"Emang loe mau kasih gue hadiah apa?" selidik Bams


"Sini gue bisikin!"


Camilla hanya melihat interaksi dari mereka berdua, lelaki beda usia dan warna kulit itu terlihat akrab walaupun saling mengolok sesekali.


Setelah mendapatkan bisikan dari Raka, senyuman terbit di bibir si muka garang Bams.


"Dia berbisik apa bang?" tanya Mila.


"Ntar aja abang kasih tau!"


"Oohh..iya!"


"duuhh gemes banget sih ma istri abang ini!! nurut banget kamu yang!"


"Ihh abang!! dilihat banyak orang tuh!"


Pernikahan Bams dan Camilla juga di hadiri oleh tetangga-tetangga Bams yang sengaja mereka undang ke sana,. juga teman-teman premannya semuanya berbaur jadi satu. Camilla diam melihat semua tamu undangan, tak ada yang benar-benar akrab sama dia kecuali Kiara, tak ada sanak saudara dari pihak dia yang datang, untuk keluarga Bams adalah keluarga yang Wellcome pada Camilla, dia senang bisa diterima di keluarga Bams.


Mungkin ini adalah hadiah dari Tuhan atas penderitaan yang selama ini dia alami, Tuhan mengantikan semuanya dengan sesuatu yang lebih indah, Bams Lelaki yang beberapa saat lalu di anggapnya kakak laki-laki kini menjadi suaminya dan sangat menyayangi dirinya, Camilla juga yang membuat Bams menerima kembali keluarga nya, hubungan orangtua dan anak itu membaik seiring berjalannya waktu karena itulah Camila sangat di sayangi oleh keluarga Bams.


"Papa.... Mila sudah menikah!" gumam Camila lirih.


menyebutkan papanya, Mila teringat dengan wanita yang melahirkan dirinya, entah bagaimana kabarnya sekarang, pertama dan terakhir Mila bertemu sang mama bahkan pura-pura tak mengenali nya.


Bams seakan tau kesenduan wajah istrinya.


"Kau milik Bams Mila!! mulai sekarang jangan mengingat masa lalu!! kamu sudah tidak punya siapa-siapa kecuali Bams!! ingat itu!! dan aku memerintahkan padamu untuk bahagia!!"


ucap Bams menenangkan hati sang istri, ya Camila harus bahagia melupakan segalanya, segala penderitaan yang pernah di alaminya.


"Kau milil Bams sekarang dan kau tidak punya masa lalu!!! Hidupmu untuk masa sekarang Mil, masa bersama Bams!!" tegas Bams kembali, dan Camila tersenyum di akhir i dengan anggukan nya.


bersambung....

__ADS_1


Aku tuh sebenernya respek banget sama Camilla, banyak lho orang-orang kayak Camilla di luar sana yang bahkan berubah jadi baik saja masih di ragukan oleh orang-orang di sekitarnya, makanya aku bikin Camilla bahagia, gak ngarepin si gunung Everest yang nyatanya udah gak cinta lagi sama dia...


Selamat Bams.. Camilla...😊😊🤭


__ADS_2