Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 99


__ADS_3

Chika yang sudah janjian mau mencari sepatu wedding , sudah dandan dengan cantik.


Meskipun masih ada mual sekali sekali , tapi dia masih bisa untuk keluar.


Tidak lama Hp Chika berbunyi , terlihat nama Victor di layar Hp nya.


"Halo Victor" , jawab Chika.


"Halo Chika sayang , apa kamu sudah selesai?" , tanya Victor.


"Sudah Victor , kamu sudah sampai dimana sekarang?" , tanya Chika.


"Aku sudah sampai di depan rumah kamu sayang" , jawab Victor.


"Ok , aku keluar sekarang ya" , ucap Chika.


"Ok sayang , aku tunggu ya" , jawab Victor sambil memutuskan panggilan telponnya.


Chika keluar dari kamarnya , terlihat papa Wira dan mama Vivi sedang duduk di ruang keluarga.


"Pa...ma...Chika pergi dulu ya" , ijin Chika.


"Pergi sama siapa nak?" , tanya papa Wira.


"Sama Victor pa" , jawab Chika.


"Ok , kamu hati-hati ya" , jawab papa Wira dan mama Vivi.


"Iya pa...ma..." , jawab Chika.


Chika menuju keluar rumahnya dan berjalan menghampiri mobil Victor.


"Kamu masih mual gak sayang?" , tanya Victor setelah Chika masuk ke dalam mobil.


"Tadi masih mual sedikit" , jawab Chika.


"Kalau nanti gak kuat , kasih tau aja ya" , kita langsung cari tempat istirahat.


"Iya Victor" , jawab Chika.


Victor langsung menjalankan mobilnya menuju ke arah mall.


Selama dalam perjalanan , mereka mengobrol ringan dan membahas sedikit tentang pernikahan mereka yang tinggal 3 minggu lagi.


Tidak berasa mobil Victor sudah sampai di parkiran mall.


Setelah mobil Victor terparkir disana , Chika dan Victor turun dari mobil sambil bergandengan tangan masuk ke dalam mall.


Sampai di mall , Victor dan Chika langsung mencari sepatu untuk acara nikah mereka.


Awalnya Chika memilih sepatu warna baby pink yang heels nya 12 cm , tapi dilarang sama Victor.


"Jangan Chika , itu sangat tinggi sekali , kalau kamu nanti terjatuh bagaimana?" , ucap Victor.


"Tapi aku suka ini , warnanya juga cocok sama baju aku nanti" , jawab Chika.


"Jangan ya sayang , kita coba cari yang lain lagi ya" , jawab Victor dengan lembut.


Akhirnya mereka mencari lagi ke toko lain di dalam mall.


Chika dapat satu flat shoes yang bagus warna putih.


"Kalau ini buat akad nikah bagaimana?" , tanya Chika.

__ADS_1


"Kalau ini kan gak tinggi jadi boleh" , jawab Victor sambil tersenyum.


"Ok , aku ambil ini ya buat akad nikah nanti" , ucap Chika.


Victor menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke kasir , membayar sepatu yang dipilih oleh Chika.


Setelah itu Chika masih mencari sepatu untuk acara resepsi.


Sudah mereka kelilingi semua toko sepatu yang ada di area mall , tapi gak ada yang Chika sukai.


"Aku capek Victor , sepatunya juga gak ketemu , cuma tadi aja yang benar-benar cocok sama warna baju aku , sama-sama baby pink , cari warna gitu memang susah Victor" , ucap Chika sambil mengeluh.


Melihat Chika yang sudah mulai kecapean , akhirnya Victor tidak tega juga.


"Ya udah , kalau cuma itu yang cocok , kita beli saja , tapi nanti jalannya pelan-pelan ya" , ucap Victor dengan lembut.


"Beneran Victor , gak apa apa" , jawab Chika dengan mata yang berbinar-binar karena senang.


"Iya Chika sayang , boleh" , jawab Victor sambil tersenyum.


Chika dan Victor langsung menuju ke toko yang ada sepatu warna baby pink kesukaan Chika.


Sampai disana Chika langsung mencoba sepatu itu , dan sangat pas sekali , cocok di kaki Chika.


Setelah Chika mencobanya , Victor langsung membayar ke kasir sepatu yang Chika sukai itu , lalu mereka berjalan keluar dari toko sepatu tersebut.


"Sekarang kita mau kemana lagi?" , tanya Victor.


"Makan dulu ya , aku lapar muter-muter dari tadi" , jawab Chika sambil mengelus perutnya.


"Baby nya sudah lapar ya , kita cari makan sekarang ya" , ucap Victor sambil melihat ke perut Chika.


"Mau makan apa?" , tanya Victor.


Victor dan Chika menuju ke restoran yang jual sop iga.


Sampai di depan restoran , tiba-tiba Chika merasa mual dengan bau yang ada di restoran tersebut.


Victor yang melihat Chika mual , langsung memegangi Chika.


"Apa mau ke toilet?" , tanya Victor.


"Kita pergi dari sini aja , baunya aku gak kuat" , jawab Chika.


Victor dan Chika duduk di kursi yang disediakan di mall.


Chika mulai mencium bau minyak kayu putih dan Victor mengusap punggung Chika.


"Bagaimana , sudah mendingan belum?" , tanya Victor.


"Sudah enakan Victor" , jawab Chika.


"Jadi bagaimana , kita makan yang lain aja ya , mungkin baunya terlalu kuat jadi kamu tidak tahan" , ucap Victor.


"Iya , kayaknya kita makan pasta aja ya" , jawab Chika.


Victor menganggukkan kepalanya dan mereka pun mulai berdiri dan berjalan menuju ke restoran pasta.


Sampai di dalam restoran pasta , Chika baik-baik saja , tidak ada rasa mual yang dirasakannya.


Chika dan Victor memesan spaghetti favorit disana.


Setelah pesanan mereka datang , mereka makan sambil mengobrol ringan , terkadang terdengar tawa diantara mereka.

__ADS_1


Tidak lama makanan mereka pun habis.


"Ada yang mau kamu cari lagi Chika sayang" , tanya Victor.


"Gak ada lagi Victor , kita pulang aja ya , aku capek banget rasanya" , jawab Chika.


"Ok setelah aku bayar makanan kita , kita langsung pulang ya" , ucap Victor.


Chika hanya menganggukkan kepalanya.


Victor meminta bill sama pelayan di sana dan membayarnya.


Setelah Victor selesai membayar makanan mereka , Victor dan Chika berjalan keluar sambil bergandengan tangan menuju ke parkiran mobil.


Sampai di mobil Victor memasukkan barang belanjaan Chika di kursi belakang.


Setelah itu mereka masuk ke mobil , Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumah Chika.


Selama dalam perjalanan tidak ada obrolan diantara mereka , tidak lama mobil Victor pun sampai di rumah Chika.


"Aku pulang dulu ya Victor" , ucap Chika sambil mencium pipi Victor.


"Ok Chika sayang , setelah ini langsung masuk ke rumah , istirahat ya" , kata Victor sambil mencium kening Chika.


"Iya Victor" , jawab Chika.


Setelah itu Chika turun dari mobil Victor dan mengambil barang belanjaannya di kursi belakang , lalu Chika berjalan masuk menuju ke dalam rumahnya.


Setelah melihat Chika masuk ke rumahnya , Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.


********


Sampai di apartemen...Sandra memasukkan semua bahan yang dibelinya ke dalam kulkas.


Makanan snack dan cemilan dimasukin ke lemari di dapur.


Setelah itu Sandra masuk ke kamar , dilihatnya suaminya sudah duduk di kasur dengan baju rumahnya.


Sandra mengambil dasternya di lemari.


"Hubby....tolong bantuin bukain baju aku dong" , ucap Chika.


"Iya sayang" , jawab Antonio sambil turun dari kasur dan berjalan mendekati bidadari cantiknya.


Setelah Antonio membuka resleting baju Sandra....


Sandra langsung membukanya dan menggunakan dasternya.


"Gak pake dalaman sayang" , tanya Antonio yang melihat bidadari cantiknya gak pake penutup dadanya.


"Gak usah deh hubby , gak ada orang juga selain kita berdua disini" , ucap Sandra.


"Aku semakin mudah dong kalau mau bermain-main" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Hari ini aku capek hubby , belum juga nanti mau masak" , ucap Sandra dengan manja.


"Iya sayang , hari ini kita istirahat aja" , ucap Antonio , yang gak tega melihat bidadari cantiknya kecapean.


Sandra meletakkan bajunya di atas kursi dan mulai membersihkan wajahnya , setelah itu Sandra naik ke atas kasur dan langsung membaringkan tubuhnya.


Tidak butuh waktu lama , Sandra pun tertidur.


Antonio menciumi kening istrinya dan ikut tidur sambil memeluk bidadari cantiknya.

__ADS_1


__ADS_2