
Chika yang sudah janjian mau mencari sepatu wedding , sudah dandan dengan cantik.
Meskipun masih ada mual sekali sekali , tapi dia masih bisa untuk keluar.
Tidak lama Hp Chika berbunyi , terlihat nama Victor di layar Hp nya.
"Halo Victor" , jawab Chika.
"Halo Chika sayang , apa kamu sudah selesai?" , tanya Victor.
"Sudah Victor , kamu sudah sampai dimana sekarang?" , tanya Chika.
"Aku sudah sampai di depan rumah kamu sayang" , jawab Victor.
"Ok , aku keluar sekarang ya" , ucap Chika.
"Ok sayang , aku tunggu ya" , jawab Victor sambil memutuskan panggilan telponnya.
Chika keluar dari kamarnya , terlihat papa Wira dan mama Vivi sedang duduk di ruang keluarga.
"Pa...ma...Chika pergi dulu ya" , ijin Chika.
"Pergi sama siapa nak?" , tanya papa Wira.
"Sama Victor pa" , jawab Chika.
"Ok , kamu hati-hati ya" , jawab papa Wira dan mama Vivi.
"Iya pa...ma..." , jawab Chika.
Chika menuju keluar rumahnya dan berjalan menghampiri mobil Victor.
"Kamu masih mual gak sayang?" , tanya Victor setelah Chika masuk ke dalam mobil.
"Tadi masih mual sedikit" , jawab Chika.
"Kalau nanti gak kuat , kasih tau aja ya" , kita langsung cari tempat istirahat.
"Iya Victor" , jawab Chika.
Victor langsung menjalankan mobilnya menuju ke arah mall.
Selama dalam perjalanan , mereka mengobrol ringan dan membahas sedikit tentang pernikahan mereka yang tinggal 3 minggu lagi.
Tidak berasa mobil Victor sudah sampai di parkiran mall.
Setelah mobil Victor terparkir disana , Chika dan Victor turun dari mobil sambil bergandengan tangan masuk ke dalam mall.
Sampai di mall , Victor dan Chika langsung mencari sepatu untuk acara nikah mereka.
Awalnya Chika memilih sepatu warna baby pink yang heels nya 12 cm , tapi dilarang sama Victor.
"Jangan Chika , itu sangat tinggi sekali , kalau kamu nanti terjatuh bagaimana?" , ucap Victor.
"Tapi aku suka ini , warnanya juga cocok sama baju aku nanti" , jawab Chika.
"Jangan ya sayang , kita coba cari yang lain lagi ya" , jawab Victor dengan lembut.
Akhirnya mereka mencari lagi ke toko lain di dalam mall.
Chika dapat satu flat shoes yang bagus warna putih.
"Kalau ini buat akad nikah bagaimana?" , tanya Chika.
__ADS_1
"Kalau ini kan gak tinggi jadi boleh" , jawab Victor sambil tersenyum.
"Ok , aku ambil ini ya buat akad nikah nanti" , ucap Chika.
Victor menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke kasir , membayar sepatu yang dipilih oleh Chika.
Setelah itu Chika masih mencari sepatu untuk acara resepsi.
Sudah mereka kelilingi semua toko sepatu yang ada di area mall , tapi gak ada yang Chika sukai.
"Aku capek Victor , sepatunya juga gak ketemu , cuma tadi aja yang benar-benar cocok sama warna baju aku , sama-sama baby pink , cari warna gitu memang susah Victor" , ucap Chika sambil mengeluh.
Melihat Chika yang sudah mulai kecapean , akhirnya Victor tidak tega juga.
"Ya udah , kalau cuma itu yang cocok , kita beli saja , tapi nanti jalannya pelan-pelan ya" , ucap Victor dengan lembut.
"Beneran Victor , gak apa apa" , jawab Chika dengan mata yang berbinar-binar karena senang.
"Iya Chika sayang , boleh" , jawab Victor sambil tersenyum.
Chika dan Victor langsung menuju ke toko yang ada sepatu warna baby pink kesukaan Chika.
Sampai disana Chika langsung mencoba sepatu itu , dan sangat pas sekali , cocok di kaki Chika.
Setelah Chika mencobanya , Victor langsung membayar ke kasir sepatu yang Chika sukai itu , lalu mereka berjalan keluar dari toko sepatu tersebut.
"Sekarang kita mau kemana lagi?" , tanya Victor.
"Makan dulu ya , aku lapar muter-muter dari tadi" , jawab Chika sambil mengelus perutnya.
"Baby nya sudah lapar ya , kita cari makan sekarang ya" , ucap Victor sambil melihat ke perut Chika.
"Mau makan apa?" , tanya Victor.
Victor dan Chika menuju ke restoran yang jual sop iga.
Sampai di depan restoran , tiba-tiba Chika merasa mual dengan bau yang ada di restoran tersebut.
Victor yang melihat Chika mual , langsung memegangi Chika.
"Apa mau ke toilet?" , tanya Victor.
"Kita pergi dari sini aja , baunya aku gak kuat" , jawab Chika.
Victor dan Chika duduk di kursi yang disediakan di mall.
Chika mulai mencium bau minyak kayu putih dan Victor mengusap punggung Chika.
"Bagaimana , sudah mendingan belum?" , tanya Victor.
"Sudah enakan Victor" , jawab Chika.
"Jadi bagaimana , kita makan yang lain aja ya , mungkin baunya terlalu kuat jadi kamu tidak tahan" , ucap Victor.
"Iya , kayaknya kita makan pasta aja ya" , jawab Chika.
Victor menganggukkan kepalanya dan mereka pun mulai berdiri dan berjalan menuju ke restoran pasta.
Sampai di dalam restoran pasta , Chika baik-baik saja , tidak ada rasa mual yang dirasakannya.
Chika dan Victor memesan spaghetti favorit disana.
Setelah pesanan mereka datang , mereka makan sambil mengobrol ringan , terkadang terdengar tawa diantara mereka.
__ADS_1
Tidak lama makanan mereka pun habis.
"Ada yang mau kamu cari lagi Chika sayang" , tanya Victor.
"Gak ada lagi Victor , kita pulang aja ya , aku capek banget rasanya" , jawab Chika.
"Ok setelah aku bayar makanan kita , kita langsung pulang ya" , ucap Victor.
Chika hanya menganggukkan kepalanya.
Victor meminta bill sama pelayan di sana dan membayarnya.
Setelah Victor selesai membayar makanan mereka , Victor dan Chika berjalan keluar sambil bergandengan tangan menuju ke parkiran mobil.
Sampai di mobil Victor memasukkan barang belanjaan Chika di kursi belakang.
Setelah itu mereka masuk ke mobil , Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumah Chika.
Selama dalam perjalanan tidak ada obrolan diantara mereka , tidak lama mobil Victor pun sampai di rumah Chika.
"Aku pulang dulu ya Victor" , ucap Chika sambil mencium pipi Victor.
"Ok Chika sayang , setelah ini langsung masuk ke rumah , istirahat ya" , kata Victor sambil mencium kening Chika.
"Iya Victor" , jawab Chika.
Setelah itu Chika turun dari mobil Victor dan mengambil barang belanjaannya di kursi belakang , lalu Chika berjalan masuk menuju ke dalam rumahnya.
Setelah melihat Chika masuk ke rumahnya , Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.
********
Sampai di apartemen...Sandra memasukkan semua bahan yang dibelinya ke dalam kulkas.
Makanan snack dan cemilan dimasukin ke lemari di dapur.
Setelah itu Sandra masuk ke kamar , dilihatnya suaminya sudah duduk di kasur dengan baju rumahnya.
Sandra mengambil dasternya di lemari.
"Hubby....tolong bantuin bukain baju aku dong" , ucap Chika.
"Iya sayang" , jawab Antonio sambil turun dari kasur dan berjalan mendekati bidadari cantiknya.
Setelah Antonio membuka resleting baju Sandra....
Sandra langsung membukanya dan menggunakan dasternya.
"Gak pake dalaman sayang" , tanya Antonio yang melihat bidadari cantiknya gak pake penutup dadanya.
"Gak usah deh hubby , gak ada orang juga selain kita berdua disini" , ucap Sandra.
"Aku semakin mudah dong kalau mau bermain-main" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Hari ini aku capek hubby , belum juga nanti mau masak" , ucap Sandra dengan manja.
"Iya sayang , hari ini kita istirahat aja" , ucap Antonio , yang gak tega melihat bidadari cantiknya kecapean.
Sandra meletakkan bajunya di atas kursi dan mulai membersihkan wajahnya , setelah itu Sandra naik ke atas kasur dan langsung membaringkan tubuhnya.
Tidak butuh waktu lama , Sandra pun tertidur.
Antonio menciumi kening istrinya dan ikut tidur sambil memeluk bidadari cantiknya.
__ADS_1