
Pagi harinya Antonio yang sudah bangun melihat ke arah istri dan anaknya.
"Ini gak mama gak anak , sama saja masih belum bangun" , ucap Antonio sambil menggelengkan kepalanya.
Antonio turun dari kasur dan memilih untuk mandi duluan.
Setelah Antonio selesai mandi , terlihat anak dan istrinya masih tidur saja di atas kasur.
Antonio berjalan mendekati tubuh istrinya.
"Sayang...sayang...bangun", ucap Antonio sambil menciumi wajah istrinya.
"Iya hubby , sudah pagi ya" , ucap Sandra dengan suara seraknya.
"Iya sayang , sudah pagi" , jawab Antonio.
Sandra mulai membangunkan anak manjanya.
"Anak mama sayang , bangun" , ucap Sandra sambil mengelus wajah Alvaro.
Alvaro yang mendengar suara mamanya , langsung membuka matanya.
"Masih mau tidur ma , kan hari ini gak sekolah" , jawab Alvaro.
"Iya sayang , tapi kita kan mau temani papa ke lokasi" , ucap Sandra dengan lembut.
"Iya , aku bangun , tapi cium dulu ma" , ucap Alvaro.
"Iya nak" , ucap Sandra sambil mencium wajah anaknya.
"Kurang banyak ma , disini belum , disini belum" , ucap Alvaro sambil menunjuk pipi kanan dan pipi kirinya.
Sandra langsung tersenyum melihat tingkah anaknya yang manja ini.
Sandra menciumi kedua pipi Alvaro.
"Masih kurang ma , di hidung aku belum" , ucap Alvaro lagi.
Antonio langsung memukul kaki anaknya.
"Sudah , cepetan mandi sana , nanti papa carikan kamu istri yang bisa menciumi seluruh wajah kamu" , ucap Antonio.
"Iya papa , sakit tau kaki aku dipukul gitu" , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya sambil mengelus kakinya.
"Sudah hubby , jangan dipukul gitu anaknya" , ucap Sandra.
"Kalau gak aku gitukan , banyak banget maunya" , ucap Antonio.
"Ya sudah sayang , kamu pergi mandi lagi ya" , ucap Sandra.
"Iya mama" , jawab Alvaro sambil turun dari kasur dan berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar sebelah.
"Hubby pasti cemburu kan" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Ya iya la sayang , aku aja gak dapat ciuman sebanyak itu di pagi hari" , ucap Antonio.
__ADS_1
Sandra langsung tersenyum melihat tingkah suaminya itu.
Sandra meletakkan kedua tangannya di wajah suaminya dan mulai menciumi setiap wajah suaminya sampai terakhir Sandra menciumi bibir suaminya.
"Kalau seperti ini aku gak cemburu lagi sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Kamu itu sebenarnya sama dengan anak kamu , sama-sama manja" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Tapi kamu lebih manja kan dari pada aku" , ucap Antonio sambil tersenyum simpul.
"Baiklah hubby sayang , aku mau mandi dulu ya" , ucap Sandra.
Antonio pun menganggukkan kepalanya.
Sandra turun dari kasur dan berjalan mengambil bajunya , masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Antonio melihat kerjaan yang dikirimkan lewat email nya sambil menunggu istri dan anaknya selesai mandi.
Alvaro yang sudah selesai mandi , berjalan masuk ke kamar papa dan mamanya.
"Mama belum selesai pa?" , tanya Alvaro sambil naik ke atas kasur dan menelungkup kan tubuhnya di dekat papanya.
"Belum nak" , jawab Antonio yang matanya masih membaca email di dalam ponselnya.
"Labor mini aku kenapa belum dibuat juga pa?" , tanya Alvaro.
"Oh iya sayang , katanya pak Budi mau memperlihatkan gambarnya kepada papa kalau sudah jadi , tapi sampai sekarang belum ada kabar , nanti kalau di lokasi kita ketemu pak Budi , papa tanyakan langsung ya" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Alvaro sambil memainkan game yang ada di ponselnya.
"Mama , kalau gak dandan mama sudah cantik banget , kenapa mama harus dandan kalau mau keluar?" , tanya Alvaro yang sudah duduk di kasur dan melihat ke arah mamanya.
"Setiap wanita itu kalau mau keluar pasti dandan sedikit sayang" , ucap Sandra.
"Kenapa aku gak pernah melihat kakak dandan?" , ucap Alvaro.
"Kalau kakak kan masih sekolah nak , jadinya dia hanya menggunakan bedak dan pelembap bibir saja , nanti setelah kakak lulus SMA baru kakak akan mulai merias wajahnya" , ucap Sandra.
Alvaro hanya menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita jalan lagi" , ucap Sandra yang sudah selesai merias wajahnya.
Antonio dan Alvaro turun bersama dari kasur dan berjalan keluar dari kamar bersama Sandra menuju ke restoran hotel untuk sarapan pagi.
********
Angelica yang sudah bangun , keluar dari kamarnya dan turun kebawah menuju ke meja makan.
"Kenapa nona kecil gak ikut tuan dan nyonya pergi ke kota P?" , tanya Tuti yang mulai menghidangkan roti dan selai di atas meja untuk Angelica.
"Gak mba , aku mau pergi dengan James" , jawab Angelica.
"Tuti jadi iri , dulu lihat tuan dan nyonya bermesraan , sekarang nona kecil yang sudah mempunyai pasangan dan Tuti masih saja sendiri" , ucap Tuti sambil duduk di salah satu kursi meja makan.
"Kenapa mba Tuti gak menikah?" , tanya Angelica.
__ADS_1
"Karena Tuti gak mau meninggalkan pekerjaan di rumah ini , Tuti sudah sangat suka bekerja dengan tuan Antonio dan nona muda , kalau Tuti menikah , Tuti gak bisa lagi tinggal disini" , jawab mba Tuti.
"Apa yang membuat mba Tuti suka bekerja dengan papa dan mama?" , tanya Angelica.
"Tuan Antonio dan nona muda sangat baik dan tidak pernah memperlakukan kami sebagai pembantu , kami selalu diperlakukan seperti keluarga" , jawab Tuti.
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
"Baiklah mba , nanti siang dan malam aku gak makan dirumah ya" , ucap Angelica.
"Mau makan sama pacarnya ya nona kecil" , ucap Tuti sambil tersenyum.
"Iya mba" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Aku ke atas dulu ya mba" , ucap Angelica setelah selesai makan.
"Iya nona kecil" , jawab mba Tuti.
.
.
"Gak berasa nona kecil yang dulu masih bayi , sekarang sudah dewasa dan sudah punya pacar" , ucap Tuti dalam hatinya sambil melihat Angelica berjalan naik ke atas.
Setelah itu Tuti membereskan meja makan dan berjalan menuju ke dapur.
Angelica yang sudah sampai di dalam kamarnya , mulai membuka buku pelajarannya , dan membacanya untuk beberapa waktu.
Sampai jam menunjukkan pukul 9 , Angelica menutup bukunya dan mengambil bajunya di lemari , berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Angelica yang sudah selesai mandi , berjalan ke meja rias menggunakan bedaknya dan pelembap bibirnya.
Angelica melihat jam yang ada di kamarnya , jam menunjukkan pukul 10 kurang 15 menit.
"Aku menunggu di kamar saja kalau gitu" , gumam Angelica.
********
James yang telat bangun pagi itu , langsung terkejut begitu melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi.
"Aduh aku sudah telat" , ucap James sambil turun dari kasur , mencuci mukanya dan mengganti bajunya.
Sebelum pergi , James tidak lupa untuk menyemprotkan parfum yang banyak di tubuhnya , karena dia tidak mandi pagi itu.
"Aku pergi dulu ya ma" , ucap James sambil berjalan dengan cepat keluar dari rumah.
"Kamu gak makan dulu" , ucap mama Heni.
"Gak keburu lagi ma , aku harus jemput Angelica dulu , lalu langsung ke waterboom" , ucap James.
"Baiklah nak , hati-hati bawa mobilnya , jangan ngebut ya" , teriak mama Heni.
"Iya ma" , jawab James sambil berteriak karena dia sudah hampir sampai di pintu.
James langsung masuk ke mobilnya dan membawanya menuju ke rumah Angelica.
__ADS_1