
"Sudah sampai , turun yuk" , kata Sandra.
"Ayo , nanti ceritain lagi ya di cafe" , ucap Karin.
"Iya...iya..." , ucap Sandra.
Sampai di cafe Matahari , mereka memesan minuman dan makanan ringan.
"Jadi gimana ceritanya , lanjutin lagi dong , aku penasaran banget nih" , ucap Karin.
"Iya kan aku udah bilang menembaknya biasa aja" , ucap Sandra.
"Gak mungkin dong , pasti bukan tembak biasa" , ucap Karin.
"Gak tembak biasa , jadi maksudnya , tembak luar biasa gitu" , jawab Sandra sambil tertawa.
"Iya lah , pasti , secara kan udah nembak , trus gak nyampe 3 bulan udah mau menikah" , ucap Karin.
"Ya menembaknya biasa , tapi keputusan menikah itu , terjadi ketika makan malam keluarga" , ucap Sandra.
"Maksudnya?" , tanya Karin yang semakin penasaran.
"Jadi , yang memutuskan untuk menikahkan kami secepatnya , itu papa nya kak Antonio" , ucap Sandra.
"Oh...aku kirain , kak Antonio langsung melamar kamu , untuk menikah dengannya" , ucap Karin.
"Kak Antonio ,melamar aku setelah kita membahas masalah pernikahan" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Oh...tapi bagus juga ya , sudah direstui kedua orang tua , tapi aku bingung juga bagaimana kalian bisa cepat direstui , kelihatannya juga tante Shinta sayang banget sama kamu" , ucap Karin.
"Papa mama aku dan papa mama kak Antonio itu , sudah berteman lama , makanya pertemuan antar keluarga , sudah tidak ada rasa canggung lagi" , ucap Sandra.
"Oh...pantesan , satu lagi , apa yang membuat kamu mau menikah dengan kak Antonio?" , tanya Karin dengan antusias.
"Aku berasa kayak di wawancara deh" , ucap Sandra sambil tertawa.
"Aku kan penasaran Sandra , soalnya kamu dari dulu , semua cowok ganteng yang ngejar kamu , ditolak seperti es , langsung bilang , S-O-R-R-Y" , ucap Karin , yang sambil membayangkan , bagaimana Sandra menolak cowok yang mengejar nya , pada saat sekolah.
Sandra langsung tertawa , mendengar ucapan Karin.
"Kamu ingat aja" , ucap Sandra , yang masih tertawa.
"Ya ingat la , gak mungkin aku lupa" , ucap Karin yang ikut tertawa juga.
"Jadi gimana , apa yang membuat kamu mau menikah?" , tanya Karin yang sudah tidak sabaran.
"Jawabannya hanya satu , karena orangnya itu adalah kak Antonio" , ucap Sandra.
"Iya Sandra , aku tau , tapi kenapa ketika kak Antonio kamu mau" , ucap Karin , yang semakin tidak sabaran.
"Ih...gemes aku liat kamu penasaran" , ucap Sandra sambil tertawa.
"Kamu gitu deh , suka banget liat aku penasaran" , ucap Karin , sambil memanyunkan bibirnya.
Sandra hanya ketawa melihat wajah sahabatnya itu , sambil makan makanan yang sudah mereka pesan.
"Aku minum es lemon tea aku dulu deh , biar kepala aku dingin , gak dibuat penasaran lagi sama kamu" , ucap Karin.
__ADS_1
"Memangnya bisa , lemon tea gak buat kamu penasaran?" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Ya kali aja bisa", ucap Karin asal.
"Ya udah , makan dulu juga , kasian tuh makanan di nganggurin , sama si penasaran" , ucap Sandra sambil tertawa.
"Kannnnn....kamu gitu deh" , ucap Karin , yang semakin kesel.
"Ha...ha...ha... , iya...iya... aku kasih tau deh , kasian liat kamu yang udah be-te" , ucap Sandra.
"Nah , itu tau , makanya buruan kasih tau" , ucap Karin , yang masih penasaran.
"Ya , karena hanya bersama dia aku bisa nyaman" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Aduh , cuma itu aja , kasih taunya lama banget" , ucap Karin.
Tapi aku senang , akhirnya kamu bisa menemukan orang yang kamu suka , aku lihat juga...kak Antonio sangat menyayangi kamu.
"Iya...makasih ya Karin" , ucap Sandra.
"Udah sore nih , kita jalan pulang lagi ya , aku masih harus ke kantor kak Antonio juga" , ucap Sandra.
"Iya boleh , kapan-kapan kita ketemuan lagi" , ucap Karin.
Dibalas anggukan kepala oleh Sandra.
Setelah Sandra membayar pesanan makanan , mereka pun jalan keluar.
Ketika mereka jalan hampir di tengah taman , tiba-tiba tangan Sandra ditarik dengan kasar.
YOGI...ternyata kamu , lepaskan aku , aku mohon.
Karin yang panik melihat Sandra ditarik oleh lelaki yang tidak dia kenal , langsung berlari memanggil pak Maman.
"Pak Maman , tolong pak , tolong , Sandra di culik pak" , kata Karin , yang sedang panik.
Mendengar Sandra diculik , pak Maman langsung berlari mengikuti Karin.
Dengan kasar , Yogi mendorong tubuh Sandra ke pohon besar yang ada di sana.
BUGGGGG...terdengar suara benturan yang keras.
"Awwwww sakittttttt" , ucap Sandra.
Yogi memegang bahu Sandra dengan kuat.
"Sakit Yogi , sakit , lepaskan aku" , ucap Sandra.
"Gue gak mau lepasin loe , gue cinta sama loe , kenapa loe gak mau milih gue , kenapa harus laki-laki lain" , ucap Yogi dengan nada marah.
Sandra hanya bisa menangis karena rasa sakit di punggungnya.
"Loe jawab gue Sandra , jawab gue" , ucap Yogi dengan kasar.
"Loe lepasin gue dulu , sakit banget Yogi" , ucap Sandra sambil menangis.
"Gue gak mau , gue mau loe jawab dulu" , ucap Yogi.
__ADS_1
"Gue gak suka sama loe , dari dulu gue gak suka" , jawab Sandra dengan berlinang air mata.
"Lepasin nona muda , kalau tidak saya laporin kamu ke polisi" , ucap pak Maman yang sudah sampai disana.
"Lepasin Sandra , kalau gak gue teriak nih" , ucap Karin.
Mendengar ancaman pak Maman dan Karin , akhirnya Yogi melepaskan Sandra.
Sandra langsung berlari ke arah pak Maman dan Karin.
Sandra , Karin dan pak Maman langsung berjalan ke arah mobil.
Yogi hanya terduduk lemas disana , kata-kata Sandra , "gue gak suka sama loe , dari dulu gue gak suka" , terngiang-ngiang di telinga Yogi.
Sandra , Karin dan pak Maman sudah masuk di mobil.
Melihat Sandra yang terus menangis dan mengatakan sakit sambil memegang punggungnya , membuat pak Maman khawatir.
Pak Maman langsung mengambil Hp nya dan menelpon Antonio.
Di ruangan meeting , terdengar suara Hp Antonio berbunyi.
Antonio melihat nama pak Maman dan langsung mengangkatnya.
"Halo pak" , jawab Antonio.
"Halo pak , nona muda disakiti sama seseorang pak , sekarang nona muda menangis kesakitan" , lapor pak Maman.
"Apa kamu ada wajah orang yang menyakiti Sandra?" , tanya Antonio.
"Ada pak , saya kirimkan fotonya setelah ini" , ucap pak Maman.
"Ok , sekarang kamu bawa Sandra ke hotel" , ucap Antonio yang langsung panik mendengar laporan dari pak Maman.
Antonio langsung menelpon Reihan temannya yang seorang dokter.
Begitu sambungan telpon tersambung , Antonio yang sedang panik , langsung ngomong tanpa basa basi.
"Reihan , kamu datang ke hotel sekarang" , titah Antonio.
"Ada apa , siapa yang sakit?" , tanya Reihan.
"Cewek aku , pokoknya kamu datang dulu ke hotel , cepetan ya" , titah Antonio.
"Iya...iya...bos besar , aku jalan kesana sekarang" , ucap Reihan.
"Untuk meeting hari ini , cukup sampai disini dulu" , ucap Antonio kepada para karyawannya.
"Baik pak" , ucap karyawannya sambil keluar dari ruangan meeting.
"Ada masalah apa pak?" , tanya Robi sang asisten.
"Calon istri aku di sakiti sama cowok ini , tolong kamu cari tau siapa dia" , ucap Antonio , sambil memperlihatkan foto yang dikirimkan oleh pak Maman.
"Baik pak , kalau gitu saya lanjutkan pekerjaan saya lagi" , ucap Robi.
"Ok Robi" , ucap Antonio.
__ADS_1