Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 5


__ADS_3

Setelah Vincent berumur 2 tahun , Chika melahirkan anaknya yang dengan Victor.


Anak pertama yang dia miliki bersama Victor anak cewek yang mereka beri nama Camila dan setahun kemudian Chika melahirkan lagi anak cowok yang diberi nama Valentino.


Sejak anak kandung Victor lahir , Victor tidak pernah membeda-bedakan Vincent dengan adik-adiknya , Victor selalu menyayangi ketiga anaknya dengan kasih sayang yang sama.


Mama Farah dan papa Wijaya juga sangat menyayangi cucu mereka.


Sejak Vincent mulai besar , sudah tidak terdengar lagi berita Yogi.


Pagi itu Chika yang baru bangun tidur langsung keluar dari kamar dan menuju ke kamar anaknya Camila dan Valentino.


Anak-anak Chika yang sudah besar selalu butuh diperhatikan meskipun mereka sudah berumur 15 tahun dan 14 tahun.


Berbeda dengan Vincent yang sudah bisa mengurus dirinya sendiri sejak dia sudah duduk di bangku SMP.


Chika langsung membangunkan Valentino anaknya yang paling kecil yang suka malas bangun pagi itu.


"Valentino ayo bangun , mama hitung sampai tiga , kalau gak bangun juga mama pukul pantat kamu" , ucap Chika sambil membuka selimut anaknya.


"Iya mama galak" , ucap Valentino sambil mengucek matanya dan berdiri dari kasurnya masuk ke kamar mandi.


Setelah itu Chika menuju ke kamar Camila.


Seperti biasa Camila sudah bangun dan siap mandi , tapi dia selalu sibuk mencari buku pelajarannya , karena meja belajarnya yang berantakan membuat dia selalu sulit untuk mencari buku yang akan dibawanya ke sekolah.


"Makanya kamu itu meja belajar dirapikan , jadikan gak sesulit ini kalau mau mencari buku , mama dulu waktu masih sekolah juga selalu rapi , gak pernah kayak gini" , ucap Chika sambil membantu Camila mencari buku pelajaran sekolahnya.


"Aku sudah sibuk belajar ma , mana sempat lagi buat beresin meja belajar" , ucap Camila.


"Kamu itu aja yang malas buat merapikannya , jadi anak cewek itu harus rapi , jangan kayak gini" , ucap Chika.


"Iya ma" , jawab Camila sambil memanyunkan bibirnya , karena bisa dibilang hampir setiap pagi hanya itu kata-kata yang didengarkannya.


Setelah buku pelajaran Camila sudah didapatkan semuanya , Chika langsung menuju ke kamarnya.


Chika membantu memasangkan kancing baju kemeja suaminya.


"Anak-anak sudah siap semua sayang?" , tanya Victor.


"Valentino sedang mandi mas , Camila sudah siap , untung saja ada mbak Sumi yang memasak , kalau gak...aku gak akan sanggup mengerjakan semua nya sendiri mas , belum mengurus anak-anak , membersihkan kamar kita dan anak-anak , aduh capek banget mas , untung saja Vincent sudah bisa membersihkan kamarnya sendiri dan tau dengan kewajibannya" , ucap Chika.


"Iya sayang , nanti Camila dan Valentino harus mulai kita suruh untuk mengurus kamar mereka sendiri" , ucap Victor.


"Tapi bagaimana caranya menyuruh mereka mas , sekarang aja mereka seperti itu" , jawab Chika.

__ADS_1


"Ya sudah sayang , nanti ya kita pikirkan caranya , sekarang kita sarapan dulu ya", ucap Victor.


"Iya mas" , jawab Chika.


Victor dan Chika berjalan bersama menuju ke meja makan.


********


Vincent yang sudah siap pagi itu , langsung berjalan turun ke bawah menuju ke meja makan.


"Pagi opa , oma" , sapa Vincent kepada opa Wijaya dan oma Farah.


"Pagi cucu gantengnya opa" , ucap opa Wijaya.


"Pagi sayang , adik-adik kamu mana?" , tanya oma Farah.


"Biasa oma , masih belum selesai" , ucap Vincent sambil terkekeh.


"Kamu sarapan dulu ya , kalau nunggu adik-adik kamu nanti kamu jadi terlambat ke sekolah" , ucap opa.


"Iya opa" , jawab Vincent sambil memakan sarapan yang sudah di sediakan di atas meja.


Setelah beberapa waktu Camila sudah turun dari atas dan berjalan menuju ke meja makan.


"Pagi opa , oma" , sapa Camila.


"Valentino mana?" , tanya oma Farah.


"Paling juga masih mandi oma" , jawab Camila.


"Si adek namanya saja yang Valentino tapi anaknya gak rajin seperti pembalap yang TOP itu" , ucap Vincent sambil terkekeh.


"Gak mungkin juga dia bisa jadi pembalap seperti itu kak , dianya aja apa-apa malas , nanti juga gak tau mau jadi apa" , ucap Camila sambil terkekeh.


"Biarin aja si adek seperti itu dulu , siapa tau nanti setelah besar dia mulai berubah" , ucap Chika yang sudah turun dari atas bersama dengan suaminya.


"Iya ma" , jawab Vincent dan Camila bersamaan.


Chika mulai menyediakan makanan untuk suaminya , setelah itu dia berjalan menuju ke dapur , menyiapkan bekal untuk Valentino , karena seperti biasa , Valentino pasti akan sarapan di mobil.


Tidak lama Vincent dan Camila sudah selesai sarapan.


Camila mulai memanggil adiknya.


"Valentinoooooo ayo cepetan , kita sudah mau jalan nih , kalau kamu belum siap , kakak tinggal ya" , ucap Camila sambil berteriak di dekat tangga.

__ADS_1


Pastinya suara keributan yang selalu di dengar oleh papa Wijaya , mama Farah , Chika dan Victor setiap hari.


"Iya kak , aku sudah siap" , ucap Valentino sambil berlarian turun dari atas ke bawah.


"Aduh , jangan lari-lari sayang , nanti kalau jatuh gimana?" , ucap Chika yang datang sambil membawakan bekal untuk Valentino.


"Kakak sih ma , bilangnya mau ninggalin aku" , jawab Valentino.


"Makanya kamu bangunnya lebih pagi nak" , ucap Chika.


"Iya ma" , jawab Valentino.


Setelah itu Vincent , Camila dan Valentino berpamitan kepada opa Wijaya , oma Farah dan papa Victor , setelah itu Chika mengantarkan anak-anaknya sampai ke mobil.


Chika menciumi semua kening anaknya satu persatu , setelah itu Camila dan Valentino masuk ke dalam mobil dan pergi ke sekolah , diantarkan oleh pak Ilham sopir khusus untuk mengantarkan mereka ke sekolah.


Vincent menuju ke motornya dan menjalankan motornya menuju ke sekolahnya.


Setelah anak-anak pergi , Chika berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju ke meja makan.


"Anak-anak sudah jalan sayang?" , tanya Victor.


"Sudah mas" , jawab Chika sambil mengambil sarapannya.


"Sejak ada anak-anak rumah kita jadi tambah rame ya" , ucap mama Farah.


"Iya ma , pusing dengerin mereka berantem terus" , ucap Chika sambil tersenyum.


"Iya , nanti setelah anak-anak besar , sudah mulai kuliah dan menikah , mereka akan mulai pergi satu persatu dari sini" , ucap papa Wijaya.


"Iya , gak berasa ya pa , anak-anak sudah semakin besar" , ucap Victor.


"Ya , gitulah bandel nya kamu dulu , cuma bedanya dulu kamu hanya sendiri gak ada saudara , kalau anak kamu bertiga , makanya rumah jadi rame" , ucap mama Farah sambil tersenyum.


"Iya ma" , jawab Victor.


Tidak lama Victor dan Chika sudah selesai sarapan.


"Aku berangkat ke kantor dulu ya pa , ma" , ucap Victor sambil menciumi punggung tangan papa Wijaya dan mama Farah.


"Iya nak" , jawab papa dan mama bersamaan.


Chika mengantarkan Victor sampai ke depan pintu.


"Aku pergi ke kantor dulu ya sayang" , ucap Victor sambil mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Iya mas , hati-hati di jalan" , jawab Chika sambil menciumi punggung tangan suaminya.


__ADS_2