
Begitu Antonio membuka pintu kamar mereka...
"Kenapa lampunya dimatiin hubby?" , tanya Sandra.
"Masuk dulu aja ya sayang" , ucap Antonio dengan lembut.
Sandra dan Antonio masuk ke dalam kamar.
Terlihat cahaya lilin yang sudah terpancar di seluruh kamarnya dan bau aromatherapy yang sangat wangi.
"Wangi banget baunya hubby" , ucap Sandra.
"Kamu suka sayang?" , tanya Antonio sambil memeluk dan menciumi leher istrinya.
"Iya aku suka hubby , kelihatan romantis" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Antonio sudah tidak menjawab ucapan istrinya , karena dia sudah mulai sibuk menciumi leher dan tangannya membuka daster istrinya.
"Aku belum mandi hubby" , ucap Sandra.
"Gak apa apa sayang , nanti aja ya mandinya setelah ini" , ucap Antonio.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah Antonio selesai membuka semua penutup yang ada di tubuh istrinya , dia pun mengangkat istrinya dan meletakkannya di atas kasur.
Antonio mulai menciumi bibir , leher dan tangannya mulai menyentuh setiap tubuh polos istrinya.
Sampai Sandra sudah mulai mengeluarkan suara nafas yang berat dan menggeliat di kasur karena kenikmatan yang di berikan oleh suaminya.
Antonio mulai membuka pakaiannya dan mulai menyatukan miliknya yang sudah siap dari tadi , ke tubuh istrinya.
Tidak lama Sandra pun mulai mengerang dan mencengkram kuat bahu suaminya , sampai terjadilah pencapaian kenikmatan bersama diantara keduanya.
Setelah beberapa saat , Antonio melepaskan tubuhnya dari tubuh bidadari cantiknya.
Antonio mengambil kalung yang sudah di letakin di atas lemari di samping kasur mereka.
Lalu Antonio pun mulai memasangkan kalung itu di leher putih bidadari cantiknya.
"Selamat satu bulan pernikahan kita , sayang" , ucap Antonio dengan lembut di telinga istrinya , setelah selesai memasangkan kalung di leher istrinya.
"Cantik sekali hubby" , ucap Sandra sambil memegang liontin kalungnya.
"Kamu suka sayang?" , tanya Antonio.
"Suka banget hubby , makasih ya hubby" , ucap Sandra sambil mencium bibir suaminya.
"Iya sayang" , jawab Antonio setelah Sandra melepaskan bibirnya.
"Kapan belinya hubby?" , tanya Sandra.
"Rahasia dong" , jawab Antonio sambil tersenyum.
"Aku tau , pasti hubby suruh Robi kan yang beli" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Kok kamu tau sayang" , ucap Antonio.
"Ya mana mungkin hubby bawa pulang kerjaan , kalau hubby bawa pulang kerjaan , gak mungkin kan kita melakukannya sekarang , yang ada hubby kerja sampai malam , kadang aku juga sampai ketiduran nungguin hubby kerja" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Tau aja kamu sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Ya tau dong hubby , kan aku istrinya hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh polos istrinya dan menciumi kening istrinya.
"Hubby...mandi yuk , badan aku gak enak banget dari tadi belum mandi" , ucap Sandra dengan manja.
"Iya sayang" , jawab Antonio sambil mengangkat tubuh polos bidadari cantiknya dan membawanya ke kamar mandi.
"Dikamar mandi juga disusun lilin hubby", ucap Sandra setelah melihat cahaya lilin yang bersinar di dalam kamar mandi.
"Iya sayang , biar kita tetap bermesraan selama mandi" , ucap Antonio sambil meletakkan tubuh polos bidadari cantiknya ke dalam bathtub.
__ADS_1
Setelah itu Antonio pun masuk ke dalam bathtub dan mereka berendam bersama sambil mengobrol dengan mesra.
********
Victor yang sudah selesai bekerja , keluar dari kantor papa nya menuju ke parkiran , masuk ke mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah Chika.
Sampai di depan rumah Chika , Victor turun dari mobil dan menekan bel didepan pintu.
Ting....tong....
Terdengar bunyi bel di rumah , mama Vivi yang sedang berada di ruang keluarga langsung berjalan keluar membuka pintu.
"Victor , mau jemput Chika ya" , ucap mama Vivi setelah membuka pintu.
"Iya tante , Chika sudah selesai belum tante" , tanya Victor.
"Kamu duduk dulu ya , tante panggilkan Chika sebentar" , ucap mama Vivi.
"Iya tante" , kata Victor sambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
Mama Vivi berjalan ke atas memanggil anaknya.
"Chika" , panggil mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Chika sambil membuka pintu kamarnya.
"Victor sudah datang sayang" , ucap mama Vivi.
"Oh iya ma , aku turun sekarang" , jawab Chika.
Chika dan mama Vivi berjalan bersama menuju ke bawah.
"Victor" , panggil Chika.
"Kamu sudah siap?" , tanya Victor.
"Sudah Victor" , jawab Chika.
"Aku pergi dulu ya ma" , ucap Chika sambil mencium pipi mamanya.
"Kami pergi dulu ya tante" , ucap Victor.
"Iya Victor" , jawab mama Vivi.
Victor dan Chika berjalan keluar menuju ke mobil , setelah mereka masuk ke mobil , Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit , Chika mulai mengisi registrasi dan menunggu di depan ruangan dokter Sarah.
Tidak lama , nama Chika dipanggil oleh suster disana.
Chika dan Victor masuk ke ruang dokter Sarah.
"Ada keluhan apa Chika?" , tanya dokter Sarah.
"Beberapa hari ini saya lebih sering mual dokter" , jawab Chika.
"Apakah mual nya hanya di pagi hari atau karena ada bau yang sangat kuat?" , tanya dokter Sarah.
"Bukan cuma pagi dokter , terkadang siang dan malam juga mual , ada bau yang kuat juga mual" , jawab Chika.
"Itu hal biasa yang terjadi pada saat trimester pertama , yang penting kamu harus banyak minum air , makan buah dan sayur , kalau kamu gak tahan dengan bau daging gak apa apa , makan dessert juga bisa mengurangi rasa mual" , ucap dokter Sarah.
Sekarang kita lihat perkembangan janinnya ya.
Chika menuju ke kasur pasien yang sudah disediakan disana.
Perawat mengangkat baju Chika dan memberikan gel dingin di perutnya.
Setelah itu dokter Sarah mulai menggerakkan alat di atas perut Chika.
"Untuk perkembangan janinnya bagus ya , jadi tidak ada masalah , rasa mual itu wajar , nanti setelah 3 bulan rasa mual nya akan mulai berkurang" , ucap dokter Sarah.
"Iya dokter" , jawab Chika.
__ADS_1
"Kalau kamu gak kuat karena mual terus , saya akan memberikan resep obat untuk mengatasi rasa mual nya" , ucap dokter Sarah setelah mereka berada di meja dokter Sarah.
"Iya dokter , terima kasih" , ucap Chika sambil mengambil resep yang diberikan oleh dokter Sarah.
Setelah itu Chika dan Victor keluar dari ruangan dokter Sarah dan membeli obat yang diresepkan oleh dokter Sarah.
Chika dan Victor berjalan menuju ke parkiran mobil , setelah mendapatkan obatnya.
"Kamu mau makan apa?" , tanya Victor setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kita cari makan di drive thru aja ya , aku gak mau nanti kalau mual-mual di restoran" , ucap Chika.
"Iya sayang boleh , apa mau makan burger saja?" , tanya Victor.
"Iya boleh Victor" , jawab Chika.
Lalu Victor menjalankan mobilnya menuju restoran burger yang menyediakan fasilitas drive thru.
Victor memesan 2 paket burger untuk mereka , setelah mengambil pesanannya , Victor memarkirkan mobilnya disana dan mereka makan di dalam mobil Victor.
Tidak lama makan , Chika pun mulai mual lagi.
Victor langsung memberikan kantong plastik yang mereka dapatkan dari membeli makanan kepada Chika.
Victor mengelus punggung Chika , tidak lama Chika pun lemas karena sudah mengeluarkan semua isi perutnya.
Victor langsung membuka minyak kayu putih dan menggosokkan di punggung Chika dan di pundak Chika.
"Bagaimana sayang , sudah enakan?" , tanya Victor.
"Iya sudah Victor" , jawab Chika.
"Apa mau kita cari dessert , semua makanan yang kamu makan sudah keluar semua , nanti perut kamu kosong sayang" , ucap Victor dengan lembut.
"Iya boleh Victor" , kata Chika yang sudah lemas.
"Kamu minum air dulu ya" , ucap Victor sambil memberikan air putih kepada Chika.
Setelah itu Victor mulai menjalankan mobilnya menuju ke toko bakery.
Sampai di depan toko bakery , Victor langsung turun dan membeli beberapa puding buah , lalu membayarnya ke kasir.
Setelah itu Victor menuju ke mobilnya.
Victor membuka satu cup puding dan menyuapkannya ke mulut Chika.
"Bagaimana , apa kamu bisa makan?" , tanya Victor.
"Bisa Victor , rasanya enak manis" , jawab Chika sambil tersenyum.
"Syukurlah , itu aku beli banyak , nanti kamu makan ya" , ucap Victor yang sudah merasa lega.
"Iya Victor" , jawab Chika sambil tersenyum.
Setelah Victor selesai menyuapi Chika , Victor mulai menjalankan mobilnya.
"Sekarang kita mau kemana Chika?" , tanya Victor.
"Pulang aja ya , aku sudah capek" , jawab Chika.
"Iya sayang" , jawab Victor sambil menjalankan mobilnya menuju rumah Chika.
Sampai di rumah Chika...
Victor turun sambil membukakan pintu Chika dan memberikan puding yang dibelinya kepada Chika.
"Nanti kalau lapar makan ini lagi ya" , ucap Victor.
"Iya Victor" , jawab Chika.
"Ya udah istirahat lagi dan jangan lupa minum obatnya" , ucap Victor sambil mengecup kening Chika.
"Iya Victor sayang" , jawab Chika sambil mencium pipi Victor.
__ADS_1
Setelah itu Chika pun masuk ke dalam rumahnya dan Victor menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.