
Sandra menyalakan TV di kamar , sambil menunggu Antonio mandi.
Tidak lama , Antonio pun keluar dari kamar mandi , dengan menggunakan baju kaos dan celana pendeknya.
"Makan lagi yuk sayang" , ucap Antonio.
"Iya kak" , jawab Sandra , sambil menuju ke ruang tamu.
Mereka pun makan ,sambil mengobrol ringan.
Setelah makan , Antonio memberikan obat Sandra.
Sandra meminum semua obat nya , setelah itu mereka pun menuju ke kamar.
Antonio dan Sandra menonton televisi yang sudah dinyalakan oleh Sandra , sebelum mereka makan.
Mereka duduk di kasur dengan menyenderkan punggungnya di kepala kasur.
Antonio memeluk pinggang Sandra...Sandra pun menyandarkan kepalanya , di dada Antonio.
Mereka nonton televisi tanpa ada obrolan apa pun.
Karena efek obat , tidak berapa lama , Sandra pun tertidur di dada Antonio.
Melihat Sandra yang sudah ketiduran , Antonio membaringkan tubuh Sandra dengan lembut , setelah itu dimatikannya televisi...dan Antonio pun tidur , sambil memeluk bidadari cantiknya.
Keesokan paginya seperti biasa Antonio bangun lebih dulu , Antonio memandangi bidadari cantiknya yang tidur nyenyak di sebelahnya.
"Kamu cantik sayang , kakak gak akan biarin , bidadari cantik kakak merasakan kesakitan lagi" , ucap Antonio dengan lembut , sambil mengecup kening Sandra.
Antonio melepaskan pelukannya dengan pelan , supaya bidadari cantiknya gak terbangun , setelah itu Antonio langsung berdiri menuju ke lemari , mengambil baju kerjanya dan masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi , Antonio langsung memesan sarapan pagi untuk mereka , karena sudah beberapa hari ini kalau telat minum obat , rasa sakit di punggung Sandra akan muncul kembali.
Tidak lama , makanan yang di pesan Antonio pun datang.
Antonio masuk ke kamar , duduk diatas kasur , di samping tubuh Sandra yang masih tidur , sambil melihat semua email kerjaan yang masuk di Hp nya.
Beberapa saat kemudian , terlihat Sandra yang sudah mulai gelisah.
"Pasti punggungnya terasa sakit lagi" , ucap Antonio dalam hatinya.
"Sayang...bangun dulu ya , makan lalu minum obat" , ucap Antonio , sambil mengelus wajah bidadari cantiknya.
Tidak lama Sandra pun mulai membuka matanya , sambil mengucek-ngucek matanya.
"Sakit lagi kak" , katanya dengan manja.
"Iya bangun , makan dulu ya , tadi kakak sudah pesan bihun goreng , untuk sarapan" , ucap Antonio dengan lembut , sambil berjalan , mengambil makanan buat Sandra.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
Antonio pun sudah duduk kembali di kasur , sambil menyuapi Sandra makan dengan lembut.
Semua bihun goreng habis di makan oleh Sandra , setelah itu Antonio memberikan obatnya.
Setelah selesai mengurusi Sandra , Antonio keluar mengambil sarapannya dan duduk di sebelah Sandra sambil makan.
Sandra langsung menyenderkan kepalanya di bahu Antonio.
"Kak , masih harus berapa lama rasa sakit ini akan hilang , aku gak kuat kalau sakitnya muncul" , ucap Sandra dengan lirih.
"Sabar ya sayang , tidak lama lagi pasti mulai baik" , ucap Antonio mencoba menguatkan bidadari cantiknya , padahal di dalam hatinya , dia pun tidak tega melihat bidadari cantiknya kesakitan seperti itu.
"Aku juga jadi ngerepotin kakak" , ucap Sandra dengan lirih.
"Kamu gak ngerepotin kok , kakak gak akan merasa repot , kalau hal itu menyangkut kamu sayang" , ucap Antonio sambil memeluk bidadari cantiknya , setelah piring kosongnya di letakin di atas lemari.
"Makasih ya kak , aku sayangggggg banget sama kakak" , ucap Sandra dengan manja.
"Iya sayang , kakak juga sayang banget sama kamu" , ucap Antonio , yang sudah mendekatkan wajah mereka dan menciumi bibir merah Sandra yang manis seperti buah cherry.
"Bau bawang kak" , ucap Sandra setelah Antonio melepaskan bibirnya dari bibir Sandra.
"Oh iya , kakak belum minum , sehabis makan tadi" , ucap Antonio sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kakak minum dulu ya , setelah itu lanjut lagi ya" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Sandra hanya tersipu malu , mendengar ucapan calon suaminya itu.
Tidak lama pun , Antonio mulai menciumi bibir Sandra lagi dengan lembut , sampai Hp Antonio berbunyi.
Antonio melepaskan bibirnya , dan mengatakan...
"Siapa sih...yang ganggu kemesraan orang , di pagi hari" , ucap Antonio dengan kesal , sambil mengambil Hp nya.
Sandra hanya tertawa kecil melihat tingkah calon suaminya.
"Halo Robi , ada apa kamu menelpon saya pagi-pagi begini?" , jawab Antonio , yang kesal karena kemesraannya diganggu.
"Iya maaf pak , ada klien yang mau meeting nya harus ketemu dengan bapak" , ucap Robi.
"Apa kamu tidak bisa mengatasinya dulu?" , tanya Antonio.
"Pak Haris nya gak mau pak , dia mau ketemu langsung dengan bapak" , ucap Antonio.
"Ini yang urusan apa ya?" , tanya Antonio.
"Pak Haris ini bagian dari travel online , yang ingin membahas tentang budget traveler kepada bapak" , ucap Robi.
"Baiklah , nanti kamu minta dia datang ke ruangan kerja saya , saya kasih dia waktu 1 jam sebelum jam setengah 1 siang", ucap Antonio.
"Baik pak , nanti saya kabari bapak lagi" , ucap Robi.
"Baik" , ucap Antonio sambil menutup panggilan telponnya.
Tidak lama masuk chat dari Robi di Hp Antonio.
"Pak Haris bisa datang jam setengah 12 siang , pak".
-Robi-
"Ok"
(Pesan dikirim)
"Kakak kerja dulu ya sayang , nanti kakak harus ketemu klien dulu jam setengah 12 , kamu baik-baik ya sendiri disini , kalau ada apa-apa langsung telpon kakak ya" , ucap Antonio sambil mengecup kening Sandra.
Antonio menganggukkan kepalanya sambil berjalan menuju ke ruang tamu , membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya.
Sandra hanya memainkan game di Hp nya , setelah beberapa jam dia main game , dilihatnya jam menunjukkan pukul setengah 11 siang.
"Sandra mengambil bajunya di lemari , karena siang ini Karin mau kesini , aku pakai baju kaos longgar aja , sama celana pendek" , gumam Sandra.
Selama sakit Sandra selalu menggunakan piyamanya , karena tidak ada orang lain yang mengunjunginya selain orang tua nya dan orang tua Antonio.
Setelah itu Sandra langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Tidak lama Sandra masuk ke kamar mandi , terdengar bel pintu kamar Antonio berbunyi.
Antonio membuka pintu kamarnya , terlihat Erik di depan pintu.
"Siang pak , ada tamu untuk nona muda" , ucap Erik.
Antonio melihat Karin , Riko dan Niko sudah ada disana.
"Baiklah , terima kasih Erik" , ucap Antonio.
"Iya sama-sama pak" , jawab Erik sambil pergi dari sana.
"Silahkan masuk" , ucap Antonio kepada mereka.
"Iya kak" , jawab Karin.
"Kalian tunggu di sini dulu ya , kakak panggilkan Sandra" , ucap Antonio setelah mempersilahkan Karin , Riko dan Niko duduk di sofa ruang tamu.
Antonio masuk ke kamar.
"Sayang...panggil Antonio , tidak ada suara disana , yang terdengar hanya suara air di kamar mandi , ternyata bidadari cantikku sedang mandi" , ucap Antonio dalam hatinya.
Antonio berjalan ke arah ruang tamu...
__ADS_1
"Tunggu sebentar ya , Sandra lagi mandi" , ucap Antonio.
"Iya kak" , jawab Karin.
"Yang mana pacar kamu Karin?" , tanya Antonio.
"Yang ini kak , Riko" , ucap Karin sambil menunjuk Riko yang duduk di sebelahnya.
"Halo Riko" , ucap Antonio sambil menjabat tangannya.
"Halo kak" , ucap Riko sambil menjabat tangan Antonio.
"Yang ini Niko kak , teman satu sekolah aku dan Sandra" , ucap Karin.
"Halo Niko , kayaknya kita pernah bertemu ya" , ucap Antonio sambil menjabat tangan Niko.
"Halo kak , iya...kita pernah bertemu di mall waktu itu" , ucap Niko sambil menjabat tangan Antonio.
"Oh , iya benar , terima kasih waktu itu sudah menemani Sandra , sampai saya datang" , ucap Antonio dengan tersenyum.
"Iya kak , sama-sama" , ucap Niko yang merasakan sedikit nyeri di dadanya.
Sandra yang sudah selesai mandi dan menyisir rambutnya , langsung keluar memanggil Antonio , seperti kebiasaanya beberapa hari ini , setelah bersama dengan Antonio.
"Kak...kakak kesayangan" , panggil Sandra , sambil berjalan keluar.
"Iya sayang" , jawab Antonio.
Sandra yang sudah keluar dari pintu kamar , terkejut melihat sudah ada Karin , Riko dan Niko duduk di sofa ruang tamu.
"Kak , kenapa gak kasih tau aku , kalau teman-teman aku sudah datang" , ucap Sandra dengan manja , sambil duduk di sebelah Antonio.
"Tadi kakak sudah panggil kamu sayang , tapi kamu sedang mandi" , ucap Antonio sambil memeluk pinggang Sandra.
Antonio sengaja memperlihatkan kemesraan mereka , karena melihat tatapan dari rivalnya , yang memandangi Sandra dengan tatapan yang berbeda.
Ya...Antonio dapat melihat dengan jelas kalau Niko masih mencintai Sandra.
Niko yang melihat sifat manja Sandra kepada Antonio , membuat dadanya terasa semakin nyeri.
"Kamu mau makan siang apa sayang?" , tanya Antonio pada Sandra.
"Aku mau nasi soto aja kak" , ucap Sandra.
"Kalian mau makan apa?" , tanya Antonio kepada teman-teman Sandra.
"Kita sama aja kak dengan Sandra" , ucap mereka bertiga bersamaan.
"Ok , kamu mau jus gak sayang?" , tanya Antonio kepada Sandra.
"Mau jus alpukat saja kak , tapi aku mau lemon tea juga ya" , ucap Sandra.
"Iya sayang" , ucap Antonio.
"Kalian mau minum yang sama juga dengan Sandra?" , tanya Antonio , dengan teman-teman Sandra.
"Iya kak , sama aja" , ucap Karin dengan cepat.
Antonio langsung mengangkat telpon dikamar dan memesan makanan untuk Sandra dan teman-temannya.
Setelah memesan makanan , Hp Antonio berbunyi.
"Kak , ada telpon dari Robi" , ucap Sandra , yang melihat layar Hp Antonio di meja.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil mengangkat Hp nya.
"Halo Robi" , ucap Antonio.
"Halo pak , pak Haris sudah ada di ruangan bapak" , ucap Robi.
"Baik , saya turun sekarang" , ucap Antonio.
"Kakak meeting dengan klien dulu ya sayang , kamu baik-baik ya disini" , ucap Antonio , sambil mengecup kening Sandra.
"Iya kak" , jawab Sandra sambil tersenyum.
__ADS_1
"Karin tolong jagain Sandra ya , kalau ada apa-apa , cepat kabari kakak ya" , ucap Antonio sambil berjalan keluar.
"Iya kak" , jawab Karin.