Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 66


__ADS_3

Sementara di hotel , pengantin baru telat bangun pagi itu.


Ketika Antonio terbangun , dia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 10 pagi.


Dilihatnya wajah Sandra yang masih tertidur pulas di sampingnya.


"Kamu pasti capek banget ya sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Antonio membelai dengan lembut wajah Sandra dan menciumi bibir Sandra.


"Makasih sayang , kakak akan selalu menjadikan kamu bidadari cantik di hati kakak , sampai akhir hayat kakak" , ucap Antonio , dengan pelan di telinga Sandra.


Mendengar ada suara di dekat telinganya membuat Sandra terbangun dan membuka matanya.


"Pagi sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Pagi kak" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Ketika Sandra ingin menggerakkan tubuhnya , ia pun meringis kesakitan , terasa sakit di bagian tubuh bawahnya.


"Kenapa sayang?" , tanya Antonio yang mulai panik.


"Disini aku sakit kak" , ucap Sandra sambil menunjuk bagian tubuh bawahnya.


"Maaf ya sayang , nanti kalau sudah sering melakukannya , pasti gak akan sakit lagi" , ucap Antonio dengan lembut , sambil memeluk bidadari cantiknya.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


Antonio membantu Sandra untuk duduk , dan mengambil air minum untuk Sandra.


"Kak , pasti mama dan papa sudah menunggu kita" , ucap Sandra.


"Gak apa-apa sayang , mereka pasti mengerti , kemaren malam kan...malam pertama kita sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Wajah Sandra langsung memerah seperti tomat masak , meskipun mereka sudah berstatus suami istri , tapi tetap saja mendengar Antonio mengatakan hal itu , membuat Sandra tersipu malu.


"Apa kita mau sarapan di restoran saja?" , tanya Antonio.


"Mau kak , tapi gimana aku jalannya?" , tanya Sandra.


"Kita mandi dulu ya , nanti kita lihat lagi" , ucap Antonio , sambil mengangkat tubuh polos Sandra ke kamar mandi dan meletakkan nya di bathtub.


Setelah itu Antonio yang dengan tubuh polosnya , masuk ke dalam bathtub.


Mereka berendam disana sambil mengobrol mesra , tapi tidak melakukan hal lain , selain membersihkan tubuh mereka berdua.


Antonio dan Sandra sudah selesai membersihkan tubuh mereka.


Mereka sudah mengeringkan badan dengan handuk , dan menggunakan bathrobe yang sudah di sediakan di kamar mandi.


Sandra mencoba untuk berjalan.


"Bagaimana sayang?" , tanya Antonio.


"Masih terasa perih , tapi sudah berkurang kak" , ucap Sandra.


"Pelan-pelan aja ya sayang jalannya" , ucap Antonio sambil memegang tangan Sandra.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


Sampai di kamar , Antonio dan Sandra mengambil baju mereka di lemari dan langsung menggunakannya disana.


Setelah kejadian tadi malam , mereka mulai membiasakan diri dengan hal-hal seperti sekarang , meskipun rasa malu masih dirasakan oleh Sandra.


Sandra yang sudah berpakaian , melihat hadiah dari kak Angga dan kak Alex.


"Kak , apa ya yang dikasih kak Angga dan kak Alex?" , tanya Sandra.


"Kita buka aja ya sayang" , ucap Antonio.


Sandra membuka kotak yang dari kak Angga.


Begitu Sandra melihat isi dalamnya , Sandra langsung terkejut melihat banyak lingerie seksi berwarna warni dari bahan tipis di kotak tersebut.


Antonio yang duduk di sebelah Sandra langsung mengangkat lingerie yang diberikan oleh Angga.


"Ternyata ini hadiah yang diberikan oleh Angga , hadiah yang aku boleh buka saat malam pertama kita" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Padahal gak pakai ini juga kita sudah melakukannya...kan sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum melihat Sandra.

__ADS_1


Sandra hanya menganggukkan kepalanya , dan langsung membenamkan kepalanya di dada Antonio , karena tersipu malu.


"Gak apa-apa sayang , kan kita sudah suami istri , gak perlu malu gitu" , ucap Antonio sambil membelai kepala Sandra dengan lembut.


"Iya kak" , ucap Sandra dengan lembut.


"Kita buka hadiah dari kak Alex ya , pastinya hadiahnya lebih normal dari pada hadiah kak Angga" , ucap Antonio sambil terkekeh.


Sandra pun membuka kotak hadiah dari kak Alex.


"Ternyata baju piyama couple kak , ada tulisannya lagi , di aku punya yang warna pink ada tulisan Mrs.Antonio dan punya kakak yang warna biru ada tulisan Mr.Sandra , lucu banget kak , bahannya juga lembut adem" , ucap Sandra.


"Kalau Alex baru bener kasih kadonya , gak seperti Angga aneh-aneh , sampai-sampai anaknya juga aneh" , ucap Antonio sambil terkekeh.


"Maksudnya kak?" , tanya Sandra yang gak mengerti dengan ucapan suaminya.


"Iya , masa si imut lucu Kiki mau mengambil kamu dari kakak , gak mungkin la" , ucap Antonio sambil tertawa.


"Ya...namanya juga anak kecil kak , biarin aja" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Gak boleh dibiarin sayang , biar masih kecil juga , kakak cemburu lho dengarnya" , ucap Antonio.


"Bagaimana kalau nanti kita punya anak cowok kak?" , tanya Sandra sambil memegang wajah suaminya.


"Kalau anak kita sendiri beda sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Sandra pun mencium bibir suaminya , karena dia gemes banget melihat rasa cemburu suaminya yang berlebihan itu.


Antonio yang mendapatkan ciuman dari Sandra , langsung ******* bibir Sandra dengan lembut dan merekapun berciuman untuk beberapa saat.


********


Antonio dan Sandra sudah menuju ke restoran.


Ternyata keluarga Antonio dan papa mama Sandra sedang berkumpul disana.


"Idihhhh....pengantin baru , baru bangun pasti , hadiah aku bermanfaat banget kan" , goda kak Angga sambil tersenyum.


"Gak perlu hadiah kakak juga udah jadi , lagian kita baru buka hadiahnya juga pagi ini" , ucap Antonio.


"Yah....jadi hadiah aku gak kepake pas malam pertama dong" , ucap Angga.


Sandra hanya menundukkan wajahnya karena malu dan pastinya wajahnya juga sudah mulai memerah seperti tomat masak pada saat itu.


Bella yang melihat Sandra sudah malu , langsung mencubit perut suaminya.


Dan diikuti dengan teriakan dari Angga.


"Awwwwww....sakit sayang , kenapa kamu cubit aku" , ucap Angga kepada istrinya.


"Udah ah...jangan gitu , kasian Sandra" , ucap Bella sambil berbisik di telinga suaminya.


"Udah-udah pengantin baru jangan digodain lagi" , ucap mama Shinta.


"Iya...iya...ma..." , jawab Angga sambil memegang perutnya , yang masih terasa nyeri karena cubitan dari istrinya.


Setelah itu , Antonio dan Sandra berjalan melihat makanan yang sudah disajikan untuk breakfast dan mengambil makanan yang mereka inginkan , lalu ikut duduk bersama dengan keluarga besar mereka.


"Bagaimana dengan bulan madu kalian?" , tanya papa Chandra.


"Belum tau pa , jadwal aku juga masih banyak , kemaren kan juga adain pestanya mendadak banget , jadi aku belum merencanakan bulan madu" , ucap Antonio.


"Ini papa kasih hadiah buat kalian berdua , tiket honeymoon ke Bali , tapi buat akhir tahun ini ya" , ucap papa Surya , sambil memberikan amplop berisikan tiket kepada Antonio dan Sandra.


"Terima kasih pa" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


"Untung Surya sudah menyiapkan semuanya ya" , ucap Shinta.


"Iya karena papa sibuk memikirkan keselamatan Sandra dan masalah Doddy , jadi papa juga belum mempersiapkan untuk bulan madu mereka" , ucap papa Chandra.


"Iya gak apa-apa Chandra , yang penting sekarang kan semuanya sudah baik-baik saja", ucap Surya.


"Iya kamu benar Surya" , jawab Chandra.


"Kamu masih mengawasi Doddy kan nak?" , tanya papa Chandra.


"Iya masih pa , malahan aku dapat kabar terbaru , Chika anaknya pak Wira ada hubungan dengan Yogi , tapi aku belum tau pasti apa hubungan mereka" , cerita Antonio.


"Kasian si Wira kalau masuk ke keluarga mereka , semoga aja bukan hal yang serius" , ucap papa Chandra.

__ADS_1


"Tapi bisa saja masalah serius pa , karena menurut orang bayaran kita , Chika anaknya pak Wira keluar sambil menangis dari rumah Yogi" , ucap Antonio.


"Coba kamu selidiki terus" , ucap papa Chandra.


"Iya pa" , jawab Antonio.


Si Kiki lucu imut mendekati Sandra dan naik keatas pangkuan Sandra.


"Aunty Sandra cantik , kemaren gimana nyanyian Kiki?"


"Bagus banget suara kamu sayang , makasih ya sudah nyanyi di acara nikahan aunty" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Mendengar Kiki yang dipuji oleh aunty Sandra , Penelope pun tidak mau kalah dan mulai berjalan mendekati Sandra.


"Aunty Sandra , lebih bagus permainan piano aku kan dari pada nyanyian Kiki" , ucap Penelope sambil tersenyum.


"Kalian berdua anak-anak hebat , aunty bangga punya keponakan yang pintar dan hebat seperti kalian , Penelope main pianonya sangat bagus , Kiki juga nyanyiannya sangat bagus" , ucap Sandra sambil tersenyum kepada Kiki dan Penelope.


Tidak disangka mereka baru bertemu , tapi anak-anak itu sudah begitu dekat dengan Sandra.


"Sandra sudah cocok nih , punya anak" , ucap mama Amel sambil tersenyum.


"Iya kamu benar Amel" , diikuti oleh mama Shinta sambil tersenyum.


"Kalian cepat-cepat program hamil ya , supaya mama juga punya cucu disini , sekarang kan cucu mama di luar kota semua" , ucap mama Shinta sambil tersenyum kepada Antonio dan Sandra.


"Iya , biar kita gak kesepian ya , kalau mereka punya anak" , ucap mama Amel.


Diikuti oleh anggukkan kepala oleh mama Shinta.


Sandra dan Antonio hanya tersenyum mendengar ucapan kedua mamanya.


Setelah beberapa jam mereka mengobrol , para saudara Antonio mulai berpamitan untuk pulang ke kota mereka masing-masing.


Semua anak-anak memeluk Sandra dan berpamitan , tidak ketinggalan Sandra juga menciumi pipi ketiga keponakannya.


Setelah itu mama Shinta , papa Chandra , mama Amel dan papa Surya juga pulang ke rumah mereka masing-masing.


Antonio dan Sandra menuju ke kamar mereka di hotel.


Sampai di kamar , Antonio langsung memeluk pinggang Sandra dari belakang.


"Kak , hari ini kita pulang ke apartemen gak?" , tanya Sandra.


"Iya sayang , kita pulang aja ya , kakak juga ambil libur untuk beberapa hari kedepan" , jawab Antonio.


"Kalau gitu aku beresin barang-barang kita dulu ya", ucap Sandra.


Antonio pun melepaskan pelukannya dari pinggang Sandra.


Sandra mulai memasukkan beberapa pakaian dan sepatu mereka ke dalam koper , tidak ketinggalan hadiah dari kak Angga dan kak Alex pun dimasukkan ke koper.


Untuk aksesoris rambut , baju pernikahan dan sepatu pernikahan masih ditinggalkan di hotel , sampai wardrobe mereka sudah jadi.


Setelah semua barang yang mau dibawa ke apartemen selesai di packing , Sandra melihat ke arah kasur , yang masih ada bercak darahnya.


Antonio yang melihat Sandra terdiam di samping kasur , langsung mendekati dan memeluk pinggang Sandra dari belakang.


"Ada apa sayang?" , tanya Antonio.


"Gak kak , aku cuma teringat kenangan manis kita" , ucap Sandra.


"Nanti kan kita bisa mengulangnya lagi sayang di apartemen" , ucap Antonio , sambil menciumi leher bidadari cantiknya dan meninggalkan bekas merah disana.


Sandra hanya tersenyum , tersipu malu mendengar ucapan suaminya.


"Kita jalan sekarang aja ya" , ucap Antonio dengan lembut.


"Iya kak" , jawab Sandra sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka hanya membawa pulang 1 koper , karena memang ada beberapa baju yang ditinggalkan untuk mereka nanti di hotel. Antonio dan Sandra berjalan keluar dari kamar hotelnya , satu tangan Antonio membawa koper dan satu tangan lagi memeluk pinggang bidadari cantiknya.


Beberapa staf yang tidak bisa hadir di acara pernikahan Antonio dan Sandra , karena acaranya bertepatan dengan jam kerja mereka , langsung memberikan ucapan selamat dan doa supaya mereka cepat mendapatkan momongan , kepada Antonio dan Sandra ketika melihat bos mereka dan istrinya berjalan menuju ke lobby.


Antonio dan Sandra menyambut salaman semua staf yang memberikan selamat dan tidak lupa mengucapkan terima kasih atas doa yang mereka berikan untuk mereka berdua.


Setelah semua staf selesai memberikan selamat kepada mereka , Antonio dan Sandra berjalan menuju ke parkiran dan Sandra masuk ke dalam mobil duluan.


Antonio memasukkan kopernya terlebih dahulu di bagasi belakang , setelah itu Antonio masuk ke kursi pengemudi , mulai menyalakan mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan sedang , keluar dari area All Star Hotel menuju ke jalan raya yang cukup padat pada hari itu.

__ADS_1


__ADS_2