
Pagi harinya Sandra terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya yang hanya menggunakan baju dingin , tidur sambil duduk di kursi dengan kepala di dekat ranjang Sandra sambil memegang tangannya.
"Hubby" , panggil Sandra.
Antonio langsung bangun begitu mendengar suara istrinya.
"Iya sayang", jawab Antonio sambil mengangkat kepalanya.
"Aku haus hubby".
Antonio langsung mengambil gelas yang berisikan air minum di atas lemari dan memasukkan sedotan kedalam mulut istrinya.
"Bagaimana rasanya tubuh kamu sekarang?" , tanya Antonio setelah meletakkan gelas air minum di atas lemari yang ada di sebelah ranjang istrinya.
"Sekarang sudah lebih baikan hubby" , jawab Sandra.
"Syukurlah sayang" , ucap Antonio sambil mengelus kepala istri tercintanya.
"Anak-anak mana hubby?"
"Kemaren malam sudah aku suruh pulang sayang".
"Alvaro gak nangis lagi kan hubby?"
"Kemaren malam ketika dia pulang , dia sudah gak nangis lagi sayang , kamu tenang saja , untung ada Angelica yang bisa membujuk dia untuk pulang".
Sandra pun menganggukkan kepalanya.
Tidak lama perawat datang mengantarkan makanan dan obat untuk Sandra.
"Kamu makan dulu ya sayang" , ucap Antonio sambil mengambil makanan yang sudah diletakin disana.
Sandra memakan makanan yang sudah disiapin dari rumah sakit untuknya , sampai tinggal beberapa suapan terakhir...
"Aku sudah kenyang hubby".
"Kenapa gak dihabiskan sayang? Tinggal sedikit lagi lho" , ucap Antonio.
"Aku sudah gak bisa makan lagi hubby perut aku sudah penuh rasanya" , jawab Sandra.
"Baiklah , kalau gitu minum obat lagi ya".
Sandra pun menganggukkan kepalanya dan meminum obat yang diberikan oleh suaminya.
********
"Kak , mama bagaimana kondisinya sekarang?" , tanya Alvaro sambil mengaduk-aduk makanannya.
"Mama pasti gak apa-apa dek , kalau mau telpon papa saja , dari pada kamu gak bisa makan" , ucap Angelica.
Alvaro langsung mengeluarkan ponselnya dan menelpon secara video call.
Antonio yang melihat anak manjanya menelpon langsung tersenyum.
"Anak manja kamu telpon aku sayang" , ucap Antonio sambil menyentuh tombol terima panggilan video call disana.
"Papaaa , mama gimana?" , tanya Alvaro begitu melihat wajah papanya disana.
Antonio langsung memperlihatkan wajah Sandra kepada anaknya yang manja.
"Mama gak apa-apa sayang , kamu sama kakak lagi sarapan ya?"
"Iya ma , mama jangan sakit-sakit lagi , aku sedih banget" , jawab Alvaro dengan manja.
"Iya nak , mama sudah mulai baikan , kamu jangan sedih lagi ya" , ucap Sandra.
"Iya ma , nanti setelah pulang sekolah , aku langsung ke rumah sakit ya" , jawab Alvaro.
__ADS_1
"Iya nak , yang rajin ya belajarnya , sekarang sarapan dulu ya , setelah itu pergi ke sekolah" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro sambil memutuskan sambungan panggilan video call nya.
"Sudah dek , makan lagi ya , nanti mama sedih lagi lihat kalau kamu kurus" , ucap Angelica.
"Iya kakak" , jawab Alvaro sambil memakan makanannya.
Selesai sarapan pagi , Angelica dan Alvaro berjalan bersama keluar dari rumah menuju ke mobil mereka untuk pergi ke sekolah.
Alvaro berjalan dengan wajah yang masih sedih.
"Alvaro , Angelica" , panggil Vincent.
"Iya" , jawab Angelica dengan dingin.
Vincent hanya bisa mencoba menahan rasa sakitnya melihat Angelica yang selalu gak pernah menganggapnya lebih dari teman.
"Kamu kenapa Alvaro?" , tanya Vincent melihat wajah Alvaro yang gak seperti biasanya.
"Mama aku sakit".
"Tante sakit apa?"
"Sakit tipes" , jawab Alvaro dengan lemas.
"Berarti tante di rumah sakit sekarang?"
"Iya , bel sudah bunyi , aku ke kelas dulu" , ucap Alvaro.
Vincent menganggukkan kepalanya dan juga berjalan masuk ke kelasnya.
Angelica sudah berjalan menuju ke kelasnya dari tadi , karena dia malas mengobrol dengan Vincent.
********
Sampai di rumah sakit , mama Amel dan papa Surya bertemu dengan Shinta dan Chandra yang juga datang untuk melihat keadaan menantu kesayangan mereka.
Amel dan Surya saling menyapa dengan Shinta dan Chandra , setelah itu mereka berjalan bersama menuju ke kamar perawatan Sandra.
"Pa...ma..." , ucap Sandra dan Antonio ketika melihat mama dan papa mereka sudah masuk ke ruangan perawatan Sandra.
"Iya nak" , jawab papa dan mama.
"Ini mama bawakan makanan untuk kamu nak" , ucap mama Shinta yang mengetahui bahwa Antonio gak akan cari makanan sendiri kalau Sandra dirawat dirumah sakit.
"Iya ma" , jawab Antonio.
"Kenapa Sandra bisa sakit tipes?" , tanya papa Chandra.
"Kayaknya karena kecapean setelah pulang dari kota P pa , kalau gak karena makanan yang dimakan di kota P , soalnya di sana Sandra sering jajan" , jawab Antonio.
"Nanti lebih hati-hati lagi ya kalau jajan diluar , dilihat-lihat dulu tempatnya bersih apa gak" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Antonio dan Sandra.
"Jadi bagaimana kondisi kamu sekarang nak?" , tanya papa Surya.
"Sudah lebih baik pa" , jawab Sandra.
"Kamu jangan banyak kerja dulu ya nak setelah keluar dari rumah sakit , benar-benar istirahat dulu karena acara ulang tahun kamu juga sudah dekat" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Sandra.
Tidak lama Reihan datang untuk memeriksa kondisi Sandra.
"Om...tante..." , sapa Reihan yang sudah sangat kenal dengan orang tua Antonio dan Sandra.
__ADS_1
"Iya Reihan" , jawab mama Amel , papa Surya dan mama Shinta.
"Iya Reihan , kamu tolong berikan obat yang terbaik ya buat Sandra" , ucap papa Chandra.
"Iya om , pasti saya akan memberikan yang terbaik buat menantu om , kalau gak , nanti saya bisa dipecat sama bos besar" , ucap Reihan sambil melirik Antonio.
Mereka semua langsung tersenyum mendengar ucapan Reihan.
"Jadi bagaimana Sandra , apa sarapan paginya habis dimakan?" tanya Reihan.
"Aku gak bisa menghabiskan semuanya" , jawab Sandra.
"Ok , gak apa apa , pelan-pelan saja ya" , ucap Reihan sambil memeriksa kondisi Sandra.
Sandra pun menganggukkan kepalanya.
"Demamnya sudah turun. Apakah ada rasa mual?" , tanya Reihan.
"Gak ada" , jawab Sandra.
"Apakah masih terasa pusing dan nyeri di tubuhnya?" , tanya Reihan lagi.
"Iya masih berasa sedikit" , jawab Sandra.
"Baiklah , terus minum obatnya dan usahakan makan yang banyak ya" , ucap Reihan.
"Iya dokter" , jawab Sandra.
"Baiklah kalau gitu saya permisi dulu ya" , ucap Reihan.
"Iya" , jawab mereka semua.
Setelah dokter Reihan keluar dari sana , papa dan mama masih mengobrol dengan Sandra dan Antonio.
Sampai ketika Sandra sudah mulai tertidur karena pengaruh dari obat yang diberikan , papa dan mama memilih untuk pulang , supaya Sandra bisa beristirahat.
.
.
Ketika jam pulang sekolah sudah tiba , Angelica menelpon papanya di dalam mobil.
Antonio yang sedang menyuapi istrinya makan , mendengar suara ponselnya berbunyi , langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnya terlebih dahulu.
"Halo" , jawab Antonio.
"Halo pa , siang ini mau aku belikan makanan apa?" , tanya Angelica.
"Terserah kamu mau beli dimana nak , papa ikut aja" , jawab Antonio.
"Baiklah pa" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Alvaro atau Angelica hubby?" , tanya Sandra.
"Angelica sayang , dia nanya aku mau beli makanan dimana , aku bilang terserah dia mau beli dimana aja" , jawab Antonio.
"Sekarang aku sudah lebih tenang hubby , sejak ada anak-anak kita , hubby jadi ada yang ngurusin kalau aku sakit" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Iya sayang , kamu benar" , jawab Antonio sambil menyuapi makanan ke mulut Sandra.
"Hubby gak bawa baju ya kesini" , ucap Sandra.
"Iya sayang , aku gak ingat untuk bawa baju , aku ingatnya cuma bawa baju kamu saja" , jawab Antonio.
"Telpon Angelica buat ambilkan baju hubby di rumah" , ucap Sandra.
"Baiklah sayang" , jawab Antonio sambil menyentuh nama anaknya Angelica di layar ponselnya.
__ADS_1