
Tidak lama Hp Sandra berbunyi...
"Halo ma" , jawab Sandra.
"Halo sayang , bagaimana keadaan kamu hari ini nak?" , tanya mama Amel.
"Tadi pagi punggung aku masih sakit ma , sudah minum obat , sudah mendingan" , jawab Sandra.
"Kamu harus banyak istirahat ya , biar cepat sembuh" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Sandra.
"Sayang tadi tante Shinta telpon mama , katanya lebih baik kamu disana saja , sampai nanti acara pernikahan , om Chandra khawatir nanti kamu kenapa-kenapa" , ucap mama Amel.
"Menurut mama bagaimana? , barang-barang aku masih di rumah ma" , ucap Sandra.
"Demi keselamatan kamu , mama dan papa setuju dengan keputusan om Chandra nak , untuk barang-barang kamu , nanti mama minta bik Sumi buat packing dan dikirim ke hotel dulu" , ucap mama Amel.
"Iya ma , jangan lupa sepatu pernikahan aku ya ma , sama baju-baju dulu aja ma , baju jangan semua juga ya , nanti kalau aku nginep disana kan gak perlu bawa baju lagi , yang lain nanti kalau aku sudah baikan , aku pulang ke rumah buat ambil" , kata Sandra.
"Iya nak , nanti mama bilang sama bik Sumi , kamu baik-baik ya disana , beberapa hari lagi , mama dan papa kesana lihatin kamu" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Sandra.
Sandra menuju ke ruang tamu , setelah telpon dari mamanya ditutup.
****
"Kak" , ucap Sandra sambil duduk di sebelah Antonio.
"Kenapa kesini , sudah baikan punggungnya?" , tanya Antonio.
"Kan kaki aku gak kenapa-kenapa , cuma punggung dan bahu kanan aja yang sakit , jadi aku bisa kesini dong" , ucap Sandra , sambil merangkul tangan calon suaminya , dengan manja.
"Iya sayang , kata Reihan kan kamu harus banyak istirahat , supaya cepat sembuh" , ucap Antonio.
"Kalau di kasur aja bosen juga kak" , jawab Sandra yang sudah menyenderkan kepalanya di bahu Antonio.
"Disini kan aku juga bisa istirahat , gak apa-apa kan" , ucap Sandra dengan manja.
"Kakak gak masalah kamu disini , kakak malahan senang banget , jadi kakak bisa lihat kamu terus , gak perlu khawatir lagi seperti kemaren" , ucap Antonio.
"Kemaren kakak khawatir banget ya" , ucap Sandra.
"Iya dong sayang , malahan dari kamu telpon , bilang mau pergi dengan Karin , kakak sudah gak enak perasaannya , makanya kakak gak mau kamu bawa mobil sendiri , sorenya benar kejadian buruk menimpa kamu" , ucap Antonio menjelaskan.
"Oh....gitu , pantesan aku gak boleh pergi sendiri , padahal aku sempat sebel tau" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Ya gak apa-apa kamu sebel sama kakak , yang penting sekarang kamu sudah sama kakak , kalau terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi sama kamu , kakak gak tau harus bagaimana sayang , kakak gak bisa kehilangan kamu" , ucap Antonio , sambil menciumi kening Sandra.
"Iya , maafin aku ya , pernah sebel sama kakak , aku juga gak bisa kehilangan kakak" , ucap Sandra , sambil memeluk calon suaminya itu.
"Kak , tadi mama telpon aku , katanya tante Shinta bilang , kalau aku lebih baik disini dulu sampai acara pernikahan kita , mama dan papa sudah setuju , nanti barang-barang aku di packing sama bik Sumi dan dikirim ke sini dulu , tadi aku cuma minta kirimin baju , sama sepatu buat acara nikah kita nanti" , ucap Sandra.
"Nanti setelah selesai di packing , bilang telpon aja , nanti kakak minta pak Maman , yang ambil ke rumah kamu sayang" , ucap Antonio sambil melihat ke layar laptopnya.
"Tapi kata mama , beberapa hari lagi mama juga mau kesini lihat aku kak" , ucap Sandra.
"Ya , nanti bisa di atur sayang" , ucap Antonio.
"Iya kak" , jawab Sandra , yang masih memeluk calon suaminya dengan manja.
"Sayang , ini namanya kita belum menikah , tapi sudah seperti menikah ya" , ucap Antonio.
"Maksudnya gimana kak?" , tanya Sandra.
"Ya setiap hari kita bersama , tidur di kasur yang sama , kakak juga setiap pagi bahagia , bisa melihat kamu ketika bangun , setiap malam gak perlu memikirkan kamu lagi , karena kamu sudah ada di samping kakak" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya ya kak , karena kasus ini , kita malah jadi tinggal bersama , tapi setelah baik aku pulang ke rumah aja ya" , ucap Sandra.
"Kakak jadi kehilangan dong , kalau kamu pulang nanti" , ucap Antonio dengan lesu.
"Ya udah , kalau gitu aku gak akan pulang , sampai kita menikah nanti" , ucap Sandra dengan lembut.
Tidak lama bel kamar Antonio berbunyi , Antonio langsung membuka pintu.
Ternyata Susi sang sekretaris yang datang.
"Ada apa Susi?" , tanya Antonio.
"Ini ada berkas , yang harus ditanda tangani pak" , ucap Susi.
"Saya lihat dulu" , ucap Antonio , sambil berjalan ke arah sofa dan duduk di sebelah Sandra.
"Iya pak" , jawab Susi sambil mengikuti Antonio.
"Maaf pak , bagaimana keadaan nona muda?" , tanya Susi.
"Sudah mulai membaik , sekarang dalam proses pemulihan" , ucap Antonio.
"Syukurlah pak , semoga nona muda cepat sembuh" , ucap Susi.
"Iya terima kasih Susi" , ucap Antonio dan Sandra bersamaan.
"Ini sudah saya tanda tangani , tolong beberapa jadwal saya di cancel dulu , untuk beberapa hari kedepan , nanti ada Robi juga , yang akan menggantikan saya sementara , untuk bertemu dengan klien" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Baik pak , kalau gitu saya permisi dulu" , jawab Susi sambil berjalan keluar kamar.
Susi yang sudah sampai di ruangannya langsung ditanya oleh Adel.
"Jadi benar , ceweknya si bos di rawat disini?"
"Iya benar , si bos sendiri yang merawatnya" , ucap Susi.
"Tadi kamu ketemu gak , sama ceweknya si bos?" , tanya Adel yang ingin tau , karena selama ini , dia hanya mendengar gosip yang beredar disana.
"Ketemu kok , tadi aku juga sudah nanya kondisinya juga" , ucap Susi.
"Jadi bagaimana keadaanya?" , tanya Adel.
"Tadi aku lihat masih agak pucat sedikit , tapi pak bos bilang sudah mulai membaik dan dalam proses pemulihan" , ucap Susi.
"Kasian juga ya pacarnya si bos , semoga cepat sembuh deh , tapi masih cakep gak dia kalau sakit" , ucap Adel yang kepo.
"Biarpun mukanya agak pucat dan tanpa make up , tapi beneran cantik banget , gak kayak kamu harus dandan dulu , gak sakit aja mukanya kayak orang sakit" , ucap Susi sambil tertawa.
"Ih....jahat ahhhh kamu , tapi muka orang kaya ya beda la sama muka kita" , ucap Adel.
********
Sore hari nya , Robi menuju ke kamar Antonio , ditekannya bel di depan pintu.
Ting...tong...
Antonio pun membuka pintu.
"Masuk Robi" , ucap Antonio.
Robi mengikuti Antonio , masuk menuju ke kursi sofa.
"Ini pak , hasil penyelidikan tentang Yogi , ternyata dia anaknya pak Doddy" , ucap Robi.
Antonio langsung terkejut , mendengar Yogi anak dari Doddy , orang yang papa nya khawatirkan belakangan ini.
"Tindak kekerasan yang dilakukan Yogi kepada Sandra , apakah ada hubungannya dengan Doddy?" , tanya Antonio.
"Untuk sekarang masih belum ada pak" , ucap Robi.
"Baik , kamu lanjutkan mengawasi Yogi terus" , ucap Antonio.
"Baik pak , kalau gitu saya undur diri dulu" , ucap Robi.
"Baik" , jawab Antonio.
__ADS_1
Setelah Robi keluar dari kamar , Antonio membuka amplop coklat , yang berisi tentang Yogi.