
Adam yang belum mengetahui bahwa besok dia akan dipanggil untuk masalah penggelapan dana perusahaan , masih pulang dengan bahagia sore itu.
Sudah jam 5 sore , Adam langsung mematikan laptopnya dan langsung berjalan keluar dari ruangan kantornya menuju ke lobby All Star Hotel kota B.
Hari itu Adam sudah janji dengan Sherly untuk bertemu di apartemen Sherly.
Adam berjalan masuk ke dalam mobilnya.
Ketika Adam ingin menjalankan mobilnya , ponsel Adam berbunyi.
Adam melihat ponselnya dan tertera nama Sherly disana.
"Halo sayang , apa kamu sudah tidak sabar untuk bermain panas dengan aku , sampai kamu menghubungi aku sekarang?" , tanya Adam.
"Aku mau sebelum kamu kesini belikan aku makanan , aku lapar" , ucap Sherly.
"Baiklah sayang , kamu mau makan apa , makan yang banyak ya biar nanti malam bisa sampai 5 ronde" , ucap Adam sambil tertawa.
"Kamu siapkan saja karet pengaman kamu , jangan sampai kurang lagi seperti kemaren" , ucap Sherly yang teringat dengan kejadian kemaren , setelah 3 ronde , Adam masih ingin melakukannya tapi karet pengamannya sudah habis , terpaksa Sherly harus memuaskannya dengan mulutnya sampai cairan itu masuk ke mulut Sherly dan mengenai wajah sampai tubuh Sherly.
"Kamu tenang saja , aku sudah membeli 5 box kalau untuk itu" , jawab Adam.
"Ya sudah belikan aku nasi padang pakai rendang" , ucap Sherly.
"Baik sayangku" , jawab Adam.
Sherly pun memutuskan sambungan telponnya.
Adam menjalankan mobilnya menuju ke restoran padang dan memesan 2 bungkus nasi rendang disana.
Setelah makanannya selesai di bungkus , Adam membayarnya ke kasir dan menuju ke mobil.
Adam menjalankan mobilnya menuju ke apartemen Sherly.
Sampai di apartemen Sherly , Adam langsung masuk kesana dengan cardlock yang diberikan oleh Sherly untuk memudahkannya keluar masuk disana , karena sudah 2 bulan belakangan ini mereka sering main di apartemen Sherly.
Sampai di apartemen Sherly , Adam langsung membuka pintunya dan masuk ke dalam.
Sudah terlihat Sherly yang hanya menggunakan lingerie nya sambil duduk di meja makan.
"Benar-benar sangat menggoda sayang" , ucap Adam yang langsung meletakkan plastik nasi bungkus yang dibawanya ke atas meja dan berjalan mendekati tubuh Sherly dan tangan Adam langsung me...re...mas dada Sherly yang kelihatan dengan jelas dibalik kain tipis transparan berwarna kuning muda itu.
"Kamu sabar dulu Adam , aku mau makan dulu" , ucap Sherly.
"Baiklah" , jawab Adam.
Setelah itu mereka makan bersama.
Mata Adam tidak lepas dari tubuh polos Sherly yang berada di balik baju tipis transparan itu.
"Kamu sudah hampir setiap hari melihatnya , masih melihatnya saja sampai sekarang" , ucap Sherly sambil terkekeh.
"Tubuh kamu itu benar-benar menggairahkan Sherly" , ucap Adam.
"Iya untuk kamu , tapi tidak untuk Antonio , aku menawarkannya saja dengan gratis dia tidak mau" , ucap Sherly.
"Bos besar itu bodoh , dia tidak tau wanita yang menggairahkan" , ucap Adam.
"Kamu benar-benar bisa membuat aku bahagia" , ucap Sherly sambil tersenyum.
__ADS_1
Tidak lama mereka pun selesai makan.
Adam yang sudah tidak sabar langsung membuka bajunya dan memeluk tubuh Sherly dengan tubuh polosnya.
"Ugh...kamu bau asam , mandi dulu sana" , ucap Sherly.
"Baiklah" , ucap Adam sambil masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Sherly dengan tubuh polosnya.
Sherly berjalan naik di atas kasurnya , duduk dengan pose seksi sambil menunggu Adam selesai mandi.
Tidak lama Adam sudah selesai mandi , setelah mengeringkan tubuhnya dengan handuk , dia tidak menutupi tubuhnya dengan handuk , tapi dia langsung berjalan keluar dari kamar mandi dengan tubuh polosnya.
"Kamu sudah siap sayang?" , tanya Adam.
"Aku sudah siap dari tadi sayang" , ucap Sherly sambil memanggil Adam dengan jarinya.
Adam pun langsung naik ke atas kasur dan membuka semua lingerie tipis Sherly.
Adam yang sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi , langsung menciumi seluruh tubuh Sherly , sampai iya melebarkan kaki Sherly dan menenggelamkan wajahnya di bawah sana dan memainkan mulutnya disana.
Hal yang paling Sherly sukai dari Adam , bisa membuatnya merasakan kenikmatan , karena Adam selalu memainkan mulutnya di bawah sana.
Tidak lama Adam pun memasang karet pengaman di tubuhnya yang sudah siap , lalu dia pun langsung menyatukan miliknya dengan Sherly yang sudah siap.
Sampai terjadi pelepasan dan mereka mencapai kenikmatan bersama.
Satu kali tidak cukup dan mereka terus melakukannya sampai 5 ronde , sampai akhirnya tubuh mereka sudah penuh dengan keringat dan tubuh Adam sudah terkulai lemas menindih tubuh polos Sherly.
********
Keesokan paginya , Sandra yang sedang menyusui Angelica dan Alvaro melihat suaminya yang sudah rapi memakai bajunya untuk berangkat ke All Star Hotel kota B.
"Iya hubby , janji ya gak ngapa-ngapain sama cewek cewek selama disana" , ucap Sandra.
"Iya sayang , aku janji" , ucap Antonio.
"Hubby sarapan dulu ya" , ucap Sandra.
"Aku sarapan di jalan aja nanti sama pak Maman sayang" , ucap Antonio.
"Baik hubby , aku gak bisa nganterin hubby sampai ke pintu ya , karena lagi menyusui Alvaro dan Angelica" , ucap Sandra.
"Iya sayang , gak apa apa" , ucap Antonio.
"Papa pergi dulu ya , anak anak papa baik-baik ya di apartemen sama mama" , ucap Antonio sambil mencium kening kedua anak kembarnya dan kening istri tercintanya.
Setelah itu Antonio berdiri dari kasurnya dan membawa kopernya yang sudah disiapkan oleh istrinya.
Antonio berjalan keluar dari kamar.
"Kamu bantuin juga semua keperluan nona muda selama saya gak ada ya" , ucap Antonio kepada Ina dan Ira.
"Baik tuan" , jawab Ina dan Ira bersamaan.
Setelah itu Antonio keluar dari sana dan menuju ke parkiran mobil.
Sampai di parkiran mobil , pak Maman sudah berada disana.
"Kita jalan sekarang ya pak" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Iya pak , nanti mau sarapan dimana pak?" , tanya pak Maman setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Di rest area saja pak" , jawab Antonio.
"Baik tuan" , jawab pak Maman.
Ina dan Ira langsung masuk ke kamar Sandra setelah Antonio pergi dari sana.
Setelah Sandra selesai menyusui , Ina dan Ira menggendong Alvaro dan Angelica , lalu mereka memandikan Alvaro dan Angelica di bak mandi bayi yang sudah di sediakan Sandra di samping box bayi nya.
Sandra melihat Ina dan Ira mengurus anak-anaknya , pekerjaan yang tidak bisa dilakukan olehnya , bahkan suaminya gak mau sampai Sandra kecapean mengurus anak-anak mereka.
Bagi Antonio kesehatan istrinya jauh lebih penting sejak Sandra mengalami pendarahan waktu melahirkan anak mereka.
Sandra keluar dari kamar karena sudah merasakan lapar.
Sandra berjalan menuju ke dapur.
"Tuan sudah berangkat ke luar kota nona?" , tanya Tuti.
"Sudah mba , tadi jam 6 pagi jalannya" , jawab Sandra.
"Berarti tuan gak sarapan dong nona muda" , ucap Tuti.
"Iya , katanya nanti mau sarapan di jalan aja sama pak Maman" , jawab Sandra.
Tuti hanya menganggukkan kepalanya.
"Hari ini mau makan apa nona muda?" , tanya Tuti.
"Buatin sop ayam kampung saja mba nanti buat juga makanan buat Ina dan Ira , kalau mereka ikutin makan aku , lama-lama mereka bisa bosan" , ucap Sandra.
"Nona muda baik sekali , biasanya gak ada majikan yang mau memikirkan makanan untuk pembantunya" , ucap Tuti.
"Mereka kan sudah membantu aku menjaga anak aku mba , sama dengan mba Tuti , sudah membantu aku membersihkan apartemen ini" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Tuti senang bisa bekerja sama nona muda dan tuan , dari dulu sebelum tuan menikah , tuan juga selalu baik sama Tuti" , ucap Tuti.
"Apa mba mau ikut kami nanti ketika kami sudah pindah ke rumah mba?" , tanya Sandra yang mengharapkan asisten rumah tangganya mau ikut dengan mereka.
"Nanti Tuti pikirkan lagi ya nona muda" , ucap Tuti.
"Baiklah mba" , jawab Sandra sambil mengambil pudding yang ada di kulkasnya.
Tidak lama terdengar suara bel pintunya berbunyi.
Ting....tong....
Sandra langsung berjalan dan membuka pintu.
"Mama sudah datang" , ucap Sandra ketika sudah membuka pintu dan terlihat mama Amel di sana.
"Iya sayang , tadi setelah selesai sarapan sama papa , mama langsung kesini" , ucap mama Amel sambil membawa koper kecilnya.
"Ayo masuk dulu ma" , ucap Sandra.
"Iya sayang , Antonio sudah jalan?" , tanya mama Amel.
"Sudah ma , dari jam 6 tadi" , jawab Sandra.
__ADS_1