Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 22


__ADS_3

Pagi hari , opa Chandra sudah datang ke rumah Antonio untuk menjemput Angelica.


"Pa" , sapa Antonio dan Sandra yang melihat opa Chandra sudah masuk ke dalam rumah mereka.


"Iya nak , Angelica sudah siap?" , tanya papa Chandra yang tidak melihat Angelica di meja makan.


"Sebentar lagi juga dia pasti turun pa , papa sudah sarapan belum , aku ada buat brownies kemaren" , ucap Sandra.


"Papa sudah sarapan , tapi papa selalu suka dengan brownies buatan kamu , jadi papa mau sepotong" , ucap papa Chandra sambil duduk di kursi meja makan.


Sandra langsung berjalan ke dapur dan memotong kan brownies untuk papa mertuanya.


"Alvaro belum bangun nak?" , tanya papa Chandra.


"Anak itu kalau hari libur bangunnya lebih lama pa" , jawab Antonio.


"Opa" , sapa Angelica yang sudah turun dari atas dan sudah menggunakan baju golf nya.


"Iya cucu kesayangannya opa , tambah cantik saja cucu opa , pasti nanti banyak dari anak teman opa yang suka dengan cucu opa" , ucap opa Chandra.


"Bukannya di lapangan golf banyaknya orang yang sudah berumur ya opa" , jawab Angelica sambil duduk di samping opa Chandra.


"Sekarang juga banyak anak muda Angelica , makanya opa mau membawa kamu untuk dikenalkan kepada anak-anak lelaki mereka , siapa tau ada yang cocok dengan kamu" , ucap opa Chandra sambil tersenyum.


"Iya opa" , jawab Angelica.


Sandra yang sudah selesai memotong kan kue brownies , membawakannya keluar dan memberikannya kepada opa Chandra.


"Aku mau juga ma brownies nya" , ucap Angelica.


"Iya sebentar ya sayang , mama ambilkan" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Sandra kembali berjalan ke dapur dan memotong kan brownies untuk Angelica.


Tidak lama Sandra keluar dan membawakan brownies untuk anak perempuannya satu-satunya.


Angelica dan opa Chandra memakan brownies buatan Sandra sampai habis.


Setelah itu mereka pamitan mau pergi.


"Papa pergi bawa Angelica dulu ya nak" , ucap papa Chandra.


"Iya pa" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


"Aku pergi ya pa...ma..." , ijin Angelica sambil mencium pipi papa dan mamanya.


"Iya sayang" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


Opa Chandra dan Angelica berjalan bersama menuju ke mobil , dimana Adi sopir baru opa Chandra sudah menunggu di dalam mobil dari tadi.


Setelah beberapa waktu , mobil opa Chandra yang dibawa oleh Adi telah sampai di lapangan golf.


Disana opa Chandra bertemu dengan temannya Wijaya yang juga merupakan opa Vincent dan Angelica juga sudah mengenalinya dari Angelica masih kecil.


"Opa Wijaya" , sapa Angelica.

__ADS_1


"Iya Angelica , tambah besar kamu semakin cantik saja ya" , ucap opa Wijaya sambil tersenyum.


"Terima kasih opa" , jawab Angelica.


Tidak lama datang lagi teman opa Chandra yang berjalan mendekati mereka bersama dengan anaknya cowoknya.


"Halo om Chandra , datang bersama siapa hari ini?" , tanya Freddy.


"Halo Freddy , ini cucu perempuan saya" , ucap opa Chandra.


Angelica mulai berkenalan dengan Freddy sambil berjabat tangan.


"Angelica , ini anak om namanya James" , ucap Freddy.


"Halo" , jawab Angelica sambil mengulurkan tangannya.


"Halo" , jawab James sambil menjabat tangan Angelica.


"Sekarang Angelica masih sekolah atau sudah kuliah?" , tanya om Freddy.


"Saya masih sekolah om" , jawab Angelica.


"Anak om sudah tamat kuliah dan sekarang sedang menjalankan taman bermain milik perusahaan kami" , ucap Freddy yang mempromosikan anak gantengnya.


"Sepertinya kamu mau menjodohkan anak kamu dengan cucu aku" , ucap opa Chandra.


"Ya pastinya seperti itu om , siapa yang gak mau menjodohkan anaknya dengan cucu pemilik All Star Hotel yang sangat cantik ini" , ucap Freddy sambil tersenyum.


"Cucu saya masih berumur 17 tahun jadi kita biarkan mereka untuk berteman dulu saja" , ucap opa Chandra.


Angelica dan James hanya tersenyum sambil melirik satu sama lain.


"Pria ini ganteng juga dan pastinya dia juga sudah bekerja menjalan perusahaan taman bermain , gak ada salahnya juga aku mencoba berteman dengan dia" , ucap Angelica dalam hatinya.


"Cucu opa Chandra kelihatan sangat cantik sekali , aku sangat ingin bisa dekat dengannya" , ucap James dalam hatinya.


"Baiklah , ayo kita mulai menggerakkan tubuh kita" , ucap opa Chandra.


"Baiklah" , jawab teman opa Chandra.


Opa Chandra , Angelica , opa Wijaya , om Freddy dan James berjalan bersama menuju ke mobil golf yang sering disebut buggy car.


Di buggy car sudah ada petugas yang akan membawa mereka untuk menuju ke lapangan golf.


Sampai di lapangan golf sudah banyak para cewek-cewek cantik yang akan membawakan peralatan golf mereka.


"Angelica , apakah kamu pernah bermain golf sebelumnya?" , tanya James.


"Belum pernah , ini pertama kalinya aku ke lapangan golf" , jawab Angelica.


"Apa kamu mau aku ajarin?" tanya James.


"Iya boleh" , jawab Angelica.


James mengantarkan Angelica menuju ke tengah lapangan untuk bermain golf.

__ADS_1


"Ternyata anak kamu cepat juga ya gerakannya" , ucap Chandra sambil tersenyum.


"Sepertinya James menyukai cucu om Chandra , apakah om Chandra akan menyetujui hubungan mereka?" , tanya Freddy.


"Kalau Angelica menyukainya , ya tidak masalah , lagian kita juga sudah lama saling mengenal" , ucap Chandra.


"Iya om" , ucap Freddy sambil tersenyum.


Opa Chandra bersama teman-temannya mulai bermain golf disana.


.


.


James mulai memberitahukan Angelica cara memegang stik , cara berdiri yang benar dan tiba saatnya cara untuk memukul bola.


James langsung berjalan ke belakang tubuh Angelica dan mulai mengulurkan tangannya sambil memegang tangan Angelica.


Sontak membuat Angelica menjadi terkejut dan jantungnya berdebar lebih kencang.


"Kenapa harus seperti ini belajarnya?" , tanya Angelica yang langsung memajukan tubuhnya ke depan.


"Memang harus seperti itu ngajarinnya Angelica" , ucap James.


"Kamu sengaja mengambil kesempatan untuk menyentuh aku kan" , ucap Angelica dengan ketus.


"Ternyata cucu nya opa Chandra selain cantik ketus juga ya , tapi membuat aku menjadi lebih tertarik lagi" , ucap James dalam hatinya.


"Beneran seperti itu cara ngajarinnya Angelica , aku gak akan mengambil kesempatan sebelum kamu menjadi pacar aku" , ucap James sambil menaikkan alisnya.


"Aku gak percaya sama kamu" , jawab Angelica.


"Kamu lihat kesana , itu disana juga ada yang sedang dilatih dengan salah satu pelatih golf disini" , ucap James.


Angelica melihat ke arah yang ditunjukkan oleh jari James.


Disana terlihat ada beberapa orang wanita yang sedang dilatih dengan pelatih pria yang ada disana dan caranya memang sama dengan cara yang James ajarkan.


"Kalau gitu aku mau dilatih dengan pelatih yang disediakan di sini saja" , ucap Angelica sambil berjalan.


James langsung memegang tangan Angelica untuk menahannya.


Jantung Angelica yang sedang berdebar tidak menentu itu , langsung merasa seakan mau melompat keluar ketika James memegang tangannya.


"Tolong lepasin tangan aku James , biarkan aku mencari pelatih saja" , ucap Angelica.


"Masa kamu lebih mau di pegang dengan pelatih pria itu dari pada sama aku" , ucap James yang tidak mau melepaskan tangan Angelica.


Jantung Angelica langsung berdetak lebih cepat lagi saat itu , kecepatannya sangat cepat seperti dia sudah berlari sepuluh keliling lapangan golf yang besar itu.


Opa Chandra yang melihat ada sesuatu yang terjadi antara James dan Angelica , langsung memberikan tongkat golf nya kepada petugas wanita yang ada di belakangnya dan berjalan mendekati Angelica.


"Ada apa Angelica?" , tanya opa Chandra.


Mendengar suara opa Chandra , Angelica langsung melihat ke arah opa Chandra.

__ADS_1


__ADS_2