
"Bu bangun.... jangan tidur , bangun bu...." , panggil salah satu perawat yang melihat Sandra sudah menutup matanya.
Seketika jantung Antonio langsung berhenti berdetak.
"Sayang bangun" , panggil Antonio yang sudah panik dan ketakutan.
"Maaf pak , bapak boleh keluar dulu supaya dokter bisa menangani istri bapak" , ucap salah satu perawat disana.
"Baiklah suster , tolong selamatkan istri saya ya suster" , ucap Antonio sambil keluar dari ruangan persalinan , yang sudah meneteskan air mata di wajahnya.
"Iya pak , kita pasti akan melakukan yang terbaik untuk istri bapak" , jawab perawat tersebut.
"Sayang...kamu harus kuat ya , jangan tinggalin aku sayang" , ucap Antonio dalam hatinya ketika menunggu di luar ruangan persalinan , dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata.
Selama berdiri di luar...menunggu istrinya , Antonio selalu berdoa untuk meminta kesembuhan dan keselamatan untuk istrinya kepada Tuhan.
Setelah beberapa jam berlalu , akhirnya dokter Sarah keluar dari ruangan persalinan.
"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" , tanya Antonio yang sudah mulai tenang dan tidak menangis lagi.
"Untungnya darah yang keluar gak terlalu banyak , sehingga kita bisa dengan cepat mengatasinya , sekarang istri bapak sudah tidak apa-apa , kita tinggal tunggu pemulihannya saja" , ucap dokter Sarah.
"Baiklah , terima kasih dokter" , ucap Antonio.
"Iya sama sama pak" , jawab dokter Sarah sambil pergi dari sana.
Tidak lama perawat keluar dari ruangan dan mendorong kasur Sandra menuju ke kamar perawatan Sandra.
Antonio mengikuti perawat membawa kasur istrinya menuju ke kamar ruangan perawatan.
Sampai di dalam ruangan perawatan , perawat meletakkan ranjang Sandra disana dan dengan infus yang terpasang di tangan Sandra.
Setelah beberapa waktu Sandra masih belum sadar.
Antonio terus menunggu sambil duduk di samping kasur bidadari cantiknya.
Antonio juga memegang dan terus menciumi tangan bidadari cantiknya.
Tiba-tiba Antonio teringat kalau dia belum mengabarkan kedua orang tua dan mertuanya.
Antonio mengambil ponselnya dan menelpon mama Amel.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo Antonio" , jawab mama Amel.
"Halo ma , Sandra sudah melahirkan , sekarang kita di kamar VIP 23" , ucap Antonio.
"Baik nak , nanti papa dan mama akan kesana , keadaan Sandra dan anak-anak kalian sehat kan" , ucap mama Amel.
"Sandra sempat mengalami pendarahan ma , tapi sudah diatasi oleh dokter , sekarang tinggal tunggu Sandra sadar ma" , ucap Antonio dengan lirih.
"Sandra pasti baik-baik saja Antonio , dia sangat menyayangi kalian , pasti dia kuat" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Antonio.
"Baiklah , sebentar lagi mama kesana ya nak" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Antonio sambil memutuskan sambungan telponnya.
Setelah itu Antonio menelpon mama Shinta.
__ADS_1
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo Antonio , apakah Sandra sudah melahirkan?" , ucap mama Shinta.
"Iya ma sudah jam 5 pagi tadi , tapi Sandra mengalami pendarahan ma" , ucap Antonio dengan lirih.
"Jadi bagaimana keadaan Sandra sekarang nak?" , tanya mama Shinta yang mulai khawatir.
"Kata dokter Sarah tadi untungnya darahnya gak keluar terlalu banyak dan jadi bisa diatasi dengan cepat , jadi sekarang Sandra sudah tidak apa apa , tapi Sandra belum sadar sampai sekarang" , jawab Antonio dengan lirih.
"Kamu harus kuat nak , mama yakin Sandra pasti akan baik-baik saja , Sandra itu sangat kuat nak , dia pasti akan sadar dan baik-baik saja" , ucap mama Shinta yang mengetahui , pasti anaknya sedang sedih melihat kondisi istri kesayangannya.
"Iya ma" , jawab Antonio.
"Sebentar lagi papa dan mama kesana ya , kalian di kamar nomor berapa?" , tanya mama Shinta.
"VIP 23 ma" , jawab Antonio.
"Baiklah , sebentar lagi mama langsung kesana" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Antonio sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Kamu harus cepat sadar ya sayang , aku dan anak kita menunggu kamu disini" , ucap Antonio sambil mengelus wajah istri tercintanya.
Tidak lama perawat mendorong ranjang bayi , 2 bayi yang sudah dibersihkan dimasukkan ke kamar perawatan Sandra dan diletakkan di sebelah kasur Sandra.
"Suster , kenapa sampai sekarang istri saya belum bangun" , tanya Antonio.
"Itu karena tadi ketika melahirkan istri bapak kehilangan darah lumayan banyak , nanti siang juga pasti bangun pak" , jawab perawat tersebut.
"Baiklah suster , terima kasih ya" , ucap Antonio.
Antonio berjalan mendekati ranjang anak-anaknya.
Tidak lama mama Shinta , papa Chandra , mama Amel dan papa Surya sudah sampai di kamar perawatan Sandra.
"Jadi bagaimana keadaan Sandra nak?" , tanya mama Shinta dan mama Amel.
"Masih belum bangun ma" , jawab Antonio dengan lirih.
"Nanti pasti bangun , Sandra mungkin masih kecapean nak" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , ucap Antonio.
"Jadi , tadi apa kata dokternya Antonio?" , tanya papa Surya.
"Kata dokter Sarah , setelah ditangani...Sandra sudah tidak apa apa pa , tadi juga aku sudah tanya kepada perawat , katanya nanti siang pasti bangun" , jawab Antonio.
"Baiklah kalau gitu kita tunggu sampai siang ini" , ucap mama Amel.
"Cepat bangun ya nak , kami semua menunggu kamu disini" , ucap mama Amel sambil mengelus wajah Sandra.
Setelah itu papa Chandra , mama Shinta , papa Surya dan mama Amel duduk di kursi sofa sambil mengobrol bersama.
Antonio terus duduk di samping Sandra dan menunggu sampai Sandra membuka matanya.
Tidak lama Sandra pun sudah membuka matanya.
"Sayang" , panggil Antonio.
Sontak membuat papa dan mama yang disana langsung bangun dari kursi dan menuju ke ranjang Sandra.
__ADS_1
"Hubby , papa mama" , ucap Sandra yang baru sadar.
Papa Chandra , papa Surya , mama Shinta dan mama Amel hanya menganggukkan kepalanya.
Kalau ditanya apakah mereka khawatir.
Pastinya mereka sangat khawatir , makanya papa dan mama hanya memperhatikan Sandra terlebih dahulu.
"Iya sayang , kamu mau minum sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , ucap Sandra.
Antonio pun memberikan air minum kepada istrinya.
Setelah itu Antonio menekan bel yang ada di kamarnya dan tidak lama dokter Sarah masuk dengan perawatnya.
"Bagaimana?" , tanya dokter Sarah.
"Istri saya sudah bangun dokter" , jawab Antonio.
"Apa yang sekarang dirasakan bu Sandra?" , tanya dokter Sarah.
"Kepala saya agak pusing dokter" , jawab Sarah.
"Setelah ini langsung makan ya , saya sudah minta perawat menyediakan makanan untuk penambah darah , jadi harus makan yang banyak ya supaya kondisinya segera pulih kembali" , ucap dokter Sarah.
"Baik dokter" , jawab Sandra dan Antonio.
"Baiklah , kalau gitu saya keluar dulu" , ucap dokter Sarah.
"Iya dokter , terima kasih" , jawab Antonio.
Tidak lama dokter Sarah keluar , perawat yang mengantarkan makanan masuk ke kamar Sandra.
"Makanannya saya letakin disini ya pak" , ucap perawat tersebut.
"Iya suster , terima kasih ya" , ucap Antonio.
Setelah perawat keluar , Antonio langsung mengambil makanannya.
"Makan sekarang ya sayang" , ucap Antonio setelah meninggikan kepala ranjang Sandra.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
Antonio dengan telaten menyuapi makanan ke mulut istrinya sampai makanannya habis semua dimakan oleh Sandra.
"Bagaimana sekarang nak?" , tanya mama Amel yang memperhatikan mereka dari tadi.
"Sudah mendingan ma" , jawab Sandra.
"Sementara Sandra biar istirahat dulu" , ucap papa Chandra.
"Iya pa" , jawab Sandra.
"Setelah ini Sandra jangan sampai kecapean untuk menjaga anak-anak kalian , besok mama mau ke tempat yayasan babysitter mencari babysitter untuk menjaga anak kalian" , ucap mama Amel.
"Iya ma , aku juga berencana mau mencari babysitter untuk membantu Sandra nanti" , ucap Antonio.
"Biar mama dan Amel saja yang mencarinya besok Antonio , kamu jaga Sandra saja di sini ya" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Antonio.
__ADS_1
"Kamu harus banyak istirahat ya nak , jangan sampai kecapean" , ucap papa Surya.
"Iya pa" , jawab Sandra.