Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 47


__ADS_3

Robi yang sudah sampai di kantor , langsung mengambil laptop dan dokumen yang diminta Antonio , lalu berjalan menuju ke luar.


"Pak Antonio tidak masuk hari ini" , tanya Susi sang sekretaris , kepada Robi.


"Pak Antonio ada , tapi di kamar atas" , jawab Robi.


"Jadi hari ini bapak tidak berada di ruangannya?" tanya Susi.


"Untuk beberapa hari ke depan , bapak akan berada di kamar atas" , ucap Robi , sambil berjalan menuju ke kamar Antonio.


Susi hanya menganggukkan kepala , sambil melihat Robi , yang sudah mulai pergi dari sana.


"Kenapa si bos di atas ya?" , tanya Adel teman satu ruangan Susi.


"Gak tau juga , apa karena masalah pacarnya ya , kemaren kayaknya ada masalah serius , pak Maman aja tegang banget mukanya" , ucap Susi.


"Aku sempat dengar katanya cewek si bos dilukai seseorang , makanya kemaren kan dokter Reihan disuruh kesini" , ucap Adel.


"Serius... , jadi sekarang bagaimana keadaan pacarnya si bos?" , tanya Susi.


"Aku gak tau juga , tapi aku dengar dari yang lain , tadi pagi-pagi banget , bos besar dan istrinya langsung buru-buru ke kamar atas , kayaknya serius masalahnya" , ucap Adel.


"Ya semoga aja pacarnya si bos cepat sembuh , bulan depan kan juga mau menikah" , ucap Susi.


"Iya kamu benar , kamu sudah jahit belum kain yang dibagikan kemaren" , kata Adel.


"Sudah , kemaren aku minta tolong tukang jahit dekat rumah buatin" , ucap Susi.


"Aku masih belum tau mau jahit dimana , kamu bawain aku ke tempat jahit , dekat rumah kamu aja ya" , kata Adel.


"Iya boleh , kalau mau besok pulang kerja , kita langsung kesana" , ucap Susi.


"Ok , besok aku bawa bahannya" , ucap Adel.


Robi yang sudah sampai di kamar Antonio , langsung menekan bel.


Ting...tong...


Mendengar suara bel kamarnya berbunyi , Antonio langsung membuka pintu kamar.


"Pagi pak , ini semua yang bapak butuhkan" , ucap Robi.


"Iya pagi Robi , kamu letakin aja semuanya di meja" , ucap Antonio.


Papa Chandra yang sudah duduk di kursi sofa , langsung bertanya kepada Robi.


"Jadi , bagaimana latar belakang orang yang menyakiti calon menantu saya?"


"Untuk sementara , yang saya dapat dia masih orang biasa pak , yang suka ikutan balap liar , untuk latar belakangnya , saya masih cari tau pak" , ucap Robi.

__ADS_1


"Kalau bisa , kamu cari tau sampai latar belakang keluarganya , saya benar-benar mau tau semuanya dengan jelas" , titah papa Chandra.


"Baik pak , kalau gitu saya kembali bekerja lagi" , ucap Robi.


"Iya , silahkan" , jawab papa Chandra.


Setelah Robi keluar dan pintu kamar ditutup...


"Nak , papa pikir lebih baik Sandra disini saja , sampai hari pernikahan nanti , kalau Sandra disini pasti tidak akan ada yang bisa menyakitinya , jangan sampai nanti masalah ini terulang , dan pernikahan kalian tidak jadi" , ucap papa Chandra.


"Nanti aku akan coba bahas dulu dengan Sandra ya pa" , ucap Antonio.


"Iya nak , papa rasa itu jalan terbaik untuk sekarang" , ucap papa Chandra.


Antonio yang mendengar saran papa Chandra , hanya menganggukkan kepalanya.


"Kamu ada meeting penting hari ini?" , tanya papa Chandra.


"Kayaknya ada pa , tapi aku mau minta batalkan dulu semua jadwal , untuk beberapa hari ini" , ucap Antonio.


"Kenapa di batalkan semua?" , tanya papa Chandra.


"Karena sakit Sandra , masih belum sembuh total pa , tadi malam setelah minum obat rasa sakitnya hilang , tadi pagi rasa sakit nya muncul lagi , aku gak mungkin tinggalin Sandra sendiri disini" , ucap Antonio.


"Tapi ada beberapa , yang aku minta Robi juga untuk urus dulu sementara" , ucap Antonio.


"Papa dan mama sudah sarapan?" , tanya Antonio.


"Belum nak , tadi begitu dapat telpon dari Amel , kami langsung buru-buru kesini" , ucap papa Chandra.


"Apa mau aku pesankan makanan kesini pa?" , tanya Antonio.


Bentar ya papa tanya mama dulu.


Papa Chandra masuk ke kamar , terlihat mama Shinta lagi mengobrol dengan Sandra.


"Ma...apa kita mau makan disini saja?" , tanya papa Chandra.


"Kita makan di restoran aja pa , biar mama bisa lihat-lihat makanannya" , ucap mama Shinta.


"Ya udah , kalau gitu kita sarapan dulu , nanti papa juga ada janji" , ucap papa Chandra.


"Tante pergi dulu ya sayang , kamu makan yang banyak , banyak-banyak istirahat , yang kejadian kemaren jangan dipikirkan lagi ya" , ucap tante Shinta , sambil mencium pipi calon menantunya.


"Iya tante , terima kasih" , ucap Sandra.


"Om jalan dulu ya Sandra , kalau ada apa-apa kasih tau Antonio ya" , ucap om Chandra.


"Iya om , terima kasih" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Nak , papa dan mama sarapan di restoran aja , nanti setelah sarapan , kami langsung pulang ya , nanti papa sudah ada janji , jangan lupa pertimbangkan saran papa tadi" , ucap papa Chandra.


"Iya pa" , jawab Antonio.


Setelah papa Chandra dan mama Shinta keluar , Antonio langsung menemui Sandra di dalam kamar.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Antonio.


"Apa aja kak" , ucap Sandra.


"Kita pesan lontong sayur aja ya" , kata Antonio.


"Iya boleh kak" , jawab Sandra.


Antonio langsung mengambil telpon dan memesan makanan untuk mereka.


"Masih sakit gak sayang?" , tanya Antonio setelah menutup telpon.


"Sudah mulai berkurang kak" , jawab Sandra.


"Kamu mau mandi gak?" , tanya Antonio.


"Nanti aja deh kak" , lagi males berdiri ucap Sandra dengan manja.


"Kakak pakaikan salep dulu ya di memarnya" , ucap Antonio , sambil mengambil salep yang diresepkan oleh Reihan.


"Iya kak" , ucap Sandra , sambil memiringkan tubuhnya.


Antonio mulai mengolesi salep ke punggung Sandra yang memar.


"Sayang , tadi papa bilang sama kakak , lebih baik kamu disini saja sampai acara pernikahan kita , bagaimana sayang?" , tanya Antonio.


"Nanti kalau aku disini , kakak jadi gak bisa kerja dong", ucap Sandra.


"Kalau kamu sudah lebih baik , kan kakak bisa kerja seperti biasa , papa Chandra takut kamu kenapa-kenapa , kalau disini kan tidak ada yang bisa menyakiti kamu" , ucap Antonio , memberikan penjelasan.


"Tapi kan aku belum ambil barang-barang di rumah kak , belum lagi sepatu yang buat kita nikah juga masih dirumah , nanti baju-baju aku gimana , sama barang-barang aku yang lain" , ucap Sandra.


"Nanti , kalau kamu sudah mulai sembuh , kita ambil ke rumah ya sayang" , ucap Antonio.


"Iya kak , nanti aku kasih tau mama juga" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , ucap Antonio sambil memeluk bidadari cantiknya.


Sarapan pagi yang di pesan Antonio sudah datang , Antonio pun sarapan bersama Sandra di kamar.


"Kakak kerja dulu ya , kalau kamu butuh apa-apa panggil kakak aja ya , kakak kerja di ruang tamu" , ucap Antonio setelah selesai sarapan.


"Iya kak" , jawab Sandra sambil menyalakan TV yang ada di kamar.

__ADS_1


__ADS_2