Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 46


__ADS_3

Robi yang sudah sampai di kota P , langsung mengurus biaya pemakaman dan memberikan uang santunan kepada keluarga dari pekerja yang meninggal karena tertimpa lift saat bekerja.


Karena rumah para korban yang meninggal dunia berdekatan , jadi Robi mengumpulkan semuanya istri para korban di satu rumah , untuk memudahkan dia menyampaikan pesan dari bos nya.


"Saya dari perwakilan perusahaan All Star Hotel ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya dari suami suami ibu yang telah meninggal dunia" , ucap Robi.


"Iya pak , kami juga berterima kasih karena sudah diuruskan untuk pemakamannya" , ucap bu Sisi salah satu istri dari suami yang telah meninggal dunia.


"Iya pak , tapi bagaimana dengan anak-anak kami yang masih kecil-kecil pak" , ucap bu Mona sambil memeluk kedua anaknya yang masih kecil dan pastinya masih duduk di bangku sekolah dasar.


"Untuk anak-anak dari korban yang meninggal dunia , untuk pendidikannya akan ditanggung oleh perusahaan sampai anaknya tamat SMA" , ucap Robi.


"Baiklah pak , terima kasih ya" , ucap bu Sisi dan Mona.


"Iya bu , sama sama" , jawab Robi.


"Anak saya baru tamat SMA pak , bagaimana dengan nasib saya dan anak saya kedepannya , kami selalu hidup dari gaji suami saya setiap bulan" , ucap bu Nina.


"Kalau gitu saya coba tanya dengan bos besar dulu ya bu" , ucap Robi sambil mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama Antonio disana.


Bu Nina pun menganggukkan kepalanya sambil menunggu Robi telponan.


Antonio yang sudah berada di dalam kamar bersama istri tercintanya , begitu mendengarkan telpon langsung mengulurkan tangannya mengambil ponselnya yang ada di atas lemari.


"Halo Robi" , jawab Antonio setelah melihat nama Robi yang tertera di layar ponselnya.


"Halo pak , disini ada salah satu anak korban yang sudah tamat SMA" , ucap Robi.


"Kalau sudah tamat SMA terus bagaimana?" , tanya Antonio.


"Kata istri salah satu dari korban yang sudah meninggal , mereka selalu hidup dengan gaji suaminya , setelah ini bagaimana mereka akan menjalani hidup" , ucap Robi.


"Anaknya perempuan atau laki-laki" , ucap Antonio.


"Anaknya perempuan pak", ucap Robi.


"Kasih biaya buat modal warung dirumah saja Robi" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Antonio pun memutuskan sambungan telponnya.

__ADS_1


.


.


"Jadi gimana pak?" , tanya bu Nina setelah melihat Robi memasukkan ponselnya ke dalam saku.


"Kami akan memberikan modal untuk ibu bisa jualan dirumah. Ibu bisa jualan apa?" , ucap Robi.


"Saya gak bisa masak pak , paling saya jualan sembako saja bisanya pak" , ucap bu Nina.


"Baik bu , kalau gitu biaya sekolah untuk anak ibu akan digantikan dengan modal untuk ibu jualan" , ucap Robi.


"Baik pak , terima kasih banyak pak" , ucap bu Nina.


Setelah selesai semuanya , Robi berjalan pergi dari sana menuju ke hotel tempat dia menginap.


********


"Robi menelpon ada apa hubby?" , tanya Sandra yang sedang bersandar di tubuh suaminya.


"Katanya ada salah satu keluarga dari korban yang meninggal dunia itu anaknya sudah tamat SMA dan mereka biasanya hidup dengan gaji dari ayahnya , sekarang ayahnya sudah meninggal , jadi mereka kebingungan untuk menjalani hidup mereka" , ucap Antonio.


"Iya sayang , kalau dikasih pekerjaan , anaknya mau dikasih pekerjaan apa , All Star Hotel kan belum jadi juga disana , gak mungkin kan aku suruh anaknya kerja kesini , nanti ibu nya akan nanya lagi , bagaimana dengan dia tinggal sendiri disana , bisa repot sayang" , ucap Antonio.


"Iya hubby benar juga" , jawab Sandra.


"Iya sayang , mana anaknya cewek lagi , baru tamat SMA , aku juga takut kalau dibawa kesini , nanti malah ganggu Alvaro saat dia sudah masuk ke All Star Hotel" , ucap Antonio.


"Iya hubby , semoga Alvaro gak seperti hubby yang diganggu dengan cewek-cewek yang mau uang hubby" , ucap Sandra.


"Kalau dalam bisnis , hal seperti itu pasti akan terjadi sayang , tapi bagaimana kita menyikapinya saja" , ucap Antonio.


"Apakah Alvaro bisa menghadapinya seperti hubby nantinya?" , ucap Sandra.


"Itu sebenarnya yang aku takutkan sayang , harusnya Alvaro bisa merubah sifatnya yang kekanakan seperti itu" , ucap Antonio.


"Tapi kalau dia sudah bekerja pasti dia serius hubby" , ucap Sandra.


"Iya , kamu benar , tapi dia menghadapi cewek itu masih seperti anak kecil sayang , dunia bisnis ini harus pinter pinter menghadapi masalah seperti itu , bukan yang teriak langsung lari cari mamanya" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Jadi maksud hubby , karena aku manjain anak aku , makanya anak aku jadi seperti itu?" , tanya Sandra sambil membalikkan tubuhnya dan melihat wajah suaminya.

__ADS_1


"Iya sayang" , jawab Antonio.


"Hubby jahat , kalau yang seperti itu saja , bilang aku yang salah" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.


"Tuh kan , gayanya aja udah sama dengan anaknya , suka memanyunkan bibirnya" , ucap Antonio yang langsung menciumi bibir istrinya.


Sandra yang sedang ngambek saat itu , langsung menjauhkan wajahnya dan memilih untuk tidur sambil menutupi kepalanya dengan selimut.


"Istri kesayangan hubby , sudah dewasa begini ternyata masih suka ngambek ya" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh istrinya.


"Hubby sih , kalau anaknya manja bilang aku yang salah , kalau Angelica baru anak kebanggaan hubby" , ucap Sandra di dalam selimut.


"Buka dulu dong selimutnya" , ucap Antonio.


"Gak mau" , jawab Sandra.


"Bukan begitu juga maksud aku sayang , maksud aku ya kamu jangan manjain dia terus seperti itu , supaya dia bisa menghadapi setiap masalah yang ada nanti , apalagi anak kamu itu kan ganteng , pasti banyak yang mau mendapatkannya dengan menggunakan berbagai macam cara , jadi dia itu harus diajarin bagaimana harus menghadapi cewek yang benar dan cewek yang gak benar" , ucap Antonio.


"Tapi kan aku gak bisa ngajarin yang seperti itu hubby" , ucap Sandra sambil membuka selimutnya.


"Akhirnya kamu buka juga selimutnya" , ucap Antonio sambil mencium kening istrinya.


"Bagaimana caranya aku mengajarkan dia untuk menghadapi cewek yang gak benar dan yang benar hubby , aku saja dulu dilukai sama Yogi" , ucap Sandra dengan lirih.


"Alvaro kalau berteman dengan Esmeralda , aku sebenarnya setuju sayang , karena aku sudah kenal dengan orang tuanya , anaknya juga sopan , tapi anak manja kita itu sedikit-sedikit gak suka , belum juga mengenal Esmeralda lebih dekat , aku takut kalau nanti dia ketemu dengan cewek yang salah yang bisa memanfaatkan kelemahan dia , maka dia bisa dimanfaatkan oleh cewek-cewek yang gak benar itu" , ucap Antonio.


"Alvaro kan kalau sudah gak suka , pasti gak suka , kita juga gak bisa memaksa dia" , ucap Sandra.


"Makanya aku berencana , kalau nanti di acara ulang tahun kamu , ada anak cewek yang dia sukai , bagaimana kalau nanti aku atur saja perjodohan langsung untuk dia" , ucap Antonio.


"Tapi apakah kalau dia menikah muda , dia bisa mengurus rumah tangganya hubby?" , tanya Sandra.


"Nanti setelah mereka menikah , mereka bisa tinggal dengan kita sayang , aku rasa itu lebih baik dari pada dia bertemu dengan wanita yang gak benar sayang" , ucap Antonio.


"Ya nanti hubby atur saja , aku ikut aja dengan apa yang hubby inginkan" , ucap Sandra.


"Iya sayang , kalau gitu kita istirahat lagi ya" , ucap Antonio.


Sandra pun menganggukkan kepalanya.


Seperti biasa Antonio akan membawa tubuh istri kesayangannya ke dalam pelukannya , baru mereka tidur bersama masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2