Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 58


__ADS_3

Sementara di apartemen Antonio dan Sandra masih mengobrol di kasur mereka.


"Mau makan apa malam ini sayang?" , tanya Antonio.


"Aku mau yang anget-anget aja kak , soalnya perut aku gak enak" , ucap Sandra.


"Sop iga aja , mau gak sayang?" , tanya Antonio.


"Mau kak" , jawab Sandra.


Antonio memesan makanan untuk mereka.


Sambil menunggu makanan datang , Antonio dan Sandra masih berada dikamar , karena Sandra masih bergelayut manja di tubuh Antonio.


Tidak lama terdengar bunyi bel apartemen mereka.


"Kayaknya itu makanannya sudah datang sayang , kakak buka pintu dulu ya" , ucap Antonio.


Sandra pun berdiri dari tubuh Antonio dan ia pun turun dari kasur , mengikuti Antonio keluar.


Antonio membuka pintunya.


"Permisi pak , ini pesanannya" , ucap kurir pengantar makanan tersebut.


Antonio mengambil makanan pesanannya , lalu diapun memberikan tips , buat kurir pengantar makanan tersebut.


"Terima kasih ya" , ucap Antonio kepada kurir pengantar makanan.


"Iya sama -sama pak" , jawab kurir tersebut , sambil pergi menuju ke arah lift.


Setelah menutup pintunya , Antonio membawa makanan ke meja makan.


Sandra sudah menyusun piring , mangkuk , sendok dan gelas di meja makan.


Antonio mengeluarkan makanan dari plastiknya dan meletakkan di meja.


Sandra membuka bungkus makanan dan menyalinnya di piring dan mangkuk , yang sudah di siapin oleh nya.


Setelah itu , Sandra membuang semua bungkus makanan ke dapur dan mencuci tangannya.


Sampai di meja makan , Sandra meletakkan makanan Antonio di depan Antonio , setelah itu dia meletakkan makanannya di depannya.


Satu kegiatan , yang tidak pernah dia lakukan selama 17 tahun ini , tapi demi kakak kesayangannya , dia mau belajar melakukan pekerjaan rumah sedikit demi sedikit.


Melihat Sandra menyediakan makanannya , meskipun itu bukan Sandra yang masak , tapi sudah membuat Antonio bahagia.


Mereka pun makan sambil mengobrol ringan.


"Kak , nanti setelah makan , biar aku yang cuci semuanya ya" , ucap Sandra.


"Kenapa gak diletakin aja di tempat cuci piring sayang , biar besok Tuti yang cuci semuanya" , ucap Antonio.


"Gak apa-apa kak , biar aku juga bisa belajar buat beres-beres rumah" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Iya boleh sayang" , ucap Antonio.


Tidak lama , mereka pun selesai makan.


Antonio membantu Sandra , membawa piring dan mangkuk ke tempat cuci piring.


Sandra menyalakan air dan mulai mencuci piring.


Antonio memeluk pinggang Sandra dari belakang.


"Sayang , airnya di kecilkan sedikit , supaya nanti airnya gak muncrat kemana-mana" , ucap Antonio dengan lembut , di dekat telinga Sandra.


"Oh , gitu ya kak" , ucap Sandra , sambil mengecilkan airnya.


Setelah semuanya selesai di cuci , Sandra mengeringkan tangannya di kain , yang sudah disediakan di dekat tempat cuci piring.


"Akhirnya selesai kak , iya benar ternyata airnya gak muncrat kemana- mana" , ucap Sandra sambil tersenyum , setelah membalikkan tubuhnya dan saling berhadapan dengan sangat dekat dengan Antonio.


"Sekarang aku sudah bisa cuci piring kak" , ucap Sandra dengan manja , sambil memeluk pinggang Antonio.


"Iya sayang , makasih ya...kamu mau belajar melakukan pekerjaan yang belum pernah kamu lakukan" , ucap Antonio sambil mencium kening Sandra.


"Iya kak , itu juga sebenarnya sudah menjadi tugas aku" , ucap Sandra dengan lembut.


"Sekarang sudah malam , kita ke kamar aja ya" , ucap Antonio.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya dan mereka berjalan ke kamar , sambil berpelukan.


Sampai di dalam kamar mereka menonton TV sambil mengobrol ringan.


Tidak berapa lama pun , mereka tertidur.

__ADS_1


Tiba-tiba tengah malam , Sandra mulai meringis merasakan sakit perutnya.


Antonio yang merasakan ada pergerakan dekat tubuhnya , langsung terbangun dan membuka matanya.


Terlihat , tangan Sandra sedang menahan perutnya dan melengkungkan tubuhnya , menahan rasa sakit.


"Apa yang sakit sayang?" , tanya Antonio dengan panik.


"Perut aku sakit kak" , ucap Sandra lemas.


"Kenapa bisa sakit?" , tanya Antonio.


"Sakit karena dapet kak" , ucap Sandra pelan.


"Jadi kakak harus gimana sayang?" , tanya Antonio yang masih kelihatan panik.


"Ambilkan minyak kayu putih kak" , ucap Sandra pelan.


Antonio langsung mengambil minyak kayu putih di meja , setelah itu ia langsung mengolesi minyak kayu putih di perut Sandra dengan lembut.


"Sekarang gimana sayang?" , tanya Antonio , setelah mengolesi minyak kayu putih.


"Masih sakit kak" , ucap Sandra pelan.


Antonio mengelus perut Sandra , kalau diginiin gimana sayang?


Sudah mulai enakkan kak.


Tidak lama Sandra pun tertidur kembali.


Melihat Sandra yang sudah tertidur kembali , Antonio pun mengecup kening Sandra dan kembali tidur sambil memeluk tubuh Sandra.


Karena malamnya Antonio terbangun , mengurus Sandra.


Paginya Antonio tidak bangun lebih cepat seperti biasanya.


Sampai bunyi Hp Antonio terdengar di dalam kamarnya , membuat Antonio terbangun dari tidurnya.


Antonio mengambil Hp nya , yang terletak diatas lemari di sebelah kasurnya.


Dilihatnya nama Robi yang tertera di layar Hp nya.


"Halo Robi" , jawab Antonio.


"Oh , iya hari ini saya tidak ke kantor , nanti saya mau pergi sama calon istri saya" , ucap Antonio.


"Tapi , ini ada berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani" , ucap Robi.


"Tolong kamu bawa sekarang , ke apartemen saya" , titah Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Setelah itu Antonio melihat jam di dinding kamarnya...


"Sudah jam 10 aja" , ucap Antonio.


Antonio turun dari kasur , membiarkan Sandra yang masih tidur dan menuju ke dapur mengambil air minum.


"Gak ke kantor tuan?" , tanya Tuti.


"Gak , tadi malam Sandra sakit perut karena dapet" , jawab Antonio.


"Oh...nona muda lagi dapet" , ucap Tuti.


"Iya , kasian banget , dia gak bisa tidur menahan sakit perut" , ucap Antonio.


"Nanti Tuti buatkan air jahe buat nona muda" , ucap Tuti.


"Memangnya air jahe bisa buat sembuhkan sakit perut , karena dapet" , ucap Antonio.


"Bisa tuan , di keluarga Tuti , itu obat mujarab yang diturunkan dari orang tua dahulu , benar-benar ampuh tuan" , ucap Tuti.


"Ya udah , nanti kamu buatkan untuk nona muda" , ucap Antonio.


Antonio mengambil nasi goreng , yang sudah di sediakan Tuti buat sarapan dan meletakkan di piringnya.


Tidak lama , Sandra pun yang sudah bangun keluar dari kamar.


"Kakkkkk" , panggil Sandra dengan manja.


"Iya sayang , kakak lagi sarapan di meja makan" , ucap Antonio.


Sandra pun menuju ke meja makan dan mengambil nasi goreng ke piringnya.


"Gimana perutnya sayang?" , tanya Antonio , sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Sudah mendingan kak" , ucap Sandra , sambil menuangkan air ke gelasnya.


"Nanti bisa gak kita pergi ke studio foto?" , tanya Antonio.


"Bisa kak" , ucap Sandra.


Tidak lama Tuti pun keluar dari dapur , sambil membawakan air jahe dengan gula aren hangat.


"Non , kata tuan... kemaren nona muda sakit perut karena dapet , minum air jahe ini non , nanti pasti sakitnya hilang" , ucap Tuti , sambil meletakkan air jahe di dekat Sandra.


"Makasih ya mba" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Iya non , sama sama" , jawab Tuti.


Tidak lama terdengar suara bel berbunyi.


Karena Antonio dan Sandra sedang sarapan , maka Tuti lah yang membukakan pintu.


"Silahkan masuk den Robi , tuan dan nona muda sedang sarapan" , ucap Tuti.


"Iya Tuti , makasih" , jawab Robi.


"Pagi pak , pagi nona muda" , sapa Robi , yang sudah berjalan menuju ke meja makan.


"Pagi Robi" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


"Kamu sudah sarapan Robi?" , tanya Antonio.


"Sudah pak" , jawab Robi.


"Mana berkasnya" , ucap Antonio.


"Ini pak" , jawab Robi sambil memberikan berkas-berkas kepada Antonio.


Antonio melihat berkas-berkas yang Robi bawakan.


"Duduk dulu aja" , ucap Sandra kepada Robi.


"Iya nona muda , terima kasih" , ucap Robi sambil duduk di samping Antonio.


"Bagaimana dengan kasus Yogi?" , tanya Antonio.


"Sampai sekarang belum ada tindakan apa-apa pak , masih sama , masih setiap malam balap liar , tapi kemaren ada seorang wanita muda yang datang ke rumahnya mencari Yogi , tidak lama wanita itu keluar dari rumahnya dengan wajah yang penuh air mata" , ucap Robi , menceritakan pada Antonio , perkembangan penyelidikannya.


"Seorang wanita keluar dengan wajah penuh air mata? , kamu cari tau juga wanita itu siapa dan apa hubungannya" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


"Ternyata sejak kejadian itu , kak Antonio masih tetap menyelidiki apa yang Yogi lakukan sampai sekarang dan tidak melepaskannya" , ucap Sandra dalam hatinya , setelah mendengar percakapan antara Antonio dan Robi.


"Ini sudah saya tanda tangani" , ucap Antonio , sambil memberikan berkas-berkas kepada Robi.


"Terima kasih pak , kalau gitu saya permisi dulu pak...nona muda..." , ucap Robi.


"Iya Robi" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


"Kak , aku mandi dulu ya" , ucap Sandra , setelah selesai makan dan minum air jahenya.


"Iya sayang" , ucap Antonio.


Setelah selesai makan , Antonio pun menuju ke kamar.


Antonio menunggu Sandra sambil melihat email dan chat di Hp nya.


Sandra yang sudah selesai mandi , membuka pintu dan sekarang sudah berada di kamar.


Sandra mengambil alat make up nya di dalam koper , setelah dari hotel dia tidak dandan , karena hanya di rumah saja.


Begitu Sandra sudah memegang alat make up nya , dilihatnya di kamar Antonio tidak ada meja rias.


"Kak , aku mau dandan dimana?" , tanya Sandra.


"Oh iya sayang , besok kakak minta Citra buat design kan meja rias juga buat kamu" , ucap Antonio.


"Sekarang aku dandan dimana?" , tanya Sandra.


"Dikamar mandi dulu ya sayang , sementara" , ucap Antonio.


Sandra pun menuju ke kaca kamar mandi yang dekat wastafel.


Setelah beberapa waktu , Sandra sudah selesai dandan , ia pun keluar dari kamar mandi.


Antonio yang melihat Sandra sudah dandan , langsung berdiri sambil membawa bajunya , sebelum masuk ke kamar mandi , dia mengecup bibir Sandra sekilas.


"Cantik banget kesayangan kakak" , ucap Antonio , setelah itu ia pun masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2