Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 83


__ADS_3

Chika dan Victor sudah sampai di parkiran mall.


Mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke area mall.


Victor menggandeng tangan Chika ketika mereka berjalan masuk ke area mall.


"Loe mau makan apa?" , tanya Victor.


"Makan seafood aja ya , tiba-tiba gue pengen" , jawab Chika.


"Iya boleh , ayo kita ke restoran seafood" , ucap Victor sambil tersenyum.


Chika hanya tersenyum melihat Victor.


Sampai di restoran seafood mereka memesan ikan bakar , udang bakar dan beberapa macam sayur.


"Nanti kalau loe ngidam pengen makan apa , kasih tau gue ya , biar malam pun pasti gue cariin" , ucap Victor sambil tersenyum.


"Iya makasih ya Victor" , jawab Chika.


"Bisa gak loe jangan kebanyakan makasih nya sama gue , sekarang itu loe udah jadi tanggung jawab gue , sebentar lagi juga kita sudah akan menikah , jadi tolong pandang gue sebagai calon suami loe , bukan sebagai teman loe" , ucap Victor.


"Iya Victor gue akan berusaha mencobanya , tolong loe sabar dulu ya , sampai gue bisa benar-benar menata perasaan gue buat loe" , jawab Chika.


"Iya , gue pasti akan sabar menunggu , yang pasti mulai sekarang , loe akan selalu berada di sisi gue" , ucap Victor sambil tersenyum.


"Iya Victor" , jawab Chika sambil menganggukkan kepalanya.


"Jadi begini ya rasanya dicintai , aku dulu tidak pernah merasakannya , ternyata di cintai lebih baik dari pada mencintai orang yang tidak mencintai kita" , ucap Chika dalam hatinya.


Tidak lama makanan pesanan mereka pun datang.


Chika dan Victor makan dengan hening , tanpa ada obrolan diantara mereka , sampai akhirnya mereka sudah menghabiskan semua makanan yang di pesan.


Victor dan Chika berjalan keluar dari restoran setelah Victor membayar makanan mereka.


Yogi yang juga berada di mall , langsung memanggil Chika ketika melihat Chika dan Victor berjalan bersama disana.


"Chika" , panggil Yogi sambil berjalan dengan cepat mendekati Chika dan Victor.


"Ada apa lagi Yogi , kamu sama aku sudah gak ada urusan lagi" , ucap Chika.


"Loe masih ada urusan sama gue , anak yang loe kandung itu anak gue , jadi kita masih ada urusan" , ucap Yogi sambil menarik tangan Chika.


"Gue gak mau Yogi" , ucap Chika sambil mencoba melepaskan tangannya dari Yogi.


Untungnya Victor yang dari awal sudah memegang tangan Chika yang satu lagi , membuat Yogi tidak bisa langsung menarik tangan Chika untuk mengikutinya.


"Loe gak bisa gitu sama calon istri gue dan loe juga sudah dengar kan , Chika gak mau ikut loe" , ucap Victor.

__ADS_1


"Gak bisa , Chika harus ikut gue , masalah gue sama dia belum selesai" , jawab Yogi.


Semua orang yang lewat di sana sudah mulai memperhatikan Victor , Yogi dan Chika yang sedang berdebat.


"Semua masalah kita sudah selesai Yogi , sejak kamu menolak aku waktu itu , kita sudah selesai" , jawab Chika.


"Loe udah dengar kan apa kata calon istri gue" , ucap Victor sambil menarik dan melepaskan tangan Chika dari tangan Yogi.


Yogi yang tidak menerima Victor menarik Chika kepadanya , langsung berjalan memukuli wajah Victor.


Chika langsung berteriak melihat Yogi memukuli wajah Victor.


"Sudah cukup Yogi" , teriak Chika.


Melihat Yogi yang memukuli wajahnya , Victor pun tidak tinggal diam , dia pun memukuli wajah Yogi , dan terjadilah perkelahian disana.


Melihat ada keributan disana , semua pengunjung langsung ramai memperhatikan mereka berantem.


Chika terus berteriak...cukup...cukup...cukup...


Tolong kalian berhenti , malu dilihatin orang.


Tapi Yogi dan Victor tidak memperdulikan ucapan Chika.


Sampai akhirnya petugas keamanan mall datang dan memisahkan mereka berdua.


Chika langsung berjalan mendekati Victor , melihat wajah calon suaminya.


Victor yang masih di pegang oleh petugas keamanan di mall , hanya terdiam melihat Chika yang menangis sambil memegangi wajahnya yang penuh luka lebam.


Yogi yang juga masih di tahan oleh petugas keamanan , melihat Chika nangis untuk pria lain , membuat hatinya terasa teriris oleh benda tajam.


"Kenapa loe yang dulu mencintai gue , sekarang menangisi cowok lain?" , ucap Yogi dalam hatinya.


Petugas keamanan langsung mengatakan , "tidak boleh ada keributan disini , kalau kalian masih mau membuat keributan , tolong keluar dari mall ini".


"Iya pak , maaf kami gak akan buat keributan lagi" , ucap Chika kepada petugas keamanan di sana.


"Ya sudah , sekarang kalian damai , kalau ada dendam pribadi jangan dibawa ke tempat umum , membuat pengunjung yang ada disini jadi tidak nyaman" , ucap petugas keamanan tersebut.


"Iya...maaf pak" , ucap Chika , Victor dan Yogi bersamaan.


"Baiklah sekarang kalian saya lepaskan , kalau nanti terdengar ada keributan lagi , saya bawa kalian kepada yang berwajib" , ucap petugas keamanan itu.


"Iya pak , tidak akan ada keributan lagi , sekali lagi kami minta maaf pak" , ucap Chika.


"Baik" , jawab petugas keamanan itu sambil pergi meninggalkan mereka bertiga.


Para pengunjung yang sebelumnya ramai melihat pertengkaran disana , sudah mulai membubarkan diri.

__ADS_1


"Tolong jangan ganggu aku dan Victor lagi Yogi" , ucap Chika dengan memohon.


"Tapi gue mau bertanggung jawab atas anak gue Chika , gue tau waktu itu gue salah , sekarang gue sudah sadar" , ucap Yogi dengan lirih.


"Sudah terlambat Yogi , anak kita sudah tidak ada , jangan menyalahkan dirimu sendiri , karena itu juga bukan kesalahan kamu , aku juga bersalah pada saat malam itu , kamu kejarlah wanita yang kamu cintai , jangan mencari ku hanya karena anak kamu , kamu tidak pernah mencintai aku , sekarang kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi" , ucap Chika.


"Jadi kamu sudah mengaborsi anak kita?", tanya Yogi dengan lirih.


"Iya Yogi" , ucap Chika.


Setelah itu Chika langsung mengajak Victor pergi dari sana.


Yogi langsung tertunduk lemas mendengar ucapan Chika.


"Kenapa waktu itu gue bodoh , kenapa gue gak bertanggung jawab pada saat Chika datang kerumah gue dan memberitahukan bahwa dia hamil?" , ucap Yogi sambil berjalan keluar mall dengan lunglai , dengan wajah yang penuh luka dan lebam.


Chika mengajak Victor ke apotik yang ada di mall.


Chika membeli salep luka dan plester untuk menutupi luka yang ada di bawah Victor.


Setelah itu , Chika dan Victor duduk di kursi yang disediakan oleh mall untuk pengunjung.


Chika membuka salep dan mulai mengolesi nya ke wajah Victor yang terluka.


"Lain kali gak boleh berantem lagi ya , lihat nih wajah loe jadi bonyok begini" , ucap Chika.


"Tapi gue bersyukur muka gue bonyok" , jawab Victor sambil tersenyum.


"Kenapa loe bersyukur , harusnya loe sakit yang ada" , ucap Chika yang mulai membuka plester , untuk menutupi beberapa luka yang ada di wajah Victor.


"Iya , dengan begini , loe jadi perhatian dan mau mengobrol sama gue , kalau gak kan loe cuma diam saja , gak akan ngomong kalau gue gak nanya" , jawab Victor sambil tersenyum.


Chika hanya menundukkan mukanya karena tersipu malu mendengar ucapan Victor.


"Apa loe yakin ngomong kayak tadi sama Yogi?" , tanya Victor.


"Ngomong yang kayak gimana?" , tanya Chika sambil mengernyitkan keningnya.


"Yang loe bilang kalau loe sudah aborsi anaknya" , ucap Victor.


"Iya gue yakin , gue gak mau Yogi mengganggu hidup gue lagi , gue akan membuka lembaran baru buat hidup gue , gue juga menyesal dulu bisa sangat mencintainya" , ucap Chika.


"Kalau itu sudah menjadi keputusan loe , gue juga akan mendukung" , ucap Victor.


"Makasih ya Victor" , ucap Chika.


"Tuh kan loe bilang makasih lagi" , ucap Victor sambil menghembuskan nafasnya.


"Iya sorry , gue lupa".

__ADS_1


"Ya udah , kita pulang aja yuk , gak enak ntar diliatin orang-orang , muka loe lebam gitu" , ucap Chika.


__ADS_2