
"Sayang , selesai ujian semester anak-anak kita langsung ke Singapura ya , soalnya pendaftarannya terakhir bulan ini" , ucap Antonio yang sedang melihat sekolah arsitektur di Singapura.
"Apakah Alvaro bisa hidup sendiri di Singapura hubby?" , ucap Sandra yang masih berat untuk berpisah dengan anak-anaknya.
"Alvaro harus bisa sayang , supaya dia juga lebih mandiri dan gak manja lagi. Masa anak cowok manja seperti itu. Bagaimana dia mau mengurus perusahaan kedepannya?" , ucap Antonio.
"Tapi hubby....." , perkataan Sandra terpotong karena air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi.
Antonio langsung berdiri dan menghampiri istrinya.
"Kamu harus kuat melepaskan Alvaro ke luar negeri sayang. Bukannya aku gak sayang dengan dia , tapi aku mau dia menjadi pria yang mandiri. Susah kamu jangan nangis lagi , nanti kalau kamu mau menemani dia untuk sementara di sana , aku ijinkan sayang" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh istrinya.
"Tapi aku juga gak bisa jauh-jauh dari hubby" , jawab Sandra.
Antonio langsung tersenyum dengan lebar.
"Baiklah , nanti untuk pertama kali dia masuk sekolah disana , kita akan menemani dia dulu selama seminggu disana , setelah itu kita pulang lagi kesini" , ucap Antonio dengan lembut.
"Baiklah hubby , kalau gitu nanti aku mau belikan baju dulu buat Alvaro selama kuliah disana" , ucap Sandra.
"Kamu jangan khawatir seperti itu sayang , anak kamu itu bisa belanja sendiri selama disana. Aku pasti akan memberikan kartu tanpa batas kepada dia kalau dia disana" , ucap Antonio.
Antonio juga gak akan melepaskan anaknya pergi begitu saja , meskipun sekarang dia selalu membatasi anaknya belanja , tapi kalau anaknya berada sendiri diluar , dia gak akan membiarkan anaknya kekurangan selama berada di negeri orang.
"Baiklah hubby" , jawab Sandra yang sudah mulai tenang dan gak menangis lagi.
Antonio mulai berjalan kembali ke kursi kebesarannya.
"Aku sudah booking tiket untuk kita ke Singapura jumat malam ini ya sayang , mereka kan terakhir ujian jumat ini" , ucap Antonio.
"Iya hubby , kalau gitu aku pulang lagi ya , sebentar lagi anak-anak pulang sekolah" , ucap Sandra.
"Aku makan dirumah juga siang ini sayang , kita pulang bersama saja ya" , ucap Antonio sambil menutup laptopnya.
Sandra pun menganggukkan kepalanya sambil berjalan bersama dengan suaminya keluar dari ruangan kerjanya.
"Pak" , panggil Robi yang sudah berada di depan ruangan Antonio sambil membawa dokumen.
"Iya Robi , apa kamu mau mencari saya?" , tanya Antonio.
"Iya pak , ada berkas-berkas yang membutuhkan tanda tangan bapak" , ucap Robi.
"Baiklah" , jawab Antonio sambil mengambil dokumen yang diberikan oleh Robi dan membacanya disana.
__ADS_1
"Nanti bapak kembali lagi kesini kan?" , tanya Robi yang melihat Antonio sudah mau pergi dengan istrinya.
"Iya Robi , saya cuma pulang untuk makan siang. Setelah itu saya akan kembali kesini , nanti sore masih ada meeting dengan perusahaan travel kan" , ucap Antonio sambil menandatangani dokumen itu.
"Iya pak" , jawab Robi.
"Ini sudah saya tanda tangan , masih ada yang lain lagi?" , tanya Antonio.
"Gak ada lagi pak , cuma ini saja" , jawab Robi.
"Baiklah , kalau gitu saya jalan pulang dulu" , ucap Antonio.
"Iya pak" , jawab Robi.
Antonio dan Sandra jalan menuju ke lift sampai ke lobby , menuju ke parkiran mobil mereka.
Pak Didit langsung membukakan pintu pagar ketika mobil Antonio sudah sampai di sana.
Tidak lama mobil Antonio masuk , mobil anak-anak yang dibawa oleh pak Kamil juga sampai dirumah.
"Mama" , panggil Alvaro yang langsung turun dari mobil begitu melihat mamanya yang jalan mau masuk ke dalam rumah.
"Iya sayang" , ucap Sandra sambil mengecup kening anaknya.
"Pa...ma..." , sapa Angelica yang sudah jalan sampai ke depan pintu rumah.
"Papa sudah membeli tiket untuk kita berangkat ke Singapura jumat malam ini , karena pendaftaran untuk sekolah Alvaro terakhir bulan ini. Kamu coba tanya James mau ikut juga atau gak" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica sambil mengeluarkan ponselnya.
James yang masih tidak bersemangat sambil melihat laporan keuangan di sana , langsung tersenyum bahagia begitu melihat ponselnya yang berbunyi disana.
"Meeting kita tunda sampai selesai jam makan siang" , ucap James sambil tersenyum bahagia keluar dari ruang meeting menuju ke ruangan kerjanya.
Susan langsung heran melihat perubahan bos nya yang dari tadi lesu , langsung bersemangat begitu mendapatkan telpon.
"Halo sayang" , jawab James dengan bahagia
"Halo sayang , jumat malam ini aku bersama papa dan mama mau ke Singapura buat mendaftarkan Alvaro sekolah disana. Papa nanya , kamu mau ikut gak?" , ucap Angelica.
"Mau dong sayang , aku kan sudah kangen banget sama kamu" , ucap James.
"Baiklah , nanti aku kasih tau papa , biar papa belikan tiket kamu sekalian" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Baiklah sayang. Kamu lagi ngapain? Selama beberapa hari ini kamu merindukan aku gak?" , tanya James dengan manja.
"Gak , aku sibuk dengan belajar untuk ujian , sudah dulu ya aku mau makan lagi , nanti aku mau belajar lagi" , jawab Angelica.
"Kok cepat banget sayang , aku mundurkan meeting sampai jam makan siang selesai lho , begitu aku dapat telpon dari kamu" , ucap James.
"Kalau gitu kamu pergi makan siang dulu aja , nanti setelah itu kan kamu masih ikut meeting" , jawab Angelica.
"Baiklah sayang , yang penting beberapa hari lagi aku sudah bisa bertemu dengan kamu , aku selalu mencintai kamu" , ucap James.
"Iya sayang , aku juga mencintai kamu" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Cieeeee.... pakai bilang mencintai kamu segala" , ucap Alvaro yang mendengar percakapan Angelica dengan pacarnya dari tadi.
"Makanya kamu pacaran juga , baru nanti tau" , ucap Angelica.
"Iya , nanti aku cari pacar di Singapura" , jawab Alvaro.
"Memangnya kamu sudah berani tinggal sendiri disana" , ucap Angelica.
"Jangan mengingatkan tinggal sendirinya. Kalau mengingat tinggal sendiri , gak ada mama , aku jadi gak ingin pergi kesana nih" , ucap Alvaro.
"Sudah , sudah , gak ada waktu lagi , papa sudah beli tiket dan Alvaro tetap sekolah disana. Jadi , James mau ikut kita gak?" , ucap Antonio.
"Mau katanya pa" , jawab Angelica.
"Baiklah , nanti papa belikan tiket buat James. Kalian kalau ada waktu , mulai siapin barang-barang yang mau dibawa untuk berangkat ya , kita 3 hari disana" , ucap Antonio.
"Kenapa sebentar saja pa?" , ucap Alvaro.
"Kan cuma mau mendaftarkan sekolah kamu dulu" , jawab Antonio.
"Masa kita gak jalan-jalan juga pa" , ucap Alvaro.
"Papa gak bisa lama-lama sayang , nanti ya ketika papa punya waktu , baru kita jalan-jalan lebih lama disana" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Alvaro.
"Nanti kan kamu sekolah disana nak. Lama lagi selama 3 tahun , kamu bisa puas-puas main disana" , ucap Sandra.
"Iya ma , tapi kan gak ada mama" , ucap Alvaro sambil mengunyah makanannya.
"Sekarang aja kamu ngomong begitu , nanti setelah dapat pacar disana juga lupa sama mama" , ucap Antonio.
__ADS_1
"Mana bisa aku lupa sama mama pa , aku selalu menyayangi mama" , ucap Alvaro.
"Iya sayang" , jawab Sandra sambil tersenyum.