
"Hubby...ternyata Karin kasih kita hadiah boneka keramik , nanti mau di pajang dimana ya?" , tanya Sandra.
"Nanti di pajang di atas lemari TV yang ada di ruang tamu aja sayang" , jawab Antonio.
"Iya hubby" , ucap Sandra yang masih memainkan jarinya di dada suaminya.
"Kalau jarinya terus seperti itu , lama-lama jadi on lho sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum simpul.
"Kalau on ya di off kan lagi aja hubby" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Kamu yang off kan ya" , ucap Antonio sambil menciumi bibir istrinya dengan lembut.
Tidak lama , tubuh mereka pun sudah polos tanpa sehelai benang satupun dan setelah beberapa jam , merekapun mencapai kenikmatan yang hanya mereka berdua bisa rasakan.
"Sayang kamu semakin cantik saja setiap hari , aku gak bisa membiarkan kamu keluar sendirian kalau seperti ini" , ucap Antonio setelah melepaskan tubuhnya dari tubuh Sandra.
"Kalau ke kampus bagaimana hubby?" , tanya Sandra.
"Nanti kita cari yang bisa online saja ya , sayang", ucap Antonio sambil membelai kepala istrinya dengan lembut.
"Kita lihat nanti saja ya hubby , aku kan sudah daftar di universitas A , masa pindah lagi" , ucap Sandra sambil memeluk tubuh polos suaminya.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya.
"Sayang..., malam ini mau makan apa?" , tanya Antonio pada bidadari cantiknya.
"Makan bihun goreng yang hubby kasih , waktu aku sakit itu aja" , ucap Sandra.
"Ok sayang" , Antonio langsung berdiri dan turun dari kasur mengambil bajunya yang sudah berserakan di lantai dan memakainya , setelah itu dia pun langsung memesan makanan buat mereka.
Sandra juga turun dari kasur dan mengambil baju nya di lantai , lalu memakainya , setelah itu Sandra berjalan ke atas kasur dan mengambil bubble yang di belinya tadi di cafe yang baru.
"Baru diminum bubble nya sayang" , ucap Antonio yang baru menutup telpon di kamarnya.
"Iya hubby , kamu mau gak hubby" , ucap Sandra.
"Boleh sayang..." , jawab Antonio sambil naik ke kasur , duduk di sebelah istrinya dan menyeruput bubble yang ada di tangan Sandra.
"Enak gak hubby" , tanya Sandra.
"Sama aja seperti bubble biasanya" , jawab Antonio.
"Tapi aku lebih suka bubble ini dari pada yang biasa di beli", ucap Sandra dengan manja.
"Ya...nanti kalau kamu mau , bisa beli disini lagi sayang" , ucap Antonio yang tau kesukaan bidadari cantiknya adalah makanan dan minuman manis.
"Makanan dan minuman manis kesukaan bidadari cantikku , tapi tubuh, bibir dan wajah manis yang ada di bidadari cantikku adalah kesukaanku" , ucap Antonio dalam hatinya , sambil mengulum senyumnya.
********
Pagi ini Victor dan papa mamanya akan melamar kerumah Chika.
__ADS_1
"Kenapa jantung gue jadi berdebar tidak menentu seperti ini ya?" , ucap Victor dalam hatinya.
Tok...tok...tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya.
"Victor , sudah siap belum , nanti kita telat lho ", ucap mama Farah memanggil anaknya.
"Iya ma...aku udah siap" , ucap Victor sambil berjalan keluar dari kamarnya.
"Ayo sayang...papa sudah menunggu di bawah" , ucap mama Farah.
Victor menganggukkan kepalanya sambil mengikuti mamanya ke bawah.
"Sudah siap nak , ayo jalan sekarang" , ucap papa Wijaya.
Victor , mama Farah dan papa Wijaya masuk ke mobil.
Victor menjalankan mobil papanya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Chika.
Ketika Victor sudah sampai di depan rumah Chika , jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari tadi sebelum dia keluar dari rumah.
Mama Farah sudah menekan bel pintu rumah Chika.
Mama Vivi yang sudah menunggu kedatangan mereka langsung membuka pintu ketika dengar suara bel berbunyi.
"Halo jeng , silahkan masuk jeng , pak Wijaya dan Victor" , ucap Vivi ketika sudah membuka pintu rumahnya.
Papa Wira yang baru berjalan ke arah ruang tamu , langsung menyambut rekan bisnisnya.
"Hi...Wira , jadi Chika anak kamu?" , tanya pak Wijaya.
"Iya pak Wijaya , saya juga jadi merasa gak enak sama bapak" , ucap Wira.
"Ya gak apa apa Wira , sebentar lagi juga kita akan menjadi besan" , ucap pak Wijaya sambil tersenyum.
"Silahkan duduk jeng , pak Wijaya dan Victor , saya panggilkan Chika dulu ya" , ucap mama Vivi.
"Iya jeng" , ucap Farah.
"Saya merasa gak enak sama bapak , kesalahan yang anak saya buat ini sungguh memalukan" , ucap Wira.
"Sudahlah Wira...ini juga keputusan dari Victor , dia mau menerima Chika dan anaknya , saya juga tidak akan mempermasalahkannya , semoga nanti kedepannya tidak ada masalah buat anak-anak kita , saya takutnya nanti ayah dari anak Chika akan muncul" , ucap Wijaya.
"Iya , tapi kata istri saya , cowok itu sendiri tidak mau menerima anaknya , dia juga ingin membunuh anaknya sendiri" , ucap Wira.
"Semoga dia benar-benar tidak akan membuat masalah dimasa depan" , ucap Wijaya.
Wira hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Wijaya.
Chika yang tau akan kedatangan Victor kerumahnya juga merasa gelisah di kamarnya.
__ADS_1
"Apakah orang tua Victor beneran akan menerima aku yang sedang hamil anak dari pria lain? Apakah lamaran ini benar , bukan hanya sekedar mimpi? Apakah aku bisa hidup bahagia nantinya?" , ucap Chika dalam hatinya.
Tidak lama terdengar suara mama nya memanggil.
"Chika sayang...ayo keluar , keluarga Victor sudah datang" , ucap mama Vivi.
"Iya ma" , jawab Chika sambil membuka pintu dan mengikuti mamanya ke ruang tamu.
"Om , tante...." , sapa Chika kepada kedua orang tua Victor.
"Iya Chika" , jawab papa Wijaya dan mama Farah bersamaan.
Kemudian Chika dan mama Vivi duduk di samping papa Wira.
"Jadi maksud kedatangan kami hari ini , kami akan melamar Chika untuk anak kami Victor" , ucap papa Wijaya.
"Kalau kamu bisa menerima keadaan anak saya yang sekarang , saya sangat berterima kasih kepada kamu Wijaya" , ucap papa Wira.
"Iya Wira , kami sudah memikirkannya , sebelum perut Chika semakin membesar alangkah baiknya kita adakan pernikahannya dalam bulan depan , bagaimana?" , ucap papa Wijaya.
"Saya gak masalah Wijaya , saya ikut kamu saja" , ucap Wira.
"Baiklah , bulan depan acaranya akan diadakan , karena ini terlalu mendadak , maka kita akan undang relasi dan orang-orang yang terdekat saja" , ucap Wijaya.
"Saya setuju , nanti acaranya akan diadakan dimana?" , tanya Wira.
"Akad nikahnya bisa di rumah kamu saja , nanti untuk resepsinya di All Star Hotel saja , bagaimana?" , tanya Wijaya.
"Saya juga sempat terpikir mau adakan acara nikahnya di All Star Hotel juga , kalau kamu juga berpikiran seperti itu , berarti kita sama" , ucap Wira sambil tersenyum.
"Baiklah kalau gitu hari ini harus mulai nyari baju buat pernikahan Chika dan Victor , nanti kita coba tanya ke butik Rita saja , semoga dia masih mau membuatkan baju untuk kita" , ucap mama Farah.
Mama Vivi menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Farah.
Chika yang sudah mendengar semua obrolan calon mertuanya dan orang tuanya menjadi lega , karena apa yang dia takutkan itu tidak terjadi.
"Nanti kamu harus patuh kepada papa Victor dan kedua kakek nenek kamu ya nak" , ucap Chika dalam hatinya.
"Akhirnya gue gak menyangka akan menikah , langsung dapat 2 lagi , ibu dan anak" , ucap Victor dalam hatinya.
"Ok , kalau gitu nanti papa serahkan kepada mama lagi buat atur semuanya , sekarang papa mau pergi dulu , masih ada urusan di kantor" , ucap papa Wijaya kepada istrinya.
"Iya pa , nanti mama akan urus semuanya , papa tenang saja" , ucap mama Farah.
"Kalau gitu saya permisi dulu ya Wira dan Vivi , saya masih ada urusan di kantor" , ucap Wijaya.
"Iya Wijaya , terima kasih ya" , ucap Wira dan Vivi , sambil mengantarkan Wijaya keluar dari rumahnya.
"Kalau gitu papa mau ke kantor juga ya ma , ada urusan juga yang harus diurus hari ini" , ucap Wira kepada istrinya.
"Iya pa" , jawab mama Vivi.
__ADS_1
"Saya permisi dulu ya Farah" , ucap Wira.
"Iya Wira" , jawab Farah.