
Hari yang ditunggu-tunggu oleh keluarga besar Winata dan keluarga besar Arthur akhirnya tuba juga.
Hari itu Angelica sudah sangat cantik dengan baju pengantin yang memang sudah di buatkan khusus untuk hari pernikahannya.
"Anak mama cantik sekali...Selamat ulang tahun sayang" , ucap Sandra yang masuk ke dalam kamar anak perempuannya , dengan sudah menggunakan baju untuk acara pemberkatan anaknya di gereja pagi itu.
"Aku deg deg an ma" , ucap Angelica sambil menyentuh dadanya yang berdetak dengan sangat cepat itu.
"Wajar itu sayang , gak berasa anak mama sudah besar dan sudah akan menikah hari ini" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Iya ma , aku juga gak menyangka akan menikah secepat ini" , ucap Angelica.
"Semua hal yang terjadi dalam hidup kita , gak ada yang bisa kita ketahui sayang. Yang penting mulai sekarang kamu harus bisa menjaga suami kamu dengan baik" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica.
Tidak lama Antonio masuk ke dalam kamar Angelica sambil membawakan sebuah kotak di tangannya.
"Selamat ulang tahun sayang...Ini kado dari papa dan mama ya" , ucap Antonio sambil memberikan kotak yang dibawanya.
"Terima kasih pa" , ucap Angelica sambil membuka kotak yang diberikan oleh papanya.
Angelica langsung terkejut begitu membuka kotak yang isinya satu set perhiasan berlian.
"Apa gak kemahalan kadonya pa?" , ucap Angelica.
"Gak ada yang mahal sayang , kamu sudah pantas menerimanya" , ucap Antonio.
"Makasih ya pa....ma...." , jawab Angelica.
Antonio pun menganggukkan kepalanya.
"Iya nak , disimpan dengan baik ya" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica sambil memasukkan kotak perhiasan itu di lemari meja riasnya dulu , karena dia susah untuk bergerak banyak dengan baju pengantin yang sudah digunakannya.
"Papa...mama...Kenapa disini semua?" , tanya Alvaro yang masuk ke dalam kamar kakaknya.
"Hari ini kan hari pernikahan kakak nak" , jawab Sandra.
"Papa dan mama lupa ya hari ini hari apa?" , tanya Alvaro.
"Hari pernikahan kakak kan" , jawab Antonio sambil tersenyum.
"Papa.....bukan itu" , ucap Alvaro.
__ADS_1
Angelica , Sandra dan Antonio hanya tersenyum melihat tingkah Alvaro yang selalu menggemaskan itu.
"Iya...iya....Selamat ulang tahun nak" , ucap Antonio sambil mengeluarkan kotak kecil dari saku jas nya dan memberikannya kepada Alvaro.
"Terima kasih papa" , jawab Alvaro yang langsung berhamburan memeluk tubuh papanya.
"Mama gak dipeluk juga" , ucap Sandra.
Alvaro langsung tersenyum dan memeluk tubuh mamanya.
"Selamat ulang tahun ya sayang" , ucap Sandra.
"Makasih mama" , jawab Alvaro.
Alvaro yang bahagia mendapatkan hadiah , langsung membuka kotak kecil yang diberikan oleh papanya.
Begitu kotak itu terbuka , Alvaro langsung tersenyum bahagia karena Antonio memberikan jam mahal yang memang sangat diinginkan oleh Alvaro beberapa bulan ini.
"Terima kasih pa" , ucap Alvaro yang langsung menggunakan jam yang diberikan oleh papanya itu.
"Iya nak , nanti kamu harus bisa berubah ya. Harus lebih dewasa dan bisa mandiri" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Alvaro sambil terus melihat ke arah jam tangan barunya.
Tidak lama WO yang mengatur acara pernikahan Angelica dan James sudah menuju ke kamar Angelica.
"Baiklah" , jawab Sandra.
Sebelum mereka jalan turun ke bawah , Sandra dan Antonio menutup wajah Angelica dengan slayer nya , setelah itu baru mereka berjalan bersama menuju ke luar.
James yang sudah berdiri di dekat mobil pengantin , langsung tersenyum begitu melihat Angelica.
James membukakan pintu mobil untuk Angelica dan setelah itu dia duduk di sebelah kekasih yang hanya hitungan beberapa jam akan menjadi istri sahnya itu.
Setelah James dan Angelica masuk ke dalam mobil pengantin.
Antonio , Sandra , Alvaro dan juga WO masuk ke dalam mobil mereka masing-masing , berjalan mengikuti mobil pengantin sampai di gereja.
Sampai di gereja , para orang tua , keluarga dan tamu yang sudah hadir pada saat itu masuk duluan ke dalam gereja.
Tidak lama , pengantin pun masuk ke dalam gereja.
James dan Angelica berjalan bersama sambil diiringi oleh lagu pernikahan yang dibawakan oleh pemain piano yang ada di gereja tersebut.
Tidak lupa James dan Angelica pun memberikan senyuman kepada para tamu dan keluarga besar mereka ketika mereka jalan memasuki lorong sampai menuju ke meja altar.
__ADS_1
Sampai di depan meja altar , pendeta pun memulai acara pemberkatan pernikahan James dan Angelica.
Semua yang hadir disana mengikuti acara pemberkatan pernikahan dengan penuh khidmat.
Sampai janji suci pernikahan pun sudah diucapkan oleh James dan Angelica , cincin pernikahan pun telah disematkan di jari manis tangan kanan James dan Angelica.
Hari itu James dan Angelica pun sah menjadi sepasang suami dan istri.
James membuka slayer yang menutupi wajah Angelica dan mencium keningnya.
"Kamu cantik sekali sayang" , bisik James.
"Kamu juga sangat ganteng" , jawab Angelica sambil tersenyum.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan meminta doa restu kepada kedua orang tua mempelai , yang pastinya ada tetesan air mata disana.
Selesai meminta doa restu , James dan Angelica berjalan menuju ke meja yang sudah di persiapkan disana untuk menandatangani surat pernikahan mereka.
Terakhir pastinya tidak ketinggalan acara foto-foto , setelah acara berfoto selesai , James dan Angelica beserta keluarga dan para tamu berjalan keluar dari gereja.
Di depan gereja sudah disiapkan sepasang burung merpati putih yang akan dilepaskan oleh James dan Angelica.
Para keluarga dan tamu pun diberikan balon yang akan dilepaskan bersamaan saat pengantin melepaskan burung merpati putih tersebut.
Selesai sudah acara pemberkatan pagi itu , Angelica dan James masuk ke dalam mobil pengantin dan keluarga beserta tamu juga masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.
Mobil pengantin , mobil keluarga besar Antonio dan mobil keluarga James langsung menuju ke Al Angel Park , karena siang itu akan diadakan acara resepsi pernikahan James dan Angelica.
Supaya gak membuang waktu , semua keluarga akan bersiap-siap dan mengganti baju mereka di sana.
Pastinya disana juga sudah disediakan satu kamar pengantin untuk James dan Angelica menghabiskan malam pengantin mereka berdua disana.
Setelah beberapa waktu , semua mobil mewah keluarga mereka telah terparkir rapi di depan Al Angel Park.
James membantu Angelica untuk turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah yang ada disana.
"Cie....yang sudah sah sebagai suami istri" , ucap Kiki.
"Iya , aku udah sah , tinggal kamu aja yang belum" , ucap James sambil tersenyum.
"Nanti malam jangan terlalu terburu-buru" , ucap Kiki di telinga James.
"Iya kak , aku pasti gak buru-buru. Aku aja sabar menunggu sampai kami sudah sah" , jawab James sambil mengulum senyumnya.
Ketika Kiki mau menjawab ejekan James , terdengar suara huekkkkkkkk......
__ADS_1
Semua orang pun langsung melihat ke arah suara tersebut.