
Antonio dan Sandra berjalan menuju ke kamar mereka sambil berpelukan.
"Hubby , kita mau nginap di rumah utama berapa hari?" , tanya Sandra.
"Malam ini aja ya sayang , besok kita pulang kesini lagi" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil menuju ke lemari dan mengambil beberapa baju mereka untuk di bawa ke rumah utama.
"Kalau nanti mama minta kita nginap lebih lama gimana hubby?" , tanya Sandra sambil memasukkan baju kedalam travel bag.
"Kamu jangan mau ya sayang" , ucap Antonio.
"Aku ikut hubby aja" , jawab Sandra.
Setelah Sandra selesai memasukkan baju mereka ke dalam travel bag , Sandra berjalan naik ke atas kasur dan duduk sambil bersandar di dada suaminya.
"Sayang , anak kita kan kembar , nanti aku mau minta Tuti buat beresin kamar yang dijadiin gudang buat dijadikan kamar baby untuk sementara sebelum rumah kita jadi" , ucap Antonio sambil mengelus perut istri tercintanya.
"Kalau anak kita masih baby , harusnya tidurnya disini bersama kita hubby" , ucap Sandra.
"Masa gak bisa di pisah sayang?" , tanya Antonio.
"Ya...gak bisa dong hubby , kan masih kecil banget , belum lagi harus kasih ASI selama dua jam sekali" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya ya sayang , kayaknya nanti kamu akan lebih sibuk mengurus anak kita dari pada aku" , ucap Antonio sambil meletakkan kepalanya di bahu bidadari cantiknya.
"Kan hubby juga yang mau punya anak cepat" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Iya sayang , tapi cukup anak kita dua ini aja , setelah itu aku hanya mau menikmati berdua dengan kamu dan membesarkan anak kembar kita saja" , ucap Antonio.
"Yakin gak mau nambah lagi hubby?" , tanya Sandra sambil tersenyum.
"Gak mau sayang , nanti kamu gak perhatiin aku lagi , malah sibuk perhatiin anak-anak kita" , ucap Antonio sambil menciumi leher putih istri tercintanya.
"Masa hubby cemburu sama anak hubby sendiri" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya , aku jadi takut nanti kamu gak perhatiin aku lagi" , ucap Antonio dengan manja.
"Gak mungkin dong hubby" , ucap Sandra sambil duduk dan membalikkan tubuhnya , sehingga mereka saling berhadapan.
Sandra meletakkan tangannya di wajah suaminya...
"Aku gak mungkin gak perhatian sama hubby , setiap hari aku pasti akan selalu perhatian sama hubby , menciumi wajah hubby dan tidur dalam pelukan hubby , karena aku hanya bisa tidur dengan nyenyak kalau dipeluk sama hubby" , ucap Sandra dengan lembut.
Perkataan Sandra langsung membuat hati Antonio luluh dalam sekejap , jangankan Antonio , setiap lelaki yang mendengarkan ucapan seperti itu pasti akan meleleh , apalagi yang mengatakannya adalah cewek cantik yang sangat sulit didapatkan hatinya.
"Iya kesayangan hubby , belahan cinta hubby , cahaya hidup hubby yang selalu hubby cintai" , ucap Antonio sambil menciumi bibir merah istri tercintanya dengan mendalam.
Ciuman Antonio perlahan turun sampai ke leher istrinya dan tangannya mulai masuk ke bawah baju istrinya.
"Hubby...sebentar lagi kan kita mau pergi" , ucap Sandra.
"Gak apa apa sayang , agak telat aja ya , aku lagi pengen sayang , nanti dirumah mama pasti gak bisa melakukannya" , ucap Antonio.
"Bukannya nanti malam mama dan papa ke gereja hubby sayang" , ucap Sandra.
"Kalau kak Angga dan kak Alex gak ikut kan kita juga gak bisa melakukannya sayang , sekarang aja ya sebentar" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra yang sudah menggeliat.
Tidak lama baju mereka sudah mendarat ke lantai ke arah yang tidak beraturan.
"Sayang , perut kamu sudah semakin besar , ganti posisi aja ya" , ucap Antonio sambil memutar posisi mereka.
__ADS_1
Sandra hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti arahan suaminya.
Tidak butuh waktu lama terjadilah penyatuan diantara mereka , yang terdengar hanyalah suara ******* mereka dengan keringat yang membasahi tubuh mereka.
"Hubby , aku jadi capek dan ngantuk" , ucap Sandra setelah mereka melepaskan penyatuan mereka.
Sejak kandungan Sandra semakin membesar , dia menjadi cepat lelah dan mengantuk.
"Kamu tidur dulu aja sayang , nanti aku bangunkan" , ucap Antonio sambil mengecup kening istri cantiknya.
"Terus kadonya gimana hubby?" , tanya Sandra.
"Gak usah kamu pikirkan , aku akan atur semuanya" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
Sandra pun tertidur dengan cepat karena sudah kelelahan.
********
Antonio mengambil ponselnya dan menyentuh nama Robi di layar ponselnya.
Robi yang sedang menikmati kencannya dengan Citra selama liburan akhir tahun di mall...mendengar suara ponselnya berbunyi , dia pun langsung melihat siapa yang menelponnya di hari liburnya.
Tertera nama Antonio di sana , Robi pun langsung menerima panggilan telponnya.
"Halo pak" , jawab Robi.
"Halo Robi , tolong kamu pergi ke mall , belikan saya 2 perangkat game terbaru dan 3 tablet terbaru , minta tolong dibungkus kado dengan cantik ya" , ucap Antonio.
"Baik pak , nanti semuanya saya antarkan ke apartemen pak?" , tanya Robi.
"Iya begitu kamu sudah beli tolong langsung antarkan ke apartemen saya ya , karena saya mau bawa kadonya malam ini" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Iya" , jawab Robi.
"Mau apa lagi dia? Kenapa selalu ganggu kita pacaran?" , ucap Citra sambil memanyunkan bibirnya.
"Bos minta tolong aku belikan 2 perangkat game terbaru dan 3 tablet terbaru" , ucap Robi.
"Apa!!! Memangnya kamu punya uang sebanyak itu?" , ucap Citra.
"Aku selalu diberi satu kartu khusus untuk membeli semua pesanan bos" , ucap Robi sambil tersenyum.
"Berarti kita bisa pakai dong buat jalan-jalan?" , ucap Citra sambil tersenyum.
"Gak bisa sayang , karena setiap transaksi aku akan masuk laporannya ke email bos" , jawab Robi.
"Ketat juga ya dia" , ucap Citra.
"Kalau gak , gak mungkin dia bisa memimpin hotel sebagus itu" , ucap Robi.
"Iya , kamu benar juga" , jawab Citra sambil terkekeh.
"Ya udah , ayo kita beli dulu pesanan bos , karena dia minta antarkan hari ini juga" , ucap Robi.
"Aduh....selalu ya dia yang ganggu kita terus" , ucap Citra.
"Mau gimana lagi , kan aku masih kerja sama dia" , ucap Robi sambil tersenyum.
"Iya juga ya , aku juga banyak dapat proyek juga dari dia , ya udahlah...ikutin aja perintahnya" , ucap Citra sambil tersenyum.
__ADS_1
Robi pun menganggukkan kepalanya sambil memegang tangan Citra , setelah itu mereka berjalan keluar dari cafe , menuju ke toko elektronik.
Robi membeli semua pesanan bosnya , setelah selesai membayar semuanya , Robi dan Citra pergi menuju ke toko kado dan membeli beberapa kotak kado yang cocok untuk barang-barang yang baru dibelinya.
Karena perangkat game terlalu besar , akhirnya Robi meminta orang toko untuk membungkusnya dengan kertas kado.
Setelah petugas toko selesai membungkus semuanya dengan cantik , Robi langsung membayar kotak kado dan kertas kadonya , karena untuk jasa bungkusnya gratis , jadi Robi hanya membayar kotak kado dan kertas kado saja.
Robi dan Citra berjalan keluar dari toko kado dan berjalan menuju ke area parkiran mall.
Sampai di area parkiran , Robi memasukkan semua kado kado di kursi belakang , setelah itu Robi dan Citra memasuki mobil.
Robi menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen Antonio.
Setelah setengah jam berlalu , mobil yang dibawa oleh Robi sudah sampai di area parkiran apartemen Antonio.
"Kamu mau ikut juga gak?" , tanya Robi.
"Ya boleh deh" , jawab Citra.
Robi dan Citra berjalan bersama menuju lift sambil membawa pesanan Antonio.
Ketika pintu lift terbuka , Robi dan Citra masuk kesana dan menekan nomor lantai apartemen Antonio.
Tidak lama lift sampai di nomor yang dituju.
Robi dan Citra berjalan menuju ke apartemen Antonio.
Sampai di pintu apartemen Antonio , Robi langsung menekan bel yang ada di depan pintu.
Ting...tong....
Antonio yang sudah menggunakan baju kaos dan celana pendeknya , langsung turun dari kasur dan keluar dari kamar untuk membuka pintu.
"Pak , ini pesanan bapak" , ucap Robi sambil memberikan beberapa kotak kado kepada Antonio , setelah Antonio membuka pintunya.
"Tolong kamu masukin ke dalam ya , Robi" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
"Bos , tumben apartemen loe sepi , Sandra kemana?" , ucap Citra.
"Lagi tidur , kecapean dia" , jawab Antonio.
"Kenapa bisa kecapean?" , tanya Citra.
"Hanya orang yang sudah menikah yang akan tau" , jawab Antonio.
"Loe selalu aja ngomongnya orang nikah mulu" , ucap Citra.
"Ya memang hanya orang menikah yang akan mengalaminya , kalau loe belum menikah loe gak akan bisa merasakannya" , ucap Antonio dengan tersenyum simpul.
"Iya deh" , jawab Citra yang gak mau berdebat dengan Antonio hari itu.
"Sudah saya letakin di atas meja pak" , ucap Robi.
"Terima kasih ya Robi" , ucap Antonio.
"Iya pak , kalau gitu saya permisi dulu ya pak" , ucap Robi.
"Iya Robi" , jawab Antonio.
"Gue pergi dulu ya bos" , ucap Citra.
__ADS_1
"Iya" , jawab Antonio.
Setelah Robi dan Citra berjalan keluar dari apartemen Antonio menuju ke lift , Antonio menutup pintu apartemennya dan berjalan menuju ke kamarnya.