
Susi dan Adel yang kebingungan melihat Sandra pergi dengan cepat masuk ke lift sambil menangis dan Antonio yang langsung berlari mengejar istrinya , langsung bertanya-tanya.
"Apa yang terjadi?" , tanya Adel.
"Aku juga gak tau , kayaknya cewek yang bernama Sherly ini penyebabnya" , ucap Susi sambil berjalan menuju ke ruangan Antonio dan diikuti oleh Adel.
Begitu Susi dan Adel masuk ke ruangan Antonio.
Susi dan Adel melihat Sherly duduk di kursi kebesaran Antonio sambil mencoret-coret foto Antonio dan Sandra yang ada di meja kerja Antonio dengan penampilan yang hanya menggunakan baju dalaman yang menutupi dadanya dengan rok mini.
"Benar kan perasaan aku , dia ini masalahnya" , ucap Susi.
"Kamu benar Susi , jadi sekarang cewek ini mau kita apa kan" , ucap Adel.
"Kamu panggil Robi , biar Robi yang urus", ucap Susi yang masih menunggu di ruangan Antonio untuk mengawasi Sherly.
Adel menelpon Robi....
Robi yang baru memasuki All Star Hotel dari membeli ponsel pesanan bosnya , langsung mengangkat ponselnya.
"Halo" , jawab Robi.
"Halo Robi , kamu dimana?" , tanya Adel.
"Ini aku baru sampai di parkiran mobil" , jawab Robi.
"Setelah ini kamu langsung ke ruangan bos ya , ada cewek yang buat masalah" , ucap Adel.
"Oh baiklah" , jawab Robi sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Siapa lagi yang buat masalah" , ucap Robi dalam hatinya dan langsung turun dari mobilnya berjalan memasuki ke All Star Hotel dan menuju ke ruangan bos nya.
********
Sandra yang sudah sampai di lobby , langsung berjalan masuk ke mobilnya dengan wajah yang penuh air mata.
Semua staf yang ada di lobby melihat nona muda mereka dengan penuh tanda tanya.
"Ada apa dengan nona muda?" , ucap semua staf yang ada di lobby.
"Pak , kita ke rumah mama ya" , ucap Sandra ketika sampai di parkiran mobilnya.
"Baik nona muda" , jawab pak Maman.
Antonio yang telat mengejar Sandra karena Sandra sudah masuk ke lift terlebih dahulu , langsung berlari keluar lobby begitu dia sampai di bawah.
Antonio melihat ke tempat parkiran khusus untuk mereka , tapi disana sudah tidak ada mobil Sandra.
Antonio langsung menuju ke mobilnya dan menelpon bodyguardnya untuk menanyakan posisi istrinya.
Antonio mengikuti setiap jalan yang diarahkan oleh bodyguardnya.
Sandra yang sudah sampai di rumah mamanya langsung berjalan masuk ke dalam rumah sambil menangis.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" , tanya mama Amel yang sedang duduk di ruangan keluarga melihat anaknya yang masuk sambil menangis.
"Hubby ma , hubby" , ucap Sandra yang masih terisak tangis.
"Antonio kenapa sayang?" , tanya mama Amel.
"Tadi aku lihat hubby dengan cewek yang di All Star Hotel Kota B itu di ruangannya ma" , ucap Sandra dengan terisak tangis.
"Iya terus kenapa sayang?" , tanya mama Amel.
"Cewek itu hanya pakai baju yang menutupi dadanya berdiri di sebelah hubby ma" , ucap Sandra yang semakin menangis.
"Gak mungkin Antonio seperti itu sayang" , ucap mama Amel.
"Tapi aku lihat sendiri ma" , ucap Sandra.
Antonio yang sudah sampai di rumah mama mertuanya langsung memarkirkan mobilnya dan berlari masuk ke dalam.
"Sayang" , panggil Antonio yang melihat Sandra sedang dipeluk oleh mama Amel di ruang keluarga.
"Kenapa hubby kesini , bukannya hubby sedang bersenang-senang dengan cewek itu" , ucap Sandra dengan suara terisak tangis.
"Aku gak ada apa-apa sama Sherly sayang" , ucap Antonio.
"Tapi aku lihat dia berdiri di samping hubby dengan baju yang seperti itu", jawab Sandra dengan suara yang keras sampai membuatnya sesak nafas.
Antonio yang melihat istrinya seperti itu langsung menjadi khawatir.
"Kamu tenang dulu sayang , aku gak ada apa-apa sama Sherly , gak terjadi apa-apa" , ucap Antonio.
"Aku gak percaya hubby , pasti kalian punya hubungan dan sudah janjian hari ini , makanya hubby mau ke kantor kan hari ini" , ucap Sandra dengan keras.
Setelah itu terdengar nafas Sandra yang sudah mulai sesak dan tidak beraturan.
Antonio langsung menarik tubuh istrinya dari mertuanya dan memasukkan dalam pelukannya.
"Gak sayang , gak seperti itu , aku gak ada hubungan dengan Sherly sayang , aku hanya mencintai kamu sayang" , ucap Antonio mencoba meyakinkan istrinya.
"Kalau kalian gak ngapa-ngapain , kenapa cewek itu pakai baju seperti itu di depan hubby" , ucap Sandra yang tangisnya semakin pecah didalam pelukan suaminya dengan nafas yang sesak.
"Aku sudah menyuruh dia memakai bajunya tapi dia gak mau dan terus berjalan mendekati aku , ketika aku mau melemparkan jas aku kepada dia , tiba-tiba kamu masuk ke ruangan aku sayang" , ucap Antonio.
Sandra yang sudah sesak nafas dari tadi membuat dadanya semakin nyeri dan nafasnya menjadi berat , tubuhnya juga sudah mengeluarkan keringat yang banyak , sudah tidak ada tenaga lagi untuk Sandra menjawab perkataan Antonio , nafasnya semakin berat dan sesak.
Antonio dan mama Amel langsung panik melihat keadaan Sandra yang seperti itu.
"Sayang...sayang...jangan begini sayang , aku mohon , jangan buat aku takut sayang" , ucap Antonio sambil memanggil istrinya.
Mama Amel langsung mengangkat telpon yang ada disana dan memanggil dokter langganan kerumahnya.
********
Tidak lama dokter Vera datang ke rumah mama Amel.
__ADS_1
"Ayo dokter cepetan lihat anak saya" , ucap mama Amel sambil mengarahkan dokter Vera ke ruang keluarga.
"Apakah sebelumnya pernah seperti ini?" , tanya dokter Vera sambil menekan denyut nadi Sandra.
"Belum pernah dokter" , ucap mama Amel.
Lalu dokter Vera mengukur tensi Sandra.
"Untungnya tensinya tidak terlalu tinggi ya" , ucap dokter Vera.
"Apakah ada riwayat penyakit asma?" , tanya dokter Vera.
"Gak ada dokter" , jawab mama Amel.
"Sebelum kejadian ini apa yang terjadi?" , tanya dokter Vera.
"Sebelumnya ada kejadian buruk yang membuat anak saya emosi dokter" , ucap mama Amel.
"Keadaan ini saya rasa berasal dari emosinya , apalagi sekarang juga kondisinya sedang hamil , emosi orang hamil itu bisa berubah-ubah dan tidak terkontrol , saya rasa kalau anak kamu sudah tenang , nanti juga dia akan baikan , tapi kalau masih berlanjut , dibawa ke rumah sakit saja ya , biar dapat penanganan lebih lanjut" , ucap dokter Vera.
"Baik dokter" , jawab mama Amel dan Antonio bersamaan.
Mama Amel mengantarkan dokter Vera keluar dari rumah.
Antonio masih melihat Sandra , memang Sandra sudah gak terlalu sesak lagi nafasnya dari sebelumnya , tapi nafasnya masih tidak beraturan.
"Sayang , maafkan aku sayang , kamu jangan begini lagi , aku takut melihatnya sayang , aku takut ditinggalin kamu sayang" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh istrinya.
Setelah beberapa waktu akhirnya Sandra kembali tenang , tapi dia hanya diam dan tubuhnya terasa lemas.
"Mau minum air nak?" , tanya mama Amel.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
Mama Amel mendekatkan gelas air minum ke mulut Sandra dan Sandra meminum airnya sedikit.
"Apa kamu lapar sayang?" , tanya mama Amel.
"Aku capek ma , aku pengen istirahat" , jawab Sandra yang masih lemas.
Antonio yang mendengar istrinya ingin istirahat langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar Sandra.
Sandra yang sudah merasa capek dan lemas membiarkan saja tubuhnya diangkat oleh suaminya , meskipun sebenarnya dia masih marah kepada suaminya.
Antonio membaringkan tubuh Sandra ke atas kasur , setelah dia sampai di kamar Sandra.
Sandra langsung menutup matanya dan tidak mau melihat wajah suaminya.
Antonio berbaring di samping Sandra dan memeluk tubuh istri tercintanya.
"Sayang , kamu jangan seperti ini lagi ya , aku benar-benar takut sayang , aku takut terjadi apa-apa sama kamu , aku gak bisa hidup tanpa kamu sayang" , ucap Antonio dengan lirih sambil memeluk tubuh istrinya.
Sandra yang belum tertidur mendengar semua yang dikatakan oleh suaminya , tapi dia belum mau untuk bicara.
__ADS_1