
Alvaro dan Angelica tumbuh sebagai anak yang baik dan tidak pernah menyusahkan Sandra dan Antonio.
Alvaro dan Angelica selalu mendapatkan juara satu di kelas mereka masing-masing.
Sifat mereka yang berbeda membuat mereka juga memiliki hobi yang berbeda.
Angelica yang cantik memiliki sifat yang dingin , jutek dan perfeksionis , juga sangat suka dengan dunia bisnis , satu hal yang sudah kelihatan sejak dia masih kecil yang selalu ikut ketika papanya pergi bekerja.
Alvaro yang ganteng memiliki sifat yang manja , manis dan suka sekali dengan dunia ilmuan.
Alvaro selalu ingin mempunyai labor mini untuknya melakukan percobaan ilmiah yang diinginkannya , namun sampai sekarang dia belum berani untuk memintanya kepada orang tuanya.
*******
Alvaro dan Angelica yang sudah dewasa membuat Sandra menjadi lebih santai.
Setiap pagi Sandra selalu memasak untuk sarapan anak kembarnya dan suaminya.
Setelah selesai sarapan pagi , Alvaro dan Angelica yang sudah berumur 17 tahun dan sekarang sedang duduk di bangku SMA tingkat akhir , berpamitan dengan papa dan mamanya.
Sandra dan Antonio akan menciumi kedua pipi anak kembar mereka , setelah itu barulah Alvaro dan Angelica pergi ke sekolah di antarkan dengan pak Kamil sopir pribadi yang dibayar oleh Antonio khusus untuk anak kembar mereka.
Setelah anak-anak pergi ke sekolah , tinggallah Antonio dan Sandra , pasangan yang sudah 18 tahun itu menikah , tapi rumah tangganya selalu mesra dan harmonis.
Antonio yang sudah selesai dengan sarapannya , juga akan berangkat ke kantor pagi itu.
Seperti biasa Sandra mengantarkan suaminya sampai ke depan pintu dan Antonio akan menciumi seluruh wajah istri tercintanya dan tidak ketinggalan menciumi bibir Sandra dengan lembut untuk beberapa saat.
"Nanti siang kamu ke All Star Hotel kan sayang?" , ucap Antonio sebelum dia masuk ke dalam mobil.
"Iya hubby , nanti aku akan bawakan makan siang untuk hubby" , ucap Sandra dengan lembut.
"Baiklah sayang , aku akan menunggu kamu di All Star Hotel" , ucap Antonio sambil mengecup kening istrinya.
Setelah itu barulah Antonio berjalan masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke All Star Hotel.
Sandra masuk kembali ke dalam rumahnya dan masuk ke dapur , mempersiapkan semua bahan-bahan untuk masak makan siang.
********
Alvaro dan Angelica yang baru turun dari mobilnya , langsung di kejutkan dengan Vincent yang juga baru datang dengan motornya sendiri ke sekolah.
"Hai sahabat kembar ku" , ucap Vincent yang sudah berjalan mendekati Alvaro dan Angelica , dengan tangan yang memeluk bahu Alvaro dan Angelica.
"Kamu jangan seperti ini terus , kita sudah dewasa" , ucap Angelica sambil melepaskan tangan Vincent dari bahunya.
__ADS_1
"Kenapa , kita kan juga sudah berteman sejak kecil , apa salahnya aku merangkul kamu" , ucap Vincent.
Vincent , Alvaro dan Angelica berteman sejak mereka masih kecil , perbedaan usia mereka yang hanya 2 bulan membuat mereka selalu sekolah di tempat yang sama dari TK sampai SMA.
Bukan cuma itu saja , pertemanan antara dua keluarga juga salah satunya yang membuat mereka menjadi akrab.
"Kita sudah bukan anak-anak lagi , kita sudah dewasa , jadi kamu jangan peluk peluk aku terus , aku gak suka" , ucap Angelica.
"Kakak takut ya , nanti fans kakak jadi takut mendekati kakak kalau Vincent terus berada di dekat kakak" , ucap Alvaro sambil tersenyum.
"Gak begitu dek , kakak gak suka aja di peluk seperti itu" , ucap Angelica sambil terus berjalan menuju ke kelasnya di IPS 1.
"Memangnya Angelica banyak yang naksir ya?" , tanya Vincent.
"Ya banyak , kakak kan cantik dan pintar , setiap bulan ada aja cowok yang memberikan hadiah buat kakak , tapi selalu di tolak sama kakak" , jawab Alvaro.
"Kenapa di tolak?" , tanya Vincent yang ingin tau.
"Kakak gak suka dengan mereka" , jawab Alvaro.
"Ya udah , aku ke kelas lagi ya" , ucap Alvaro yang masuk di kelas IPA 1.
"Baiklah , aku juga mau ke kelas aku lagi , karena sebentar lagi sudah mau masuk" , ucap Vincent yang berjalan menuju ke kelas IPS 2.
********
"Angelica cantik , mau gak nanti setelah pulang sekolah kita jalan-jalan dulu" , ucap Marco teman sekelas Angelica.
"Gak , terima kasih" , ucap Angelica dengan dingin.
"Kenapa kamu gak mau jalan sama aku?" , tanya Marco.
"Aku gak suka dengan cowok yang nilainya dibawah aku" , jawab Angelica.
"Kalau kamu mau nilai aku diatas kamu ya gak mungkin , secara nilai kamu selalu sempurna" , ucap Marco.
"Kalau gitu jangan ajakin aku jalan terus , aku gak mau" , jawab Angelica dengan dingin.
.
.
Berbeda dengan Alvaro yang menjadi favorit cewek-cewek di kelasnya.
"Alvaro ganteng , apa mau kita pergi makan diluar nanti setelah pulang sekolah?" , tanya Miranda salah satu fans Alvaro.
__ADS_1
"Boleh , asalkan kamu yang traktir aku ya , kebetulan aku lagi pengen makan lobster siang ini" , ucap Alvaro sambil tersenyum.
"Kamu kan anak orang kaya , orang tua kamu saja pemilik All Star Hotel , masa aku yang bayarin makanan kamu" , ucap Miranda.
"Kan kamu yang ngajakin aku , jadi wajar dong kalau aku minta kamu yang bayarin , bagaimana?" , ucap Alvaro sambil mengeluarkan senyuman manisnya.
"Aku gak punya uang kalau bayarin kamu makan lobster , makan yang lain ya" , ucap Miranda dengan manja.
"Kalau kamu gak mau , ya gak apa apa , aku juga maunya makan di rumah , makan masakan mama aku" , ucap Alvaro sambil tersenyum.
"Dasar kamu anak mama" , ucap Miranda sambil berdiri dan pergi dari sana.
"Lebih baik dari pada kamu yang selalu meminta sesuatu kepada orang lain" , jawab Alvaro.
Alvaro sudah tau sebelumnya kalau Miranda mengincar cowok-cowok anak orang kaya untuk memenuhi semua permintaannya , makanya Alvaro tidak pernah mau untuk terjebak dalam rayuan manis Miranda.
Tidak lama bel tanda masuk berbunyi , semua murid langsung duduk di kursi mereka masing-masing , karena guru sudah masuk ke kelas mereka untuk mengajar pada hari itu.
Setelah beberapa jam belajar , akhirnya jam yang ditunggu oleh semua murid telah tiba , yaitu jam istirahat.
Semua murid-murid langsung keluar dari kelas menuju ke kantin sekolah.
"Kak , hari ini makan siomay yuk" , ucap Alvaro.
"Kalau kamu mau makan kan tinggal beli aja dek" , ucap Angelica.
"Iya , tapi temenin ya kak belinya" , ucap Alvaro sambil bergelayut manja di tangan kakaknya.
"Iya baiklah" , jawab Angelica yang selalu dingin dan jutek dengan orang lain , tapi tidak kepada saudara kembarnya.
Angelica dan Alvaro berjalan menuju ke tukang jual siomay.
Alvaro langsung memesan siomay yang dia inginkan.
"Kakak gak makan siomay juga?" , tanya Alvaro ketika melihat Angelica tidak memesan disana.
"Gak dek , kakak mau beli buah saja" , ucap Angelica.
"Baiklah kak" , jawab Alvaro.
Tidak lama siomay pesanan Alvaro telah selesai dibuatkan , Alvaro membayar siomaynya dan membawa piring siomay di tangannya.
Angelica membeli buah segar yang dijual disana.
Setelah mendapatkan buahnya , Angelica dan Alvaro berjalan menuju ke meja kosong yang ada disana.
__ADS_1
Sebelum duduk , seperti biasa Angelica akan menyemprotkan handsanitizer di kursi dan meja , untuk memastikan disana bersih sebelum mereka duduki.
Setelah menyemprotkan handsanitizer nya , baru Alvaro boleh duduk di sana dan Angelica juga duduk disana , makan bersama saudara kembarnya itu.