
Antonio beserta istri dan anak kembarnya juga James , sudah kembali ke kamar setelah selesai makan malam bersama.
"Besok jangan kesiangan ya nak bangunnya. Pagi kita sudah harus pergi ke Universitas N untuk mendaftarkan kamu disana" , ucap Antonio.
"Iya papa" , jawab Alvaro.
"Kamu harus ingat ya James , gak boleh melewati batas. Om gak mau nanti ketika kita pulang Angelica mual-mual" , ucap Antonio.
"Iya om , aku janji" , ucap James.
"Apa hubungannya tidur bersama dengan mual-mual" , ucap Alvaro.
"Gak usah kamu pikirkan , pikirkan saja bagaimana bisa mendapatkan wanita yang mau menerima kamu selain Esmeralda" , ucap Angelica sambil tersenyum.
"Kakak gak asik" , ucap Alvaro.
"Kamu aja yang aneh , kakak juga bingung lihat kamu. Juara satu di kelas IPA tapi gak mengerti masalah itu" , ucap Angelica.
"Mana ada itu di pelajaran sekolah kak" , ucap Alvaro.
"Kamu belajar di dalam biologi , gak mungkin gak ada" , jawab Angelica.
"Gak ada kakak" , jawab Alvaro dengan polosnya.
"Sudah sudah , tidur lagi. Papa dan mama mau berduaan , kalian masuk ke kamar masing-masing" , ucap Antonio yang sudah gak mau mendengarkan perdebatan kedua anaknya.
"Ayo sayang , kita ke kamar" , ucap James sambil memeluk pinggang Angelica.
"Baiklah sayang , rasain kamu tidur sendiri gak ada yang menemani" , ledek Angelica kepada adiknya.
"Biarin" , jawab Alvaro sambil berjalan menuju ke kamarnya.
"Aduh , anak-anak ini gak ada gak ribut" , ucap Sandra.
"Anak manja kamu itu yang selalu buat ribut sayang" , ucap Antonio setelah mereka masuk ke dalam kamar.
"Iya hubby , sebentar lagi juga anak manja aku udah gak tinggal sama kita lagi" , ucap Sandra dengan lirih.
"Kamu jangan sedih gitu dong , nanti kan kalau kamu mau melihat Alvaro , kita bisa kesini lagi sayang" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh istrinya.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
********
James yang bersama dengan Angelica di dalam kamar mereka.
"Sayang , aku mau mandi dulu ya" , ucap Angelica sambil membuka tas kopernya.
"Kita berendam bersama yuk sayang , kalau berendam disini bisa sambil melihat pemandangan kota lho" , ucap James.
"Kamu gak dengar apa yang papa bilang tadi?" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Asalkan kita gak melakukannya kan gak masalah sayang , apa salahnya kalau kita cuma berendam bersama" , ucap James.
"Tetap aja kan kita gak pake baju , aku gak mau" , jawab Angelica.
"Baiklah" , jawab James sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Angelica berjalan masuk menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
James menunggu Angelica selesai mandi sambil menyalakan televisi yang ada disana.
Tidak lama Angelica yang sudah selesai mandi...
"James kamu mandi lagi , aku sudah siap" , ucap Angelica.
"Aku cuci muka saja ya sayang , aku lagi males mandi nih" , ucap James dengan manja.
"Kalau kamu malas mandi , nanti malam tidurnya gak boleh dekat-dekat aku. Kami tidur diujung sana" , ucap Angelica.
Demi supaya bisa tidur sambil memeluk tubuh Angelica , akhirnya James pun mandi juga.
Selama James berada di dalam kamar mandi...
Angelica sangat gelisah di dalam kamar.
Ini pertama kalinya dia tidur dengan pria selain dengan saudara kembarnya.
Saat itu perasaan Angelica berdebar dengan sangat kencang dan tidak menentu.
"Kamu ngapain mondar mandir sayang?" , ucap James.
Sontak membuat Angelica pun menjadi terkejut.
"Gak ada sayang" , ucap Angelica yang langsung naik ke kasur dan masuk ke dalam selimut.
James hanya tersenyum melihat calon istrinya itu sambil berjalan menuju ke kasur dan masuk ke dalam selimut.
James mendekatkan tubuhnya dengan Angelica dan tangannya mulai memeluk tubuh mungil ramping Angelica.
Pastinya jantung Angelica sudah melompat-lompat ingin keluar pada saat itu.
Angelica hanya bisa terdiam mematung di dalam pelukan James saat itu.
"Kenapa tubuh kamu tegang begini sayang?" , ucap James yang merasakan tubuh Angelica kaku dalam pelukannya.
"Entah kenapa aku gugup sayang" , jawab Angelica.
"Bukankah ini bukan pertama kalinya kita tidur berdua sambil berpelukan" , ucap James.
"Kapan lagi kita tidur berdua sambil berpelukan?" , ucap Angelica sambil mengerutkan keningnya.
"Saat kita terjebak di bianglala sayang. Waktu itu kamu malahan sangat nyaman sekali tidur dalam pelukan aku sampai bianglala nya sudah baik" , jawab James.
__ADS_1
"Waktu itu kan kondisinya berbeda sayang , aku takut juga kalau kita gak turun-turun ke bawah sampai pagi. Disana juga udaranya sangat dingin malam itu , hanya bersama dengan kamu aku merasakan kehangatan" , ucap Angelica.
"Sama saja dengan sekarang sayang , bedanya kita tidur di kasur yang nyaman , bukan di kursi yang keras" , ucap James sambil terkekeh.
"Iya , kamu benar sayang" , jawab Angelica yang sudah mulai bisa rileks berada dalam pelukan calon suaminya.
"Aku bahagia banget hari ini sayang , gak masalah aku menahan rindu selama kamu ujian" , ucap James sambil mengeratkan pelukannya.
"Apakah kamu selalu merindukan aku , ketika aku menjalani ujian akhir semester?" , tanya Angelica sambil menyentuh wajah James dengan tangannya yang halus dan lembut itu.
"Iya sayang , aku sangat merindukan kamu" , ucap James sambil menurunkan wajahnya dan mencium bibir mungil Angelica yang sudah sangat di rindukannya itu.
Angelica terus menikmati ciuman yang dilakukan oleh James dan mengikuti setiap alur lidah James yang bermain di dalam mulutnya.
Karena terbawa suasana , James mulai memasukkan tangannya ke bawah baju Angelica.
"Sayang , kita sudah janji sama papa kalau kita gak akan melewati batas selain cuma tidur saja" , ucap Angelica setelah ciuman James turun ke lehernya.
"Makasih sayang , kamu sudah ingatin aku. Aku benar-benar hampir kelupaan janji aku dengan papa kamu" , ucap James sambil mencium kening Angelica.
"Iya sayang , kita tidur lagi ya" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang" , ucap James.
James dan Angelica tidur bersama sambil berpelukan pada malam itu.
James benar-benar dapat tertidur dengan nyenyak pada malam itu.
Sampai pagi tiba...
Antonio yang sudah bangun pagi itu , seperti biasa membangunkan istrinya yang masih tertidur dalam pelukannya.
"Sayang , ayo bangun" , ucap Antonio sambil mencium dengan lembut setiap wajah istrinya.
"Sudah pagi ya hubby" , ucap Sandra dengan suara serak baru bangun tidur.
"Iya sayang , ayo kita bangun lagi dan bersiap-siap" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
"Kita mandi bersama ya" , ucap Antonio.
"Tunggu sebentar ya hubby , aku mau melihat anak-anak dulu" , ucap Sandra.
"Baiklah sayang , kita pergi bersama ya. Aku mau melihat James dan Angelica" , ucap Antonio.
"Hubby khawatir ya dengan mereka" , goda Sandra.
"Ya iya la sayang , itu kan anak perempuan aku satu-satunya" , jawab Antonio sambil turun dari kasur.
Sandra hanya tersenyum melihat suaminya yang mulai mengkhawatirkan anaknya.
__ADS_1