Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 57


__ADS_3

Setelah setengah jam Antonio keluar , akhirnya Antonio sampai juga di apartemennya.


Antonio langsung menuju ke unitnya dan langsung masuk ke kamar mereka.


"Sayang" , panggil Antonio.


"Iya kak" , ucap Sandra , sambil membuka pintu kamar mandi sedikit.


"Ini benar bukan?" , tanya Antonio.


"Iya benar kakak kesayangan" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Ya udah , kamu pake dulu" , ucap Antonio.


"Kakak kesayangan , ada satu lagi?" , ucap Sandra dengan manja.


"Apalagi sayang?" , tanya Antonio.


"Tolong ambilkan daleman , yang ini kena darah" , ucap Sandra dengan manja.


Bentar ya sayang....


Antonio langsung membuka koper Sandra dan mencari dalaman disana.


Setelah dia mendapatkannya , langsung diberikan kepada Sandra.


"Makasih kakak kesayangan" , ucap Sandra , sambil menutup pintu kamar mandi.


"Iya sayang" , ucap Antonio.


Untuk semua keperluan Sandra , apa pun itu pasti Antonio akan melakukannya , dia tidak akan merasa malu ataupun gengsi , karena menurutnya , bidadari cantiknya lebih penting , dari pada ucapan dan pandangan aneh orang-orang diluar sana.


Setelah beberapa saat Sandra pun keluar dari kamar mandi , menuju ke kasur , karena Antonio sudah duduk diatas kasur sambil bersandar di kepala kasur.


"Kak , tadi diketawain orang gak , pada saat beli pembalut?" , tanya Sandra.


"Tadi kebetulan mini marketnya sepi , tapi 2 orang petugas wanita disana senyum-senyum , lihat kakak bawa pembalut , dan ditanyain juga , buat istrinya ya pak" , ucap Antonio , menceritakan kepada Sandra.


"Terus kakak jawab apa?" , tanya Sandra.


Kakak jawab , "iya".


"Maaf ya kak , kakak jadi diketawain beli pembalut" , ucap Sandra sambil memeluk pinggang Antonio dari depan.


"Gak apa-apa sayang , kakak gak merasa malu kok , ngapain juga malu , kecuali kalau kita mencuri , baru benar malu" , ucap Antonio.


"Makasih kakak kesayangan" , ucap Sandra , sambil meletakkan kepalanya di paha Antonio.


"Iya sayang" , ucap Antonio sambil mengelus kepala Sandra.


"Kak , besok kita mau foto prewedding , memar aku yang di punggung sudah hilang belum kak" , tanya Sandra.


Coba kakak lihat lagi.


Sandra membalikkan badannya , lalu Antonio mengangkat baju belakang Sandra...

__ADS_1


"Sudah mulai berkurang sayang memarnya , tinggal sedikit lagi" , ucap Antonio , sambil merapikan baju Sandra.


"Apakah akan kelihatan di foto besok kak?" , tanya Sandra , yang sudah membalikkan badannya seperti semula.


"Kalau foto , setau kakak bisa di edit sayang , jadi jangan khawatir ya" , ucap Antonio yang masih membelai kepala Sandra.


"Iya kak" , jawab Sandra.


"Oh iya sayang , itu pembalut kamu kakak letakin di sana ya" , tunjuk Antonio di meja depan sofa di kamarnya.


Sandra turun dari kasur dan melihatnya , sekalian mau di simpan di lemari.


"Begitu Sandra melihatnya , banyak banget kak , ini bisa 10 bulan gak beli-beli lagi" , ucap Sandra.


"Ya bagus dong , nanti setiap kamu dapet , kan tinggal pake aja , nanti kamu bawa juga ke hotel sayang , buat disimpan disana , kalau kamu lagi dapet ketika lagi di hotel , gak sibuk lagi mencarinya" , ucap Antonio.


"Iya kak , nanti ketika kita mau ke hotel ingetin ya" , ucap Sandra dengan manja , sambil menyusun pembalutnya di lemari dekat sebelah kasur.


"Iya sayang" , ucap Antonio.


Antonio memang selalu memanjakan dan selalu mengingatkan , apa pun keperluan Sandra , membuat Sandra selalu bergantung dengannya , tidak tau apa jadinya Sandra kalau tidak ada Antonio.


********


Chika yang sudah mulai merasakan mual , menjadi tambah panik.


Akhirnya dia memutuskan ke apotik , membeli alat test pack.


Setelah membeli beberapa alat test pack , dibawanya pulang.


Setelah menunggu beberapa saat , keluar garis dua di alat tersebut.


"Gak mungkin....ini gak mungkin...." , ucap Chika dengan nada panik.


Lalu Chika mengambil lagi alat test pack baru , di coba lagi.


Setelah beberapa saat , hasilnya keluar , masih sama garis dua.


"Bagaimana ini?" , ucap Chika dengan panik.


"Bagaimana kalau Yogi tidak mau bertanggung jawab" , ucap Chika sambil meremas rambutnya.


Aku harus menghubungi Yogi , ucap Chika.


Chika mengambil Hp nya dan di sentuhnya nama Yogi di layar Hp nya.


Setelah 3 kali dia mencoba menelpon , terdengar suara sambungan telpon dari sana , tapi tidak diangkat oleh Yogi.


Chika langsung membawa alat test pack nya dan mengambil kunci mobil di atas meja riasnya.


Chika keluar dari kamar dan langsung menuju ke mobilnya , setelah masuk ke dalam mobil Chika pun menjalankan mobilnya menuju ke rumah Yogi.


Setelah setengah jam Chika menjalankan mobilnya di jalan raya yang cukup padat hari ini , akhirnya Chika sampai di depan rumah Yogi.


Awalnya Chika agak ragu untuk turun dari mobilnya dan mencari Yogi.

__ADS_1


"Tapi ini bagaimana? Ini anak Yogi juga , aku harus bagaimana?" , ucap Chika di dalam mobilnya.


Akhirnya Chika memberanikan dirinya untuk turun dan keluar dari mobilnya.


Chika berjalan menuju ke arah rumah Yogi , sampai di depan rumah Yogi , Chika melihat ada asisten rumah tangga Yogi di depan rumahnya.


Chika berjalan mendekati asisten rumah tangga Yogi....


"Yogi nya ada mba?" , tanya Chika kepada asisten rumah tangga Yogi.


"Ada non , tunggu sebentar ya saya panggilkan dulu" , ucap asisten rumah tangga itu , sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Den Yogi...ada tamu den" , panggil asisten rumah tangganya.


"Siapa mba yang cari saya?" , tanya Yogi , kepada asisten rumah tangganya.


"Gak tau saya den , tapi seorang perempuan yang cantik den" , ucap asisten rumah tangganya.


"Siapa perempuan yang tau rumah gue , perasaan setiap gue jalan dengan cewek-cewek , gue gak pernah memberitahukan atau membawa mereka ke rumah gue" , ucap Yogi dalam hatinya.


"Ya udah...saya temui dulu orang yang mencari saya" , kata Yogi sambil turun kebawah dan melihat diruang tamu.


"Iya den..." , jawab asisten rumah tangganya.


Sampai di bawah , Yogi terkejut melihat Chika ada di rumahnya.


"Chika...mau ngapain kamu kesini" , tanya Yogi.


"Aku hamil Yogi" , kata Chika.


"Apa??????" , kata Yogi yang terkejut mendengar ucapan Chika , Yogi langsung menarik tangan Chika menuju ke kamarnya.


"Iya Yogi , beneran aku gak bohong" , ucap Chika sambil menangis , Chika langsung mengeluarkan alat test pack itu dari dalam sakunya dan memperlihatkan 2 alat test pack yang hasilnya dua garis tersebut kepada Yogi , setelah mereka di dalam kamar Yogi.


"Aku takut Yogi" , ucap Chika.


Yogi yang melihat dua garis di alat itupun , jadi panik.


"Apa yang harus gue lakuin sekarang , gue gak suka sama loe" , ucap Yogi dengan nada panik.


"Tapi ini anak kamu Yogi" , ucap Chika sambil menangis.


"Loe yakin ini anak gue" , ucap Yogi , yang masih tidak percaya.


"Iya Yogi , ini anak Yogi , Chika melakukannya cuma hanya sama Yogi saja" , ucap Chika , dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata.


"Aku mohon Yogi , tolong tanggung jawab , ini anak kamu juga" , ucap Chika sambil memohon.


"Loe tenang dulu , berikan gue waktu untuk berpikir" , ucap Yogi.


Yogi dan Chika sama-sama terdiam di kamar Yogi dan hanyut dalam pikiran masing-masing.


Sampai akhirnya Yogi mengatakan , "tolong berikan gue waktu untuk berpikir beberapa hari ini , sekarang loe pulang dulu ya."


Kalau Chika memaksa meminta jawabannya hari ini , pasti Yogi akan menjauh darinya dan dia akan semakin sulit mencari Yogi.

__ADS_1


Jadi , akhirnya Chika menyetujui permintaan Yogi dan pulang kerumahnya.


__ADS_2