
Mobil Antonio yang dibawa oleh pak Maman sudah sampai di lokasi pembangunan.
Bangunan All Star Hotel yang megah itu sudah berdiri disana.
Antonio dan Sandra turun dari mobil memasuki bangunan hotel yang sebentar lagi akan diresmikan itu.
"Pak...nona muda..." , sapa Robi.
"Iya Robi" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.
Antonio melihat dekor yang sudah terpasang di bagian lobby , setelah itu Antonio mulai melihat ke kamar yang sudah selesai di dekor.
"Semuanya sudah ok , sesuai dengan yang saya inginkan" , ucap Antonio.
"Iya pak" , jawab Robi.
Ketika Antonio menuju ke kamar atas , tempat yang nanti akan digunakan hanya untuknya dan istrinya....
Terlihat Citra berada disana sambil mengarahkan tukangnya.
"Kak Citra" , panggil Sandra.
Citra pun membalikkan tubuhnya.
"Hi bos...hi Sandra" , ucap Citra.
"Hi Citra" , jawab Antonio.
"Ternyata Sandra beneran ikutan kesini ya" , ucap Citra.
"Ya iya la , pasti ikut kesini , nanti juga , makanya loe buat yang bagus kamar gue ini" , ucap Antonio.
"Iya pasti bos , ini juga gue kerjainnya sesuai keinginan loe" , ucap Citra.
"Iya...iya...gue tau kerja loe bagus" , ucap Antonio.
"Terima kasih" , ucap Citra sambil tersenyum.
"Bagaimana sayang , kamu suka dengan kamar kita?" , tanya Antonio sambil memeluk bahu istrinya.
"Suka hubby , bagus...apalagi jendelanya langsung bisa melihat kearah taman" , ucap Sandra.
"Iya sayang , nanti kalau sudah jadi kita bisa bermesraan disini semalaman dengan lilin aromatherapy" , ucap Antonio dengan pelan di telinga istrinya.
"Ih...udah mau jadi papa masih aja begitu" , jawab Sandra dengan pelan.
"Punya anak boleh , tapi bermesraan kan wajib sayang" , ucap Antonio di telinga istrinya.
"Iya hubby sayang" , jawab Sandra.
"Gue gak sanggup deh liat pasangan ini" , ucap Citra yang melihat kemesraan Antonio dan Sandra.
"Makanya loe cepetan nikah , udah putusin aja cowok loe , nikah sama asisten gue" , ucap Antonio.
Robi yang juga berada disana langsung garuk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.
Selama beberapa hari memang Robi dan Citra selalu makan diluar bersama dan mengobrol bersama.
Robi sangat senang ketika mengobrol dengan Citra karena setiap apapun yang mereka obrolin selalu nyambung , tapi Robi masih belum tau bagaimana perasaan Citra kepada dirinya.
"Ya lihat nanti aja ya bos" , jawab Citra.
Karena Citra juga mulai merasakan sesuatu yang berbeda di perasaannya setelah beberapa hari ini bersama dengan Robi.
__ADS_1
"Kalau loe menikah sama asisten gue , gue kasih pakai deh ballroom hotel gue buat kalian menikah nanti" , ucap Antonio.
"Loe kasih gue pakai gratis atau ada tagihannya nanti" , ucap Citra untuk memastikannya.
"Kalau loe nikah sama asisten gue ya gue kasih gratis la , udah kado paling mahal kan gue kasih , loe tinggal bayar dekornya aja dan lain-lain" , ucap Antonio.
"Ya lihat nanti aja ya", ucap Citra sambil pergi melihat tukangnya bekerja.
Robi hanya tersenyum simpul mendengar percakapan bos nya dan Citra.
"Ya loe pikir-pikir aja dulu tawaran gue , gue mau urus yang lain lagi" , ucap Antonio.
"Iya bos" , jawab Citra.
Sandra , Antonio dan Robi mulai berjalan dan melihat yang lainnya.
Setelah Antonio melihat semuanya , Antonio membahas tentang pak Tono bersama Robi.
"Kalau pak Tono dan temannya kita kasih pekerjaan sebagai satpam di hotel nantinya , bagaimana?" , tanya Antonio.
"Kalau mereka mau mengikuti training dari kita boleh saja pak , karena semua satpam di hotel kita harus melewati masa training dulu" , jawab Robi.
"Baiklah , apakah pak Tono masih ada disini?" , tanya Antonio.
"Karena sekarang pekerjaan sudah tidak banyak , jadi mereka pulangnya lebih cepat pak , besok pagi baru bisa bertemu" , jawab Robi.
"Baiklah kalau gitu besok sebelum kembali ke kota A , saya kesini dulu" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
"Berarti 3 bulan lagi hotel kita sudah bisa diresmikan ya?" , tanya Antonio.
"Kalau dilihat dari progres sekarang , bisa pak" , jawab Robi.
"Baiklah , untuk lowongan kerja yang kita buka untuk disini apakah sudah ada yang memasukkan surat lamaran?" , tanya Antonio.
"Baiklah kalau gitu saya dan istri saya pergi dulu" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
Antonio dan Sandra keluar dari bangunan dan menuju ke mobil.
"Kita mau kemana lagi pak?" , tanya pak Maman.
"Ke hotel tempat kita menginap dulu aja pak" , jawab Antonio.
"Baik pak" , jawab pak Maman sambil menjalankan mobilnya menuju hotel yang sudah mereka booking.
Sampai di hotel , Antonio mengurus check-in di resepsionis , setelah itu Antonio , Sandra dan pak Maman , masuk ke kamar hotel untuk istirahat sejenak.
Antonio dan Sandra masuk ke kamar mereka , Antonio meletakkan koper mereka diatas kursi dan membukanya.
"Hubby...aku mau berendam dulu ya", ucap Sandra.
"Sama-sama ya sayang" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Antonio dan Sandra sudah masuk ke dalam bathtub dengan tubuh polos mereka.
Antonio memeluk pinggang istrinya dari belakang sambil mereka berendam di bathtub.
"Hubby , anaknya pak Maman hebat ya , sudah mandiri sejak kecil" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Iya sayang , karena kan mamanya sudah gak ada , yang besarkan neneknya , pastinya dia jadi lebih mandiri", ucap Antonio.
"Tiba-tiba aku merasa malu hubby" , kata Sandra.
"Malu kenapa sayang?" , tanya Antonio.
"Aku gak bisa mandiri seperti anaknya pak Maman" , ucap Sandra.
"Gak apa apa sayang , meskipun kamu gak mandiri aku tetap cinta kok sama kamu", ucap Antonio sambil menciumi punggung istrinya.
"Pantesan mama suka ngomel-ngomel ya kalau lihat aku masih manja" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Aku senang kok kalau kamu manja sama aku" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh polos bidadari cantiknya dengan erat.
Sandra meletakkan kepalanya di bahu suaminya.
"Makasih ya hubby , kalau cowok lain mungkin gak akan tahan dengan sifat manja aku" , ucap Sandra sambil terkekeh.
"Aku gak tau sayang , yang aku tau aku sangat menginginkan dirimu , jadi kamu mau manja seperti apa...aku juga bisa menerimanya" , ucap Antonio sambil menciumi bibir istrinya dengan mendalam.
Setelah Antonio melepaskan bibirnya , mereka melanjutkan berendam , sampai setelah puas berendam , Sandra dan Antonio menuju ke shower untuk membilas busa yang menempel ditubuh polos mereka.
Setelah itu Antonio dan Sandra mengeringkan tubuh mereka dan menggunakan bathrobe yang disediakan disana.
Antonio dan Sandra keluar dari kamar mandi dan mengambil baju mereka di dalam koper.
"Apa mau keluar sekarang sayang?" , tanya Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil mengambil baju tangan panjang dan celana panjangnya.
Mendengar jawaban istrinya Antonio pun mengambil bajunya di dalam koper.
Setelah mereka selesai menggunakan baju , Antonio menelpon pak Maman.
Tidak lama ada suara dari sana.
"Halo pak" , jawab pak Maman.
"Halo pak Maman , kita pergi sekarang ya" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab pak Maman.
Setelah telponnya terputus , pak Maman langsung berjalan keluar menuju ke mobil Antonio.
Antonio dan Sandra berjalan keluar dari kamar sambil bergandengan tangan menuju ke parkiran mobil.
Ketika mereka sampai disana , pak Maman sudah menyalakan mobil.
Antonio dan Sandra masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana pak?" , tanya pak Maman.
"Kita cari tempat makan dulu pak" , ucap Antonio.
"Hubby...aku mau makanan yang bunyi tittttttttt....terus warna putih yang di dalamnya ada gula aren dan dikasih kelapa diatasnya" , ucap Sandra.
"Apa nama makanannya sayang?" , tanya Antonio.
"Gak tau hubby , cuma kalau disana bunyinya titttttttt.....modelnya bulat panjang gitu" , jawab Sandra.
"Kue putu bukan nona muda" , ucap pak Maman.
"Kayaknya pak , aku gak tau namanya , karena sudah lama banget makannya dan sekarang tiba-tiba aku kepengen makan itu" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Coba kesana aja pak , siapa tau benar itu yang dimaksud istri saya" , ucap Antonio.
"Iya pak" , ucap pak Maman sambil menelusuri jalan mencari tukang jual kue putu.