
Vincent yang sudah bersiap-siap untuk lomba basket hari itu , berjalan keluar dari kamarnya dengan baju basket yang akan mereka gunakan untuk pertandingan hari ini.
"Pagi opa , pagi oma" , ucap Vincent sambil mencium pipi opa dan omanya.
"Pagi sayang , kamu mau berangkat sekarang?" , tanya opa Wijaya.
"Iya opa , setelah aku selesai sarapan aku langsung pergi" , jawab James.
"Baiklah Vincent , semoga kamu menang ya di pertandingan kali ini" , ucap oma Farah.
"Pasti dong oma , aku kan selalu bisa mencetak skor" , ucap Vincent sambil mengunyah makanannya.
"Jangan terlalu sombong nak" , ucap Victor yang baru turun dari atas bersama dengan Chika.
"Iya pa , papa dan mama gak mau melihat aku bertanding hari ini" , ucap Vincent sambil memakan sarapannya.
"Bagaimana mama mau pergi nak? Adek-adek kamu masih tidur" , ucap Chika.
"Kan mereka juga sudah besar ma , ayolah nonton aku tanding" , ucap Vincent.
"Ya sudah , kalau gitu opa yang pergi lihat kamu bertanding" , ucap opa Wijaya.
"Bukannya opa mau pergi ke lapangan golf" , ucap Vincent.
"Gak jadi , opa pergi melihat kamu bertanding saja" , ucap opa Wijaya.
"Kalau gitu pergi sama aku saja pa" , ucap Victor.
"Papa mau pergi melihat aku tanding" , ucap Vincent dengan mata yang berbinar karena kesenangan.
"Iya nak , tapi kamu harus bermain dengan bagus ya , jangan mengecewakan papa dan opa" , ucap Victor.
"Siap bos" , jawab Vincent dengan bersemangat.
Selesai sarapan , Vincent ijin dengan oma dan mamanya.
"Aku pergi dulu ya oma , ma" , ucap Vincent sambil mencium pipi oma dan mamanya.
"Iya nak" , jawab oma dan Chika.
"Aku pergi dulu ya sayang" , ucap Victor sambil mencium kening istrinya.
"Iya mas" , jawab Chika sambil mencium punggung tangan suaminya.
Vincent pergi terlebih dahulu dengan membawa motor besarnya.
Victor dan papa Wijaya pergi dengan mobil Victor.
Karena Vincent membawa motor , jadi Vincent lebih cepat sampai ke sekolahnya.
Sambil menunggu opa Wijaya dan papa Victor yang masih di jalan , Vincent mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang yang sangat dicintainya.
Angelica yang masih dilatih bermain golf dengan James , mendengarkan suara ponselnya berbunyi , langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
__ADS_1
"Siapa Vincent , sayangku?" , tanya James yang berdiri di belakang tubuh Angelica.
"Ini teman aku dari kecil James" , jawab Angelica sambil menyentuh terima panggilan di layar ponselnya.
"Halo" , jawab Angelica.
"Halo Angelica , kamu dan Alvaro datang kan untuk melihat pertandingan basket aku hari ini" , ucap Vincent.
"Astaga aku lupa , waktu itu sudah janji mau melihat pertandingan basket Vincent dengan Alvaro" , ucap Angelica dalam hatinya.
"Halo Angelica" , panggil Vincent yang tiba-tiba gak ada suara dari sana.
"Iya Vincent , nanti aku tanya Alvaro dulu ya" , ucap Angelica.
"Bukankah kalian sudah janji akan melihat pertandingan aku" , jawab Vincent.
"Ya baiklah , aku dan Alvaro kesana" , ucap Angelica.
"Ok , aku tunggu ya" , ucap Vincent.
"Iya" , jawab Angelica sambil memutuskan panggilan telponnya.
"Kamu mau kemana sayangku?" , tanya James yang langsung memeluk pinggang Angelica.
James sudah gak peduli kalau Angelica akan memarahinya karena dia peluk secara tiba-tiba , yang pasti saat itu James sangat cemburu karena Angelica mau pergi menemui cowok teman dari kecilnya.
"Aku dan Alvaro sudah janji mau melihat pertandingan basket Vincent hari ini , tapi aku lupa" , jawab Angelica yang membiarkan saja pinggangnya dipeluk oleh James.
James langsung merasa lega , karena Angelica tidak memarahinya karena dia memeluknya , tapi langsung menjawab pertanyaannya.
"Baiklah James , tapi aku harus bilang Alvaro juga" , ucap Angelica.
"Baiklah sayangku" , jawab James sambil tersenyum.
James dan Angelica berjalan mendekati Alvaro yang sedang berlatih golf disana.
"Dek , Vincent telpon kakak , dia minta kita untuk menonton pertandingan basketnya hari ini" , ucap Angelica.
"Oh iya kak , kita sudah janji mau melihat dia bertanding , kalau gitu ayo kita pergi" , ucap Alvaro.
Angelica menganggukkan kepalanya.
"Aku ikut juga ya" , ucap Esmeralda.
"Lebih baik kamu disini saja dengan papa kamu" , ucap Alvaro.
"Nanti aku bilang sama opa kamu kalau aku mau ikut sama kamu" , ucap Esmeralda.
"Aduh , rese banget ini cewek , kalau pakai ngomong ke opa Chandra , pasti aku disuruh bawa dia" , ucap Alvaro dalam hatinya.
"Ya sudah , kamu boleh ikut" , ucap Alvaro.
Esmeralda langsung tersenyum manis disana.
__ADS_1
Angelica dan Alvaro , berjalan menemui opa Chandra.
"Opa" , panggil Angelica dan Alvaro.
"Iya sayang" , ucap opa Chandra.
"Aku lupa opa , kalau kami sudah janji mau melihat pertandingan basket Vincent hari ini di sekolah" , ucap Angelica.
"Kamu pergi dengan siapa sayang?" , tanya opa Chandra.
"Aku pergi dengan James , Alvaro dan Esmeralda opa" , ucap Angelica.
"Baiklah , James jagain Angelica terus ya selama disana" , ucap opa Chandra.
"Iya opa , aku pasti jagain Angelica" , jawab James sambil tersenyum.
Lalu Angelica , Alvaro , James dan Esmeralda berpamitan juga dengan papa Freddy dan papa Leo.
Setelah itu mereka berjalan menuju ke buggy car , James duduk di sebelah tubuh Angelica , Alvaro duduk dengan Esmeralda , tapi Alvaro menjaga jaraknya dengan Esmeralda , berbeda dengan James yang sudah berani duduk pas bersebelahan dengan tubuh Angelica.
Sampai di luar lapangan golf , James memegang tangan Angelica dan mereka berjalan menuju ke mobil James yang diparkir disana.
"Alvaro , kamu gak mau kita berpegangan tangan juga seperti Angelica dan pacarnya" , ucap Esmeralda.
"Kamu kan bukan pacar aku" , jawab Alvaro.
"Tapi nanti ada kan kesempatan untuk aku menjadi pacar kamu" , ucap Esmeralda.
"Aku gak tau Esmeralda" , jawab Alvaro sambil duduk di kursi belakang , karena James membukakan pintu di depan untuk kekasih hatinya Angelica.
Akhirnya Alvaro duduk di kursi belakang bersama dengan Esmeralda , tapi mereka duduknya saling berjauhan seperti orang yang sedang bermusuhan.
"Pertandingannya dimana sayangku" , ucap James sambil menjalankan mobilnya keluar dari area lapangan golf.
"Di SMA Bhakti James" , jawab Angelica.
"Berarti besok aku jemput kamu disana juga ya" , ucap James.
"Iya" , jawab Angelica.
James membawa mobilnya menuju ke SMA Bhakti dan selama perjalanan hanya James dan Angelica yang mengobrol disana.
Alvaro dan Esmeralda hanya duduk diam di kursi belakang.
Alvaro terus memandangi jalan yang mereka lalui dari jendela mobil.
Esmeralda terus memandangi wajah Alvaro sambil berpikir , "bagaimana caranya agar dia bisa menjadi pacarnya Alvaro".
Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh James sudah sampai di area parkiran sekolah.
James memarkirkan mobilnya disana , setelah itu mereka semua turun dari mobil.
James memeluk pinggang Angelica dan berjalan bersama masuk ke sekolah Bhakti.
__ADS_1
Saat itu James sangat bersyukur , karena dia mandi sebelum pergi ke lapangan golf , jadi Angelica gak akan mencium bau asem ketika dia memeluk tubuh Angelica.
Alvaro berjalan di samping kakaknya Angelica sambil diikuti oleh Esmeralda.