Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 62


__ADS_3

Hari semakin malam dan udara di dalam bianglala pun semakin terasa dingin.


"James dingin banget disini. Apakah masih lama bianglala nya selesai diperbaiki?" , ucap Angelica yang hanya menggunakan dress pendek berbahan katun tipis itu.


"Aku juga gak tau sayang. Sini kamu duduk di pangkuan aku , biar aku peluk supaya gak terasa dingin" , ucap James.


Angelica pun menganggukkan kepalanya dan duduk diatas kaki James.


James langsung memeluk dengan erat tubuh wanita ramping dan kecil yang hanya miliknya seorang itu.


"James , aku pasti gak akan melupakan saat ini" , ucap Angelica.


"Gak bisa melupakan kita terjebak di bianglala ya sayang" , ucap James sambil terkekeh.


"Iya James , ditambah pada saat kamu melamar aku" , ucap Angelica sambil melihat cincin berlian yang sudah tersemat di jari manis tangan kirinya.


"Iya sayang , aku juga gak akan pernah bisa melupakan hari ini" , ucap James sambil menciumi wajah Angelica.


"James , dari mana kamu bisa tau ukuran jari aku?" , tanya Angelica yang cukup heran karena cincinnya pas di jari manisnya.


"Pada saat membelinya aku cuma mencocokkan dengan jari kelingking aku sayang , aku juga terkejut begitu melihat cincinnya langsung pas di jari manis kamu" , ucap James.


"Berarti kita jodoh dong" , ucap Angelica sambil tersenyum.


"Memangnya kalau ukurannya cocok tandanya berjodoh ya sayang?" , ucap James.


"Aku juga gak tau James , cuma aku sering dengar teman-teman di sekolah membicarakan hal itu , tapi aku juga gak tau kebenarannya" , ucap Angelica.


"Kalau beneran kita berjodoh aku juga bahagia sayang , karena aku maunya hanya kamu yang menjadi jodohku" , jawab James.


Angelica pun langsung tersenyum sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang James , karena wajahnya sudah memerah pada saat itu.


"James , kamu gak mandi lagi ya" , ucap Angelica yang mencium bau asem disana.


"Iya sayang , tadi kan aku selesai meeting nya sudah sore , tapi tadi pagi aku mandi kok" , jawab James.


"Nanti kalau kita sudah menikah , kamu aku suruh mandi 3 kali sehari" , ucap Angelica.


"Gak apa-apa aku mandi 3 kali sehari sayang , yang penting kamu sudah menikah dengan aku" , ucap James sambil tersenyum.


Angelica hanya tersenyum melihat ke arah James.


"Terima kasih ya sayang , kamu gak mempermasalahkan bau badan aku" , ucap James.


"Sebenarnya aku juga gak tau James , kalau orang lain yang bau , aku pasti akan menghindarinya , entah kenapa kalau kamu , aku gak bisa buat menghindari kamu" , ucap Angelica.


"Tandanya benar kalau kita berjodoh sayang" , ucap James sambil meletakkan pipinya di pipi Angelica.


"Tapi nanti kamu harus rajin mandi ya , atau kalau gak kamu pakai deodorant atau bedak supaya badan kamu gak bau" , ucap Angelica.


"Aku mau nanti kamu yang urus kan semuanya ya sayang" , ucap James dengan manja.


"Kalau aku yang ngurusin masih lama dong" , ucap Angelica.


"Kenapa lama? Kan aku sudah melamar kamu , berarti sebentar lagi kita akan menikah" , ucap James.

__ADS_1


"Memangnya kalau sudah dilamar seperti ini , tidak lama lagi akan menikah ya? Tapi aku kan masih mau kuliah James" , ucap Angelica.


"Gak masalah sayang , kamu masih bisa kuliah setelah kita menikah" , ucap James.


"Aku gak mau punya anak dulu James selama aku kuliah , karena aku mau fokus dengan pelajaran aku" , jawab Angelica.


"Kita bisa menundanya sayang" , jawab James.


"Kenapa kamu ada aja jawabannya?" , tanya Angelica.


"Karena memang semuanya bisa dilakukan meskipun kita sudah menikah" , jawab James sambil menciumi pipi Angelica.


"James , aku mulai mengantuk" , ucap Angelica.


"Kamu tidur saja , ada aku disini , nyamuk pun pasti gak akan berani menggigit kamu" , ucap James sambil tersenyum.


Angelica yang sudah mengantuk pun menutup matanya dan tidur dalam pelukan James.


Tidak lama James pun sudah tidak kuasa menahan rasa kantuknya dan dia pun tertidur dengan wajah yang menempel di wajah Angelica.


********


Di rumah sakit Antonio merasa khawatir karena belum mendapatkan kabar dari Angelica dan Freddy.


Antonio melihat istri dan anaknya yang sudah tertidur nyenyak disana.


Antonio mengambil jaketnya , mencium kening istrinya dan berjalan keluar menuju ke Arthur Jungleland milik James.


"Freddy" , panggil Antonio yang akhirnya bisa masuk ke taman bermain setelah menjelaskan kalau anak dia yang sedang terjebak di bianglala bersama dengan bos mereka.


"Antonio , maaf jadi membuat kamu harus meninggalkan istri kamu yang dirawat dirumah sakit" , ucap Freddy.


"Iya gak apa-apa , ada anak aku yang cowok disana. Apakah bianglala nya sudah bisa menyala?" , ucap Antonio.


"Ini masih diusahakan" , ucap Freddy.


"Kenapa lama sekali? Sekarang sudah jam 2 pagi" , ucap Antonio.


"Iya , maaf ya Antonio , ternyata masalahnya cukup serius" , ucap Freddy.


"Baiklah , semoga bisa cepat baik bianglala nya , anak aku pasti sudah kedinginan disana , karena dia gak membawa baju dinginnya" , ucap Antonio.


"Kasihan nya Angelica , ayo pa suruh mereka cepat memperbaikinya" , ucap Heni yang mendengarkan ucapan Antonio.


"Iya ma , dari tadi juga papa sudah suruh mereka untuk memperbaikinya dengan cepat" , jawab Freddy.


Akhirnya setelah satu jam berlalu bianglala nya sudah bisa nyala dan berputar.


Ketika bianglala yang dinaiki oleh Angelica dan James telah sampai di bawah , Antonio , Freddy dan Heni langsung berjalan kesana untuk melihat anak mereka.


Begitu Freddy membuka pintu bianglala...


Freddy , Antonio dan Heni langsung terkejut melihat anak mereka yang sedang tertidur nyenyak sambil berpelukan disana.


"Mama gak menyangka mereka bisa tidur nyenyak dengan posisi seperti itu pa" , ucap Heni.

__ADS_1


"Iya ma , kalau lagi jatuh cinta beda ya" , ucap Freddy sambil tersenyum.


"Kayaknya setelah ini , kita harus segera membahas masalah pernikahan mereka" , ucap Antonio.


"Iya Antonio , aku setuju dengan kamu" , ucap Freddy.


Antonio mencoba membangunkan putrinya.


"Sayang , bangun" , ucap Antonio sambil mengelus wajah anaknya.


Angelica pun langsung membuka matanya begitu mendengar suara panggilan papanya.


"Papa" , ucap Angelica.


"Iya nak , bianglala nya sudah bener , sekarang kita pulang ya" , ucap Antonio.


"Iya pa" , ucap Angelica sambil menganggukkan kepalanya.


Angelica langsung membangunkan James yang masih tidur sambil memeluk tubuhnya.


"James" , panggil Angelica sambil menyentuh wajah James.


"Aduh , manis banget ya pa Angelica , mama jadi gak sabar melihat mereka menikah" , ucap mama Heni.


"Iya ma , anak kita beruntung bisa mendapatkan Angelica yang sangat lembut" , jawab Freddy.


James yang sudah bangun langsung terkejut melihat sudah ada orang tuanya disana.


"Kita sudah di bawah ya sayang" , ucap James.


"Iya James , kamu sudah dibawah , memangnya kamu mau di atas terus" , ucap papa Freddy.


"Ya gak gitu juga pa , tadi kan aku diatas ketika kami masih tertidur" , jawab James yang masih belum melepaskan pelukannya dari tubuh Angelica.


"Iya nak , bianglala nya sudah baik , ayo kita pulang , Angelica juga sudah di jemput papa nya" , ucap papa Freddy.


"Baiklah pa" , jawab James sambil melepaskan pelukannya.


James dan Angelica keluar dari bianglala.


"Maaf ya om , karena bianglala nya rusak , jadinya Angelica sampai tengah malam bersama dengan saya" , ucap James.


"Iya , gak apa apa James , bukan salah kamu juga" , jawab Antonio.


"Nanti setelah istri kamu sembuh , kita akan membahas masalah pernikahan James dan Angelica ya Antonio" , ucap Freddy.


"Baiklah Freddy , nanti kita bahas saat acara ulang tahun istri aku yang akan diadakan sebentar lagi , sekalian aku mau mengumumkan pertunangan mereka juga" , ucap Antonio.


"Baiklah aku setuju" , ucap Freddy sambil tersenyum.


James langsung tersenyum bahagia mendengar perkataan papa nya dan calon papa mertuanya.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya dengan anak aku" , ucap Antonio.


"Iya" , ucap Freddy , Heni dan James bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2