Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 50


__ADS_3

Antonio , Sandra dan Alvaro sudah sampai di lokasi pembangunan All Star Hotel di kota P.


"Pak , nona muda" , sapa Robi yang masih mengurus semua masalah yang ada disana.


"Iya Robi" , jawab Sandra.


"Iya Robi , apa yang dikatakan oleh perusahaan liftnya?" , ucap Antonio.


"Katanya mereka akan bertanggung jawab penuh pak , atas kesalahan yang terjadi saat pemasangan lift di hotel kita" , jawab Robi.


"Kamu harus pastikan mereka kerja dengan benar , saya tidak mau ada kejadian seperti kemaren terjadi lagi di lokasi pembangunan kita" , ucap Antonio.


"Iya pak" , jawab Robi.


Alvaro yang melihat pak Budi disana , langsung memanggilnya.


"Om Budi" , panggil Alvaro.


Antonio yang sedang berbicara dengan Robi , langsung melihat ke arah Alvaro.


Pak Budi yang mendengar panggilan dari Alvaro langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati Alvaro , Antonio dan Sandra.


"Pak , nona muda , tuan kecil" , sapa pak Budi.


"Iya pak" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


"Om , kapan labor mini aku dibuatin?" , tanya Alvaro.


"Oh iya tuan kecil , maaf kalau belakangan saya sibuk dengan masalah yang terjadi disini" , ucap pak Budi.


"Iya , gak apa apa pak , setelah masalah disini selesai , baru kita bahas lagi labor mini buat Alvaro" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab pak Budi.


"Kenapa gak bisa dibuatin sekarang pa?" , tanya Alvaro.


"Masalah di sini jauh lebih penting nak" , jawab Sandra.


"Tapi ma...." , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.


Sandra langsung menarik bibir anaknya yang sudah maju 5 cm itu.


"Sakit ma" , ucap Alvaro.


"Kalau gitu lagi , mama tarik lagi , mau" , ucap Sandra.


"Gak mau ma" , ucap Alvaro sambil menggelengkan kepalanya dan memegang bibirnya.


Antonio , Robi dan pak Budi hanya tersenyum melihat Alvaro.


Setelah itu Antonio mulai membahas kerjaannya yang ada disana dengan Robi dan pak Budi sambil berjalan memasuki lokasi hotel yang sedang dibangun.


Sandra dan Alvaro hanya mengikuti kemana langkah kaki suaminya.


********


Angelica dan James yang sudah sampai di dalam kamar hotel.


"Sayang , kamu mandi duluan ya" , ucap James.


"Iya James" , ucap Angelica sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


James duduk di sofa yang ada disana dan menelpon asistennya.


Tidak lama , terdengar suara dari sana.


"Halo pak" , jawab Susan.


"Halo Susan , tolong kamu belikan baju untuk saya ukuran M lengkap dengan dalaman nya dan baju untuk pacar saya juga ya" , ucap James.


"Baju untuk pacar bapak ukurannya apa pak?" , tanya Susan.


"Sebentar ya aku tanyain dulu" , ucap James.


"Baik pak" , jawab Susan sambil menunggu disana.


James berjalan menuju ke depan pintu kamar mandi.


"Sayang....sayangku...." , panggil James.


Angelica yang mendengar suara James memanggilnya , mematikan air shower dan menjawabnya.


"Iya James" , jawab Angelica.

__ADS_1


"Ukuran baju kamu apa sayang?" , tanya James.


"S" , jawab Angelica dari dalam.


James meletakkan ponselnya di telinganya...


"Halo Susan ukuran S" , jawab James.


"Untuk dalaman nya ukurannya berapa pak?" , tanya Susan.


"Bukankah harusnya sama ya" , jawab James.


"Beda pak" , ucap Susan sambil menahan tawa nya.


"Baiklah , kamu tunggu dulu" , ucap James.


James memanggil Angelica lagi.


"Sayang"


"Apalagi James" , jawab Angelica.


"Ukuran dalaman kamu berapa sayang?" , tanya James.


"34 B" , jawab Angelica.


James mulai berbicara lagi di ponselnya.


"Halo Susan , 34 B katanya" , ucap James.


"Baik pak , nanti semuanya mau diantarkan kemana pak?", tanya Susan.


"Ke Hotel X kamar 293 yang ada di dekat waterboom kita" , jawab James.


"Baik pak" , jawab Susan sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Gak salah si bos bersama kekasihnya di hotel berduaan jam segini" , ucap Susan.


"Apa! Si bos di hotel berduaan dengan kekasihnya?" , ucap Yuli sekretaris Freddy , yang kerja dekat sana juga.


"Iya , aku sekarang masa disuruh belikan baju buat dia dan kekasihnya , lengkap dengan dalaman lagi" , ucap Susan.


Freddy papanya James yang sudah datang ke perusahaan karena ada janji meeting disana saat itu , langsung terkejut mendengar perkataan Susan asisten pribadi James dengan Yuli disana.


Susan dan Yuli yang melihat ada bos besar disana , langsung terkejut.


"Iya benar tuan besar , saya barusan mendapatkan telpon dari tuan muda untuk membelikan baju dan diantarkan ke hotel X yang didekat waterboom kita" , ucap Susan.


"Batalkan janji saya dengan klien hari ini" , ucap Freddy.


"Baik tuan besar" , jawab Yuli.


"Kamu pergi dengan mobil saya mencari apa yang diminta oleh James" , ucap papa Freddy.


"Baik tuan besar" , jawab Susan.


Freddy dan Susan berjalan menuju ke mobil Freddy.


"Kita ke mall dulu ya , biar Susan membeli pesanan James" , ucap Freddy kepada sopir pribadinya.


"Baik tuan" , jawab sopir pribadi Freddy.


********


Angelica yang sudah selesai mandi menggunakan bathrobe yang disediakan di hotel dan berjalan keluar dari kamar mandi.


"Kamu mandi lagi James" , ucap Angelica.


"Baiklah sayangku" , ucap James sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Angelica duduk di kursi sofa sambil menonton televisi yang ada disana.


Tidak lama James sudah selesai mandi dan juga menggunakan bathrobe yang disediakan oleh hotel.


"Sayang , kita sudah seperti sudah menikah ya" , ucap James.


"Maksudnya?" , tanya Angelica.


"Kan orang yang sudah menikah menggunakan ini di tubuh polosnya sayang" , ucap James sambil duduk dan memeluk bahu Angelica.


"Kamu jangan berbuat yang macam-macam ya" , ucap Angelica.


"Kamu tenang saja sayang , aku gak akan berbuat macam-macam sampai kita menikah nanti" , ucap James.

__ADS_1


Angelica pun menganggukkan kepalanya dan setelah itu mereka menonton televisi sambil mengobrol di dalam kamar hotel.


*********


Susan yang sudah mendapatkan semua barang pesanan James , membawanya menuju ke mobil tuan besar Freddy.


"Kita langsung ke hotel X yang dekat waterboom ya" , ucap Freddy setelah Susan duduk di kursi depan sebelah sopir.


"Baik tuan" , jawab sopir pribadi Freddy.


Selama di dalam perjalanan , banyak pikiran negatif yang terlintas di kepala Freddy.


"Kalau benar James sudah berbuat yang macam-macam dengan Angelica , aku bisa malu di depan om Chandra" , ucap Freddy dalam hatinya.


Setelah beberapa waktu mobil Freddy telah sampai di hotel X.


Freddy dan Susan berjalan bersama memasuki hotel menuju ke kamar yang sudah di beritahukan oleh James.


Sampai di depan kamar yang diberitahukan oleh James...


"Kamu pencet bel nya" , ucap Freddy.


"Baik tuan besar" , jawab Susan sambil menekan bel disana.


Ting...tong...


"Itu pasti Susan yang datang , membawakan pakaian kita sayang" , ucap James.


Angelica menganggukkan kepalanya.


James berjalan sampai ke pintu dan membukanya.


"Papa" , ucap James sambil membulatkan matanya karena terkejut melihat papanya berada disana bersama dengan Susan.


"Kenapa kamu terkejut melihat papa?", ucap papa Freddy.


"Ya kaget la pa. Kenapa papa kesini?" , tanya James.


"Papa yang harusnya bertanya kamu ngapain disini bersama dengan Angelica dan kenapa kalian menggunakan bathrobe" , ucap papa Freddy yang sudah masuk kedalam.


"Jangan salah paham dulu pa , tadi ketika aku cek lapangan di waterboom , kami kena siram ember tumpah yang sedang di perbaiki" , ucap James.


"Benarkah itu Angelica?" , tanya Freddy.


"Iya benar om , kita kena siram dan akhirnya basah kuyup , disini juga kita hanya mau mandi dan mengganti baju , karena baju aku dan James semuanya basah terkena air" , jawab Angelica.


"Syukurlah kalau seperti itu , om bisa malu dengan om Chandra kalau James melakukan hal yang tidak pantas kepada kamu" , ucap Freddy.


"Aku gak segitunya juga kali pa , aku bisa kok menunggu sampai Angelica bersedia menikah dengan aku" , jawab James.


"Ya sudah , kalian ganti baju dulu" , ucap papa Freddy.


"Baiklah om" , jawab Angelica.


Susan memberikan paper bag yang dibawanya kepada James.


"Sayang , kamu ganti baju dulu ya" , ucap James.


"Iya James" , jawab Angelica sambil mengambil paper bag dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Gara-gara mendengar kamu sedang di hotel bersama dengan Angelica , papa langsung membatalkan meeting papa dengan klien James" , ucap papa Freddy sambil duduk di kursi sofa.


"Aku gak mungkin buat yang macam-macam pa dengan Angelica selama kami belum menikah , mencium dia saja aku masih belum berani" , ucap James.


"Iya nak , papa percaya sama kamu" , jawab Freddy.


Susan hanya tersenyum mendengar perkataan James dan tuan besar.


Angelica yang sudah selesai menggunakan bajunya , berjalan keluar dari kamar mandi...


"James , baju kamu aku letakin di kamar mandi ya , kamu langsung ganti aja" , ucap Angelica.


"Yang di dalam paper bag kamu pegang , isinya apa sayang?" , tanya James.


"Isinya baju kita yang basah tadi" , jawab Angelica.


"Baiklah sayang , aku ganti baju dulu ya" , ucap James sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Angelica menganggukkan kepalanya sambil berjalan duduk di kursi sofa di depan om Freddy.


"Maafkan om ya Angelica , om sudah berpikir yang tidak-tidak tentang kamu dan James" , ucap om Freddy.


"Iya gak apa apa om , aku ngerti kok" , jawab Angelica sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2