Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 22


__ADS_3

Di trimester pertama terlewati dengan baik , Amel hanya merasakan mual-mual di pagi hari.


Mulai memasuki trimester kedua , Amel sering merasakan keram diperutnya dan beberapa kali keluar flek darah , setiap kontrol kerumah sakit ,dokter menyatakan kalau masih dalam tahap normal.


.


.


.


Hari itu Amel membantu Surya di toko seperti biasa , tiba-tiba Amel merasakan sakit perut yang sangat luar biasa dan kelihatan ada darah segar di kaki Amel.


Melihat ada darah segar di kaki Amel , Rika langsung berteriak dan meminta salah satu temannya untuk memberitahukan kepada Surya.


Begitu mendengar kabar dari anak buahnya , Surya langsung berlari keluar dari ruangannya dan menuju ke lantai satu.


Melihat ada darah yang keluar terus , membuat Surya menjadi ketakutan , terbayang-bayang dengan Amel yang keguguran pada saat hamil pertama kali.


Surya langsung mengangkat Amel ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.


Selama di perjalanan menuju ke rumah sakit , Amel terus berkata "sakit sekali mas...perutku sakit sekali..."


"Sabar ya sayang , sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit" ucap Surya.


Sampai dirumah sakit Surya langsung menggendong istrinya sampai ke UGD.


Perawat disana langsung membantu Surya dan memanggil dokter.


Setelah dokter datang dan melakukan pemerikasaan.


"Maaf pak , istri anda mengalami pendarahan yang hebat dan kita harus melakukan kuret , tolong bapak segera urus prosedurnya supaya kita bisa segera melakukan tindakan selanjutnya" ucap dokter.


Mendengar ucapan dokter , bahwa dia harus kehilangan anak lagi , membuat badan Surya merasa lemas.


Tapi dia harus segera mengambil tindakan , supaya Amel bisa langsung di tangani.


Surya menyelesaikan semua prosedur yang ada , setelah itu perawat mulai mempersiapkan segalanya untuk proses kuret.


Setelah beberapa jam berlalu , akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi.


"Jadi bagaimana kondisi istri saya dokter?" tanya Surya.


"Tenang , istri kamu baik-baik saja , semuanya berjalan dengan lancar , setelah pengaruh obat biusnya habis , maka istri kamu sudah bisa sadar" ucap dokter tersebut.


"Baik , terima kasih dokter" ucap Surya.


"Iya sama-sama pak" ucap dokter itu sambil berjalan meninggalkan Surya.


Tidak lama terlihat perawat membawa kasur Amel keluar dari ruang operasi.


Surya mengikuti sampai ke ruang rawat inap VIP di rumah sakit itu.


Setelah Amel di masukkan ke kamar rawat VIP , Surya duduk disebelah kasur Amel.


"Dipegangnya tangan Amel , semoga kamu kuat ya sayang... kita kehilangan anak kita lagi" ucapnya dengan lirih.


Surya memegang tangan Amel terus , sampai Amel sadar dan membuka matanya.


"Apakah kita kehilangan anak kita lagi mas?" ucap Amel dengan lirih.


"Iya sayang , kita harus kuat dan harus bisa menerima semua ujian ini" jawab Surya.


"Iya mas" jawab Amel , tidak terasa air mata sudah mengalir di pipi nya.


"Gak apa-apa sayang , kita akan terus berusaha ya , kamu jangan bersedih dan menyalahkan diri sendiri" ucap Surya menguatkan istrinya.


Padahal sebenarnya hatinya pun terasa hancur , tapi Surya tidak mau memperlihatkan pada istrinya , dia takut nanti istrinya akan semakin sedih.


********

__ADS_1


Setahun pun berlalu.


Pada hari itu , terlihat Amel mual-mual ketika bik Sumi memasak sop daging di dapur.


"Apa nyonya lagi hamil?" tanya bik Sumi.


"Gak tau bik , aku belum cek" kata Amel.


"Nyonya istirahat dulu aja dikamar , nanti saya buatin teh manis hangat" ucap bik Sumi.


"Baik bik" ucap Amel sambil berjalan ke atas menuju ke kamarnya.


Tidak lama terdengar suara tok...tok...tok... di pintu kamar Amel.


"Ya...masuk bik , gak dikunci kok" kata Amel.


Bik Sumi masuk dengan membawa teh manis hangat ditangannya dan langsung diletakkan di lemari di samping kasur Amel.


"Diminum dulu nyonya teh manis hangatnya" ucap bik Sumi.


"Iya bik , makasih ya" kata Amel.


"Apa nyonya tidak enak badan?" tanya bik Sumi.


"Gak tau bik , aku cuma merasa mual saja tadi pada saat di dapur , sekarang sudah mulai enakan" ucap Amel.


"Kalau gitu nyonya istirahat dulu ya , bibik mau melanjutkan masak di dapur" ucap bik Sumi.


"Iya bik , terima kasih ya" kata Amel.


"Iya sama-sama nyonya" jawab bik Sumi sambil berjalan keluar dari kamar Amel.


Malamnya Surya pulang , seperti biasa mereka makan bersama.


Tapi , begitu mencium bau sop daging yang ada diatas meja , membuat Amel merasa mual lagi.


Akhirnya Amel memutuskan untuk ke kamar dan hanya makan sedikit malam itu.


"Gak tau mas , aku belum cek , tapi tadi bibik juga berkata seperti itu" kata Amel.


"Ya bisa jadi juga kamu hamil sayang , besok kita langsung ke rumah sakit saja ya" kata Surya.


"Iya mas" jawab Amel.


Paginya mereka bersiap-siap menuju kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit , ternyata benar.


Amel hamil lagi , tapi pada saat itu mereka tidak sebahagia kemarin-kemarin , karena di satu sisi mereka juga takut kejadian yang dulu terulang kembali.


Hasil pemeriksaan menyatakan Amel sudah mengandung selama 9 minggu.


Karena sudah 2 kali keguguran , maka kali ini dokter mengingatkan , supaya Amel istirahat total sampai kandungannya benar-benar kuat.


Dokter juga memberikan vitamin dan obat untuk menguatkan kandungan.


Selama dalam perjalanan pulang ke rumah , Surya berhenti dulu di mini market dan membeli banyak susu untuk ibu hamil.


Sampai dirumah terlihat bik Sumi duduk di depan rumah.


Melihat Surya dan Amel sudah pulang dari rumah sakit , bik sumi menanyakan keadaan Amel.


"Jadi bagaimana hasilnya nyonya?" tanya bik Sumi.


"Bener yang bibik bilang , saya hamil bik" ucap Amel dengan senyum.


"Saya ikut senang nyonya , tapi kali ini nyonya jangan kerja-kerja ya , biar saya saja yang mengerjakan semuanya" ucap bik Sumi.


"Iya bik , terima kasih ya" ucap Amel.

__ADS_1


"Kami masuk kedalam dulu ya bik" ucap Surya.


"Iya tuan" jawab bik Sumi.


Sampai dikamar Surya dan Amel.


"Sayang kamu kan sudah dengar apa kata dokter tadi , mulai hari ini kamu dirumah saja ya , jangan ke toko dulu sampai anak kita lahir , aku gak mau terjadi apa-apa lagi sama kamu dan anak kita" pinta Surya.


"Iya mas , aku juga gak mau kejadian buruk itu terulang kembali" ucap Amel sambil mengelus perutnya.


Hari-hari dijalani seperti biasa , bedanya Amel kadang-kadang masih suka mual dan ngidam dimalam hari.


Semakin hari perut Amel semakin membesar dan dokter juga memastikan bahwa kehamilan kali ini sangat baik dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Sampai usia kandungan 9 bulan , tengah malam Amel merasakan sakit diperutnya.


Dia membangunkan Surya yang tidur di sebelahnya , mas bangun...perutku sakit banget.


"Apakah sudah mau melahirkan sayang?" ucap Surya.


"Sebenarnya masih ada beberapa hari lagi mas kalau waktu yang ditentukan , tapi entah kenapa perutku sakit banget sekarang" ucap Amel.


"Kita langsung ke rumah sakit saja ya sayang" kata Surya.


"Iya mas" jawab Amel.


Surya langsung membawa tas yang sudah dipersiapkan Amel , untuk saat melahirkan dan menuntun Amel dengan hati-hati menuju ke mobilnya.


Sampai dirumah sakit , perawat membawakan kursi roda untuk Amel duduki , lalu mendorongnya ke kamar pasien.


Sampai dikamar pasien , dokter datang memeriksa Amel.


"Masih pembukaan 3 ya , coba banyak jalan-jalan dulu , nanti kita cek lagi" kata dokter.


Amel dan Surya mulai jalan-jalan keliling taman dirumah sakit tersebut.


"Apakah masih terasa sakit?" tanya Surya.


"Iya masih , tapi kayak hilang timbul gitu" ucap Amel.


Setelah 1 jam lebih mereka berkeliling di taman , Amel merasa capek dan mereka duduk di kursi taman.


Tidak lama Amel merasakan kayak ada cairan yang keluar dari roknya.


"Mas kok ada air ya" kata Amel.


"Apa mungkin sudah mau melahirkan sayang?" ucap Surya.


Mereka pun berjalan masuk ke ruang rawat pasien dan memberitahukan kepada perawat.


Mendengar itu perawat langsung memanggil dokter dan mempersiapkan semua peralatan.


Dokter masuk dan memeriksa Amel.


Pembukaannya sudah lengkap dan air ketuban pun sudah pecah , sudah bisa lahiran sekarang ya , ucap dokter.


Amel masuk ke ruangan melahirkan bersama Surya.


Amel melahirkan secara normal.


Setelah 3 jam Amel berjuang , akhirnya terdengar suara tangisan bayi di ruangan itu.


Puji syukur kepada Tuhan pun diucapkan oleh Surya dan Amel.


"Akhirnya anak kita lahir sayang , terima kasih ya" ucap Surya sambil mengecup kening Amel.


Tanggal 2 November , lahirlah Sandra Darmawan putri dari Surya Darmawan dan Amel Putri.


Putri satu-satunya , karena setelah Sandra lahir , Amel tidak pernah mengandung lagi.

__ADS_1


Gadis kecil manja , yang memiliki wajah cantik , kulit putih mulus dan pintar itu tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang disukai oleh banyak lelaki.


Sampai usianya 17 tahun dan bertemu dengan Antonio.


__ADS_2