
Pak Maman menjalankan mobil dengan kecepatan sedang sambil mencari tukang jual kue putu disana.
Terlihat ada gerobak tukang jual kue putu di pinggir jalan , pak Maman langsung menuju kesana dan parkir di depan gerobak tukang jual kue putu.
"Yang ini benar bukan nona muda" , tanya pak Maman.
"Iya benar pak Maman yang ini" , jawab Sandra.
Karena pak Maman parkir pas di depan gerobak , Sandra memesan kue putunya lewat mobil saja.
Sandra menurunkan kaca mobil dan memesan kue putu yang dia mau.
"Hubby mau juga gak?" , tanya Sandra setelah memesan 20 kue putu.
"Itu aja kamu pesan sudah banyak sayang , apa nanti bisa habis?" , tanya Antonio.
"Gak tau hubby , cuma pengen pesannya segitu aja" , jawab Sandra sambil terkekeh.
"Pak Maman mau juga gak?" , tanya Sandra.
"Bapak gak usah nona muda , nanti kalau bapak makan yang manis , gak bisa makan malam , karena sudah kekenyangan duluan" , jawab pak Maman sambil tersenyum.
"Iya pak" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Tidak lama pesanan Sandra sudah jadi dan orang yang jualnya mengantarkan ke mobil.
Sandra membuka jendelanya dan menanyakan , "jadi berapa semuanya?"
"Semuanya jadi 60ribu mba" , jawab yang tukang jual.
Antonio memberikan uang 60ribu kepada tukang jual kue putu , setelah itu Sandra menaikkan jendela mobil dan pak Maman menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
"Sekarang kita mau kemana lagi pak?" , tanya pak Maman.
"Cari restoran aja pak" , jawab Antonio.
"Baik pak" , jawab pak Maman.
"Didepan ada restoran pak , apa mau coba makan disana pak?" , ucap pak Maman.
"Iya boleh pak" , jawab Antonio.
Sandra sudah tenang , karena apa yang dia mau sudah didapatkan.
Pak Maman memarkirkan mobil di depan restoran.
Antonio , Sandra dan pak Maman turun dari mobil menuju ke restoran.
Sampai di restoran , Sandra yang dari tadi membawa kue putunya langsung meletakkan diatas meja.
Antonio membaca menu yang ada disana.
"Kamu mau makan apa sayang?", tanya Antonio.
"Apa aja hubby" , jawab Sandra.
Akhirnya Antonio memesan makanan yang direkomendasikan oleh pelayan di restoran.
Setelah Antonio memesan makanannya , Sandra meminta piring kecil dan sendok kepada pelayan tersebut.
__ADS_1
Tidak lama pelayan itu membawakan piring kecil dan sendok pesanan Sandra.
Sandra langsung membuka bungkus kue putunya.
"Wangi banget hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Antonio hanya tersenyum melihat bidadari cantiknya.
Sandra langsung mengambil beberapa kue putu dan memindahkannya ke piring dan dia pun makan dengan bahagia.
"Makan kue putu aja segitu bahagianya ya sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Iya hubby , rasanya enak banget , gak tau deh kenapa" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Karena nona muda lagi ngidam , makanya jadi terasa enak sekali ketika sudah didapatkan , dulu istri saya ketika ngidam , makanan yang paling asam aja ketika dia makan katanya manis banget , saya cobain aja gak tahan makannya karena asem banget" , ucap pak Maman.
"Oh , memang begitu ya pak kalau lagi ngidam" , ucap Antonio.
"Iya pak" , jawab pak Maman.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat bidadari cantiknya makan.
Tidak lama pelayan disana membawa pesanan makanan mereka.
Antonio dan pak Maman mulai makan makanannya , Sandra masih memakan kue putunya , yang ternyata 20 kue putu pun habis dimakan Sandra sendiri.
Antonio dan pak Maman hanya tersenyum melihat Sandra.
"Kamu masih bisa makan nasi gak sayang?" , tanya Antonio setelah melihat 20 kue putu sudah masuk semua di perut bidadari cantiknya.
"Kayaknya masih bisa hubby" , jawab Sandra sambil memakan nasi dan ayam bakar yang dipesan suaminya.
"Iya pak , saya bersyukur istri saya tidak susah makan dan gak mual-mual selama hamil" , jawab Antonio.
Setelah itu mereka makan sambil mengobrol santai sampai makanan mereka habis.
Sudah selesai makan , Antonio membayar makanan mereka dan setelah itu mereka pun berjalan menuju ke mobil dan kembali ke hotel.
********
Keesokan paginya , seperti biasa Sandra masih tidur nyenyak dalam pelukan suami tercintanya.
"Sayang.....bangun" ,panggil Antonio sambil menciumi seluruh wajah bidadari cantiknya.
Tidak lama Sandra mulai membuka matanya.
"Iya hubby" , jawab Sandra dengan suara serak baru bangun tidur.
"Aku mau ke lokasi pembangunan , kamu masih mau tidur disini atau mau ikut?" , tanya Antonio.
"Aku di sini saja ya hubby , masih ngantuk hubby" , jawab Sandra dengan manja.
"Boleh ya aku pergi , nanti jangan nangis ya kalau bangun...aku belum pulang kesini" , ucap Antonio.
"Iya hubby sayang" , jawab Sandra sambil mencium bibir suaminya.
Setelah Sandra melepaskan bibirnya dari bibir suaminya , dia pun tertidur kembali.
Antonio langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
__ADS_1
Setelah selesai dan sudah rapi , Antonio menelpon pak Maman dan mengajak pak Maman sarapan dulu di restoran hotel.
"Nona muda gak ikut sarapan pak?" , tanya pak Maman ketika melihat bos nya hanya sendirian di restoran.
"Iya pak , Sandra masih mau tidur" , jawab Antonio sambil memilih makanan yang dia inginkan.
Antonio dan pak Maman sarapan bersama sambil mengobrol santai , setelah selesai sarapan Antonio dan pak Maman langsung menuju ke lokasi pembangunan.
Sampai di lokasi pembangunan , Antonio langsung turun dari mobil.
"Pagi pak" , sapa Robi yang sudah berada disana.
"Pagi Robi , apakah pak Tono sudah datang?" , tanya Antonio.
"Sudah pak" , jawab Robi.
"Tolong kamu panggilkan sekarang ya , karena saya tidak bisa lama-lama disini , istri saya masih tinggal di hotel" , ucap Antonio.
"Baik pak , akan segera saya panggilkan" , jawab Robi sambil berjalan ke dalam hotel mencari pak Tono.
Citra yang baru datang ke lokasi langsung menyapa Antonio.
"Pagi bos" , sapa Citra.
"Pagi Citra" , jawab Antonio.
"Tumben Sandra gak ikut" , ucap Citra.
"Iya istri gue masih mau tidur" , jawab Antonio.
"Enak ya jadi istri pengusaha kaya , gak perlu kerja" , ucap Citra sambil tersenyum.
"Makanya loe cari suami yang bisa biayain hidup loe" , ucap Antonio.
"Meskipun gue dapat suami kaya , gue juga pasti akan tetap kerja , kerjaan gue udah menjadi prioritas hidup gue dari dulu", jawab Citra.
"Ya loe memang pekerja sejati , makanya belum menikah sampai sekarang" , ucap Antonio sambil terkekeh.
"Ya cowok gue aja belum buka suara , jadi ya gue diem aja , gak mungkin juga gue yang buka suara duluan" , jawab Citra.
"Pak ini pak Tono", ucap Robi yang sudah berada disana dengan pak Tono.
"Iya" , jawab Antonio.
"Hi...Citra , kamu baru datang" , ucap Robi.
"Hi...Robi , iya baru gak lama tadi" , jawab Citra sambil tersenyum.
"Gue lihat-lihat kalian berdua cocok deh , mukanya aja mirip" , ucap Antonio sambil tersenyum.
Robi langsung tersenyum mendengar ucapan Antonio.
"Gue kerja dulu ya", ucap Citra sambil berjalan masuk ke gedung hotel.
Citra masih belum mau membahas masalah Robi dengan Antonio.
Sebenarnya memang selama beberapa hari disana dia sudah mulai merasakan perasaan kepada Robi , karena Robi selalu perhatian sama dia dan mengajaknya makan bersama.
Beda sama Ferdi pacarnya , selama Citra di kota B , Ferdi sama sekali tidak pernah menghubungi ataupun menanyakan kabarnya.
__ADS_1