
"Kasus Yogi bagaimana?" , tanya mama Shinta.
Mendengar nama Yogi , Sandra langsung merapatkan tubuhnya ke tubuh suaminya sambil memegang tangan suaminya dengan erat.
"Gak apa apa sayang , Yogi sudah di kantor polisi , gak ada disini sayang" , ucap Antonio.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya tapi masih belum melepaskan tangannya dari tangan suaminya.
Orang tua dan mertuanya yang melihat reaksi Sandra langsung merasa kasihan melihat anak dan menantunya.
Setelah itu , mereka tidak berani menyebutkan nama Yogi lagi di depan Sandra dan papa Chandra memulai obrolan ringan disana.
Tidak lama Sandra baru kembali seperti biasa dan mulai memakan makanannya sampai habis.
Ketika Sandra membantu mama dan mertuanya membawakan piring ke dapur , Antonio , papa Chandra dan papa Surya duduk bertiga di sofa ruang tamu.
"Nak , kayaknya kita jangan bahas masalah Yogi di depan Sandra , kejadian kemaren kayaknya membuat Sandra menjadi trauma" , ucap Chandra.
"Iya pa , makanya sejak pulang dari rumah sakit , aku tidak mau ada yang membahas masalah kejadian yang menimpa Sandra" , ucap Antonio.
"Mau gak mau untuk sementara kita harus benar-benar menjaga kesehatan psikis Sandra" , ucap papa Surya.
"Iya pa" , jawab Antonio.
"Jadi masalah Yogi bagaimana?" , tanya papa Chandra.
"Robi bilang beberapa hari lagi sidangnya pa" , jawab Antonio.
"Baiklah , nanti kamu kasih tau saja papa lewat chat ya , jangan sampai Sandra tau" , ucap papa Chandra.
"Iya pa" , jawab Antonio.
"Kasih tau papa juga ya Antonio" , ucap papa Surya.
"Iya pa" , jawab Antonio.
"Kayaknya seru banget nih para lelaki mengobrol bersama" , ucap mama Shinta yang sudah berjalan menuju ke sofa ruang tamu.
"Iya , biasa kami membahas masalah pria" , jawab papa Chandra.
"Apaan masalah pria , hubby" , ucap Sandra yang sudah duduk bersandar di tubuh suaminya.
"Masalah pria... hanya pria yang boleh tau sayang , wanita gak boleh ikutan" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Hubby selalu gitu , sudah main rahasia rahasia ya sama aku , awas aja nanti malam aku gak mau ladenin" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.
Papa dan mama mereka langsung tertawa melihat tingkah laku anak dan menantunya yang satu ini.
Karena ada papa , mama dan mertuanya disana , Antonio pun gak mau menjawab perkataan istrinya yang manja itu.
Setelah itu mereka duduk bersama di ruang tamu sambil mengobrol santai.
__ADS_1
********
Dipersidangan Yogi....
Karena Yogi sudah mengakui semua kesalahannya dan selama menculik Sandra dia tidak ada melakukan tindakan kekerasan , tidak ada senjata tajam , maka hakim menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara untuk Yogi.
Robi yang juga berada di persidangan , begitu mendengarkan hasil keputusan hakim langsung lega karena Yogi dihukum , setelah persidangan selesai Robi keluar dari ruang persidangan dan langsung mengabari bosnya Antonio.
Antonio yang sedang bersama Sandra dikamar , mendengar ponselnya berbunyi langsung mengambil ponselnya.
Terlihat nama Robi yang tertera di layar ponselnya.
Antonio melihat istrinya yang masih bergelayut manja ditubuhnya.
"Gak mungkin aku angkat telpon dari Robi diluar , kalau kayak gini , bisa curiga nanti bidadari cantikku" , ucap Antonio dalam hatinya.
"Kenapa gak diangkat ponselnya hubby?" , tanya Sandra yang mendengar bunyi suara ponsel Antonio berbunyi terus.
"Iya sayang , ini aku baru mau angkat" , jawab Antonio sambil menyentuh tanda terima telpon di layar ponselnya.
"Halo Robi" , ucap Antonio.
"Halo pak , persidangan Yogi sudah selesai , Yogi dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara" , ucap Robi.
"Baik Robi" , jawab Antonio sambil memutuskan sambungan telponnya.
Setelah itu Antonio langsung memberikan kabar itu kepada papa Chandra dan papa Surya lewat chat nya , karena dia tidak mau Sandra mendengar berita apapun tentang Yogi.
"Kenapa Robi menelpon hubby?" , tanya Sandra yang sudah duduk dan meletakkan kedua tangannya di belakang leher suaminya.
"Oh cuma masalah kerjaan , aku kirain ada masalah lain" , ucap Sandra sambil meletakkan kepalanya di bahu suaminya.
"Iya sayang" , ucap Antonio sambil mengelus wajah mulus bidadari cantiknya.
"Hubby , nanti hubby masih kerja disini kan?" , tanya Sandra.
"Iya sayang , aku masih akan menemani kamu sampai kamu benar-benar bisa ditinggal kerja seperti dulu lagi" , ucap Antonio dengan lembut.
"Sebenarnya aku masih takut hubby , aku takut dibawa lagi ke hotel gak jelas itu , aku takut di apa-apain hubby" , ucap Sandra dengan lirih.
"Sudah sayang , jangan takut lagi ya , nanti akan ada dua orang yang akan selalu menjaga kamu kemanapun kamu pergi termasuk ke kampus" , ucap Antonio.
"Iya hubby , aku akan mencobanya , tapi aku masih selalu bermimpi buruk" , ucap Sandra dengan lirih.
"Makanya kamu jangan terlalu memikirkan kejadian itu sayang , kalau kamu gak memikirkannya lagi , pasti kamu tidak akan bermimpi buruk" , ucap Antonio sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya , untuk saat itu dia juga sebenarnya masih belum bisa menghilangkan traumanya , dia selalu berusaha untuk melupakan kejadian itu , tapi semua kejadian itu selalu muncul dipikiran Sandra , dan hanya berada dalam pelukan suaminya yang bisa membuat dia menjadi lebih tenang dan merasa aman.
********
Yogi yang sudah dibawa dari ruang persidangan akan dimasukkan langsung ke dalam sel.
__ADS_1
Sebelum Yogi masuk ke dalam sel , Yogi meminta ijin untuk menelpon temannya.
Polisi yang menjaga Yogi pun mempersilahkan Yogi untuk menelpon.
Yogi menelpon Rangga.
Tidak lama terdengar suara di sana.
"Halo" , jawab Rangga.
"Halo Rangga , gue dihukum 1,5 tahun penjara" , ucap Yogi.
"Tuh kan....loe gila sih cari-cari masalah , padahal udah ada Katherine juga" , ucap Rangga.
"Setelah beberapa hari ini gue menyesali perbuatan gue , tapi mungkin dengan begini gue baru akan sadar" , ucap Yogi dengan lirih.
"Loe benar-benar gila bro , gue gak habis pikir , harusnya loe bersenang-senang dengan Katherine malam tahun baru , eh malah nginap di penjara" , ucap Rangga.
"Ya udah bro , pokoknya loe tolong jagain bokap dan bengkel ya" , ucap Yogi.
"Loe tenang aja , bokap loe sudah gue anggap bokap gue sendiri , jadi gue pasti akan menjaganya" , ucap Rangga.
"Ok bro , terima kasih ya" , ucap Yogi.
"Iya bro sama sama , loe baik-baik ya selama disana , besok gue kunjungi loe kesana" , ucap Rangga.
"Iya bro" , ucap Yogi sambil memutuskan sambungan telponnya.
Rangga yang sudah tinggal sendiri sebatang kara , karena orang tuanya sudah lama meninggal , begitu tinggal di rumah Yogi dan melihat papa Doddy , Rangga pun sudah menganggap papa Doddy seperti papanya sendiri.
Sejak beberapa hari setelah Yogi di tangkap polisi , Rangga selalu menemani papa Doddy dirumah ketika dia sudah selesai bebersih dari bengkel.
Papa Doddy sangat senang mendengarkan cerita Rangga , meskipun Rangga hanya bercerita tentang kejadian yang ada di bengkel pada hari itu , tapi papa Doddy terlihat suka mendengarkan Rangga bercerita.
"Selanjutnya bagaimana gue akan menjawab kalau kak Amanda pulang dan menanyakan tentang Yogi" , ucap Rangga sambil duduk di bengkelnya , yang siang itu sedang sepi.
Tidak lama tiba-tiba Katherine datang ke bengkel.
"Ada apa loe kesini lagi?" , tanya Rangga.
"Gue gak bisa kalau gak ada cowok ganteng , loe kapan mau melihat cowok ganteng , gue ikut ya" , ucap Katherine.
"Memangnya loe masih mau sama dia , dia ditangkap juga karena membawa cewek yang dia sukai ke hotel" , ucap Rangga.
"Gue pasti akan selalu menunggu cowok ganteng , gue gak bisa kalau gak sama dia" , ucap Katherine.
"Ya udah , besok siang gue kesana" , ucap Rangga.
"Ok , besok siang gue kesini lagi , kita pergi bersama sekalian gue bawain makan siang buat cowok ganteng" , ucap Katherine.
"Iya" , jawab Rangga.
__ADS_1
"Ok , kalau gitu gue pergi dulu" , ucap Katherine sambil pergi dari sana.
Rangga pun hanya menganggukkan kepalanya.