Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 60


__ADS_3

"Tidak berasa ya , Sandra minggu depan sudah mau merrid" , ucap Karin pada Riko dan Niko.


"Iya , waktu cepat berlalu" , ucap Niko.


"Makanya loe harus cepat move on bro , gue lihat loe masih memiliki perasaan sama Sandra" , ucap Riko.


"Mau move on juga butuh waktu kali , apalagi gue sukanya udah lama banget , ketika kita masih kelas 2 , gue udah suka sama Sandra , gak semudah itu buat melupakan" , ucap Niko.


"Gue gak nyangka loe sukanya sudah selama itu , kenapa gak loe ungkapin perasaan loe dari dulu" , ucap Karin.


"Mana berani gue , lihat yang lebih ganteng aja di tolak , apalagi gue , mana nolaknya dengan tegas lagi" , ucap Niko.


Karin dan Riko yang mendengar ucapan Niko , langsung tertawa.


"Iya loe benar , kalau ini gue setuju" , ucap Karin dan Riko bersamaan.


"Gue juga bingung kenapa kak Antonio bisa langsung mendapatkan hati Sandra , padahal mereka baru kenal , baru juga kenal , gak nyampe sebulan udah ditembak , trus cuma berapa minggu eh...udah bahas nikah" , cerita Karin.


Niko dan Riko langsung terkejut mendengar cerita Karin.


"Gue kirain udah kenal lama" , ucap Niko , yang di setujui oleh Riko.


"Awalnya aku mikir gitu juga , tapi ketika aku nanya Sandra ternyata baru" , ucap Karin.


"Ya emang udah jodohnya aja kali , makanya Sandra langsung bisa menerima" , ucap Riko.


"Iya benar" , jawab Karin dan Niko bersamaan.


Sandra dan Antonio jalan pulang menuju ke apartemen.


"Kak , tadi aku takut banget , tiba-tiba ingat kejadian kemaren" , ucap Sandra.


"Iya kakak tau sayang , nanti kita jangan kesana lagi ya" , ucap Antonio.


"Iya kak" , jawab Sandra.


Setelah itu tidak ada obrolan apapun diantara Sandra dan Antonio , sampai mobil Antonio masuk ke parkiran apartemen.


Sandra dan Antonio turun dari mobil , menuju ke lift dan masuk ke apartemen mereka.


Sampai di dalam kamar...


"Kak...bantuin bukain jepitan di kepala aku ya , tadi banyak banget jepitannya" , ucap Sandra dengan manja.


"Iya sayang...." , ucap Antonio.


Sandra pun duduk di sofa kamar dan Antonio dengan telaten , membuka jepitan di rambut Sandra.


Sambil Antonio membuka jepitan rambut di kepalanya , Sandra membersihkan make up di mukanya , dengan pembersih make up .


"Sudah selesai semua sayang" , ucap Antonio.


"Makasih kakak kesayangan , aku mandi dulu ya" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Iya sayang" , ucap Antonio sambil tersenyum.


Setelah Sandra masuk ke kamar mandi , Hp Antonio berbunyi.


Antonio melihat layar di Hp nya , terlihat Robi yang menelpon.


"Halo Robi" , jawab Antonio.

__ADS_1


"Halo pak , saya sudah dapat identitas cewek yang keluar , sambil nangis dari rumah Yogi , namanya Chika dan ternyata dia putri dari pak Wira" , ucap Robi.


"Apakah kamu sudah tau , kenapa dia nangis setelah keluar dari rumah Yogi?" , tanya Antonio.


"Belum tau pak" , ucap Robi.


"Baiklah , kamu awasi terus gerak gerik mereka" , ucap Antonio.


"Baik pak" , ucap Robi.


Setelah itu Antonio memutuskan sambungan telpon di Hp nya.


Tidak lama Sandra keluar dengan rambutnya yang masih basah.


"Kenapa rambutnya gak dikeringkan sayang , nanti masuk angin lho" , ucap Antonio.


"Lagi males aja kak" , ucap Sandra.


Antonio mengambil hair dryer di kamar mandi dan membawanya keluar.


"Sini kakak keringkan dulu ya rambutnya" , ucap Antonio.


Sandra pun menganggukkan kepalanya dan memeluk pinggang Antonio.


Karena Sandra memeluk pinggang Antonio dan meletakkan wajahnya di perut Antonio , jadinya Antonio mengeringkan rambut Sandra dari posisi depan.


Tidak lama , rambut panjang Sandra yang basah tadi sudah kering.


"Sudah sayang , kakak mau mandi dulu ya" , ucap Antonio dengan lembut.


"Iya kak" , ucap Sandra sambil melepaskan pelukannya.


Beberapa hari kemudian...


Antonio yang sedang berada di kantornya , mendapat telpon dari Citra.


"Halo" , jawab Antonio.


"Halo Antonio , design untuk wardrobe room loe udah kelar nih , kapan loe mau lihat?" , tanya Citra.


"Sore ini aja ya , sekalian ntar gue mau pulang" , jawab Antonio.


"Ok" , jawab Citra.


"Oh iya Citra , tolong cariin meja rias buat kamar utama gue ya" , ucap Antonio.


"Buat Sandra ya?" , tanya Citra.


"Iya , kasian dia beberapa hari ini dandan di toilet terus" , ucap Antonio.


"Asik ya kalian , belum merrid udah tinggal bersama" , ucap Citra.


"Ya itu kan juga karena ada masalah kemaren aja , kalau gak ada masalah juga pasti belum tinggal bersama" , ucap Antonio.


"Iya , memang diluar dugaan sih itu , saingan loe banyak sih ya , jadi ya loe harus benar-benar jagain Sandra" , ucap Citra.


"Iya makanya , sekarang Sandra harus ikut gue terus" , ucap Antonio.


"Iya , ok deh....gue tunggu loe nanti sore" , ucap Citra.


"Iya , kalau bisa yang meja rias tolong carikan secepatnya ya" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Ok siap bos" , ucap Citra sambil memutuskan sambungan telponnya.


Tok...tok...tok...terdengar pintu ruangan Antonio di ketuk.


"Masuk" , ucap Antonio.


"Pak , pak Wira sudah datang" , ucap Susi.


"Ok" , ucap Antonio.


"Halo Antonio" , sapa pak Wira.


"Halo pak Wira" , sapa Antonio.


"Saya kesini bawa perincian bahan untuk pembangunan di kota B , gak berasa ya beberapa bulan lagi hotel itu akan selesai" , ucap pak Wira.


"Iya pak , untung saja waktu itu masalahnya cepat selesai , jadi pekerjaan pun jadi normal kembali" , ucap Antonio.


"Saya sedang merencanakan pembangunan di kota C pak , nanti untuk bahannya bapak bantu saya lagi ya" , ucap Antonio.


"Baik Antonio , kamu anak muda yang hebat , sejak kamu yang pegang , bisnis ini menjadi semakin berkembang" , ucap pak Wira.


"Terima kasih pak" , ucap Antonio.


"Apa kamu tidak mau mencoba ke bisnis yang lain?" , tanya pak Wira.


"Untuk sekarang masih belum pak , tapi nanti mungkin akan mencoba ke bisnis lain" , ucap Antonio.


"Kalau boleh tau , bisnis apa itu?" , tanya pak Wira.


"Bisnis farmasi pak" , ucap Antonio.


"Apakah kamu sebelumnya pernah di farmasi?" , tanya pak Wira.


"Bukan saya pak , tapi buat istri saya , karena istri saya kuliah ambil jurusan farmasi" , ucap Antonio.


"Oh iya...minggu depan kamu akan menikah , saya tidak menyangka kamu memiliki calon istri yang pintar" , ucap pak Wira.


"Terima kasih pak" , ucap Antonio.


"Baiklah , kalau gitu saya pergi dulu , masih ada yang mau saya urus" , ucap pak Wira.


"Iya pak" , jawab Antonio sambil mengantarkan pak Wira keluar.


Setelah itu Antonio langsung berjalan ke kamar atas.


"Sayang..." , panggil Antonio , setelah masuk ke kamar atas.


"Iya kak , aku nonton TV dikamar" , ucap Sandra.


Antonio berjalan menuju ke kamar , dia langsung berjalan ke kasur dan duduk di samping Sandra.


"Sayang , kakak mau ke tempat Citra lihat design untuk wardrobe room kita , setelah itu kita langsung pulang ke apartemen" , ucap Antonio.


"Ok kak" , ucap Sandra , ia pun langsung berdiri dari kasur , merapikan baju dan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Sudah selesai kak" , ucap Sandra.


"Ayo kita jalan lagi" , ucap Antonio sambil mematikan TV di kamar.


Setelah itu Antonio dan Sandra berjalan menuju ke parkiran.

__ADS_1


__ADS_2